Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 163. Berlatih Jurus Cakar Naga Api


__ADS_3

Leluhur Guang Zhi kemudian memberikan petunjuk kepada Ma Guang teknik untuk mengeksplor unsur api yang pemuda itu miliki.


Setelah mendengar petunjuk dari leluhur Guang Zhi, pendekar muda itu mulai berlatih untuk membangkitkan energi api yang ada di dalam dirinya.


Beberapa saat kemudian, seluruh tubuh pemuda itu langsung terasa panas.


Dengan perlahan pemuda itu mulai menyalurkan seluruh energi panas yang dia rasakan di seluruh tubuhnya untuk di fokuskan di kedua tangan pemuda itu.


Asap putih mulai keluar dari kedua telapak tangannya dan hingga akhirnya nyala api kecil pun muncul.


Ma Guang mencoba untuk mempertahankan nyala api kecil itu agar tetap menyala.


Setelah sudah bisa mempertahankan nyala api tersebut, Ma Guang pun kembali meningkatkan energi panas yang ada di dalam tubuhnya dan kembali di salurkan ke telapak tangannya untuk memperbesar nyala api kecil tersebut.


Usaha tersebut langsung mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang dirinya harapkan.


Leluhur Guang Zhi langsung tersenyum saat melihat keberhasilan yang di capai oleh Ma Guang.


Memang Ma Guang tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk menguasai hal itu, sebab dirinya sudah pernah berlatih teknik tersebut, dan juga Ma Guang sendiri sudah ahli dalam melakukan perubahan bentuk energi tenaga dalam yang dia miliki.


Kini saatnya Ma Guang harus meningkatkan tingkat api yang dia butuhkan.


Sebab api yang dia hasilkan adalah api yang tingkatannya masih tergolong rendah jika untuk di gunakan untuk pembuatan pil dengan kualitas tinggi.


Pemuda itu pun langsung mempelajari seratus gerakan jurus Cakar Naga Api milik leluhur Guang Zhi.


Setelah sudah lima gerakan lagi yang di kuasai oleh Ma Guang, akhirnya pendekar muda itu langsung bermeditasi.


Hal itu di lakukannya untuk memberitahukan kepada Yuan Jiali bahwa dirinya untuk beberapa hari kedepan tidak bisa untuk menjaga putri Zhou Lu Yun, sehingga dia akan meminta bantuan kepada saudara ketiga dari guru Su Tian untuk menggantikannya.


Yuan Jiali pun langsung mengiyahkan apa yang di sampaikan oleh Ma Guang, sedangkan pemuda itu langsung menuju ke kediaman Su Cen dengan kekuatan jiwanya untuk memberitahukan hal itu.


Su Cen sendiri langsung juga mengiyahkan apa yang di katakan oleh Ma Guang.


Pria paruh baya itu langsung menuju ke tempat yang Ma Guang maksudkan.

__ADS_1


Sedangkan Ma Guang sendiri kembali melanjutkan latihannya untuk menguasai teknik dari jurus andalan leluhur Guang Zhi.


Sepanjang malam tersebut, pemuda itu akhirnya sudah bisa menguasai hingga tiga puluh gerakan dari jurus Cakar naga Api.


Daya hancur yang di hasilkan oleh setiap gerakan yang di lakukan oleh Ma Guang membuat para leluhur yang lain langsung keluar dari tempat mereka bermeditasi dan datang melihat siapa orang yang melakukan hal itu.


Setelah mereka tiba di tempat dimana Ma Guang sedang berlatih, para leluhur pun langsung merasa terpanah dengan pencapaian pelindung sekte mereka dalam menguasai jurus andalan yang di miliki oleh leluhur Guang Zhi.


"Leluhur Guang Zhi, ternyata kamu bisa mewariskan jurus andalanMu itu kepada seorang jenius muda yang juga adalah pelindung sekte kita ini".


"Pasti kamu merasa sangat bangga karena telah memiliki murid yang akan membawa nama besarMu di saat dirinya menggunakan jurus itu".


"Aku juga ingin mewariskan kemampuanKu kepadanya, tetapi sangat di sayangkan, karena unsur energi yang dia miliki tidak sama dengan yang aku miliki".


Beberapa leluhur melontarkan tanggapan mereka saat menyaksikan Ma Guang yang sedang berlatih.


"Sebenarnya anak ini sudah seberapa kuat kemampuannya?". Tanya seorang leluhur lagi.


"Jika dilihat dari perkembangan kita, menurutKu dirinya sudah mencapai pendekar suci tingkat puncak dan mungkin hanya butuh melakukan beberapa hal lagi sehingga dirinya sudah bisa mencapai pendekar langit". Jawab leluhur yang lain.


