
Ancaman raja naga itu tidak main - main, mereka berlima secara serentak langsung mengeluarkan aura intimidasi sebagai makhluk surgawi tingkat tinggi yang sangat kuat.
Mendengar ancaman yang keluar dari mulut raja naga itu, phoenix api hitam dengan santai langsung menjawab. "Maksud ke datanganKu ke wilayah ini karena sedang memburu seorang manusia yang mencoba untuk membunuhKu. Namun karena dirinya tidak mampu menghadapiKu sehingga manusia itu melarikan diri dan aku kehilangan jejaknya di wilayah sekitar sini...apakah kamu telah bekerja sama dengan manusia itu untuk membunuhKu!?". Ucap phoenix api hitam yang kembali menuding raja naga itu.
"Apa masalahMu denganKu sehingga aku berpikir seperti itu!? Apa lagi saat ini kita tidak berada di dunia atas dimana tempat tinggal kita yang sebenarnya". Tutur raja naga menepis anggapan phoenix api tersebut.
"Oh, jadi seperti itu yah!? Tetapi kamu juga harus mengetahui, bahwa manusia yang aku kejar itu bukanlah manusia yang lemah, sebab dia telah menyerap inti jiwa dari kakak tertuaMu, sehingga tidak ada harapan lagi bagi naga tua itu untuk hidup kembali". Ujar phoenix api hitam sambil tersenyum licik di dalam hatinya.
"Apa kataMu!? Manusia itu telah menyerap inti jiwa dari kakakKu!?". Kata - kata yang keluar dari mulut raja naga itu yang tersentak saat mendengar apa yang phoenix api hitam katakan.
"Iya! Apa yang aku katakan itu adalah suatu kebenaran, sebab jika kata - kataKu itu adalah bohong, makhluk rendahan seperti mereka, tidak ada yang bisa bertahan dari serangan api hitam milikKu". Tutur phoenix api hitam dengan sombong.
"Sial! Jangan sampai manusia itu menemukan batu permata milik kakak tertuaKu, jika dirinya menemukannya, sudah pasti kehebatannya tidak bisa di tandingi oleh kita". Gumam raja naga itu di dalam hatinya.
"Karena saat ini manusia itu tidak berada di wilayahKu, silahkan kamu meninggalkan wilayah ini". Ujar raja naga dengan nada suara yang tegas.
"Dan jika dirinya berada di tempatKu ini, sudah bisa di pastikan aku akan membunuhnya secara perlahan dan akan mengambil inti jiwa miliknya". Tutur raja naga itu dengan nada suara yang sangat geram.
"Baiklah! Kalau begitu aku pergi dulu." Ujar phoenix api hitam sambil melesat terbang dan meninggalkan wilayah tersebut.
Raja naga bersama empat jenderalnya langsung kembali masuk ke dalam air untuk menuju ke alam yang ada di dasar laut tersebut.
Setelah kembali tiba di istananya, raja naga itu langsung menyuruh ke tiga jenderalnya untuk mencari sosok manusia yang di maksudkan oleh phoenix api hitam dan juga oleh seorang komandan regu yang sebelumnya telah melaporkan tentang jejak aura manusia yang telah berada di dalam alam bawah air tersebut.
Sedangkan saat ini Ma Guang sedang menyerap kedua harta berharga dari phoenix api surgawi.
Pencarian mereka selama beberapa hari tidak menbuahkan hasil yang sesuai dengan harapan.
Sedangkan kini Ma Guang telah selesai menyerap kedua benda berharga dari salah satu makhluk surgawi itu.
Sebuah ledakan besar pun terjadi di dasar laut tersebut dan membuat seluruh penghuni di alam bawah laut itu menjadi tersentak dan bingung dengan fenomena yang baru saja terjadi itu.
Tidak terkecuali dengan sang raja naga, makhluk itu langsung gemetar saat merasakan aura energi naga yang sangat kuat serta sedikit aura phoenix api yang menyebar di dalam alam yang dia kuasai tersebut.
__ADS_1
"Apakah hal ini di sebabkan oleh manusia yang di maksudkan phoenix api itu!? Sepertinya ini akan menjadi bencana yang besar bagi alam buatanKu ini." Tutur raja naga yang langsung mengumpulkan para jenderal dan juga seluruh pasukannya untuk membahas hal tersebut.
"Jenderal Jiangjun! Apa pendapatMu jika manusia itu menyerang kerajaan kita ini!?". Ucap raja naga meminta solusi kepada jenderalnya.
Mendengar pertanyaan sang raja, jenderal itu pun langsung mencoba memberikan tanggapannya.
"Yang Mulia! MenurutKu, jika kekuatan manusia itu sudah berada di tingkat yang tinggi dan bisa mengalahkan kita semua di tempat ini, dan kita yang lebih dahulu menyerangnya! Hal itu sudah pasti akan berakibat buruk bagi kita, karena sudah pasti kita semua akan dibunuh olehnya dan inti jiwa serta batu permata kita akan di ambil olehnya".
"Tetapi jika kita berkawan dengannya dan bisa bekerja sama dengannya, tentu saja hal itu tidak akan merugikan juga bagi kita".
Jenderal Jiangjun menjelaskan baik buruknya apa yang akan mereka alami jika bersinggungan atau bekerja sama dengan Ma Guang yang belum mereka ketahui itu.
Setelah mendengar masukan Jiangjun, sang raja kemudian kembali bertanya kepada para jenderal yang lain.
"Apakah ada lagi pendapat atau masukan dari yang lain!?". Tanya sang raja.
Jenderal besar Long Zhihui langsung berdiri dan berkata.
