Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 446. Kematian Dua Leluhur


__ADS_3

Serangan Cakar Naga Ma Tian Shen dengan cepat melesat kearah tubuh pria tua itu.


Pria tua itu masih bisa membendung serangan Ma Tian Shen dengan serangan balasan yang telah dia persiapkan sebelumnya.


Ledakan besar pun terjadi dan membuat tempat itu menjadi rata dengan tanah.


Sedangkan 12 leluhur lainnya segera menyerang Hong Jiannan.


Mereka pun di kejutkan dengan aura seorang pendekar dewa sejati yang merembes keluar dari tubuh Hong Jiannan.


Pemuda itu segera menyambut serangan beberapa leluhur sekte Teratai Hitam dengan memancarkan energi Qi dari dalam tubuhnya ke segala arah.


Serangan beberapa pria tua itu tidak bisa memberikan dampak yang berarti bagi Hong Jiannan.


Namun beberapa pria tua lainnya langsung menyerang Hong Jiannan secara silih berganti.


Hal itu karena jumlah mereka tersebut, sehingga ke 12 leluhur itu pun melakukan serangan secara bergantian.


Formasi Pelindung yang diciptakan oleh Hong Jiannan untuk melindungi dirinya pun mulai bergetar hebat seperti mau retak karena serangan yang di lakukan oleh ke 12 leluhur tanpa henti.


Sedangkan Ma Tian Shen kini sedang bertarung hebat dengan seorang pria tua yang membunuh murid sekte Beruang Matahari.


Pengalaman bertarung Ma Tian Shen tidak seperti Hong Jiannan, sehingga dirinya kini mulai merasa kewalahan menghadapi pria tua itu.


Remaja itu segera membentuk formasi pelindung milik ras Naga untuk mengantisipasi serangan lawannya yang tidak bisa di antisipasi.


Kemudian Ma Tian Shen mulai menggunakan teknik Langkah Bayangan yang telah di ajarkan oleh ayahnya.


Setelah menggunakan teknik tersebut, situasi pun kini mulai berbalik, pria tua lawannya kini mulai terdesak oleh serangan Bola Api Naga yang di lesatkan oleh Ma Tian Shen.


Melihat rekan mereka dalam keadaan terdesak, dua pria tua lainnya segera membantunya.


Sehingga kini lawan Ma Tian Shen menjadi tiga orang.


Dan sepuluh orang masih tetap mengeroyok Hong Jiannan.


Menghadapi tiga lawan sekaligus, Ma Tian Shen segera mengeluarkan pedang yang adalah senjata tingkat spiritual.


Remaja itu kemudian menggunakan teknik Naga Api Membela Lautan yang di ajarkan oleh Ma Guang.


Pertarungan itu pun semakin sengit dan sangat menggemparkan.


Sejauh beberapa kilo meter dari tempat pertarungan mereka, masih bisa mendengar serta bisa merasakan dampak dari pertarungan tersebut.


Jiangjun yang berada di sekte Beruang Matahari saat merasakan dampak dari pertarungan itu segera mencari Ma Tian Shen.


Hal yang sama juga di lakukan oleh Hong Yilan dan juga Huaiying.

__ADS_1


Setelah tidak menemukan Ma Tian Shen, dengan cepat ketiganya segera melesat ke arah sumber keributan yang sedang terjadi.


Tidak hanya mereka bertiga, melainkan semua petinggi sekte Beruang Matahari dengan cepat melesat kearah sumber keributan.


Setelah tiba di tempat pertarungan, Jiangjun langsung mencari keberadaan Ma Tian Shen.


Saat dirinya melihat remaja itu sedang di keroyok oleh ketiga pria tua, Jiangjun segera bergegas untuk membantunya.


Saat dirinya baru saja ingin melesat membantu Ma Tian Shen, tiba - tiba terdengar di telinganya suara yang mencegah dirinya untuk melakukan hal itu.


"Penguasa! Tetapi keselamatan Penguasa Muda sedang terancam". Balas Jiangjun.


"Anggap saja itu sebagai bagian untuk melatihnya agar menjadi lebih tangguh lagi". Tutur Ma Guang yang saat itu telah mengetahui apa yang sedang putranya alami.


Meskipun Ma Guang mengijinkan putranya untuk meninggalkan dunia kecil, akan tetapi dirinya tetap terus mengawasi putranya itu dengan menggunakan kekuatan dewa sejati yang dia miliki.


Tubuh Ma Guang sendiri tetap berada di sekte Naga Surgawi, namun sosoknya bisa hadir dimana saja jika dia menginginkannya.


Ketiga pria tua lawan Ma Tian Shen merasa sangat kelabakan saat melawan Ma Tian Shen.


