
Akhirnya mereka bertiga melakukan perjalanan untuk menuju ke kota Lu.
" Ternyata kemampuan ilmu bela diri Mu sangat cepat peningkatannya." Ucap Xia Jiao kepada Ma Guang.
" Aku juga telah melihat bahwa nona Xia sudah menerobos ketingkat pendekar raja." Balas Ma Guang.
Tetua Sim Lan yang mendengar perkataan dari pemuda tersebut langsung dapat mengingat kembali situasi saat terjadi pertarungan dengan kelompok anggota dari sekte Kalajengking Merah.
" Benar juga, apa yang pemuda ini katakan. Aku hampir melupakan kemampuan dari Jiao'er." Gumam tetua Sim
" Jiao'er! Apakah benar yang pendekar Ma katakan?." Tanya tetua kepada Xia Jiao.
" Iya tetua Sim! Murid saat ini sudah mencapai ke tingkat pendekar raja." Ucap Xia Jiao.
Tetua Sim Lan langsung terkesimah mendengar apa yang di katakan oleh gadis tersebut.
" Sangat jenius! Hanya itu yang bisa aku ucapkan untuk diriMu." Ucap tetua Sim Lan.
" Selama ini, belum pernah aku mendengar ada seorang yang baru berusia 16 tahun dan sudah mencapai pendekar raja." Lanjut tetua.
" Tetua terlalu memujiKu! Masih ada yang lebih jenius dari Ku, dan orangnya ada di antara kita berdua." Ucap Xia Jiao dengan senyum manisnya.
" Ma Guang sudah mencapai Pendekar Suci saat ini, dan usianya juga sama seperti usiaKu, yaitu 16 tahun." Tutup Xia Jiao.
" Apa? Pendekar Ma Sudah menjadi pendekar suci? Bagaimana bisa? Matriak Ye Yaxi saja sangat sulit untuk menembus ke tingkat tersebut." Ucap tetua Sim Lan karena merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Tetua! Sebenarnya, hal itu sangatlah mudah untuk mencapainya, bila kita mengetahui dan bisa menguasai teknik untuk naik ke setiap tingkat yang kita harapkan. Tetapi hal itu akan sangat sulit jika kita tidak mengetahui hal tersebut. Sedangkan pil atau ramuan apa pun, itu adalah hal pendukung dan hal pelengkap dari teknik tersebut." Ucap Ma Guang.
" Apakah kamu mengetahui teknik tersebut?." Tanya tetua lagi.
" Iya! Apakah tetua ingin mempelajarinya?." Tanya Ma Guang.
" Iya! Aku ingin mempelajari teknik tersebut agar bisa menerobos untuk naik ke tingkat pendekar suci." Jawab tetua.
" Terus, hal apa yang akan aku dapatkan?." Tanya Ma Guang sambil tersenyum menatap tetua Sim Lan.
Tetua Sim Lan langsung terdiam dan tidak bisa berkata - kata lagi.
Menjadi kuat adalah impian setiap pendekar di dunia persilatan, dan untuk mencapai hal itu, cara apa pun akan mereka tempuh untuk meraih apa yang menjadi impian mereka.
Begitu juga yang ada di dalam pikiran tetua Sim Lan.
Wanita 30-an tahun itu sedang berpikir tentang hal apa yang bisa dia berikan kepada pemuda itu agar bisa meraih impiannya itu.
" Hal yang berharga milikKu tidak ada lagi selain pil penambah tenaga dalam." Gumam tetua Sim Lan dalam hatinya.
" Usia Ku juga sudah terpaut jauh dari dirinya, bagaimana bisa dia akan menyukai diri Ku ini." Gumamnya lagi.
Tetua Sim Lan sampai berpikir untuk memberikan tubuhnya kepada Ma Guang jika itu di inginkan oleh pemuda tersebut agar bisa memberitahukan teknik untuk menerobos ke tingkat pendekar suci.
__ADS_1
" Bagaimana tetua? Apakah ada hal yang akan aku dapatkan?." Tanya Ma Guang lagi sambil tersenyum.
" Pendekar Ma! Aku tidak memiliki hal berharga untuk di berikan kepadaMu, tetapi jika pendekar Ma mau diriKu selalu bersama untuk melayani pendekar Ma, saya akan melakukan hal itu." Ucap tetua Sim Lan.
" Maksud tetua? Tetua ingin menjadi pelayan Ku?." Tanya Ma Guang.
" Bisa jadi seperti itu, dan bisa jadi juga lebih dari itu." Jawab tetua Sim Lan.
" Baiklah! Aku akan mengajari tetua Sim Lan, tetapi ada satu permintaan dariKu. Jangan sampai rahasia ini di ketahui oleh orang lain." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang tegas.
" Tetapi sebelum saya mengajarkan teknik itu kepada tetua, nona Xia harus mencapai tingkat itu terlebih dahulu. Jadi tetua harus selalu menjaga serta melindungi nona Xia." Ucap Ma Guang.
" Baik pendekar Ma! Aku akan selalu menjaga serta melindungi Jiao'er." Ucap tetua.
Setelah sudah beberapa jam mereka berjalan sambil bercerita serta memberitahukan misi mereka masing - masing, akhirnya mereka sudah tiba di pintu gerbang kota Lu.
