Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 39. Perjalanan Untuk Kembali


__ADS_3

Perjalanan mereka untuk kali ini tidak memiliki hambatan sedikit pun.


Akhirnya rombongan tersebut tiba di pintu gerbang kota Yingqiu yaitu ibu kota kerajaan Qi.


Prajurit yang melihat dan mengenal Jenderal Wang Xuesi, langsung mendekat dan berlutut memberi hormat kepadanya.


" Hamba siap menunggu perintah dari Jenderal." Ucap prajurit tersebut.


" Berikan jalan untuk Pangeran." Jawab sang Jenderal.


Mendengar hal itu, prajurit pun langsung membukakan jalan untuk rombongan tersebut.


Pangeran langsung meminta rombongan tersebut untuk mampir dahulu ke istana raja kerajaan Qi.


Setelah tiba di depan pintu masuk wilayah istana, mereka kembali di sambut oleh prajurit yang berjaga dan langsung membiarkan mereka untuk masuk.


" Rombongan pangeran Qi Yuan telah tiba." Teriak salah satu prajurit yang berjaga di istana.


Akhirnya rombongan itu masuk dan langsung memberi hormat kepada seorang pria yang duduk di atas singgasana.


Pria itu adalah raja Qi Guan Zhong.


Raja langsung berdiri dan mendekati putranya seraya langsung mengangkat tubuh putranya untuk berdiri dan di ikuti oleh orang - orang yang lain.


Tidak terkecuali dengan sang putri Kaisar.


" Prajurit! Perintahkan untuk mengadakan perjamuan makan bagi mereka." Perintah sang raja.


" Ayo, kita duduk dulu." Ucap sang raja.


Mereka pun duduk dan membicarakan tentang kompetisi yang di adakan di ibu kota kekaisaran.


" Oh, jadi murid dari sekte Bambu Kuning yang menjadi juaranya?." Tanya sang raja.


" Iya Yang Mulia." Jawab Patriak Yao.


" Hebat - hebat...bisa menjadi juara di kompetisi sebesar itu adalah suatu pencapaian yang sangat luar biasa." Ucap raja.


Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka di ruang makan.


Pangeran juga menjelaskan setiap kejadian yang mereka alami saat pergi dan di bantu oleh rombongan Patriak Yao Han.


Akhirnya, sebelum mereka meninggalkan istana raja, mereka di berikan koin emas oleh raja sebagai kompensasi karena telah menyelamatkan putranya.


Mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju kerumah keluarga bangsawan Tjia.

__ADS_1


Hal yang sama juga yang di alami oleh rombongan mereka.


Yang akhirnya nona Tjia Annchi bersuara kepada ayahnya.


" Ayah! Annchi akan mendaftar untuk menjadi murid di sekte Bambu Kuning." Ucap gadis itu.


Baiklah! Ayah dengan senang hati mengiyahkannya, karena saat ini, sekte Bambu Kuning sudah semakin kuat." Ucap sang ayah.


Akhirnya rombongan tersebut meninggalkan kediaman bangsawan Tjia.


Kini hanya ada 6 orang penunggang kuda yang keluar dari kediaman keluarga Tjia dan menuju ke arah pintu gerbang kota.


Mereka kemudian meninggalkan kota Yingqui dan berjalan menuju ke arah sekte Bambu kuning.


Ke 6 orang tersebut akhirnya memasuki wilayah sekte Bambu Kuning.


Mereka di sambut oleh orang - orang yang berada di sekte tersebut.


Patriak pun memerintahkan seseorang untuk membersihkan tempat yang akan di tempati oleh putri kaisar dan juga nona Tjia.


Sedangkan untuk Ma Guang, pria itu masih tetap berada di dekat Patriak.


Duan Jun sendiri sudah kembali ke kediamannya.


Setelah tiba di kediamannya, Duan Jun di sambut dengan penuh kebahagiaan oleh ketiga orang yang berada di rumah tersebut.


" Kak! Apakah Ma Guang baik - baik saja?." Tanya gadis itu.


" Kakakmu yang berada disini tidak kau tanyakan kondisi ku apakah baik - baik saja atau tidak." Balas Duan Jun menanggapi perkataan adiknya.


" Kenapa harus bertanya seperti itu kepada kakak, adikkan sudah melihat secara langsung keadaan kakak." Ucap Duan Meng sambil tersenyum.


" Aduh...aduh...aduh...tulang belakang kakak sangat sakit." Ucap Duan Jun kepada adiknya.


Melihat tingkah kakaknya, Duan Meng langsung menampar belakang kakaknya dengan tangannya.


" Jangan membohongiKu, aku tau kalau kakak itu baik - baik saja." Ucap Duan Meng sambil menampar tubuh bagian belakang kakaknya.


Kedua kakak beradik itu saling kejar - kejaran sambil tertawa dengan riang karena Duan Jun selalu menggoda adiknya.


Di tempat lain, Ma Guang langsung pergi mengantarkan putri kaisar dan juga nona Tjia Annchi untuk menuju ke tempat kediaman yang di maksudkan.


