Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 271. Tuduhan Tak Berdasar


__ADS_3

Kini konsentrasi Cai Tuo langsung terpecah.


Hal itu di sebabkan oleh karena pria tua itu telah melihat pergerakan pasukan kerajaan Qin yang mengepung tempat pertarungan mereka dan juga sebagian pasukan sedang menuju ke kediaman miliknya.


Jianhua yang melihat perubahan pada diri lawannya, langsung memanfaatkan situasi itu dengan serangan pedang hampa miliknya.


Alhasil, Cai Tuo langsung mendapatkan luka serius di bagian lengannya.


"Sial! Mengapa dia lebih berpihak kepada mereka!? Apakah semua ini memang adalah rencananya sendiri!?." Gumam Cai Tuo sambil menggerutu.


Jianhua tidak melonggarkan serangannya.


Tebasan energi Qi yang berbentuk pedang miliknya terus menggempur tubuh Cai Tuo.


Karena luka yang di alami oleh Cai Tuo makin bertambah, sehingga dirinya langsung melarikan diri dan melesat menuju kediamannya.


Pria itu langsung mengerahkan energi Qi miliknya dan langsung menyerang pasukan yang di pimpin oleh jenderal Wang He.


Puluhan prajurit langsung berubah menjadi kabut darah dan bercampur dengan kabut yang bertebaran di udara, serta puluhan prajurit lainnya menderita luka berat dan juga luka ringan akibat serangan Cai Tuo.


Pria tua itu langsung memasuki kediamannya dan langsung membawa pergi istri dan anaknya yang masih remaja.


Jenderal Wang He yang melihat hal itu langsung memerintahkan para prajurit untuk memanah pria itu.


Namun karena kecepatan terbang seorang pendekar agung, sehingga serangan anak panah tersebut tidak mengenai sasaran.


Jianhua yang telah tiba di kediaman tersebut, langsung di hadang oleh para prajurit jenderal Wang He.


"Jangan halangi aku! Aku adalah utusan dari kekaisaran!." Ucap Jianhua sambil menunjukkan pelat kekaisaran miliknya.


Para prajurit langsung memberi jalan kepadanya, namun posisi Cai Tuo kini sudah tidak lagi di ketahuinya.


"Sial! Ini adalah suatu kegagalan bagi tugasKu! Pria itu ternyata bisa melarikan diri dariKu!." Gumam Jianhua sambil meninju salah satu telapak tangannya.


Para bawahan Cai Tuo langsung di kumpulkan di sebuah tanah lapang yang luas.


Sedangkan pendekar yang awalnya menjadi lawan Jianhua, kini tubuhnya sudah di penuhi luka sabetan dan juga luka tusukan.


Nafasnya kini sudah memburu, hal itu karena pria itu sudah kehilangan banyak darah.


Dan tanpa berbasa - basi lagi, kedua pendekar agung itu langsung menusuk jantung dan juga langsung menebas leher pendekar tersebut.


Dari enam belas anggota organisasi Mawar Surgawi, tidak ada satu pun di antara mereka yang masih hidup.

__ADS_1


Dua belas anggota yang di pimpin oleh Jianhua langsung melesat terbang menuju kediaman Cai Tuo.


Saat mereka tiba di tempat yang di tuju, Jianhua kini sedang berdiri dan berbincang - bincang dengan jenderal Wang He.


Jianhua langsung berpikir bahwa pihak kerajaan Qin lebih berpihak kepada mereka.


Tetapi karena dirinya adalah mantan komandan pasukan yang di pimpin oleh Ma Guang, sehingga Jianhua tetap mempertimbangkan langkah yang raja Yin Zhu ambil tersebut.


"Sepertinya pihak sekte Kura - Kura Api belum ingin menunjukkan keberadaan serta kekuatan mereka!." Pikir Jianhua.


"Atau, apakah raja Yin Zhu ingin memanfaatkan kekuatan kekaisaran untuk menyingkirkan organisasi Mawar Surgawi!?."


"MenurutKu hal itu tidak mungkin! Sebab keduanya saling membutuhkan! Tidak saling merugikan!."


"Aku harus secepatnya memberitahukan hal ini kepada pelindung sekte!." Pikir Jianhua yang langsung pergi meninggalkan jenderal Wang He.


Jenderal Wang He sendiri langsung tercengang dan menjadi bingung dengan sikap yang di tunjukkan oleh Jianhua tersebut.


Jianhuan langsung di ikuti oleh dua belas anggota lainnya dengan melesat terbang untuk menuju ke istana kerajaan Qin.


Di istana kerajaan Qin, pria misterius itu langsung memberitahukan kepada raja Yin Zhu untuk menyambut kedatangan kelompok Jianhua.


Hal tersebut karena dirinya sudah mengetahui akan kedatangan mereka lewat kekuatan mata ketiga miliknya.


Raja Yin Zhu langsung berdiri di depan pintu masuk istananya.


Kelompok Jianhua yang baru mendarat itu langsung di sambut oleh raja Yin Zhu.


