
Mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh Hong Mogui, patriak, para leluhur dan juga para tetua hanya bisa terdiam.
Mereka tidak menyangka jika Hong Mogui yang selama ini selalu diam, kini seakan dirinya memiliki pengetahuan yang luas tentang suatu peperangan.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya patriak Tien Chou pun berkata.
"Apa masih ada lagi yang akan memberikan pendapat atau pun tanggapan?."
"Patriak! Sepertinya kita memang harus melihat situasinya terlebih dahulu sebelum bertindak!."
"Sebab tujuan kita untuk bergabung dengan pasukan kekaisaran, itu juga harus memiliki tujuan yang jelas! Agar supaya kita tidak menjadi bagian dari penderitaan yang akan rakyat rasakan sesuai dengan yang tetua Hong katakan tadi!." Tutur seorang tetua tingkat tinggi.
"Para tetua sekalian! Memang waktu yang lalu, pihak kekaisaran telah menghubungiKu untuk meminta bantuan sekte kita jika terjadi penyerangan dari kekaisaran Zhou!."
"Namun hal itu belum terjadi! Sehingga saat ini kita akan mencari kesepakatan dari seluruh tetua sekalian tentang situasi tersebut!."
"Jika demikian! Lebih baik kita mengikuti saja pendapat dari tetua Hong! Jika menyerang! Kita tidak akan ikut bergabung!."
"Tetapi jika diserang! Tentunya kita harus berperang untuk melindungi rakyat serta keluarga kita!." Tutur seorang tetua.
"Betul! Kami mendukung pendapat itu!." Teriak seorang tetua yang diikuti juga oleh para tetua yang lain.
"Baiklah! Jika itu yang kalian inginkan!."
"Bagaimana menurut para leluhur!?." Lanjut Tien Chou bertanya kepada para leluhur.
Seorang leluhur agung pun segera berdiri dengan penuh wibawa serta dengan aura intimidasi seorang pendekar dewa langit puncak yang keluar dari tubuhnya.
Para petinggi sekte banyak yang merasa terintimidasi dengan aura dari sang leluhur tersebut.
Namun ada dua sosok yang sama sekali tidak terlalu terpengaruh dengan aura intimidasi itu.
Keduanya adalah patriak Tien Chou dan juga Hong Mogui yang saat itu juga sudah memiliki tingkat kultivasi yang setara dengan leluhur agung.
Namun belum ada yang mengetahui hal itu selain hanya mereka berdua dan juga Hong Jiannan.
Sebab mereka sama - sama telah diberikan sumberdaya oleh Ma Guang.
"Para tetua sekalian! Sudah saatnya kita menunjukkan kepada dunia bahwa sekte kita ini adalah salah satu sekte yang kuat di benua utara ini!."
"Hal itu agar tidak ada lagi sekte di dunia persilatan ini yang berani mengusik keberadaan sekte kita ini!."
"Sehingga menurutKu! Sekte kita sewajarnya untuk ikut ambil bagian didalam penyerangan yang akan dilakukan oleh kekaisaran Baiyue ke wilayah kekaisaran Zhou!."
"Dan kita harus mengibarkan panji sekte kita didalam perang tersebut!."
Sang leluhur agung dengan penuh percaya diri memutuskan agar sektenya ikut ambil andil didalam penyerangan yang akan dilakukan oleh pasukan kekaisaran Baiyue.
__ADS_1
Setelah selesai berkata - kata untuk membakar semangat para petinggi sekte yang berkumpul diruangan itu, sang leluhur agung itu pun kembali duduk dikursinya.
Perasaannya tidak senang dengan tanggapan yang ditunjukkan oleh para petinggi sekte yang hadir.
Sebab tidak ada sorak sorai untuk setiap perkataannya barusan.
Yang terlihat hanyalah keputusasaan dari setiap wajah para petinggi sekte itu.
Akhirnya patriak Tien Chou pun berdiri dan berkata.
"Leluhur Tien Wan! Mohon maaf sebelumnya! Akan tetapi saat ini kekuatan sekte kita belum ada apa - apanya jika dibandingkan dengan kekuatan beberapa sekte yang berada di wilayah kekaisaran Zhou!."
"Mengapa bisa begitu? Sekte di kekaisaran Zhou itu tidak ada yang lebih kuat dari kekuatan sekte kita ini!."
"Yang aku tahu sebelum aku berkultivasi, kekuatan setiap leluhur yang ada di seluruh sekte kekaisaran Zhou hanya berada ditingkat pendekar Suci! Sangat jauh berada dibawah kekuatan sekte kita!."
"Jadi bagaimana mungkin kekuatan mereka bisa lebih kuat dari kekuatan sekte kita saat ini?."
"Apa lagi kultivasiKu saat ini sudah berada di tingkat pendekar dewa langit puncak!."
"Jadi apa lagi yang harus ditakutkan!?."
Kata - kata yang keluar dari mulut sang leluhur agung dengan penuh percaya diri.
Hal itu karena dirinya baru saja menyelesaikan kultivasinya untuk mencapai tingkat puncak pendekar dewa langit.
"Tidak hanya itu saja! Ada beberapa pendekar kaisar dewa dan juga pendekar raja dewa, serta ratusan pendekar dewa surgawi disana!."
