
Di salah satu kedai di desa yang berdekatan dengan wilayah sekte Beruang Matahari, duduk beberapa pengunjung yang sedang membicarakan bahwa belum lama ini salah satu kapal sudah bisa melewati sungai tanpa ada gangguan sedikit pun baik dari para perompak mau pun dari monster yang selalu meneror.
Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa air sungai saat itu seperti sedang bergejolak serta telah terjadi gempa bumi yang membuat para penduduk sekitar menjadi ketakutan.
Sebab guncangan dari gempa bumi itu sangat terasa bagi setiap penduduk yang tinggal di dekat sungai tersebut.
Akan tetapi tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Jika getaran sekuat itu berasal dari sungai, sudah bisa dipastikan akan terjadi gelombang Tzunami yang sangat besar.
Namun hal itu tidak terjadi, hanya desas desus dari sebagian warga yang mengatakan bahwa air sungai pada malam itu seperti sedang berkecamuk namun tidak menghasilkan gelombang.
Mendengar pembicaraan para pengunjung kedai, dua orang diantara mereka yang sedang duduk juga di salah satu tempat didalam kedai itu langsung berkata.
"Tetapi yang aku dengar, para pendekar yang mengawal pedagang untuk menyeberangi sungai itu berasal dari sekte Beruang Matahari! Apakah benar seperti itu?."
Seorang pria yang berusia tiga puluh tahun segera menanggapi pertanyaan tersebut dan berkata.
"Iya! Memang benar para pendekar yang mengawal perjalanan itu berasal dari sekte kami!."
"Apakah anda berasal dari sekte Beruang Matahari!?." Tanya pria itu lagi kepada seorang yang menanggapi pertanyaannya.
"Iya! Aku adalah anggota sekte Beruang Matahari!." Jawab pria itu lagi dengan bangganya.
"Jadi bagaimana? Apakah memang rumor yang beredar tentang monster yang selalu menyerang setiap kapal yang berlayar itu tidak benar? Ataukah telah terjadi pertempuran namun bisa ditangani oleh para pendekar yang berasal dari sekte kalian?."
"Sebenarnya rumor itu benar adanya, namun para pendekar dari sekte kita yang mengawal pedagang itu mampu untuk menghadapi mereka dan juga mampu untuk mengalahkan mereka!." Jawab anggota sekte Beruang Matahari dengan bangganya.
"Sekuat apa para pendekar itu!? Bukankah sebelumnya para pendekar dewa surgawi saja tidak sanggup untuk mengalahkan mereka?."
Mendengar perkataan salah seorang pendekar yang lain juga didalam kedai tersebut, anggota sekte Beruang Matahari itu kini binggung untuk membalas perkataan pendekar tersebut.
Kedua pendekar yang awalnya bertanya kepada anggota sekte itu pun kini berniat untuk memprovokasinya.
"Menurut yang aku ketahui, tingkat kultivasi tertinggi dari pendekar di sekte Beruang Matahari hanya berada ditingkat pendekar dewa langit! Itu pun adalah leluhur mereka!."
"Bagaimana mungkin seorang pendekar dewa langit bisa mengalahkan monster sungai itu! Sedangkan pendekar dewa surgawi saja bisa dikalahkannya!."
"Apa itu hanya bualan yang disebar luaskan oleh anggota sekte Beruang Matahari?."
Mendengar perkataan seorang pendekar yang adalah seorang prajurit yang diutus oleh penasihat kerajaan Baiyue itu.
__ADS_1
Pendekar yang adalah anggota sekte Beruang Matahari langsung menjadi geram.
Apa lagi desa tersebut terletak didekat wilayah sekte mereka.
Sehingga perkataan pendekar tersebut sangat menyinggung perasaannya.
Bukan hanya pendekar itu saja, melainkan ada beberapa anggota sekte yang lain juga ditempat itu dengan tatapan mata yang tajam menatap pria tersebut.
Sedangkan para pengunjing lainnya hanya bisa mengutuki pria yang bersuara tersebut.
Sebab mereka berpikir, pria itu telah salah mengeluarkan kata - kata tersebut.
Karena desa itu bisa dianggap termasuk wilayah sekte Beruang Matahari.
Kini dari dalam tubuh sang pendekar yang awalnya merasa bangga sebagai seorang anggota dari sekte Beruang Matahari, mulai merembes keluar aura energi seorang pendekar Spiritual dari dalam tubuhnya.
Tidak hanya dia saja, melainkan ada empat orang lainnya yang ikut juga mengeluarkan aura pembunuh dari dalam tubuh mereka.
Melihat apa yang kelima pendekar itu lakukan, prajurit tersebut pun langsung berkata.
"Kenapa pendekar sekalian harus marah mendengar perkataanKu? Apakah ada yang salah dengan apa yang baru saja aku sampaikan tadi?."
