Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 99. Kejadian Di Kamar Ma Guang


__ADS_3

Saat kedua gadis itu sudah berada di depan pintu kamar Ma Guang. Xia Jiao langsung menganggukan kepalanya memberi isyarat kepada Yuan Jiali untuk segera masuk kedalam kamar.


Yuan Jiali juga menanggapi isyarat yang di berikan oleh Xia Jiao dengan menganggukan kepalanya.


Kedua gadis itu langsung memasuki kamar Ma Guang dan menutup pintu rapat - rapat pintu kamar tersebut.


Kedua gadis itu langsung berbaring di sebelah kiri dan kanan Ma Guang.


Karena keadaan Ma Guang yang sudah mabuk. Pemuda itu tidak mengetahui apa yang di lakukan oleh kedua gadis tersebut.


Dan hal yang selalu di hindarinya selama empat malam saat di tengah perjalanan mereka untuk menuju ke kota Pingdu, kini telah terjadi.


Tubuh Ma Guang sedang bergerak memutar kearah kiri, sehingga tangannya kini sudah memeluk tubuh dari Yuan Jiali.


Tubuh Yuan Jiali sendiri memang berada dalam posisi menghadap kearah Ma Guang. Sehingga posisi mereka berdua kini sudah saling berhadapan.


Wajah keduanya kini sudah saling berdekatan. Namun Ma Guang belum juga menyadari hal tersebut.


Setelah fajar tinggal sejam lagi akan menyingsing, Ma Guang sudah mulai terbangun dan kembali merasakan kesadarannya. Walau pun pengaruh arak yang di minumnya masih tetap terasa.


Indera penciumannya pun mulai menghirup aroma bau wangi dari tubuh Yuan Jiali.


"Bau wangi apa ini? Dari mana asalnya?." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


Pemuda itu dengan perlahan mulai membuka matanya.


Setelah matanya terbuka, pemuda itu langsung menajamkan penglihatannya. Dirinya langsung tersadar bahwa ada seorang wanita di dalam pelukannya.


Ma Guang menatap dalam - dalam wajah wanita yang berada di pelukannya itu.


Aroma wewangian yang keluar dari tubuh Yuan Jiali saat itu telah membius Ma Guang, sehingga pemuda itu sangat sulit untuk melepaskan pelukannya dari tubuh gadis itu.


"Apakah aku akan melakukannya dengan nona Yuan? Selama ini memang aku selalu memikirkan tentang peningkatan tenaga dalam serta ilmu bela diriKu dan sekali pun aku tidak pernah memikirkan tentang hati seorang wanita. DiriKu memang pantas di sebut pria bodoh, gadis secantik ini selalu aku sia - siakan." Gumam Ma Guang.


Karena masih terpengaruh dengan arak yang di minumnya. Di dalam pikiran Ma Guang kini terlintas hal - hal yang berkaitan dengan kejantanannya.


"Mulai saat ini, aku tidak ingin di katakan pria bodoh lagi. Aku adalah pria sejati. Akan aku tunjukan kejantananKu." Gumamnya lagi.


Pemuda itu langsung mengecup bibir gadis di pelukannya.


Sedangkan Yuan Jiali sendiri masih belum mengetahui apa yang di lakukan oleh Ma Guang. Karena gadis itu memang masih dalam keadaan tertidur.


Setelah beberapa kali Ma Guang mengecup bibir Yuan Jiali, akhirnya gadis itu mulai terbangun dan mulai merasakan apa yang di lakukan pemuda itu.


Gadis itu tidak langsung membuka matanya, dia mulai tersadar dan mengingat apa yang telah dia lakukan, dan gadis itu sudah mengingat bahwa orang yang sedang memeluk dan yang sedang mengecup bibirnya adalah pria idaman hatinya.

__ADS_1


Gadis itu langsung membalas apa yang di lakukan oleh Ma Guang.


Pemuda itu pun kini sudah mulai menikmati situasi tersebut.


Suatu rasa yang sangat kuat kini mulai menguasai diri pemuda itu. Simbol kejantanannya mulai meronta seakan ingin menghancurkan penghalang yang terbuat dari kain yang menutupinya.


Sedangkan Yuan Jiali juga merasakan hal yang sama dengan apa yang Ma Guang rasakan.


Tangan pemuda itu mulai menggerayangi tubuh gadis tersebut.


Akhirnya tubuh pria itu sudah berada di atas tubuh Yuan Jiali. Pemuda itu seakan ingin melahap habis tubuh gadis yang berada di bawah tubuhnya.


Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang langsung berniat untuk merenggut kesucian gadis tersebut.


Tetapi saat pemuda itu menatap kearah kiri posisinya saat itu, Ma Guang melihat Xia Jiao juga sedang tertidur di ranjangnya. Sontak saja pemuda itu langsung menghentikan perbuatannya itu.


Keinginan yang kuat untuk memiliki sepenuhnya tubuh Yuan Jiali langsung memudar.


Sebab gadis yang di lihatnya sedang tertidur tersebut adalah gadis pertama yang selalu mengisi hati, pikiran serta perasaannya. Pemuda itu kini membaringkan tubuhnya lagi di antara kedua gadis itu.


Sedangkan Yuan Jiali langsung menyadari akan perubahan sikap Ma Guang disaat pemuda itu langsung menghentikan tindakannya setelah melihat keberadaan Xia Jiao.