"Selamat datang di istanaKu yang kecil ini! Silahkan masuk! Maaf jika penyambutanKu ini tidak menyenangkan hati para utusan dari kekaisaran!." Tutur Yin Zhu menyambut Jianhua bersama kelompoknya.


Yin Zhu langsung mempersilahkan Jianhua sambil berjalan di samping pria itu.


Yin Zhu pun langsung mempersilahkan mereka untuk duduk di tempat yang sudah tersedia di aula utama istana itu.


Saat Yin Zhu sudah duduk di singgasananya, Jianhua langsung berkata.


"Yang Mulia raja Yin Zhu! Sebelumnya saya meminta maaf karena telah mengakibatkan kekekacauan serta kehancuran di ibu kota kerajaanMu ini!."


"Oh, hal itu tidak mengapa bagiKu! yang terpenting saat ini adalah, para utusan telah membantu tugasKu untuk membasmi pergerakan anggota organisasi gelap tersebut!." Tutur Yin Zhu dengan penuh kelicikan di dalam hatinya.


"Bagaimana yang mulia raja tahu bahwa mereka itu adalah anggota organisasi gelap!?." Tanya Jianhua.


Yin Zhu yang mendengar pertanyaan Jianhua langsung tersedak oleh air liurnya sendiri.

__ADS_1


"Sial! Kenapa aku bisa seceroboh ini!?." Pikir Yin Zhu.


"Yang Mulia tidak ceroboh! Namun Yang Mulia hanya keceplosan saja!." Tutur Jianhua sambil tersenyum mengejek.


"Maaf sebelumnya! Jika aku boleh tahu, dengan siapa aku berhadapan saat ini!?." Tanya Yin Zhu mengalihkan pembicaraan.


"Aku Jianhua! Komandan dari kelompok ini yang di utus oleh pihak kekaisaran!." Jawab Jianhua sambil mengeluarkan pelat kekaisaran yang dia miliki.


"Baiklah! Jadi apa yang akan komandan Jianhua lakukan setelah ini!? Jika aku bisa membantu! Aku akan dengan senang hati membantunya!." Tutur Yin Zhu sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Yin Zhu, Jianhua langsung berdiri dan meraih gulungan yang di pegang oleh salah satu anggotanya.


Jianhua pun langsung membacakan titah kaisar tersebut.


Setelah selesai membacakan titah tersebut.


Yin Zhu langsung berkata.


"Apakah pihak kekaisaran sedang menuduhKu!? Dan apa salahnya jika aku ingin memperkuat kekuatan militer kerajaanKu!?." Tanya Yin Zhu.


"Bukan kapasitas kami untuk menjawab pertanyaanMu itu! Tetapi jika hal yang kamu lakukan akan mengancam pemerintahan kekaisaran yang ada! Anda akan di sebut sebagai pemberontak!." Tutur Jianhua.


"Atas dasar apa kamu menuduhKu telah mengancam pemerintahan kekaisaran yang ada saat ini!?." Tanya Yin Zhu.


"Saat di kota Yu! Penguasa kota Yu tidak mau tunduk dengan titah kaisar! Dan dia telah menantang kekuatan kekaisaran karena berada di bawah perlindungan pemerintahan kerajaan Qin!." Tutur Jianhua.


"Apakah hal itu sudah bisa menjadi bukti yang kuat untuk menghukumKu!?...ha..ha...ha...ha! Komandan Jianhua! Cara berpikirMu sangat naif! Jika memang benar penguasa kota Yu itu adalah anggota dari sekte yang anda katakan itu dan berniat untuk mengadu domba kekuatan kita, apakah kamu yang akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi kedepan!?." Bantah Yin Zhu yang ingin mengelabui Jianhua.


Saat mendengar perkataan Yin Zhu, kini Jianhua merasa tidak memiliki alasan lagi untuk menekan sang raja tersebut.


Karena apa yang di katakan oleh Yin Zhu ada benarnya juga.


Tetapi jika mengingat perkataan Ma Guang, dirinya merasa sang raja harus di musnahkan.


Jianhua langsung berdiri dan di ikuti oleh dua belas bawahannya yang lain dan langsung meninggalkan ruang aula utama istana tersebut dengan perasaan serta pikiran yang kacau.


Yin Zhu yang melihat sikap Jianhua tersebut langsung tersenyum licik menatap kepergian kelompok itu.


Pria misterius yang tadinya tidak pernah mengeluarkan sepata kata pun, kini langsung bersuara.


"Yang Mulia! Sepertinya ada sesuatu yang lain didalam misi mereka ini! MenurutKu, ini tidak murni keinginan dari kaisar! Akan tetapi ini keinginan dari satu pihak yang ingin membasmi setiap anggota organisasi Mawar Surgawi dan juga setiap anggota sekte kita! Apakah mereka berasal dari sekte Naga Surgawi!?." Tutur pria misterius tersebut sambil bertanya kepada Yin Zhu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2