
Jin Yong langsung kembali bangkit seraya melakukan sikap hormat kepada Xia Jiao.
"Terima kasih atas petunjuk yang di berikan oleh komandan Xia!." Ucap Jin Yong yang langsung membalikan tubuhnya dan kembali ketempatnya semula.
Xia Jiao juga melakukan hal yang sama. Gadis itu langsung berjalan menuju ketempat duduknya juga.
Yuan Jiali langsung berdiri dan menantang Jin Yu.
Mendapat tantangan dari Yuan Jiali, Jin Yu pun tidak bisa untuk tidak menerima tantangan tersebut.
Pemuda itu langsung maju dengan pedang yang berada di tangannya.
Permainan pedang pemuda itu, memang yang paling terbaik di antara para komandan pasukan yang berada di kota Pingdu, sehingga pemandangan ini juga akan menjadi tolok ukur bagi setiap prajurit di kota tersebut.
Sedangkan Yuan Jiali sendiri tidak membawa serta pedangnya.
Sehingga Jin Yu sendiri merasa bahwa kemampuan gadis ini juga berada jauh di atasnya.
"Komandan Yuan! Mohon petunjuknya agar aku bisa lebih meningkatkan permainan pedangKu!." Ucap Jin Yu dengan penuh rasa hormat kepada Yuan Jiali.
Mendengar apa yang di katakan oleh pemuda di depannya. Yuan Jiali langsung menatap kearah Xia Jiao untuk memberikan pedang miliknya sebagai ungkapan rasa hormat kepada Jin Yu yang juga memberikan rasa hormat kepadanya.
Pedang Yuan Jiali langsung melesat dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti oleh pandangan mata sebagian besar orang yang ada di area tersebut.
Yuan Jiali sendiri langsung menyambut dan memegang pedangnya yang di lemparkan oleh Xia Jiao.
"Apa!? Bagaimana bisa? Apakah kedua wanita ini sudah mencapai sebagai pendekar suci?." Gumam Jin Xian saat melihat adegan yang di tunjukan oleh Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.
"Sangat kuat! Kedua wanita ini tidak bisa di pandang dengan sebelah mata, aku saja sebagai seorang jenderal, bukanlah tandingan mereka berdua." Gumam jenderal Fan Gui.
Akhirnya pertarungan di antara Jin Yu dan juga Yuan Jiali langsung di mulai.
Jin Yu melancarkan serangannya kepada Yuan Jiali. Gadis itu mulai mengontrol setiap serangan Jin Yu.
"Masih sangat lemah dan kurang bertenaga!."
"PertahananMu masih sangat terbuka!."
"Langkah kakiMu belum seirama dengan permainan pedangMu!."
"Permainan pedangMu masih sangat lambat!."
__ADS_1
Yuan Jiali terus memberitahukan kekurangan - kekurangan permainan pedang milik Jin Yu.
Pemuda itu terus menerima hal tersebut dan mulai memperhatikannya sambil memperbaiki setiap kekurangan yang Yuan Jiali katakan.
Beberapa saat kemudian, Jin Yu mulai bisa mengimbangi serangan yang di lancarkan oleh Yuan Jiali.
"Ternyata pemuda ini jenius juga, dia bisa dengan cepat dapat memperbaiki kekurangan serta kelemahan dari permainan pedang miliknya." Gumam Yuan Jiali merasa terkesima dengan ke jeniusan Jin Yu.
Begitu juga dengan Ma Guang. Pemuda itu langsung merasa tertarik dengan kemampuan Jin Yu.
"Penguasa Jin Xian! Anda memiliki seorang putra yang sangat jenius, dalam beberapa saat saja, dia bisa memperbaiki setiap kekurangan serta kelemahan dari permainan pedangnya. Dia benar - benar menginginkan petunjuk dari nona Yuan." Ucap Ma Guang kepada Jin Xian.
Jin Xian menanggapi perkataan Ma Guang dengan senyuman sambil menganggukan kepalanya.
Kini Yuan Jiali mulai meningkatkan kecepatan serta teknik serangan pedangnya.
Jin Yu langsung merasa kelabakan dan juga tersudut dengan serangan yang di lancarkan oleh Yuan Jiali.
Gadis itu langsung menghentikan serangannya dan menatap kearah Jin Yu yang kini dalam keadaan ngos - ngosan.
"Kamu harus berlatih lagi untuk meningkatkan kekuatan serta kecepatan seranganMu." Ucap Yuan Jiali sambil memasukan pedangnya kedalam sarung dan langsung berbalik serta berjalan untuk kembali ketempatnya semula.
"Terima kasih komandan Yuan atas petunjuknya!." Ucap Jin Yu sambil menangkupkan tangannya.
Lima orang komandan pasukan Ma Guang juga mengalahkan dengan mudah setiap lawan - lawan mereka.
Sehingga sebagai penutup. Ma Guang memerintahkan 10 orang komandan pasukan di kota Pingdu mengeroyok dua orang komandan pasukannya yang paling terlemah.
Dua orang komandan pasukan yang terlemah tersebut, dalam waktu yang cukup singkat, mampu mengalahkan 10 orang prajurit tersebut.