"Sehingga kekuatan sekte kita tidak ada apa - apanya jika dibandingkan dengan kekuatan yang mereka miliki saat ini!."
Perang yang baru saja terjadi antara kekaisaran Zhou dan juga kekaisaran Yue Wu itu melibatkan pasukan makhluk surgawi yang memiliki kekuatan Dewa Sejati!."
"Apa? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?."
"Mengapa kalian tidak memberitahukan kepadaKu saat aku menyelesaikan kultivasiKu?."
Leluhur Tien Wan sangat terkejut serta sangat terpukul setelah mendengar penjelasan patriak Tien Chou yang juga adalah cucunya sendiri.
Pria sepuh itu merasa sangat malu dengan ucapannya yang telah dia lontarkan.
Kini dirinya baru mengetahui alasan mengapa para petinggi tidak bersorak saat dirinya mengumumkan untuk ikut ambil bagian jika pihak kekaisaran Baiyue ingin melakukan penyerangan kepada kekaisaran Zhou.
Tidak hanya itu saja, dirinya juga merasa sangat malu dengan perkataannya sendiri.
"Maafkan aku karena tidak sempat memberitahukan hal itu kepada leluhur! Sebab aku berpikir saat leluhur agung selesai berkultivasi, ada baiknya kita segera menentukan sikap kita tentang permasalahan yang sedang terjadi!." Ucap Tien Chou.
"Sudahlah! Tidak usah di perpanjang lagi!."
__ADS_1
"Sepertinya ada banyak hal yang belum aku ketahui saat ini! Tolong kalian sampaikan!." Ucap sang leluhur agung kini mulai merasa rendah diri.
"Baiklah! Aku akan memberitahukan kepada para leluhur dan juga para tetua sekalian, bahwa disekte kita ini sudah memiliki tiga orang pendekar dewa langit tingkat puncak! Serta tiga orang pendekar dewa bumi!." Patriak Tien Chou mengungkapkan.
"Siapa dua orang pendekar dewa langit itu? Apakah mereka juga adalah para leluhur?."
"Tidak! Selain leluhur agung Tien Wan, aku dan juga tetua Hong Mogui juga sudah mencapai pendekar dewa langit puncak!." Tutur patriak Tien Chou.
"Tetapi siapa satu orang yang telah menjadi pendekar dewa bumi itu?." Tanya seorang tetua tingkat tinggi lainnya.
"Dia adalah Hong Jiannan! Putra dari tetua Hong Mogui!." Jawab patriak Tien Chou.
"Apa? Diusia semuda itu sudah menjadi seorang pendekar dewa? Apakah kami tidak salah mendengarnya?." Kata - kata yang keluar dari setiap tetua yang ada didalam ruangan tersebut.
"Dan didunia persilatan yang berada di benua utara ini, sekte yang terkuat saat ini adalah sekte Naga Surgawi dan juga sekte Bambu Kuning!."
"Sebab kekuatan para leluhur sekte Bambu Kuning saat ini sudah ada yang memiliki kultivasi sebagai pendekar kaisar dewa serta pendekar raja dewa!."
"Dan untuk sekte Naga Surgawi aku juga belum bisa memastikan kekuatan yang saat ini Pemimpin Ma miliki! Sebab yang terakhir aku tahu bahwa kultivasi Pemimpin Ma sudah berada ditingkat pendekar dewa agung!."
"Dan peningkatan kultivasi yang aku, tetua Hong serta putranya miliki, sumber dayanya serta tekniknya berasal dari Pemimpin Ma Guang!."
"Jadi jika sekte kami bergabung dengan pasukan kekaisaran Baiyue untuk menyerang kekaisaran Zhou dan hal itu diketahui oleh pemimpin Ma! Kemungkinan besar sekte kita akan menerima dampak buruk dari pemimpin Ma!." Ujar patriak Tien Chou.
"Bagaimana bisa kekuatan para pendekar dikekaisaran Zhou bisa cepat meningkat hingga sekuat itu?." Tanya sang leluhur agung penasaran.
"Semua peningkatan tersebut berasal dari Pelindung Ma sendiri!."
"Sebab dirinya memiliki sebuah teknik serta pengetahuan dalam ilmu alkimia yang bisa meningkatkan kultivasi kita dengan cepat!."
"Dari dirinyalah sehingga membuat para pendekar di sekte lainnya juga sudah memiliki kultivasi sebagai pendekar dewa!."
"Aku tidak menyangka jika perubahan dunia ilmu bela diri saat ini begitu cepat berubah!." Gumam sang leluhur agung.
"Untuk mencapai tingkat kultivasiKu saat ini saja, aku sudah menghabiskan ratusan tahun agar bisa mencapainya!."
"Akan tetapi saat ini diusia yang masih sangat belia saja sudah bisa menjadi seorang pendekar dewa!."
"Jika dibayangkan, itu adalah hal yang sangat mengerikan!."
Leluhur agung Tien Wan tidak bisa habis untuk memikirkan tentang peningkatan kultivasi yang saat ini baru saja dia ketahui!."
Sebab diusianya yang sudah dua ratus tahun lebih itu saja, dirinya baru bisa mencapai pendekar dewa langit puncak.
"Baiklah! Aku mengikuti saja pendapat yang diajukan oleh tetua Hong Mogui!." Tutup leluhur Tien Wan.
~Bersambung~
__ADS_1