Mereka bertiga melalui proses pemeriksaan dari prajurit pintu gerbang sebelum memasuki kota Lu.
Setelah memasuki kota Lu, Ma Guang mengajak kedua wanita itu untuk menuju ke salah satu penginapan yang pernah dia kunjungi.
Situasi di dalam penginapan Kenangan Indah sangat ramai. Ketiga sosok tersebut memasuki penginapan itu dan langsung di sambut oleh seorang pelayan. Namun setelah melihat Ma Guang, pelayan itu pun langsung memberi hormat.
" Selamat datang kembali tuan muda! Teman - teman tuan muda masih tetap berada di kamar yang tuan muda sewa, mereka tetap dalam keadaan baik." Ucap pelayan.
" Terima kasih karena kalian telah menjaga mereka dengan baik." Ucap Ma Guang sambil memberikan 5 koin perak kepada pelayan tersebut.
" Apakah masih ada kamar yang tersisa saat ini?." Lanjut Ma Guang.
" Kalau begitu, aku akan menyewa ketiga kamar tersebut." Ucap Ma Guang.
" Pendekar Ma! Cukup dua kamar saja, biarkan aku dan juga Jiao'er menggunakan satu kamar tersebut." Ucap tetua.
" Iya! Benar yang di katakan oleh tetua Sim Lan." Sambung Xia Jiao.
" Baiklah, kalau begitu, aku akan menyewa kedua kamar tersebut." Ucap Ma Guang sambil menatap ke arah pelayan yang berdiri di depannya.
" Baik tuan muda! Silakan tuan muda menyelesaikan pembayarannya." Ucap pelayan sambil mempersilahkan ketiga orang itu untuk berjalan ke arah meja kasir.
Ketiga orang itu pun langsung berjalan menuju ke meja kasir.
Setelah selesai membayar biaya sewa kamar, ketiga orang itu langsung di antarkan oleh pelayan ke kamar yang di sewa mereka.
Setelah tiba di depan pintu salah satu kamar, pelayan langsung mempersilahkan mereka untuk memasuki kamar tersebut.
Akhirnya kamar itu di tempati oleh kedua wanita tersebut, sedangkan Ma Guang dan juga pelayan itu langsung menuju ke kamar yang satunya lagi.
Xia Jiao mengikuti langkah kedua pria tersebut dengan tatapan mata yang penuh arti.
Gadis itu ingin mengetahui letak kamar yang akan di tempati oleh Ma Guang.
__ADS_1
Setelah sudah di ketahui olehnya, akhirnya gadis itu kembali masuk kedalam kamarnya.
" Jiao'er! Apa hubunganMu dengan pendekar Ma?." Tanya tetua Sim.
" Kami berdua berasal dari desa yang sama, desa yang telah di hancurkan oleh sekte Kalajengking Merah, dan hanya kami berdua yang tersisa dari desa tersebut."
Xia Jiao menjelaskan kisah perjalanannya dengan Ma Guang.
Apakah Jiao'er menyukai pendekar Ma?." Tanya tetua lagi.
Mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh tetua Sim Lan, Xia Jiao hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya.
" Sosok yang sangat berarti bagi diriKu saat ini hanya dirinya seorang." Ucap Xia Jiao.
" Apakah hal itu di ketahui oleh pendekar Ma?."
Xia Jiao hanya menggelengkan kepalanya.
" Jiao'er! Seorang pendekar yang jenius seperti pendekar Ma, akan selalu menarik perhatian setiap wanita, dan juga akan mengundang setiap pendekar aliran hitam untuk memburuhnya.
" Kami berdua sudah berjanji untuk memburuh setiap anggota sekte aliran hitam mau pun pendekar aliran lain yang melakukan setiap perbuatan yang tidak baik terhadap orang yang lemah."
" Jadi seperti itu janji kalian berdua?." Tanya tetua Sim Lan.
" Iya Tetua!."
" Berarti kita bertiga yang akan melakukan hal itu bersama - sama. Karena aku sudah di mintakan oleh pendekar Ma untuk menjaga serta melindungiMu."
Mendengar hal itu, Xia Jiao hanya bisa tersenyum menatap kearah wanita yang bersama dengannya itu.
Di kamar Ma Guang.
Setelah selesai mengecek kamarnya, akhirnya Ma Guang keluar dari kamar tersebut dan berjalan menuju ke kamar yang di tempati oleh nona Ti Ha Yu.
Setelah tiba di depan pintu kamar nona Ti Ha Yu, Ma Guang langsung mengetuk pintu kamar itu.
" Nona Ti! Nona Ti!."
Suara Ma Guang memanggil nona Ti Ha Yu.
Ti Ha Yu yang mendengar suara dari orang yang di kenalnya, langsung beranjak dari tempatnya dan berlari kearah pintu kamarnya.
Hati gadis tersebut sangat bahagia mendengar suara yang memanggil namanya.
Ti Ha Yu langsung membuka pintu kamarnya, dan benar saja dugaannya, sosok pria yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya adalah orang yang sangat di nantinya setelah sudah 10 hari lebih mereka berpisah.
Gadis itu langsung memeluk tubuh pria tersebut.
" Pendekar Ma! Ternyata anda telah datang."
__ADS_1
Kata - kata yang keluar dari mulut Ti Ha Yu sambil memeluk tubuh Ma Guang.
~Bersambung~