Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 409. Jebakan Yang Berhasil


__ADS_3

Ma Guang pun kini segera memerintahkan kepada para leluhur untuk segera mengumpulkan para anggota sekte Hua San dan melindunginya.


Sedangkan Ma Guang bersama Shi Tiao kini sudah bersiap untuk bertarung melawan seratus pasukan surgawi.


Sang komandan pun memerintahkan kepada asistennya untuk memberitahukan hal itu kepada jenderal Shen Tian apa yang sedang mereka alami saat itu.


Akan tetapi usaha yang dilakukan pun tetap gagal karena tidak bisa menghubungi sang jenderal.


“Komandan! Sepertinya kekuatan spiritualKu tidak bisa menembus dinding formasi segel yang mereka buat! Bagaimana ini jenderal!.”


“Sepertinya kita harus bertarung mati – matian ditempat ini untuk bisa mengalahkan pasukan Naga dan juga pasukan Kilin Api ini!.” Tutur sang komandan yang langsung menyiapkan senjata pusaka mereka yang bisa melukai


dengan mudah tubuh makhluk surgawi jika terkena serangan mereka.


Para prajurit yang dia pimpin pun kini mengikuti juga apa yang dilakukan oleh sang komandan dan langsung melesat terbang menyerang pasukan Naga dan juga pasukan Kilin Api.


Ma Guang yang melihat hal tersebut segera mengeluarkan kekuatan sejatinya yang berada ditingkat Dewa Langit.


Aura yang keluar dari dalam tubuhnya dapat dirasakan oleh pasukan surgawi yang datang menyerang.


Namun saat mereka baru menyadari bahwa sosok tersebut adalah Ma Guang, semuanya itu sudah terlambat.


Tubuh pria tersebut sudah menghilang dari pandangan mereka dan tanpa bisa di sadari, jiwa mereka pun ikut terpisah dari tubuh mereka yang kini sudah tidak memiliki kepala.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Shi Kang, aura energi  ditingkat dewa bumi puncak merembes keluar dari dalam tubuhnya dan dengan cepatjuga menyambut serangan pasukan surgawi.


Dalam sekali tarikan napas saja, Ma Guang dan juga Shi Tiao sudah bisa membunuh belasan pasukan surgawi.


Sedangkan sang komandan pasukan surgawi yang melihat situasi itu, kini hanya bisa mengertakkan giginya dan mengerahkan seluruh kekuatan serta kemampuan yang dia miliki untuk menyerang Ma Guang.


Sebuah pedang lansung memancarkan cahaya yang menyilaukan yang dengan cepat memadat serta menyerang kearah Ma Guang.


Sinar yang kini terlihat berbentuk seperti mata panah itu melesat menghujam kerah Ma Guang.


“Jadi kamu ingin membokongKu! Baiklah, aku akan melayani seranganMu itu!.” Teriak Ma Guang yang dengan cepat berbalik kearah datangnya serangan tersebut.


“Bola Api Naga!.” Teriak ma Guang sambil melepaskan bola api hitam untuk menyambut serangan cahaya yang datang menerjang kearahnya.


Booommm


Ledakan besar pun terjadi karena benturan kedua serangan mereka.


Ma Guang tidak hanya diam saja, pria itu kembali melepaskan serangan susulan kearah sang komandan dengan tombak pembunuh naga yang dia miliki.


Dengan kekuatan jiwa senjata tingkat dewa yang dia miliki, membuat kecepatan serangan tombak tersebut tidak bisa di antisipasi oleh sang komandan, sehingga mata tombak itu bisa tepat mengenai sasarannya.

__ADS_1


Untuk saja tubuh sang komandan telah di selimuti oleh formasi pelindung. Jika tidak, sudah bisa di pastikan tubuhnya sudah tertembus tombak yang menyerangnya.


Walau pun demikian, akan tetapi tubuh sang komandan kini terdorong sejauh ratusan meter dan menghancurkan setiap pepohonan yang diterjang oleh tubuhnya.


Ma Guang tidak memberikan kesempatan bagi sang komandan agar bisa mempersiapkan dirinya untuk menyerang mau pun untuk bertahan.


