Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 164. Meningkatkan Energi Api


__ADS_3

Ma Guang pun kembali berlatih untuk meningkatkan energi api miliknya.


Pemuda itu secara terus menerus menyalurkan energi tenaga dalamnya untuk meningkatkan energi api miliknya hingga ketahap yang lebih tinggi lagi.


Sebab api yang di miliki oleh Ma Guang hanyalah api merah yang panasnya baru berada dibawah 1000 derajat celcius. Dan itu belum bisa untuk menghasilkan sebuah pil dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.


Pemuda itu terus menyalurkan energi tenaga secara teratur dan mulai meningkatkan tingkat panas apinya.


Perlahan - lahan warna api yang berada di tangannya mulai berubah menjadi berwarna jingga yang tingkat panasnya berada di 1000 sampai 1200 derajat celcius.


Ma Guang merasa senang dengan pencapaian yang di capainya saat itu, jumlah energi tenaga dalam yang akan di gunakan juga sudah bisa di ukur oleh dirinya.


Pemuda itu kembali melakukan hal itu berulang - ulang kali dan dirinya selalu berhasil membuat tingkat api berwarna jingga.


Kekuatan api sendiri memiliki tingkatannya, sehingga Ma Guang juga harus berlatih untuk mencapai hal itu.


Setelah tingkat api yang berwarna jingga, tingkat selanjutnya adalah api yang berwarna kuning dengan panasnya yang berada di 1200 sampai 1500 derajat celsius.


Setelah itu api berwarna biru, dan api yang berwarna biru inilah yang sudah bisa untuk di gunakan membuat sebuah pil, namun tingkatan keberhasilan dari pil sendiri hanya bisa mencapai pil berwarna perak saja.


Jika ingin membuat pil dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, yaitu pil yang berwarna emas, seorang alkemis harus bisa memiliki tingkat api yang sudah berwarna putih dengan panas yang berada di 2000 derajat celcius.


Sedangkan Su Tian sendiri hanya bisa membuat pil biasa yang memiliki warna sesuai dengan bahan - bahan yang di gunakan.


Jika sudah melalui proses pembakaran dengan energi api biru, tingkat khasiat dari pil tersebut juga akan bertambah.


Namun di wilayah kekaisaran Zhou saat ini belum ada seorang alkemis yang bisa untuk melakukannya, tetapi jaman sebelumnya pernah ada alkemis yang bisa membuat pil tersebut, namun para murid - muridnya tidak ada yang memiliki kemampuan seperti itu, sehingga pil yang berwarna emas di kekaisaran Zhou sendiri sangat sulit untuk di temui dan harganya juga sangat mahal, karena pil emas yang di jual di kekaisaran Zhou berasal dari luar kekaisaran tersebut dan jaraknya sangat jauh di sebelah barat dari kekaisaran tersebut.


Sehingga di wilayah kekaisaran itulah hanya bisa mendapatkan pil dengan tingkat keberhasilan yang tinggi yaitu pil yang berwarna emas.


Sebab mereka memiliki teknik pembuatan pil yang sering di sebut Sihir untuk membuat pil tersebut.


Oleh karena itu, jika Ma Guang bisa untuk meningkatkan energi api miliknya sampai ke tingkat api yang berwarna putih, dirinya pasti bisa untuk membuat pil tingkat tinggi tersebut.

__ADS_1


Setelah dirinya sudah bisa menghasilkan api yang berwarna jingga dan sudah bisa mengendalikannya dengan baik, pemuda itu mencoba hal yang baru, yaitu mencoba mengeluarkan energi api miliknya dari mulut, karena hal itu pasti akan terlihat keren menurutnya.


"Berhubungan jurus yang di pelajariKu adalah jurus Cakar Naga Api, aku kini akan mencoba untuk mengeluarkan energi api milikKu ini dari mulutKu, dan jika aku berhasil aku akan menamai teinik ini dengan nama Semburan Api Naga". Gumam Ma Guang dengan penuh semangat.


Sebelum dirinya mencoba apa yang di pikirkannya tersebut, leluhur Guang Zhi sudah selesai bermeditasi dan langsung mendekati pemuda tersebut.


"Bagaimana perkembangan latihanMu, apakah sudah ada perkembangannya?". Tanya sang Leluhur.


Mendengar pertanyaan tersebut, Ma Guang pun langsung menunjukkan api jingga yang di milikinya.


Melihat hal tersebut, leluhur Guang Zhi langsung merasa kagum dengan apa yang di tunjukkan oleh pemuda itu.


"Ternyata peningkatan energi api milikMu sudah berada di tingkat dua, itu adalah perkembangan yang sangat cepat bila di bandingkan dengan pencapaian energi api milikKu". Ucap leluhur Guang Zhi dengan jujur.


"Saat ini aku saja baru memiliki tingkat pertama yaitu api berwarna merah, jadi masih harus di tingkatkan lagi untuk naik ke api jingga". Lanjut leluhur Guang Zhi lagi.


"Aku hanya bisa mencapai hal itu dengan menambah serta mengalirkan energi tenaga dalamKu secara perlahan - lahan hingga membuat energi api milikKu menjadi berwarna seperti ini". Ujar Ma Guang.