Sebab remaja itu menggunakan teknik surgawi untuk menghadapi mereka.


Sedangkan Huaiying dan juga Hong Yilan segera bergabung dengan Hong Jiannan untuk menghadapi 10 leluhur sekte Teratai Hitam.


Kelopak bunga teratai hitam pun mulai berhamburan untuk menyerang ketiga pendekar muda itu.


Para leluhur yang melihat hal tersebut serta telah merasakan aura seorang dewa sejati segera menarik diri mereka dari pertarungan itu.


"Apakah orang ini adalah Ma Guang!?". Pertanyaan yang terbesit di pikiran mereka.


Karena lawannya telah menarik diri, Hong Jiannan dengan cepat segera memulihkan kekuatannya.


Hal yang sama juga yang di lakukan oleh Hong Yilan dan juga Huaiying.


"Sepertinya kita tidak bisa melanjutkan pertarungan ini, sebab kekuatan yang kita miliki tidak sebanding dengan kekuatan mereka, meskipun jumlah kita jauh lebih banyak dari mereka". Tutur salah satu leluhur.


"Iya! Aku merasa mereka sedang mempermainkan kita, sebab pria itu tidak membantu bocah yang di keroyok oleh mereka bertiga".


"Apakah kita hanya di anggap sebagai lawan untuk menguji kekuatan mereka?".


Pikiran yang membuat para leluhur itu merasa semakin tidak berdaya jika mereka kembali melanjutkan pertarungan tersebut.


Salah satu diantara delapan leluhur yang tersisa segera memberitahukan hal itu kepada ketiga rekannya untuk menghentikan pertarungan tersebut serta dengan segera untuk melarikan diri.


Ketiga leluhur yang mendapat peringatan dari rekannya segera menarik diri dari pertarungan itu dan bergabung dengan delapan orang lainnya.


"Ayo kita pergi!". Ajak seorang di antara mereka yang langsung menghilang dari tempat itu dan juga segera diikuti oleh yang lainnya.

__ADS_1


Ma Tian Shen yang melihat lawan - lawannya telah menghilang, remaja itu berniat untuk mengejarnya.


Namun Jiangjun segera menghentikan niat remaja itu.


Ma Tian Shen hanya bisa menatap kearah Jiangjun dan berkata.


"Mengapa Paman menghentikanKu? Bukankah mereka akan kembali dengan kekuatan yang jauh lebih kuat lagi?".


"Penguasa Muda! Di seluruh benua yang ada di dunia ini, tidak ada satu kekuatan yang tidak mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh Benua Utara".


"Sehingga meskipun mereka akan pergi untuk melaporkan apa yang baru saja terjadi, pimpinan mereka pun tidak akan mau untuk mengambil resiko dan mau mengorbankan begitu banyak bawahannya".


"Iya, tetapi pertarunganKu belum selesai dengan ketiga pria tua itu!". Balas Ma Tian Shen dengan nada kecewa.


Sedangkan 11 orang leluhur yang melarikan diri, kini telah tiba di atas samudera kabut beracun, mereka pun segera berkomunikasi untuk membicarakan apa yang baru saja mereka alami.


"Pertarungan yang baru saja kita lakukan itu, terasa sangat sulit".


"Sebab seorang pendekar muda saja, tidak bisa kita kalahkan walaupun kita sudah mengeroyok mereka".


"Benar - benar sangat sulit untuk bisa di terima".


"Apa lagi kita sudah kehilangan dua orang rekan kita".


"Sepertinya laporan yang di sampaikan oleh para tetua itu benar adanya".


"Kita harus melaporkan hal ini kepada Ketua".


"Apakah kita tidak akan di hukum oleh Ketua?". Tanya salah seorang di antara mereka.


"Mengapa kita harus di hukum?".


"Sebab kita telah gagal menjalankan misi kita untuk menemukan raja para siluman yang berada di benua utara itu serta kita telah kehilangan dua orang Leluhur".


"Sampaikan saja kepada Ketua, bahwa para siluman yang berada di Benua Utara telah di basmi oleh para pendekar disana".


"Karena hal itulah sehingga membuat kultivasi para pendekar di Benua Utara sudah menjadi seorang Dewa Sejati".


"Dan untuk kematian kedua leluhur, sampaikan saja sesuai dengan apa yang telah terjadi".


"Sepertinya ide itu tidak baik untuk kita gunakan, terkecuali ide yang terakhir".


"Katakan saja sesuai dengan apa yang terjadi, biar Ketua yang menentukan langkah apa yang harus kita lakukan".


Mereka terus membicarakan bagaimana cara menyampaikan kepada Gu Rong apa yang baru saja mereka alami.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2