Pria itu tetap menyerang tubuh sang komandan dengan tombak pembunuh naga yang dia kendalikan menggunakan kekuatan jiwa senjata miliknya.


Dan untuk serangan kedua kalinya, formasi pelindung yang dia miliki tidak bisa membendung kekuatannya. Formasi tersebut pun retak dan hancur sehingga membuat sang komandan tersebut terluka parah.


Ma Guang dengan cepat muncul didepan tubuh sang komandan dan langsung menyerap  darah murni yang


ada didalam tubuh sang komandan.


Seorang prajurit yang melihat tindakan tersebut segera melesat kearah Ma Guang dan melancarkan serangannya.


Shi Tiao yang melihat aktivitas sang penguasa akan diganggu oleh prajurit pasukan surgawi, raja Kilin Api itu pun dengan cepat menggagalkan niat sang prajurit dengan serangan bola angin yang juga sudah dibaluti api hitam dari mulutnya.


Ledakan besar pun terjadi, Karena serangan raja Kilin Api itu mengenai tepat disasarannya yang mengakibatkan tubuh sang prajurit yang hendak menyerang Ma Guang kini sudah terhempas oleh serangan Shi Tiao.


Ma Guang tetap melanjutkan aktivitasnya untuk menyerap darah murni dari seorang komandan pasukan seratus.


Setelah selesai menyerap darah murni sang komandan pasukan surgawi, pria itu pun melanjutkan untuk membunuh serta mengambil inti jiwanya.


Melihat hal tragis yang dialami sang komandan, para prajurit pun mulai bertarung dengan putus asah. Seakan apa yang akan mereka lakukan kini sudah tidak ada artinya lagi.


“Jika kalian ingin hidup! Aku berharap agar kalian berhenti melakukan perlawanan serta menyerahkan senjata kalian!.”


Mendengar suara Ma Guang yang menyuruh mereka untuk berhenti bertarung, ada beberapa di antara mereka segera mengikuti permintaan Ma Guang.


Akan tetapi masih banyak yang tetap melakukan perlawanan terhadap pasukan Naga dan juga pasukan Kilin Api.


Kini terlihat tinggal dua puluh lebih pasang yang sedang bertarung. Yang lainnya kini sudah menyerah, ada yang karena sudah terluka, tetapi ada juga yang menyerah karena sudah tidak ingin lagi melanjutkan pertempuran tersebut.


Bagi yang masih bertarung kini terlihat mulai dikeroyok oleh pasukan Naga dan juga pasukan Kilin Api agar bisa melumpuhkan mereka.


Tidak lama kemudian mereka semua pun bisa dilumpuhkan, sehingga kini mereka semua di kumpulkan untuk dimintai keterangan oleh Ma Guang.


“Cepat katakan, dimana tempat persembunyian jenderal Shen Tian beserta seluruh pasukannya?.” Tanya Ma Guang dengan nada suara yang dingin.


Tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaan Ma Guang. Mereka hanya menundukkan kepala dan diam.


Melihat sikap mereka yang tidak menanggapi pertanyaan Ma Guang, salah satu prajurit Naga segera meraih salah satu dari mereka dan mengaum didepan wajah prajurit yang diambilnya.


“Apakah kalian sudah merasa bosan untuk hidup? Jika sudah bosan untuk hidup, biar aku akan mengantarkan kalian ke alam baka!.” Teriak sang prajurit Naga.

__ADS_1


Sang prajurit Naga mulai menarik satu persatu dari mereka dan mulai menanyakan hal – hal yang berkaitan dengan jenderal Shen Tian.


Yang tidak ingin menjawab pertanyaan – pertanyaan yang dilontarkan langsung diserap darah murni sebagai makhluk surgawi yang mereka miliki. Dan mengambil inti jiwa dari mereka untuk diserahkan kepada Ma Guang.


Para leluhur yang awalnya sedang bersembunyi kini mulai keluar untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh para prajurit Naga dan juga prajurit Kilin Api kepada para pasukan surgawi.