"Bagaimana caranya agar bisa memiliki inti api tersebut?". Tanya Ma Guang.


"Cara untuk memilikinya dengan berlatih, namun hal itu sangat sulit dan mustahil untuk m3ncapainya. Dan juga hal itu bisa didapatkan dari batu permata serta inti jiwa dari hewan - hewan yang memiliki kekuatan api seperti seekor Kilin Api, burung Phoenix Api atau seekor Naga atau pun batu permata dari tempat lain yang juga memiliki daya panas yang tinggi". Leluhur Guang Zhi menjelaskan.


"Oh, jadi seperti itu caranya untuk memiliki inti api, ternyata sangat sulit juga untuk mendapatkan tingkat api putih dan hitam". Ujar Ma Guang sedikit merasa kecewa setelah mendengar penjelasan dari leluhur Guang Zhi.


"Jika kamu juga bisa membunuh siluman yang memiliki inti jiwa api, itu juga bisa di gunakan untuk menjadi inti api milikMu". Ujar leluhur Guang Zhi lagi.


"Baiklah, kalau begitu aku akan berlatih gerakan selanjutnya dari jurus Cakar Naga Api, setidaknya aku sudah mengetahui hal - hal yang bisa di gunakan untuk mendapatkan inti api milikKu". Ujar Ma Guang menanggapi perkataan leluhur Guang Zhi.


Leluhur Guang Zhi kemudian memperagakan beberapa gerakan lagi namun tidak menggunakan energi tenaga dalam miliknya.


Setelah melihat apa yang di peragakan oleh leluhur Guang Zhi, Ma Guang pun mulai mempraktekkannya sambil di berikan petunjuk oleh leluhur Guang Zhi tentang hal - hal yang harus di lakukan di saat melakukan setiap gerakan dari jurus tersebut.


Keduanya melakukan hal itu sampai Ma Guang menguasai seratus gerakan dan teknik dari jurus Cakar Naga Api milik leluhur Guang Zhi.

__ADS_1


Leluhur Guang Zhi sendiri sudah memiliki energi api jingga serta sudah menguasai hingga tiga puluh gerakan jurus tersebut.


"Guru...!!! Aku akan kembali kekediamanKu dulu". Ucap Ma Guang.


"Iya...!!! Aku juga ingin bermeditasi untuk meningkatkan energi tenaga dalam milikKu". Ucap leluhur Guang Zhi menanggapi perkataan Ma Guang.


Akhirnya Ma Guang meninggalkan tempat leluhur Guang Zhi dan menuju ke kediaman miliknya untuk kembali mempelajari mempelajari teknik yang baru saja ingin dia pelajari.


Setelah tiba di kediaman miliknya, Ma Guang seperti biasa melakukan rutinitasnya sebelum melakukan latihan.


Setelah tubuhnya merasa segar, pemuda itu langsung berjalan menuju ke halaman kediaman yang biasa menjadi tempatnya untuk berlatih.


Pemuda itu kini mulai mengfokuskan pikirannya untuk mengendalikan energi api miliknya yang berada di seluruh tubuhnya untuk di semburkan dari mulutnya.


Setelah beberapa saat memfokuskan pikirannya dan telah mengumpulkan energi api yang ada di dalam tubuhnya, Ma Guang langsung mencoba mengeluarkan energi api itu melalui mulutnya.


Setelah melakukan itu, akhirnya semburan api keluar dari mulut Ma Guang. Namun semburannya belum terarah, sebab pemuda itu baru mencobanya agar bisa menyemburkan energi api dari mulutnya.


"Akhirnya aku berhasil juga untuk melakukan hal ini, saatnya aku harus menguasai teknik ini agar bisa menjadi salah satu teknik serangan terbaikku". Gumam Ma Guang.


Pemuda itu kembali berlatih teknik tersebut hingga dirinya bisa dengan mudah untuk menggunakan teknik itu saat sedang bertarung.


Tetapi hal yang tidak di guda oleh Ma Guang, teknik itu membuat energi tenaga dalam miliknya cepat terkuras.


Baru saja melakukan hal itu untuk ketiga kalinya, Ma Guang sudah merasa bahwa energi tenaga dalam miliknya sudah berkurang hingga hanya tersisa 25 persen lagi.


"Sialan...!!! Ternyata teknik ini juga bisa menguras banyak energi tenaga dalam milikKu, aku harus beristirahat terlebih dahulu untuk bermeditasi agar bisa mengembalikan energi tenaga dalam milikKu". Gumam Ma Guang sambil mengambil sikap meditasi dan menelan beberapa pil untuk mengembalikan energi tenaga dalam miliknya.


Setelah selesai bermeditasi, pemuda itu kemudian melanjutkan latihannya untuk meningkatkan tingkat energi api miliknya, hal itu agar dirinya bisa menggunakan sedikit energi api di saat melakukan serangan, namun efek yang di timbulkan akan sangat berdampak bagi lawannya.


Pemuda itu pun mulai melakukan hal yang sama seperti apa yang pernah dia lakukan sebelumnya, namun energi tenaga dalam miliknya yang perlahan mulai di tingkatkan olehnya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2