Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 63. Membantu Duan Meng


__ADS_3

Setelah kembali di tempat Duan Jun membuka ruang dantiannya. Terlihat Duan Meng seperti menjadi salah tingkah menyambut kedatangan Ma Guang.


"Bagaimana ini! Apakah aku juga harus membuka pakaian bagian atas milikKu?."


"Jika benar aku harus membuka pakaianKu, berarti tubuh bagian atasKu akan di lihat olehnya kalau begitu."


"Bagaimana mungkin harus seperti itu?."


Gadis itu terus bergumam di dalam hatinya tentang situasi yang akan dirinya alami kedepan.


"Apa yang sedang nona Meng pikirkan?." Tanya Ma Guang sambil tersenyum menghentikan setiap gumaman di dalam hati gadis tersebut.


"Ti...tidak! Aku tidak memikirkan hal itu!." Jawab gadis itu yang terlihat grogi.


"Maksudnya!? Hal itu!? Hal apa itu?." Tanya Ma Guang lagi sambil menebarkan senyumnya.


"Mmmmm....maksudku! Itu! Maksudku...."


Gadis itu tidak bisa lagi melanjutkan kata - katanya.


"Muksud nona Meng, jika nona Meng membuka pakaian bagian atas nona Meng! Itukan maksud nona Meng!?." Tanya Ma Guang lagi.


Setelah mendengar apa yang Ma Guang katakan, gadis itu langsung menanggapinya dengan menganggukan kepalanya dengan wajah yang sudah merah merona karena merasa malu.


"Baiklah! Kalau begitu, kita tunda saja! Nanti kita lakukan disaat nona Meng sudah siap." Ucap Ma Guang sambil berbalik seakan ingin pergi.


"Tunggu! Iya...iya! Aku sudah siap!." Ucap gadis itu.


"Sungguh? Apa nona Meng benar - benar sudah siap!?."


Gadis itu kembali menganggukan kepalanya.


"Baiklah! Kalau begitu, dimana kita melakukannya? Apakah tetap kita melakukan di tempat ini!?."


"Tidak! Jangan disini!."


"Terus dimana!?." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang menggoda.


"Ikut aku!." Ajak gadis itu sambil melangkahkan kakinya.


Ma Guang pun berjalan mengikuti gadis itu dari belakang.


Beberapa saat kemudian, akhirnya gadis itu menghentikan langkah kakinya saat sudah berada di tempat yang terlihat ada begitu banyak terdapat bebatuan besar dan kecil.


Gadis itu pun memilih sebuah batu yang permukaannya datar dan di sekelilingnya berdiri bebatuan yang besar. Sehingga tempat itu tidak dapat di lihat dari berbagai arah selain dari bagian atasnya.


Saat itu situasinya terlihat sangat romantis jika mereka berdua adalah sepasang kekasih, sebab sinar rembulan yang memancar menyinari permukaan bebatuan dan bebatuan itu pun memantulkan cahaya rembulan tersebut, membuat tempat itu terlihat begitu indah.


"Bagaimana!? Apakah kita sudah bisa memulainya!?." Tanya Ma Guang.


"Apakah memang pakaianKu harus di buka?." Tanya gadis itu.

__ADS_1


"Jika tidak di buka, terus bagaimana aku bisa melihat pergerakan tenaga dalam nona Meng!?."


Gadis itu langsung menganggukan kepalanya seperti sudah memahami apa yang Ma Guang katakan.


Akhirnya gadis itu melepaskan pakaian bagian atas miliknya. Namun tubuhnya tidak membelakangi Ma Guang. Sehingga mata pemuda itu langsung terbelalak di ikuti dengan detak jantungnya yang semakin berdegup kencang.


Pikiran pemuda itu langsung menjadi kacau saat melihat ke indahan tubuh seorang gadis yang berada di depannya.


"Rasa ini!? Mengapa rasa ini hadir disaat seperti ini? Apakah rasa ini berhubungan erat dengan seorang wanita? Dan apakah rasa ini bukanlah kekuatan misterius yang ada di dalam tubuhku? Apakah aku salah menilai pelukan yang di berikan oleh nona Jiali?."


"Tidak mungkin...tidak mungkin! Itu tidak benar!."


"Aduh! Mengapa aku sampai sebodoh itu?."


"Itu adalah kesalahanKu! Aku terlalu fokus untuk meningkatkan kekuatan ilmu bela diri milikKu, sehingga aku bisa mengabaikan perasaan Ku kepada seorang gadis dan juga selalu mengabaikan perasaan seorang gadis kepadaKu."


Ma Guang bergumam di dalam hatinya, namun pandangannya tetap menatap ke tubuh gadis di depannya.


Setelah selesai melepaskan pakaiannya, Duan Meng menatap ke arah Ma Guang.


"Ada apa dengan pemuda ini? Mengapa tatapannya seperti itu kepadaKu!?." Gumam Duan Meng.