Akhirnya salah satu dari mereka memberitahukan dimana tempat sang jenderal berada, kini jenderal Shen Tian sedang berada didalam dunia kecil milik salah satu komandan pasukan seribu miliknya yang pernah dia tinggalkan ribuan tahun silam.


Dan dunia kecil itu terletak juga di daratan benua tengah yang berdekatan dengan markas sekte Kura – Kura Api.


Namun anggota sekte aliran hitam itu tidak menjadi korban keganasan mereka, sebab anggota sekte yang tersisa hanya beberapa orang saja yang memiliki kultivasi sebagai seorang pendekar dewa, serta tempat tinggal mereka yang berdekatan dengan sekte itu, sehingga mereka tidak ingin menjadikan sekte itu sasaran sebab tempat dimana mereka berada saat itu akan bisa ditemukan.


Tanpa disadari oleh Ma Guang, ternyata kini jenderal Shen Tian bersama sebagaian besar pasukannya sedang berada di benua utara untuk melaksanakan rencananya.


Tujuan mereka kembali kebenua utara terlebih dahulu untuk menangkap Zhou Lu Yun sebagai sandrera mereka.


Sedangkan sebagian kecil pasukannya itu hanyalah sebagai pengalihan saja. Akan tetapi Ma Guang sama sekali belum mengetahui hal itu.


Merasa sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Ma Guang pun segera memerintahkan pasukannya untuk mengeksekusi mereka semua.


Akhirnya Ma Guang pun segera memanggil seluruh pasukannya untuk menyerang tempat dimana pasukan surgawi berada sesuai dengan apa yang disampaikan oleh salah satu prajurit surgawi.


Hanya prajurit itu yang tidak dibunuh, akan tetapi statusnya kini bukan lagi seorang prajurit surgawi, sebab seluruh kemampuannya telah di ambil, sehingga dirinya kini sudah menjadi seperti manusia biasa.


Namun karena dirinya telah memikirkan bagaimana nasibnya jika tidak memiliki kultivasi, akhirnya pria itu pun mengakhiri hidupnya.


Setelah itu Ma Guang memerintahkan para anggota sekte untuk membenahi semua kerusakan yang terjadi akibat dampak dari pertempuran mereka sambil menunggu pasukan yang lain tiba


Di benua utara tepatnya di benteng pertahanan dimana Zhou Lu Yun berada, kini pasukan surgawi yang di pimpin oleh jenderal Shen Tian sedang mengawasi setiap pergerakan para pasukan Serigala, pasukan Naga dan juga


pasukan Kilin Api.


Karena kekuatannya kini sudah berada di tingkat dewa bumi puncak, sehingga para penjaga yang berpatroli tidak bisa merasakan kehadirannya.


Namun para prajurit Naga, Kilin dan juga Serigala yang melakukan patroli kini mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan situasi saat itu. Akan tetapi mereka tidak bisa menemukan hal apa yang membuat mereka bisa merasakannya.


Pemimpin pasukan yang berpatroli pun segera melaporkan hal itu kepada Long Zhihui, Shi Kang dan juga Lang Guan tentang apa yang mereka rasakan.


Ketiga pemimpin yang bertanggung jawab untuk keamanan di benteng itu pun segera menyuruh mereka agar tetap selalu waspada dan segera kembali ke benteng pertahanan.


Sedangkan ketiga pemimpin dari tiga ras makhluk yang berbeda itu kini telah mempersiapkan juga kemungkinan terburuk yang akan terjadi, sehingga seluruh pasukan mereka pun kini sudah disiapkan untuk melakukan pertempuran.


Saat lima belas pasukan yang berpatroli ingin bergerak untuk kembali ke benteng pertahanan kekaisaran Zhou, mereka langsung dihadang oleh pasukan surgawi serta segera menciptakan formasi pembatas agar lima belas


prajurit yang terdiri dari lima prajurit Naga, lima prajurit Kilin Api dan lima prajurit Serigala itu tidak bisa pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Mendapatkan hadangan dari pasukan surgawi, pemimpin pasukan yang berpatroli itu pun langsung tersenyum sinis karena sudah bisa memprediksi bahwa yang datang itu adalah pasukan surgawi.


~Bersambung~


__ADS_2