Yuan Jiali tidak membenci Ma Guang. Tetapi gadis itu sudah merasa bahagia karena dirinya juga di sukai oleh pemuda itu. Yuan Jiali sadar, bahwa memang Xia Jiao adalah gadis pertama yang sangat dekat dengan Ma Guang.


Pemuda itu langsung menatap kearah Yuan Jiali dan langsung berkata kepada gadis tersebut.


Yuan Jiali tersenyum menanggapi perkataan pemuda itu.


"Aku juga sudah mengetahuinya, dan nona Xia juga sudah mengetahui bahwa aku sangat menyukai pendekar Ma. Sebagai seorang pendekar yang memiliki nama besar di dunia persilatan, tidak mengherankan jika kamu memiliki istri lebih dari satu." Ucap Yuan Jiali.


"Itu memang benar! Tetapi bagaimana bisa seorang wanita akan menerima hal itu?." Tanya Ma Guang.


"Aku dan juga nona Xia sudah bercerita tentang hal itu, dan nona Xia telah siap jika berbagi kasih sayang dengan diriKu." Jawab Yuan Jiali.


Mendengar apa yang di katakan oleh Yuan Jiali, akhirnya Ma Guang mengingat kembali serta mengerti tentang pembicaraan kedua gadis tersebut sebelumnya.


Ma Guang kembali menatap kearah wajah Xia Jiao. Pemuda itu langsung bergerak mendekat kearah gadis itu dan langsung mengecup kening dan bibir gadis tersebut.


Pemuda itu juga membalikan tubuhnya dan menghadap ke arah Yuan Jiali. Ma Guang juga melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukannya terhadap Xia Jiao. Dia langsung mengecup kening dan bibir gadis tersebut.


Yuan Jiali menyambutnya dengan senyum penuh kebahagiaan.


Pemuda itu akhirnya bangkit dan langsung menuju ke kamar mandi yang ada di kamar tersebut dan langsung membersihkan tubuhnya serta mengganti pakaiannya.


Sedangkan Yuan Jiali langsung bangkit juga dan beranjak dari kamar Ma Guang.

__ADS_1


Gadis itu langsung menuju ke dapur untuk membuatkan teh hangat bagi Ma Guang.


Ma Guang kembali mengecup kening dan bibir Xia Jiao, kemudian pemuda itu langsung beranjak keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu dan langsung duduk berhadapan dengan Yuan Jiali.


"Ayo, silakan di minum tehnya selagi masih hangat." Ucap Yuan Jiali.


"Iya! Terima kasih karena telah menyiapkannya untukKu." Ucap Ma Guang.


"Kamu terlihat sangat cantik jika memakai gaun itu." Ucap Ma Guang lagi menggoda gadis yang duduk di depannya.


Yuan Jiali langsung tersenyum manis menanggapi perkataan yang di lontarkan oleh pemuda yang selalu di idamkannya itu.


"Ternyata kamu bisa juga merayu seorang gadis. Aku pikir kamu tidak mempunyai keahlian tersebut." Ucap Yuan Jiali.


"Jadi nona Yuan berpikir, aku ini memang adalah pria bodoh yang tidak bisa merayu seorang wanita! Begitu?." Ucap Ma Guang sambil tersenyum.


"Awalnya memang demikian. Itu karena kamu terlalu maniak dengan berlatih ilmu bela diri dan juga terlalu memikirkan urusan orang lain." Balas Yuan Jiali.


"Jika aku tidak berlatih dengan keras, apakah aku bisa dapat mencapai kemampuan yang saat ini aku miliki? Pasti aku tidak bisa mencapainya." Ucap Ma Guang.


Saat Ma Guang dan juga Yuan Jiali sedang berbincang - bincang di ruang tamu sambil menikmati teh hangat yang di sediakan oleh Yuan Jiali. Xia Jiao yang masih berada di ranjang milik Ma Guang langsung terbangun dari tidurnya.


Gadis itu langsung menatap ke arah kiri dari tempatnya berbaring.


Dia sudah tidak melihat lagi sosok pria yang berada di sampingnya dan juga sosok gadis yang berbaring juga di sebelah tubuh pria tersebut.


Gadis itu langsung menajamkan persepsinya.


Terdengar dari arah ruang tamu suara pria dan wanita yang sedang berbincang - bincang sambil sesekali tertawa kecil.


Gadis itu langsung bangkit dari ranjang tersebut dan beranjak keluar dari kamar Ma Guang.


Setelah sudah keluar dari kamar, Xia Jiao langsung menatap ke arah sumber suara yang dia dengar.


Akhirnya dia dapat melihat Ma Guang dan juga Yuan Jiali sedang duduk saling berhadapan dan sedang menikmati teh yang tersedia di depan mereka.


"Nona Xia! Ayo kesini, mari bergabung dengan kami!." Ucap Ma Guang saat melihat Xia Jiao sudah keluar dari kamarnya.


"Tunggu sebentar! Aku ingin merapikan diriKu terlebih dahulu." Ucap Xia Jiao.


"Sudahlah! Kamu masih terlihat sangat cantik dengan penampilan seperti itu." Ucap Ma Guang.


Mendengar perkataan yang keluar dari mulut pria idamannya. Hati Xia Jiao langsung merasa bahagia. Sebab kata - kata itu sudah lama dia nantikan dari Ma Guang.


"Ternyata dia bisa merayuKu juga." Gumam Xia Jiao di dalam hatinya sambil tersenyum dan berjalan ke arah mereka berdua.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2