
Setelah bersiap untuk melakukan meditasi dan akan membuka sebagian titik meridian yang masih tertutup, konsetrasi Ma Guang terganggu oleh suara seorang gadis yang memanggil namanya.
" Ma Guang! Dimana kau?." Panggil gadis tersebut.
Akhirnya Ma Guang membatalkan niatnya dan beranjak menuju ke ruang tamu untuk menyambut seorang gadis yang datang itu.
Ma Guang sudah mengenal suara gadis itu, sehingga dirinya sudah mengetahui siapa yang baru saja memanggilnya.
Setelah mata keduanya saling bertatapan, akhirnya Ma Guang menyapa gadis tersebut.
" Hai nona Duan! Apakah anda masih mau mengajarkanKu membaca lagi? Kan aku sudah bisa membaca." Ucap Ma Guang.
Mendengar apa yang di ucapkan oleh Ma Guang, pikiran Duan Meng langsung melupakan kata - katanya untuk menyapa pendekar muda itu.
Gadis itu langsung menjadi salah tingkah karena sudah tidak lagi memiliki alasan untuk mendekati Ma Guang selain mengajarkan pria itu untuk membaca.
" Aku dengar kamu meraih juara satu dalam kompetisi tersebut, apa benar seperti itu?." Ucap Duan Meng sekedar basa basi.
" Oh iya, benar seperti itu." Jawab Ma Guang singkat.
" Selamat yah!?." Ucap Duan Meng.
" Iya terima kasih yah!?." Ucap Ma Guang.
" Oh iya, tunggu sebentar yah, ada yang akan aku berikan untukMu." Ucap Ma Guang sambil berjalan memasuki kamarnya.
" Iya!." Jawab gadis itu.
Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang sudah kembali sambil membawa sesuatu di tangannya.
" Ini, ambillah." Ucap Ma Guang Sambil menyerahkan sesuatu kepada Duan Meng.
" Apa ini?." Tanya Duan Meng.
" Itu adalah dua buah pil untuk meningkatkan tenaga dalam milikMu, tetapi sebelumnya kamu harus melatih terlebih dahulu apa yang akan Ku ajarkan kepada diri Mu, agar supaya kamu akan dengan cepat untuk mencapai tingkat ke 9 puncak pendekar tahap awal." Ucap Ma Guang.
" Mana bisa seperti itu? Aku inikan baru sebagai seorang pendekar tahap awal tingkat ke 4." Ucap Duan Meng kepada Ma Guang.
" Sudah jangan banyak tanya lagi, turuti dan lakukan saja apa yang akan aku ajarkan." Ucap Ma Guang lagi.
Akhirnya gadis itu menganggukan kepalanya tanda menyetujui apa yang Ma Guang katakan.
" Mulai saat ini, kamu akan berlatih di tempat Ku ini dan aku akan selalu mengarahkanMu." Ucap Ma Guang.
Duan Meng kembali menganggukan kepalanya seraya menebarkan senyuman manisnya.
Gadis itu sangat senang, karena saat pikirannya sudah buntuh untuk mencari alasan agar bisa tetap dekat dengan pria di depannya itu. Pria itu sendiri langsung memberikan peluang lagi kepadanya.
Akhirnya mereka berdua berjalan menuju ketempat yang biasa di gunakan oleh Ma Guang untuk berlatih.
Ma Guang langsung menuntun gadis itu untuk melakukan setiap teknik yang dia baca dari kitab pemberian gurunya Su Tian.
__ADS_1
Ma Guang juga mengajak Duan Jun juga untuk melakukan apa yang Duan Meng lakukan.
Namun pria muda itu juga menyempatkan dirinya untuk menemui putri Kaisar dan nona Tjia.
Ma Guang pun melakukan hal yang sama kepada kedua gadis muda tersebut seperti yang di lakukannya kepada Duan bersaudara.
Berbeda dengan tuan putri, Ma Guang mengajarinya hal - hal yang lebih mendasar lagi, itu karena tuan putri baru berada di tingkat ke 2 pendekar tahap awal.
Di sekte Bunga Persik.
Xia Jiao sedang bermeditasi untuk melakukan apa yang sudah di ajarkan oleh Ma Guang.
Gadis itu sudah melakukan beberapa tahapan, dan saat ini Xia Jiao sedang melakukan penempaan tulang miliknya.
Hal itu tidak di ketahui oleh tetua utama sekte tersebut yang juga adalah gurunya.
Xia Jiao hanya memberitahukan kepada gurunya itu bahwa dirinya akan melakukan latihan tertutup.
Hal itu sudah di lakukannya selama beberapa hari.
Dan akhirnya sebuah suara retakan seperti cabang pohon yang hancur keluar dari dalam tubuhnya.
Kreeekkk
Tubuh gadis itu langsung terkulai lemas dan jatuh terlentang.
Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya bunyi yang sama pun terdengar keluar lagi dari dalam tubuh gadis itu.
Gadis itu pun kembali siuman setelah sudah seharian penuh tidak sadarkan diri.
Setelah beberapa saat siuman, wajah gadis itu pun langsung menjadi ceria saat mengetahui keadaan tubuhnya saat itu.