Leluhur yang lain pun langsung menganggukkan kepala mereka membenarkan perkataan salah satu leluhur tersebut.


"Bagaimana jika dirinya pergi ke wilayah barat, menurut rumor yang aku dengar, di wilayah bagian barat dari kekaisaran kita ada beberapa pendekar yang sudah mencapai pendekar langit". Ujar Guang Zhi.


"Apakah benar demikian?". Tanya seorang leluhur.


"Sepertinya begitu! Sebab kemampuan orang tersebut jika di rasakan dari auranya, aku merasa dia bukan seorang pendekar suci, melainkan pendekar yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari pendekar suci". Jawab leluhur Guang Zhi.


"Awalnya aku berpikir pendekar itu hanyalah seorang pendekar suci, tetapi saat aku merasakan aura yang di miliki oleh anak ini, sangat terasa berbeda jauh tekanan aura intimidasinya dari pendekar tersebut". Lanjut leluhur Guang Zhi.


"Kemungkinan hal itu di sebabkan karena leluhur Guang Zhi saat itu hanyalah seorang pendekar raja, dan dirinya saat itu sudah mencapai pendekar suci, sehingga aura intimidasinya sangat terasa kuat oleh leluhur Guang Zhi". Sambung salah satu leluhur.


"Hal itu menurutKu tidaklah demikian, sebab aku juga bisa merasakan sejauh mana perbedaan tingkatan seorang pendekar walau pun hanya dari aura yang keluar dari tubuhnya". Ujar leluhur Guang Zhi mempertahankan penilaiannya.


Akhirnya Ma Guang mengakhiri latihannya.

__ADS_1


Pemuda itu langsung berjalan mendekati kearah para leluhur yang sedang berbincang - bincang.


Setelah Ma Guang sampai di dekat para leluhur, merera langsung lebih dulu menyapa pemuda itu.


"Sepertinya pelindung sekte benar - benar sangat jenius, sehingga dengan cepat bisa menguasai setiap gerakan dari jurus Cakar Naga Api milik leluhur Guang Zhi". Ucap seorang leluhur yang langsung memuji Ma Guang.


"Leluhur terlalu berlebihan memujiKu, aku merasa kemampuanKu biasa - biasa saja". Ujar Ma Guang menanggapi pujian salah seorang leluhur.


"Bagaimana!? Apakah akan di lanjutkan lagi?". Tanya leluhur Guang Zhi.


"Untuk saat ini aku akan beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan energi tenaga dalam milikKu yang sudah banyak terkuras saat mengerahkannya untuk meningkatkan kekuatan serangan jurus cakar naga api ini". Ucap Ma Guang dengan jujur.


"Apakah memang membutuhkan energi tenaga dalam yang besar untuk menguasai jurus cakar naga api itu?". Tanya salah satu leluhur.


"Iya! Aku saja yang sudah membuka gerbang ke enam ini, belum bisa untuk menggunakan gerakan ke sebelas dari jurus tersebut". Ujar leluhur Guang Zhi.


"Memang jurus ini terlihat sangat sulit untuk di tandingi oleh setiap jurus tingkat tinggi yang lain, hal itu terlihat dari setiap gerakan serta daya hancur yang di akibatkan oleh serangan dari setiap gerakan - gerakannya". Ucap salah satu lehulur dengan perasaan yang kagum.


Saat para leluhur sedang berbincang - bincang, Ma Guang langsung memohon ijin undur diri untuk melakukan meditasi agar bisa mengembalikan energi tenaga dalamnya.


Ma Guang langsung menelan pil untuk mengembalikan energi sambil bermeditasi untuk menyerap esensi pil tersebut.


Para leluhur akhirnya kembali ketempat mereka masing - masing.


Sedangkan leluhur Guang Zhi sendiri kembali bermeditasi untuk meningkatkan energi api miliknya agar dirinya bisa menguasai gerakan ke sebelas dari jurus cakar naga api miliknya.


Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya Ma Guang mengakhiri meditasinya, karena energi tenaga dalam miliknya sudah kembali pulih.


Sedangkan leluhur Guang Zhi, masih dalam sikap meditasi untuk terus meningkatkan kemampuannya.


Pendekar muda itu tidak ingin mengganggu leluhur Guang Zhi, sehingga dirinya kini kembali ke kediaman miliknya untuk membersihkan dirinya, mengganti pakaian serta mengisi perutnya.


Setelah selesai melakukan semua itu, Ma Guang pun kembali ke tempat dimana leluhur Guang Zhi berada untuk melanjutkan latihannya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2