
Beberapa saat kemudian sang penguasa kota pun tiba.
Pria yang berusia sekitar lima puluh tahun itu langsung memberikan hormat kepada Ma Guang sambil berkata.
"Hormat kepada pendekar Ma Guang! Mohon maaf jika para bawahanKu telah menyinggung hati pendekar Ma!." Tutur penguasa kota sambil menundukan kepala serta menangkupkan tangannya.
Ma Guang yang melihat sikap penguasa kota tersebut langsung berkata.
"Memang aku sangat kecewa dengan sikap serta perbuatan para bawahanMu yang ingin memperlakukan teman wanitaKu ini dengan tidak senonoh! Karena hal tersebut, hal apa yang pantas untuk kamu lakukan agar bisa menebus kesalahan yang telah bawahanMu lakukan!?." Dengan nada suara yang mengintimidasi.
"Pendekar Ma! Hamba tidak tahu hal apa yang bisa hamba lakukan untuk membayar kesalahan yang telah di lakukan oleh para bawahan hamba!." Tutur penguasa kota.
Ma Guang pun mulai memperhatikan sikap serta tingkah laku pria yang ada di depannya itu.
"Pria ini sepertinya tidak merasa takut dengan diriKu! Apakah ada kekuatan besar di belakangnya!?." Gumam Ma Guang penuh selidik.
"Sepertinya kamu sedang ingin mengulur - ngulur waktuKu disini! Apakah kamu memiliki seorang pendekar dewa di belakangMu!?." Tanya Ma Guang dengan senyum yang sinis menatap pria di depannya.
Pria itu pun langsung menjawab.
"Pendekar Ma! Di atas langit tentunya masih ada langit lagi! Jadi jangan terlalu menganggap diriMulah yang paling terkuat di dunia persilatan ini!." Tutur penguasa kota yang dengan cepat telah merubah sikap serta nada suaranya.
Mendengar perkataan penguasa kota tersebut, Ma Guang pun langsung tertawa dan berkata.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Ternyata kamu tidak bisa untuk menahan serta menyembunyikan sifat asliMu itu!."
"Karena kamu telah membuat kekacauan di tempatKu ini! Jadi jangan harap diriMu bisa lolos dari tanganKu!." Tutur penguasa kota mengancam Ma Guang.
Pemuda itu masih tetap tenang saat mendengar perkataan sang penguasa kota.
Ma Guang langsung menciptakan formasi pelindung untuk menyelimuti tubuh Bing Bihai agar dirinya lebih leluasa untuk memberikan hukuman kepada sang penguasa kota.
Orang - orang yang tadinya mengantri untuk memasuki kota tersebut langsung menjauh dari tempat itu.
Sama halnya dengan Bing Bihai yang kini telah berada di dalam formasi pelindung milik Ma Guang.
Pemuda itu langsung membuat posisi Bing Bihai menjauh dari tempat tersebut.
Sebab pertarungan yang akan terjadi kali ini adalah pertarungan tingkat pendekar dewa.
__ADS_1
Aura pendekar dewa langit dengan cepat datang mendekat ke tempat tersebut bersama dua orang pendekar dewa bumi dan juga sepuluh pendekar agung, puluhan pendekar spiritual serta pendekar petapa suci.
Ma Guang yang sudah mengetahui hal itu langsung melindungi tubuhnya dengan formasi pelindung miliknya.
Pendekar dewa langit yang baru saja tiba dengan kelompoknya tersebut langsung membuat orang - orang yang melihat mereka langsung lebih menjauh dari tempat tersebut.
Kini di tempat itu hanya tersisa para pendekar di tingkat petapa suci yang paling terendah tingkatannya.
Sedangkan penguasa kota sendiri memiliki tingkat kultivasi sebagai pendekar spiritual tingkat puncak.
"Jadi pendekar muda ini yang telah membuat kekacauan di istana kekaisaran Qiang waktu lalu!?." Tanya pendekar dewa langit.
"Iya tetua!." Jawab sang penguasa kota.
Ma Guang hanya tersenyum menatap kelompok pendekar aliran hitam di depannya.
Aura pendekar raja masih terlihat keluar dari tubuh Ma Guang, sehingga pendekar langit tersebut masih penasaran dengan tingkat kultivasi pemuda di depannya itu.
Ma Guang pun langsung berkata.
"Sebelum aku di bunuh oleh kalian! Apakah aku boleh mengetahui dari sekte mana kalian berasal!?." Tanya Ma Guang memanfaatkan situasi tersebut.
"Baiklah anak muda! Karena itu yang menjadi permintaan terakhirMu, sehingga aku dengan senang hati untuk memberitahukan dari sekte mana kami berasal!." Tutur pria tua yang sebagai pemimpin dari kelompok tersebut.