" Akhirnya Aku sudah mencapai ke tingkat Pendekar Raja." Gumam gadis tersebut.
Akhirnya gadis tersebut bangkit dan keluar dari dalam ruangan tertutup itu dan langsung membersihkan tubuhnya serta mengganti pakaiannya dan di lanjutkan dengan mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
Di sekte Bambu Kuning.
Setelah sudah berlatih selama enam bulan, akhirnya Ma Guang menyuruh Duan Meng dan Duan Jun untuk menyerap pil penambah tenaga dalam pemberiannya.
Kedua bersaudara tersebut melakukan apa yang di perintahkan sambil diawasi oleh Ma Guang.
Akhirnya mereka berdua selesai juga menyerap pil tersebut, setelah sudah seharian penuh mereka melakukannya.
Ma Guang pun menyuruh mereka berdua untuk memadatkan tenaga dalam tersebut.
Untuk Duan Meng, kepadatan tenaga dalamnya belum cukup untuk membuka ruang di dantiannya.
Gadis itu masih membutuhkan sekitar 30 lingkaran pil peningkat tenaga dalam.
Memang gadis itu masih memiliki satu buah pil pemberian Ma Guang, tetapi hal itu akan berlebihan jika langsung di gunakan oleh Duan Meng.
__ADS_1
Sedangkan untuk Duan Jun, pemuda itu sudah siap untuk membuka ruang di dantiannya agar sudah bisa naik ke tahap pendekar menengah tahap awal, yaitu untuk menjadi pendekar ahli.
Ma Guang pun kembali mengarahkan Duan Jun untuk membuka ruang di dalam dantiannya.
Hal itu agar Duan Jun mampu mengetahui dan menguasai teknik tersebut dan bisa melakukannya dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.
" Kakak Duan Jun harus menguasainya terlebih dahulu dengan baik, setelah sudah benar - benar siap, barulah kakak Jun kembali kesini dan melakukannya." Ucap Ma Guang.
" Baik! Aku akan menguasai dahulu teknik ini dengan baik baru aku akan datang kembali kesini." Ucap Duan Jun.
Sedangkan Duan Meng, gadis itu sudah berada di kediamannya dan berlatih ilmu bela diri miliknya.
Gadis itu kini sudah menjadi pendekar tahap awal tingkat ke 9 puncak, dan hal itu belum di ketahui oleh orang lain selain kakaknya dan juga Ma Guang.
Ma Guang sendiri sudah membuka seluruh titik meridiannya yang tertutup dan hal itu di bantu oleh leluhur Guang Zhi.
Pada awalnya, leluhur Guang Zhi sangat terkejut dengan perkembangan yang terjadi pada diri muridnya itu, karena sudah mencapai pendekar raja di usia yang baru 16 tahun itu.
Ma Guang pun bertukar pikiran dengan leluhur Guang Zhi tentang meningkatkan kemampuan dan teknik untuk menembus menjadi pendekar tingkat tinggi, yaitu pendekar suci.
Leluhur Guang Zhi kemudian melakukan meditasi untuk mencoba teknik yang Ma Guang sampaikan agar bisa menembus naik menjadi Pendekar Suci.
Leluhur Guang Zhi sudah menghabiskan banyak sumber daya serta pil - pil untuk menembus menjadi pendekar suci, namun usahanya setelah betahun - tahun lamanya itu tetap mengalami kegagalan.
Dan ini untuk kesekian kali dirinya kembali mencoba peruntungan lagi.
Lain halnya dengan Ma Guang, setelah sudah menjadi pendekar raja tingkat puncak awal, dirinya kemudian pergi ke gedung misi untuk mengambil misi pertama bagi dirinya.
Pendekar muda itu mengambil misi untuk menangkap seorang Pendekar Raja aliran hitam yang selalu menculik gadis - gadis di kota Lu.
Hal itu sangat meresahkan bagi penduduk yang berada di kota Lu, terlebih khusus bagi mereka yang yang memiliki anak gadis.
Sudah ada belasan gadis yang hilang di kota tersebut.
Kota Lu terletak di sebelah Barat dari sekte Bambu Kuning, dan jaraknya sekitar 150 kilo meter.
Untuk melakukan perjalanan dengan berjalan kaki bagi seorang pendekar, akan memakan waktu selama 3 hari.
Setelah mempersiapkan dirinya, pendekar muda tersebut langsung melangkahkan kakinya untuk meninggalkan sekte tersebut.
Dengan berbekal beberapa koin emas yang dia miliki, Ma Guang dengan penuh percayah diri untuk melakukan misi pertamanya itu.
Jika selesai melakukan misi tersebut, sekte mereka akan mendapatkan 5000 koin emas dari walikota kota Lu.
Setelah sudah sehari melakukan perjalanan, akhirnya Ma Guang beristirahat di sebuah desa yang dia temui.
Ma Guang menyewa kamar di sebuah penginapan yang tidak terlalu besar dan terlihat sederhana di desa itu.
Beberapa pasang mata sedang memperhatikan dirinya.
~Bersambung~
__ADS_1