
Rombongan Ma Guang kini sudah memasuki wilayah kekaisaran Zhou yang juga adalah wilayah bagian barat kerajaan Chu.
Mereka pun kini memasuki sebuah hutan yang ditumbuhi oleh pohon - pohon yang sangat besar dengan daun - daunnya yang rindang sehingga cahaya matahari tidak bisa menembusnya.
Ma Guang dan para bawahannya sudah bisa merasakan ada begitu banyak pendekar yang sedang menanti kedatangan mereka.
Namun mereka tidak memperdulikannya.
Sebab kultivasi tertinggi kelompok tersebut berada ditingkat pendekar dewa langit tingkat puncak.
Disaat mereka sudah berada ditengah - tengah hutan tersebut, kelompok yang berjumlah seratus orang lebih itu keluar dan menghadang jalan yang akan mereka lalui.
Karena kereta kuda yang dinaiki oleh Gu Ruo berhenti secara mendadak, pedagang yang adalah seorang bangsawan itu pun segera mengeluarkan kepalanya untuk melihat alasan mengapa kereta kudanya bisa seperti itu.
Matanya langsung terbelalak saat melihat ratusan orang dengan menggunakan pakaian yang serba hitam telah menghadang jalan mereka.
"Sepertinya rintangan itu mulai datang untuk menghalangi perjalanan kita!." Tutur Gu Ruo yang dapat didengar oleh Ma Guang yang juga duduk bersamanya didalam kereta kuda tersebut.
"Penguasa! Apa yang harus kita lakukan?." Tanya Long Wang kepada Ma Guang dengan kekuatan spiritualnya.
"Kamu datanglah kesini dan menanyakan tentang hal itu! Agar supaya tuan Gu Ruo tidak akan mencurigai kita!." Balas Ma Guang kepada Long Wang dengan kekuatan spiritualnya juga.
Long Wang pun melakukan apa yang di perintahkan oleh Ma Guang.
Pria itu pun mendekati kereta kuda yang di naiki oleh Gu Ruo serta Ma Guang dengan seekor kuda yang dia tunggangi dan berkata.
"Pemimpin! Bagaimana ini? Saat ini kita telah dihadang oleh seratus lebih sosok yang menggunakan pakaian serba hitam?."
"Tanyakan saja siapa mereka dan apa tujuan mereka!."
"Jika mereka berniat jahat, habisi saja! Dan jangan memberikan mereka kesempatan untuk menghubungi teman - teman mereka yang lain!." Ucap Ma Guang memberi perintah.
"Baik pemimpin!." Balas Long Wang dan langsung kembali lagi kedepan.
"Siapa kalian! Dan apa yang kalian inginkan!?." Teriak Long Wang.
Namun pasukannya telah bersiap untuk melesat kesegala arah untuk menyerang anggota kelompok yang menghadang mereka itu.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Kalian ingin tahu siapa kami dan apa tujuan kami telah menghadang kalian?."
"Baiklah! Aku akan memberitahukan kepada kalian sebelum kalian semua kehilangan nyawa kalian!." Tutur sang pemimpin.
"Lancang! Apa kami terlihat begitu mudah untuk kalian kalahkan?." Balas Long Wang.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Hanya seorang pendekar petapa saja sudah berlagak sombong didepanKu!."
"Apakah kamu sadar dengan kemampuanMu saat ini?." Tutur sang pemimpin kelompok itu sambil tersenyum sinis menatap kearah Long Wang.
Selesai berkata, pria itu menatap kearah Long Wang yang kini wajahnya seperti sedang gemetaran.
"Baiklah! Aku akan memberitahukan siapa kami!."
__ADS_1
"Kami adalah anggota sekte Golok Langit dari benua selatan!."
"Apakah sudah cukup untuk kalian ketahui?."
"Ba...bagaimana mungkin kalian dari benua selatan bisa tiba dibenua utara ini?." Tanya Ling Wang dengan tergagap.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Kami bisa dan mengapa berada di tempat ini, itu bukan urusan kalian!."
"Urusan kalian saat ini adalah kata - kata apa yang bisa kalian semua sampaikan saat ini! Itu saja!."
Ujar sang pemimpin tersebut dengan sombongnya.
Belum lama pria itu selesai berkata - kata, kini dirinya sudah tidak bernyawa lagi.
Hanya dalam sekejab saja pasukan Naga dan juga pasukan Kilin Api membunuh mereka semua dan kembali lagi ketempat mereka seperti sedia kala.
Para bawahan Gu Ruo sangat terkejut dan binggung dengan pemandangan didepan mereka.
Kini tubuh pendekar yang awalnya begitu sombong berkata - kata didepan mereka telah tumbang ketanah dan sudah tidak bernyawa lagi.
Begitu juga yang dialami oleh orang - orang yang bersama dengannya.