Pertunjukan itu membuat mata penguasa kota dan juga jenderal Fan Gui terbuka lebar, karena tidak menyangka kekuatan serta kemampuan dari pasukan Ma Guang sangat jauh berada di atas kemampuan pasukannya.
Demikian juga dua orang prajurit terlemah miliknya, dikeroyok oleh 10 orang prajurit di kota Pingdu.
Dua orang prajurit Ma Guang mampu mengalahkan 10 orang prajurit yang ada di kota Pindu.
"Hal inilah yang aku maksudkan. Jika pasukan kita sudah siap untuk bertempur, pasti kita bisa meraih kemenangan dan bisa meminimalisir korban jiwa dari pihak kita." Ucap Ma Guang kepada penguasa kota Pingdu.
"Kekuatan setiap prajurit terlemahKu adalah bisa menghadapi sepuluh orang prajurit anda walau pun nyawa yang menjadi taruhannya. Itu pun jika pertempurang yang terjadi seperti apa yang baru kita lihat tadi, tetapi jika pertempuran saling berhadapan, akan banyak pasukan musuh yang bisa di bunuh oleh setiap prajuritKu." Lanjut Ma Guang lagi.
Penguasa kota Jin Xian dan jenderal Fan Gui langsung mengiyahkan apa yang di katakan oleh pemuda di sebelah mereka.
__ADS_1
Uji tanding pun berlanjut dengan menunjukan keahlian memanah, menggunakan tombak saat menunggang kuda.
Ma Guang memerintahkan kepada pasukan infanterinya untuk bertanding dengan pasukan kavaleri yang ada di kota Pingdu.
Penguasa kota Jin Xian yang melihat kemampuan bertempur pasukan Ma Guang sangat terpukau.
Karena pasukan infanterinya saja bisa mengalahkan pasukan kavaleri miliknya. Apa lagi kemampuan pasukan kavaleri milik Ma Guang, pasti juga memiliki kemampuan diatas pasukan infanteri miliknya.
"Penguasa Jin Xian! Untuk waktu yang masih tersedia bagi kita dalam melakukan operasi pembersihan. Prajurit yang berada di kota ini akan melakukan latihan bersama dengan prajuritKu. Hal ini untuk lebih meningkatkan kemampuan prajurit di kota ini." Ucap Ma Guang.
"Baiklah! Semua itu aku serahkan kepada jenderal Ma dan juga kepada jenderal Fan Gui!." Ucap Jin Xian.
Jenderal Fan hanya menganggukan kepalanya menanggapi apa yang di sampaikan oleh penguasa kota Jin Xian.
Para prajurit masih tetap melakukan uji tanding dengan penuh semangat.
Walau pun kekuatan mereka sudah terlihat jauh di bawah kemampuan dari prajurit Ma Guang, tetapi hal itu tidak mengendorkan semangat juang prajurit yang berada di kota Pingdu.
Setelah hari sudah tidak lama lagi akan gelap, seluruh prajurit langsung di bubarkan untuk kembali ke tempat mereka masing - masing.
Ma Guang dan juga penguasa kota serta jenderal Fan Gui langsung kembali ke aula utama istana penguasa kota.
Xia Jiao, Yuan Jiali dan juga lima orang komandan pasukan turut serta bersama - sama dengan Ma Guang untuk pergi ke aula utama istana penguasa kota.
Mereka membicarakan hal - hal yang akan di lakukan mulai keesokan harinya hingga tiba saatnya mereka melakukan operasi pembersihan pasukan musuh di wilayah perbatasan.
Mulai dari latihan bersama para prajurit, serta strategi untuk mengetahui kekuatan lawan.
Ma Guang menginginkan informasi tentang situasi alam serta kemampuan pasukan musuh dalam menguasai medan yang kemungkinan akan menjadi tempat pertempuran mereka.
Penguasa kota dan juga jenderal serta para komandan yang hadir di tempat itu langsung menjelaskan situasi yang mereka ketahui selama mereka bertempur dengan pasukan musuh.
Ma Guang mendengarkannya dengan seksama dan mulai memikirkan cara yang tepat untuk melakukan penyerangan.
"Penguasa Jin Xian dan juga jenderal Fan! Aku membutuhkan tiga orang prajurit yang benar - benar sangat menguasai betul wilayah perbatasan. Jika ada, mohon untuk segera meyuruh mereka untuk menghadap kepadaKu malam ini, aku akan memberikan mereka tugas agar penyerangan kita bisa berjalan dengan lancar." Ucap Ma Guang sambil pamit undur diri kepada penguasa kota, jenderal Fan dan juga seluruh komandan yang hadir.
Delapan orang langsung beranjak dan berjalan dari tempat itu untuk menuju ke kediaman mereka masing - masing.
"Komandan You Tao! Cepat kamu perintahkan tiga orang prajurit terbaik kita dalam melakukan penyusupan untuk segera menghadap kepadaKu malam ini." Perintah Ma Guang.
"Baik jenderal! Hamba pamit undur diri." Ucap sang komandan sambil berjalan meninggalkan Ma Guang dan juga dua orang gadis.
__ADS_1
~Bersambung~