"Apakah tidak benar jika kultivasi tertinggi disekte kalian hanya sebagai pendekar dewa langit?."
"Karena sebenarnya tingkat kultivasi tertinggi dari pendekar di sekte Beruang Matahari sudah berada jauh lebih kuat dari tingkat kultivasi tersebut!."
"Mudahkan? Jadi kenapa harus tersinggung atau marah dengan perkataanKu!."
"Bagaimana menurut tuan - tuan sekalian!? Apa perkataanKu itu salah!?." Ucap sang prajurit sambil menatap ke semua pengunjung kedai tersebut untuk mendapatkan tanggapan dari penjelasannya.
Tidak ada dari para pengunjung di kedai tersebut yang bersuara.
Akan tetapi pertanyaan sang prajurit itu hanya bisa ditanggapi oleh mereka dengan menganggukan kepala tanda menyetujui apa yang dikatakan olehnya.
Melihat sikap yang ditunjukan oleh pengunjung yang lain, sang pendekar yang awalnya telah mengeluarkan aura membunuhnya pun segera menghilangkan kembali aura membunuh tersebut.
"Baiklah! Jika menurut apa yang pendekar katakan itu, benar menurut pendekar! Aku tidak akan lagi untuk membantahnya! Karena bagiku sama sekali itu tidak ada gunanya!." Tutur anggota sekte tersebut.
"Pendekar! Dampak dari rumor itu tidak sesederhana yang pendekar pikirkan!."
"Rumor itu seakan menipu semua orang yang mengetahuinya! Dan aku pikir itu hanya ingin menaikkan nama besar sekte kalian didunia persilatan saja!."
__ADS_1
"Sehingga itu sangat menguntungkan bagi sekte Beruang Matahari! Dan merugikan bagi sekte yang lain!."
"MenurutKu mengapa bisa demikian!? Sebab jika keberhasilan pengawalan yang dilakukan oleh anggota sekte Beruang Matahari terhadap tuan Gu Ruo itu berhasil melewati sungai yang selalu diteror oleh seekor monster! Bisa menarik para pedagang lainnya untuk menggunakan jasa pengawalan dari sekte mereka!."
"Terus bagaimana dengan nasib sekte - sekte yang lain!?."
"Tentu saja mereka mengalami kerugian yang sangat besar dari penipuan yang telah dilakukan oleh sekte Beruang Matahari!."
"Sehingga menurutKu itu adalah persaingan yang tidak sehat!."
Prajurit tersebut terus memprovokasi sang pendekar yang berasal dari sekte Beruang Matahari itu.
Hal tersebut dilakukannya agar pendekar itu akan memberitahukan siapa sebenarnya kekuatan besar yang berada dibelakang mereka sehingga bisa mengalahkan pasukan makhluk kuno disungai itu.
Sang pendekar sangat benci dengan setiap perkataan yang dilontarkan oleh sang prajurit.
Namun setelah dirinya bisa menenangkan amarahnya, pria itu bisa berpikir bahwa orang yang sedang memprovokasinya itu bukanlah orang yang sederhana.
Sebab bagaimana mungkin dia bisa berani menyinggung anggota sekte Beruang Matahari di wilayahnya sendiri.
Pria itu pun segera melaporkan kejadian tersebut serta kecurigaannya terhadap sosok yang sedang memprovokasinya itu kepada Hong Mogui.
Mendapatkan laporan tersebut, Hong Mogui pun segera memberitahukan hal itu kepada patriak Tien Chou.
Patriak Tien Chou pun membenarkan hal itu dan segera memerintahkan untuk kembali mengorek identitas kedua pendekar tersebut.
Akhirnya anggota sekte yang berada dikedai itu pun langsung bertanya balik kepada prajurit itu.
"Sepertinya anda terlalu percaya diri dengan kekuatan yang berada dibelakang anda, sehingga dengan sangat berani mengolok - olok sekteKu di tempat ini!."
"Sebenarnya siapa kalian ini?."
"Dan apa tujuan kalian datang kesini?."
"Apakah kalian sedang ingin memata - matai sekte kami!?."
Situasi didalam kedai tersebut kini semakin tegang.
Sedangkan diluar kedai itu pun juga sudah dikepung oleh anggota sekte Beruang Matahari dan sudah bersiap untuk menyerang kedua orang tersebut.
Menghadapi situasi itu, prajurit itu pun mulai mencari alasan untuk menghadapi masalah yang akan terjadi.
__ADS_1
Walau pun sosok yang bersama dengannya adalah prajurit Phoenix Api yang memiliki kekuatan dewa sejati, akan tetapi dirinya masih berpikir untuk mendapatkan jalan keluar agar penyamaran mereka berdua tidak diketahui oleh pihak sekte Beruang Matahari.
~Bersambung~