Sekte Kura - Kura Api sendiri adalah sekte aliran hitam yang mengembangkan kekuatannya melalui para penguasa kota yang berada di bawah kekuasaan mereka, sehingga pergerakan mereka sangat sulit di ketahui oleh para pendekar dari sekte aliran putih.
Berbeda dengan sekte Iblis Darah yang selalu membangun kekuatannya melalui sekte aliran hitam yang ada di setiap wilayah kekaisaran yang ada di empat benua lainnya selain benua tengah.
"Jadi kira - kira ada berapa kota di kekaisaran ini yang berada di bawah kekuasaan sekte kalian!?." Tanya Ma Guang lagi.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Sudah mau mati saja tetapi kamu masih ingin mendapatkan informasi yang banyak dari kami...Baiklah! Aku akan memberitahukannya kepadaMu! Di wilayah kekaisaran ini ada lima kota kecil dan juga tiga kota besar yang sudah berada di bawah kekuasaan sekte kami! Bukan hanya itu saja! Di kekaisaran Dvaravati, kekaisaran Mahajanapada, kekaisaran Zhongwu, kekaisaran Chao, serta kekaisaran Zhou, kami juga memiliki beberapa kota yang sudah berada di bawah kekuasaan kami!." Tutur pria tua itu menjelaskan dengan perasaan yang bangga.
Setelah mendengar perkataan pria tua itu, Ma Guang menjadi penasaran.
"Jadi sekte kalian juga memiliki kota yang menjadi bawahan kalian di wilayah kekaisaran Zhou!?." Ucap Ma Guang terkejut.
"Iya anak muda! Kenapa? Apakah kamu juga ingin mengetahui kota - kota apa yang telah menjadi bawahan kami di wilayah kekaisaran Zhou!? Yang perlu kamu ketahui saja! Di setiap wilayah kerajaan yang ada di wilayah kekaisaran Zhou, ada satu kota besar yang berada di bawah kekuasaan kami!." Tutur pria tua itu menjelaskan sambil tersenyum sinis.
"Sudahlah! Kamu jangan terlalu banyak bertanya lagi! Bersiaplah untuk mati!." Tutur pria tua itu sambil mengeluarkan aura energi pendekar dewa langit tingkat puncak dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
Ma Guang pun langsung tersenyum sinis menatap tingkah pria tua itu dan langsung mengeluarkan aura energi Qi miliknya sebagai pendekar dewa surgawi.
Pria tua yang awalnya merasa sombong dengan kekuatannya, kini langsung berubah drastis dan menjadi takut dengan apa yang baru di lihatnya itu.
Hal itu di sebabkan karena tidak ada seorang pendekar dewa langit mau pun pendekar dewa surgawi dengan usia lima puluh tahun kebawah, apa lagi dengan usia yang sama seperti Ma Guang tersebut.
"Buat formasi pelindung!." Teriak pria tua itu.
Para pendekar yang bersamanya langsung melakukan apa yang di perintah oleh pimpinan mereka itu.
Ma Guang pun melesat dengan cepat dan langsung menyerang formasi pelindung milik kelompok di depannya.
"Bola Api Naga Surgawi!." Teriak Ma Guang sambil melepaskan api hitam yang berbentuk seperti bola itu.
Booommm
Bunyi ledakan besar terjadi saat serangan Ma Guang membentur dinding formasi dari kelompok tersebut.
Debu mulai menyebar di area tersebut.
Ma Guang langsung mengaktifkan mata ketiga miliknya untuk memperhatikan situasi sekelilingnya.
Tidak hanya itu saja, Ma Guang juga langsung menyiapkan serangan susulan untuk menyerang kelompok tersebut.
Saat mengetahui kondisi lawannya, pemuda itu kembali melepaskan serangan kearah lawannya itu.
"Semburan Api Naga Surgawi!." Teriak Ma Guang lagi sambil mengeluarkan api hitam dari mulutnya.
Booommm
Serangan Ma Guang kembali lagi mengenai tempat dimana kelompok tersebut berada.
Setelah beberapa saat kemudian, debu yang beterbangan pun mulai menghilang.
Kini yang terlihat hanyalah tiga orang pendekar yang masih tetap berdiri.
Sedangkan para pendekar agung kini sudah dalam keadaan terluka parah.
Berbeda halnya dengan para pendekar petapa suci dan juga pendekar spiritual, semuanya kini telah kehilangan nyawa mereka.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah ada kata - kata terakhir yang ingin kalian sampaikan kepadaKu!?." Ujar Ma Guang yang kembali mengejek lawan yang berada di depannya.
~Bersambung~