Semuanya kini sudah tidak bernyawa lagi dengan keadaan anggota tubuh yang sudah tidak utuh lagi.
Mereka hanya bisa merasakan sesaat saja bahwa ada angin kencang.
Namun mereka tidak bisa melihat bagaimana caranya lawan mereka itu bisa tewas mengenaskan seperti itu.
Terjadi keributan di tengah - tengah para bawahan Gu Ruo setelah menyaksikan kejadian tersebut.
"Siapa yang melakukan hal itu?."
Mendengar keributan itu, Gu Ruo pun kembali mengeluarkan kepalanya dan bertanya.
"Ada apa? Apa yang telah terjadi?."
"Tuan! Semua orang yang menghadang kita kini telah tewas hanya dalam sekejab, dan kami tidak bisa melihat siapa yang melakukannya!." Jawab salah seorang pelayannya.
"Mungkin itu dilakukan oleh para leluhur dari sekte kami!."
"Sebab para leluhur kami tidak akan membiarkan kami menghadapi masalah yang serius seperti saat ini!."
"Apa lagi jika kami menghadapi seorang pendekar dewa langit, itu adalah sesuatu yang sangat mustahil bagi kami!." Tutur Ma Guang mencoba menjelaskan kepada Gu Ruo.
Mendengar penjelasan Ma Guang, Gu Ruo pun langsung mempercayainya.
Long Wang segera memeriksa dan menemukan serta mengambil lima buah cincin penyimpanan diantara kelompok tersebut dan menyimpannya.
Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
Setelah sudah sekitar lima ratus meter mereka meninggalkan tempat kejadian itu.
__ADS_1
Seorang prajurit naga langsung kembali dan melenyapkan seluruh jasat tersebut.
Rombongan mereka langsung beristirahat saat hari sudah mulai gelap.
Mereka pun mendirikan dua tenda untuk Gu Ruo dan juga untuk Ma Guang gunakan beritirahat.
Sedangkan prajurit Naga dan Kilin Api kini berpencar kesegala arah dan mulai mengawasi situasi.
Hingga keesokan harinya, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.
Kini tidak ada lagi yang menghadang perjalanan mereka hingga bisa tiba disebuah kota yang terlihat sangat ramai.
Hal itu dikarenakan kota tersebut adalah kota tempat pelabuhan penyeberangan berada.
Namun terlihat ada begitu banyak orang - orang yang berpakaian asing di kota tersebut.
Ada begitu banyak kapal yang masih terparkir di dermaga.
Rombongan Ma Guang segera bergegas untuk menuju ke dermaga agar bisa memesan sebuah kapal untuk mereka gunakan menyeberang.
Saat tiba di dermaga, terlihat dari raut wajah setiap kru kapal, sepertinya tidak ada yang merasa bahagia.
Dan hal itu disadari oleh Gu Ruo, sebab seperti biasanya disaat rombongannya memasuki wilayah pelabuhan itu.
Para buru bagasi serta kru kapal akan menawarkan jasa untuk mengangkut barang - barang dagangannya.
Namun suasana saat ini sangat jauh berbeda.
Seperti mereka bukan lagi berprofesi sebagai buruh panggul dan juga kru sebuah kapal.
Gu Ruo pun segera mencari seorang pemilik kapal yang biasa dia gunakan untuk mengangkut barang - barangnya.
Beberapa saat kemudian akhirnya Gu Ruo terlihat sedang berbicara dengan seorang pria tua di dekat sebuah kapal yang terparkir di dermaga.
Terlihat dari raut wajah pria tua itu bahwa dirinya seperti tidak bersedia untuk mengantarkan rombongan Gu Ruo.
Bangsawan yang menyewa jasa Ma Guang itu pun kembali dengan situasi yang tidak baik.
Sebab langganannya tidak bersedia untuk mengantarkannya.
Setelah sampai ditempat dimana Ma Guang berada, pria itu pun langsung berkata.
"Ternyata dia tidak berani untuk mengantarkan kita agar bisa menyeberangi sungai ini!."
Mendengar perkataan Gu Ruo, Ma Guang pun langsung berteriak.
"Siapa yang berani mengantarkan kami untuk menyeberangi sungai ini, aku akan memberikan hadiah yang sangat berharga!." Ucap Ma Guang sambil mengeluarkan salah satu item buah surgawi.
Melihat item yang di tunjukkan oleh Ma Guang, seorang pemilik kapal langsung berkata.
"Apakah benar kamu akan memberikan buah itu kepadaKu jika aku bersedia untuk mengantarkan kalian?." Tanya pria itu untuk ingin lebih memastikan lagi.
__ADS_1
"Iya! Aku akan memberikan buah ini kepadaMu!." Jawab Ma Guang.
~Bersambung~