Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 289. Kedatangan Bing Bihai


__ADS_3

Bing Bihai bersama dua jenius mudanya kini sudah tiba di sekte Bambu Kuning.


Ketiganya langsung di sambut oleh para murid yang berjaga di pintu masuk wilayah sekte.


Para penjaga tersebut adalah pasukan emas.


Sehingga sekte tersebut tidak mudah untuk di masuki oleh orang luar tanpa ijin.


Hal itu di perintahkan oleh Ma Guang agar para murid yang berada di sekte tersebut akan aman dari serangan musuh.


Sebab tiga orang dari mereka bisa menutup serta membuka formasi pelindung yang di pasang oleh Ma Guang.


"Selamat datang di sekte kami ini! Apakah ada yang bisa kami bantu!?." Tanya seorang penjaga kepada Bing Bihai dengan ramah.


"Aku ingin bertemu dengan pelindung sekte kalian!." Ucap Bing Bihai.


"Apakah nona sudah buat janjian dengan pelindung sekte!?." Tanya penjaga itu lagi.


"Apakah anda tidak mengenali diriKu!?." Tanya Bing Bihai.


"Aku sangat mengenali nona Bing, tetapi untuk menemui pelindung sekte, nona Bing harus membuat janjian terlebih dahulu!." Tutur pemimpin penjaga tersebut yang adalah seorang pendekar dewa bumi puncak.


"Apakah pelindung sekte kalian telah membuat aturan itu bagi orang - orang terdekatnya juga!?." Tanya Bing Bihai dengan nada suara yang mulai meninggi.


"Memang pelindung sekte tidak mengatur hal tersebut, tetapi aturan yang ada di sekte ini adalah, jika ada tamu yang akan berkunjung ketempat ini, mereka harus membuat janjian terlebih dahulu! Sehingga aku hanya menjalankan saja aturan itu!." Jawab pemimpin penjaga tersebut.


"Begini saja! Jika kamu bisa menghubungi pemimpin sekte kalian, cepat hubungi dia sekarang, agar supaya kamu bisa mengetahui apa aku di perkenankan masuk dan bertemu dengannya atau tidak! Itu juga demi kebaikanMu!." Tutur Bing Bihai dengan nada suara yang tegas.


Seorang pendekar dewa tingkat menengah langsung berkata.


"Nona Bing! Biarkan baku menghubungi pelindung sekte! Kami mohon anda bisa menunggu sebentar!." Tutur pendekar tersebut.


"Terima kasih atas pengertiannya! Aku akan menunggu kabar dariMu!." Tutur Bing Bihai.


Pendekar dewa bumi menegah itu pun langsung menghubungi sekte Naga Surgawi dan menyampaikan hal tersebut.


Tetua biasa yang di tugaskan untuk hal itu langsung menghubungi Ma Guang.


Namun karena pria itu sedang berada di dunia dewa surgawi, sehingga dia tidak bisa menghubunginya.


Tetua itu pun langsung menghubungi naga yang berjaga di wilayah terlarang untuk menyampaikan hal tersebut kepada Ma Guang.


Kabar tersebut langsung di terima oleh Ma Guang, pria itu langsung berpamitan dengan Xia Jiao dan juga puteranya.


Ma Guang pun keluar dari dunia tersebut serta langsung menuju ke sekte Bambu Kuning.


Hanya dengan mengedipkan matanya, pria tersebut sudah tiba di sekte Bambu Kuning.


Teknik tersebut di berikan juga oleh raja naga Long Wang.

__ADS_1


Namun teknik tersebut hanya bisa di pakai untuk menuju ke tempat yang sudah dia tentukan untuk berteleportasi.


Saat Ma Guang tiba di kediamannya, pria itu pun langsung bergegas keluar dan melesat menuju ke pintu gerbang wilayah sekte Bambu Kuning.


Saat sudah tiba di pintu masuk tersebut, pria itu pun langsung menyapa Bing Bihai.


"Nona Bing! Maaf sudah membuatMu menunggu!." Tutur Ma Guang.


"Pendekar Ma! Apakah orang terdekatMu tidak bisa masuk juga ke dalam wilayah sekteMu ini!?." Tanya Bing Bihai dengan nada suaranya yang ketus.


"Maafkan bawahanKu! Tetapi hal itu harus dilakukan, karena sekte kami ini adalah sasaran utama dari para pendekar aliran hitam, sehingga keamanannya harus di jaga sebaik mungkin!." Tutur Ma Guang menjelaskan sambil menangkupkan tangannya.


Mendengar perkataan Ma Guang, wajah Bing Bihai langsung masam sambil menggerutu.


"Nona Bing! Jika sekte kami bisa di hancurkan, bagaimana dengan sekte - sekte aliran putih lainnya? Pasti akan dengan muda juga untuk bisa mereka hancurkan!." Tutur Ma Guang.


"Tetapi untuk kedepannya, saya harap kalian bisa membiarkan nona Bing untuk bisa langsung memasuki sekte kami tanpa membuat janjian terlebih dahulu denganKu!." Tutur Ma Guang sambil menatap kearah para penjaga.