Kediaman nona Tjia Annchi dan putri kaisar berada di dekat kediaman milik Ma Guang.


Dan kedua gadis itu tinggal bersama dalam satu bangunan.

__ADS_1


Setelah selesai mengantarkan kedua gadis itu, Ma Guang langsung kembali ke kediaman miliknya.


Pria muda itu membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.


Setelah itu Ma Guang bermeditasi dan menyerap satu pil peningkat tenaga dalam.


Beberapa jam berlalu, Ma Guang sudah selesai menyerap tiga buah pil peningkat tenaga dalam.


Kini jumlah tenaga dalam yang di miliki oleh Ma Guang sudah mencapai 400 lingkaran.


Pendekar muda itu kembali memperkuat pondasi tenaga dalam miliknya.


Setelah selesai memperkuat pondasi tenaga dalam miliknya, Ma Guang kembali membuka dan membaca kitab pemberian guru Su Tian.


Untuk mencapai tahap selanjutnya, hal yang akan di lakukan adalah membuka jalur - jalur meridian yang berada di seluruh tubuh yang belum terhubung satu sama lain.


Di dalam kitab tersebut menjelaskan juga cara yang lebih mudah untuk mengetahui dimana letak seluruh titik meridian yang masih tertutup.


Meridian merupakan jaringan jalan chi (energi) yang tersebar di dalam tubuh. Jika darah mempunyai jaringan sirkulasi darah, dan saraf mempunyai jaringan saraf, maka energi juga mempunyai jaringannya sendiri yaitu meridian.


Meridian terletak di dalam tubuh, letaknya bervariatif tergantung jalurnya. Jalur meridian ada yang melewati sela-sela tulang, ada yang berada di sela-sela otot, dan karena wujudnya yang tidak nyata ada juga yang menembus atau menyelimuti organ. Sebagian organ ada yang muncul dekat dengan permukaan kulit.


Fungsi meridian antara lain:


Penghubung bagian tubuh sebelah atas dan tubuh sebelah bawah, Penghubung bagian tubuh sebelah kanan dan tubuh sebelah kiri, penghubung organ-organ dalam dengan permukaan tubuh, penghubung organ-organ dalam dan alat gerak, penghubung organ-organ dalam dengan organ-organ dalam lainnya, penghubung organ dalam dengan jaringan penunjang tubuh, serta penghubung jaringan penunjang tubuh dengan jaringan penunjang tubuh lainnya.


Hubungan ini terbentuk menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang beraksi bersamaan terhadap rangsangan yang berperan dalam pertahanan tubuh. Akan tetapi, jika ada penyakit masuk ke dalam meridian, maka meridian bisa menjadi jalur penyakit untuk menyebar dalam tubuh, karena itu kita harus merangsang titik-titik pada meridian untuk mengusir penyakit.


Ada 12 meridian utama yang menghubungkan organ tubuh kita


Meridian Paru (di jalurnya ada 11 pasang titik akupunktur), Meridian Usus Besar (di jalurnya ada 20 pasang titik akupunktur), Meridian Lembung (di jalurnya ada 45 pasang titik akupunktur), Meridian Limpa (di jalurnya ada 21 pasang titik akupunktur), Meridian Jantung (di jalurnya ada 9 pasang titik akupunktur), Meridian Usus Kecil (di jalurnya ada 19 pasang titik akupunktur), Meridian Kandung Kemih (di jalurnya ada 67 pasang titik akupunktur), Meridian Ginjal (di jalurnya ada 27 pasang titik akupunktur), Meridian Selaput Jantung (di jalurnya ada 9 pasang titik akupunktur), Meridian Tri Pemanas (di jalurnya ada 23 pasang titik akupunktur), Meridian Empedu (di jalurnya ada 44 pasang titik akupunktur), Meridian Hati (di jalurnya ada 14 pasang titik akupunktur).


Meridian lainnya antara lain:


Meridian Ren (di jalurnya ada 24 titik akupunktur), Meridian Du (di jalurnya ada 28 titik akupunktur).


Jadi keseluruhan titik Meridian yang ada di dalam tubuh berjumlah 361 titik, dan kesemuanya itu harus saling terhubung, dan jika hal itu sudah bisa di hubungkan satu sama lain, maka tenaga yang akan di miliki seorang pendekar akan bertambah kuat, serta itu adalah salah satu syarat untuk naik ketahap berikutnya menjadi Pendekar Suci.


Akhirnya Ma Guang bisa mengetahui jumlah titik serta letaknya dan juga cara yang mudah untuk mengetahui dengan benar letak titik jalur meridian yang masih tertutup dan membukanya.


Karena hal itu tidak bisa di lakukan sendiri olehnya, Ma Guang berpikir untuk mencari seseorang yang bisa membantu dirinya untuk membuka titik - titik jalur meridian yang masih tertutup.


Dan pilihan yang tepat adalah leluhur Guang Zhi.


Ma Guang langsung mencoba untuk membuka jalur titik meridian yang

__ADS_1


Tertutup yang bisa dibuka sendiri olehnya.


~Bersambung~


__ADS_2