Situasi saat itu membuat Duan Meng menjadi lebih risih, hal itu di sebabkan karena tatapan mata Ma Guang yang seakan tidak berkedip saat sedang melihat tubuh indahnya itu.


Gadis itu pun langsung mengangkat serta melambaikan tangan kanannya.


"Hei! Ma Guang!?." Ucap Duan Meng yang sedikit meninggikan nada suaranya.


Pemuda itu langsung tersadar dari lamunannya.


Ma Guang menanggapi suara Duan Meng dengan gelagapan.


"Apa yang kamu pikirkan?."


Kini Duan Meng yang kembali melontarkan pertanyaan kepada Ma Guang yang baru tersadar dari lamunannya.


"TubuhMu sangat indah!."


Dengan spontan, kata - kata itu keluar dari mulut pemuda tersebut.


"Apa kata Mu!?." Ucap Duan Meng sambil berjalan mendekat ke arah Ma Guang.


"Apa? Apa yang aku katakan!? Apakah ada yang salah!?."


"Dasar laki - laki mesum!." Ucap gadis itu sambil menampar pipi pemuda tersebut.


Melihat apa yang di lakukan oleh gadis tersebut, Ma Guang langsung merunduk.


Karena gadis itu terlalu serius untuk menampar pemuda itu, sehingga setelah tidak mengenainya, tubuh gadis itu langsung limbung dan menuju kearah tubuh Ma Guang.


Tangan pemuda tersebut secara spontan langsung menangkapnya, sehingga tubuh gadis itu pun langsung masuk kedalam pelukan pemuda itu.

__ADS_1


Hal itu membuat rasa yang ada di dalam diri Ma Guang langsung menggelora.


Sedangkan yang Duan Meng rasakan hanyalah perasaan malu saat sudah berada di dalam pelukan pemuda itu dengan keadaan tubuh bagian atasnya yang sudah terbuka.


"Nona Meng! Ma...maafkan aku! Ucap Ma Guang sambil tergagap.


Gadis itu pun kembali mengatur posisi kakinya untuk berdiri dan melepaskan tubuhnya dari dalam pelukan Ma Guang.


Duan Meng haya menganggukan kepalanya menanggapi perkataan Ma Guang.


Ma Guang pun langsung memejamkan matanya seraya menstabilkan kembali hati, pikiran serta perasaannya.


Setelah Ma Guang sudah bisa mengendalikan dirinya, akhirnya Ma Guang meminta gadis itu untuk memulai apa yang menjadi tujuan mereka berdua hingga datang ke tempat itu.


"Ayo kita mulai!?." Ucap Ma Guang.


"Baiklah! Jawab Duan Meng.


Gadis itu langsung duduk di atas permukaan batu yang datar serta Ma Guang juga sudah duduk di belakangnya.


"Nona Duan Meng! Tenangkan diriMu, jika benar - benar sudah merasa siap, barulah kita memulainya.


"Iya!." Jawab gadis itu singkat.


Setelah gadis itu merasa benar - benar sudah siap, akhirnya dia mulai megerahkan tenaga dalamnya dan memusatkan di titik dantian miliknya.


Proses itu memakan waktu sampai 5 jam sampai akhirnya gadis itu sudah memadatkan tenaga dalamnya dan sudah terpusat di titik dantian bawah miliknya.


Setelah dirinya merasa benar - benar siap untuk di ledakan dan juga kedua tangan Ma Guang sudah berada di panggulnya dengan mengerahkan tenaga dalam milik pemuda itu. Akhirnya gadis itu melepaskan tenaga dalam miliknya.


Boooommmm


Bunyi ledakan yang terjadi di dalam tubuh gadis itu.


Di saat terjadi ledakan, gadis itu tetap mencoba untuk mengendalikan kembali tenaga dalam miliknya yang sedang dalam keadaan tidak terkendali.


Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya tenaga dalam milik gadis itu pun menjadi tenang.


"Akhirnya selesai juga! Hebat! Kamu memang bukan hanya cantik, tetapi kamu juga kuat, pintar dan cerdas." Ucap Ma Guang memuji gadis itu.


Duan Meng langsung tersipu malu saat di puji oleh pria idamannya.


"Baiklah! Kalau begitu, nona Duan Meng silakan memakai kembali pakaian nona. Serta langsung membersihkan tubuh nona."


Mendengar perkataan Ma Guang, gadis itu baru menyadari bahwa aroma tubuhnya kini mengeluarkan bau yang tak sedap.


Gadis itu pun meraih pakaiannya dan langsung memakainya. Setelah itu mereka berdua kembali ke kediaman keluarga Duan.


"Terima kasih yah!?."


Kata - kata gadis itu memecahkan keterdiaman mereka berdua saat di tengah perjalanan untuk kembali pulang.

__ADS_1


"Iya!." Jawab Ma Guang sambil tersenyum menatap gadis di sampingnya itu.


~Bersambung~


__ADS_2