"Baik pelindung!." Jawab mereka serentak.


Wanita itu pun langsung merasa senang dengan perkataan Ma Guang tersebut.


"Hal apa yang membuat sehingga nona Bing ingin bertemu denganKu?." Tanya Ma Guang.


"Apakah kita akan membicarakan segala hal di tempat ini!?."


"Oh, iya! Mari, silahkan masuk! Maafkan atas penyambutanKu yang tidak sopan terhadap nona Bing!." Tutur Ma Guang dengan perasaan yang malu.


Mereka pun memasuki wilayah sekte Bambu Kuning dan menuju ke kediaman Ma Guang.


Setelah tiba di kediamannya, pria itu pun langsung mempersilahkan duduk kepada mereka bertiga.


Pandangan Bing Bihai mulai menyusuri setiap bangunan tersebut seperti ada hal yang dia cari.


Melihat tingkah wanita tersebut, Ma Guang pun langsung bertanya.


"Apakah ada hal yang sedang nona Bing cari?."


"Iya!." Jawab Bing Bihai singkat.


"Hal apa itu!?." Tanya Ma Guang lagi.


"Dimana keempat isteriMu? Kenapa satu pun aku tidak melihatnya!?." Tanya Bing Bihai.


"Oh, mereka kini sedang berkultivasi!." Tutur Ma Guang menyembunyikan dimana posisi keempat isterinya.


"Jadi seperti itu yah!?." Tutur Bing Bihai.


"Terus apa tujuan nona Bing sehingga datang untuk menemuiKu!?." Tanya Ma Guang lagi.

__ADS_1


"TujuanKu kesini untuk menguji kedua jenius ini dengan para murid sekteMu yang lebih kuat dari mereka berdua, agar supaya pengalaman bertarung keduanya akan lebih meningkat!." Jawab Bing Bihai.


"Kalau begitu, bagaimana jika keempat jenius muda dari sekteKu saja yang menjadi lawan tanding mereka berdua!?." Tutur Ma Guang menawarkan.


"Jangan! Kemampuan mereka berempat sangat berbeda jauh dengan mereka berdua! Jika bisa, lawan mereka adalah para jenius muda yang baru berada di tingkat pendekar petapa suci saja!." Tutur Bing Bihai.


"Oh! Kalau begitu, aku akan menyiapkan para pendekar petapa suci untuk menjadi lawan mereka berdua!." Tutur Ma Guang yang langsung menghubungi Du Yinhui untuk menyiapkan empat pendekar petapa suci dengan teknik serangan yang berbeda - beda.


"Terima kasih pendekar Ma!." Ucap Bing Bihai sambil menangkupkan tangannya.


Tidak lama kemudian, keempat pendekar petapa suci pun langsung tiba di depan kediaman Ma Guang.


Ma Guang langsung keluar dan menyambut mereka berempat.


"Kalian bersiaplah di arena tarung untuk menghadapi dua orang murid dari sekte Es Abadi!." Parintah Ma Guang.


"Baik pelindung!." Tutur keempat pendekar tersebut.


Keempat pendekar itu pun langsung pergi meninggalkan kediaman Ma Guang.


Sedangkan Ma Guang sendiri, kembali memasuki kediamannya.


"Nona Bing! Aku menyiapkan empat orang pendekar petapa suci dengan teknik bertarung yang berbeda - beda! Jika mereka berdua sudah bisa mengalahkan mereka berempat, aku juga akan memanggil empat orang lainnya agar kemampuan bertarung mereka berdua akan lebih meningkat!." Tutur Ma Guang lagi.


"Terima kasih pendekar Ma!." Ucap Bing Bihai dan kembali menangkupkan tangannya.


"Nona Bing! Silahkan di nikmati teh hangatnya!." Tutur Ma Guang dengan ramah.


Ketiganya langsung mencicipi teh hangat yang telah di siapkan.


Setelah selesai, akhirnya Bing Bihai pun mengajak Ma Guang dan dua muridnya untuk menuju ke arena tarung yang ada di sekte Bambu Kuning.


Lantai arena tarung itu tidak bisa di hancurkan oleh kekuatan puncak para pendekar dewa langit sekali pun.


Akhirnya mereka tiba di tempat yang mereka tuju.


Ma Guang pun langsung memanggil keempat pendekar petapa suci yang sudah berusia dua puluh tahun lebih.


Melihat hal tersebut, Bing Bihai langsung berkata.


"Mengapa pendekar yang sudah lebih dewasa dari mereka berdua!?." Ucap wanita itu karena terkejut melihat lawan kedua murid sektenya.


"Harus seperti itu, agar supaya mereka berdua akan lebih matang lagi untuk bertarung!." Tutur Ma Guang serius.


"Baiklah! Ini juga hanya latih tanding saja! Jadi tidak mengapa jika mereka berdua melawan keempat pendekar tersebut!." Ujar Bing Bihai.


Akhirnya mereka pun langsung naik ke atas panggung arena untuk mendengarkan aturan yang akan di tentukan oleh Ma Guang.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2