"Ras kita tidak bisa tunduk dengan mudah seperti itu terhadap makhluk rendahan seperti mereka, kita harus menunjukkan bahwa sebagai makhluk yang lebih tinggi derajatnya dari mereka serta yang lebih kuat manusia itu harus tunduk, jika tidak, kita akan langsung membunuhnya". Tutur jenderal Long Zhihui dengan semangat yang membara dan membakar semangat para jenderal serta para komandan yang ada.
"Bagaimana jika yang terkuat di antara kita terlebih dahulu menjadi lawannya, dan jika mengalami kekalahan, taruhannya adalah menjadi bawahannya!?". Tutur jenderal Jiangjun memberikan masukan.
"Jenderal Jiangjun! Mengapa pikiranMu sepengecut itu!? Sampai kapan pun aku tidak rela untuk menjadi bawahan dari makhluk lemah itu." Tanggapan yang di lontarkan oleh jenderal Zhihui dengan nada suara yang tidak senang.
"Jika kamu berpikir manusia ini adalah makhluk yang lemah, berarti kamu bisa untuk menantangnya serta bisa dengan mudah untuk mengalahkannya". Jiangjun langsung menanggapi perkataan dari Zhihui.
"Bukan seperti itu maksudKu! Tetapi kita sudah terlahir dengan status yang tinggi di dunia atas, jadi bagaimana bisa kita harus tunduk dengan makhluk di dunia bawah ini!?". Balas Zhihui membenarkan perkataannya.
"Ini adalah dunia mereka, sehingga merekalah yang selalu memburu kita untuk di jadikan sumber daya untuk meningkatkan kekuatan mereka, dan hasilnya jenderal Zhihui bisa melihatnya sendiri, bahwa di benua tengah, kekuatan mereka bisa mengalahkan serta memusnahkan ras kita...apakah jenderal Zhihui menginginkan hal itu!?". Ucap Jiangjun menekan Zhihui.
"Pokoknya kita harus membunuh manusia itu bagaimana pun caranya, karena dia sudah berani memasuki alam kita ini tanpa ijin". Tutur Zhihui mempertahankan pemikirannya.
"Baiklah! Jika menurut jenderal Zhihui kematian itu lebih membanggakan dari pada mempertahankan ras kita ini, silahkan saja! Aku tidak bisa membantahnya". Ujar jenderal Jiangjun mengalah.
__ADS_1
Raja naga yang mendengar hal tersebut langsung bersuara untuk menengahi kedua jenderal tersebut.
"Baiklah! Jika seperti itu pendapat kalian berdua, aku akan memikirkannya terlebih dahulu langkah apa yang harus kita ambil dan dengan segera akan memutuskannya". Tutur sang raja naga dengan tidak menunjukkan keberpihakkannya.
Saat masih sedang terjadi perdebatan di dalam aula utama istana raja naga laut timur, di area sekitar tempat dimana Ma Guang berada kini sudah tercipta sebuah lubang besar yang di akibatkan oleh ledakan energi saat pemuda itu menerobos satu tingkat kultivasi lagi.
Tingkat kultivasi Ma Guang saat ini sudah naik ke tingkat pendekar dewa langit tingkat menengah.
Pemuda itu pun langsung menelan juga pil tingkat dewa yang berada di dalam cincin penyimpanannya untuk menyempurnahkan pondasi kultivasinya.
Aura energi seorang pendekar dewa langit tingkat menengah kini mulai merembes keluar dari tubuh pemuda itu.
Karena semua penghuni alam bawah laut itu sedang berkumpul di istana raja naga, sehingga saat Ma Guang menyempurnakan pondasi kultivasinya, proses tersebut tidak mendapatkan gangguan sedikit pun.
Situasi di aula utama istana raja naga laut timur pun menjadi hening saat sang raja ingin mengumumkan apa keputusan yang telah di ambilnya untuk menghadapi kehadiran manusia tersebut.
"Para jenderal dan juga semua yang hadir, aku memerintahkan kalian untuk tidak bertindak gegabah yang bisa menyinggung manusia tersebut...karena aku akan mengutus jenderal Jiangjun untuk menemui manusia itu dan berbicara langsung dengannya...jika manusia itu tidak memiliki pemikiran yang baik, kita semua akan menyerangnya dengan sekuat kemampuan kita...oleh karena itu, aku perintahkan jenderal Jiangjun untuk menuju ke tempat dimana ledakan besar itu terjadi!". Ucap sang raja sambil memerintah Jiangjun.
"Siap Yang Mulia!". Ucap Jiangjun yang langsung memilih beberapa ekor naga yang terkuat untuk pergi bersamanya.
Sebelas ekor naga melesat pergi dengan cepat untuk menuju ke tempat Ma Guang berada.
Setelah mereka tiba, mata mereka langsung bisa melihat seorang pemuda yang sedang duduk bersila di tengah - tengah sebuah lubang besar.
Mereka langsung mengelilingi pemuda tersebut.
Ma Guang yang sedikit lagi selesai bermeditasi tetap melanjutkan kegiatannya tersebut.
Jiangjun sangat berhati - hati untuk mulai berbicara, sebab dirinya tidak ingin menyinggung pemuda di depannya itu.
Mereka tetap menunggu hingga Ma Guang membuka matanya.
Saat pemuda itu membuka matanya, dia langsung menyapa sebelas naga tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih atas keramahannya, karena walau pun aku sudah memasuki wilayah kalian tanpa ijin, tetapi kalian tidak langsung menyerangKu". Ujar Ma Guang dengan ramah sambil menangkupkan tangannya.
~Bersambung~