
Para siluman yang adalah bawahan 10 raja siluman di Benua Utara yang bergabung dengan sekte Teratai Hitam, kini mulai memperalat penguasa - penguasa di beberapa kota yang berada di wilayah kekaisaran Zhou untuk mencari keberadaan pemilik tubuh Dewa Naga Surgawi.
Tidak hanya penguasa kota saja, melainkan ada dua siluman Rubah yang bisa masuk di dalam istana kerajaan Qin dan juga istana kerajaan Chu dan menjadi selir utama di dua kerajaan itu.
Hal itu karena mereka telah menjelma menjadi sosok wanita cantik dan bisa menjadi wanita kesayangan dari beberapa penguasa kota dan dua raja tersebut.
Para siluman sendiri sangat takut untuk bertemu dan berhadapan langsung dengan para murid dari sekte Bambu Kuning dan juga para murid dari sekte - sekte lainnya.
Oleh karena itu mereka menggunakan perpanjangan tangan dari para penguasa kota dan juga kedua raja itu agar bisa mengintervensi semua sekte yang berada di setiap wilayah kekaisaran Zhou.
Namun karena kekuatan para penguasa kota juga tidak bisa mengimbangi kekuatan setiap sekte yang ada, sehingga para siluman itu memberikan masukan untuk merekrut para pendekar bebas yang tidak memiliki sekte namun memiliki kultivasi yang tinggi.
Dan untuk di wilayah kekaisaran Zhou, hal itu sulit untuk bisa di temukan.
Sehingga mereka pun harus mencari para pendekar bebas dari luar wilayah kekaisaran Zhou yang mau di bayar untuk menjadi kaki tangan mereka.
Rencana itu pun sangat sulit dilakukan oleh para penguasa kota.
Sehingga hanya kerajaan Qin dan kerajaan Chu yang bisa melakukan hal itu.
Kini kerajaan Qin mulai mengumpulkan pasukan Api Angin untuk dijadikan pasukan kerajaan mereka.
Hal tersebut bisa mereka lakukan karena salah satu jenderal bawahan Zhou Lu Yun yang memiliki kultivasi sebagai Pendekar Dewa Surgawi sudah menjadi jenderal besar di kerajaan Qin.
Walau pun salah satu jenderal Zhou Lu Yun juga yang memiliki kultivasi sebagai seorang Pendekar Dewa Surgawi kini sudah menjadi jenderal besar di kerajaan Chu, namun tingkatnya masih sedikit dibawah jenderal besar di kerajaan Qin.
Tidak hanya tingkat kultivasinya saja, melainkan kedudukan keduanya juga berbeda.
Jenderal di kerajaan Qin adalah tangan kanan dari Zhou Lu Yun, sedangkan jenderal di kerajaan Chu adalah tangan kirinya.
Hal itulah yang membuat banyak pasukan Api Angin bergabung ke kerajaan Qin.
Namun sebagian juga bergabung dengan kerajaan Chu.
Akan tetapi tidak sedikit juga yang bergabung dengan pasukan kerajaan lain yang berada di dalam wilayah kekaisaran Zhou maupun kekaisaran lainnya.
Tujuan semuanya itu agar bisa melanjutkan hidup mereka beserta hidup keluarga mereka.
Dan beberapa pasukan Api Angin pun di utus untuk merekrut para pendekar bebas yang ada di luar wilayah kekaisaran Zhou.
Wilayah yang mereka tuju berada di sebelah Timur wilayah kekaisaran Zhou.
Yaitu di wilayah kekaisaran Gokenin, wilayah Shi-po yang letaknya jauh berada di sebelah tenggara wilayah kekaisaran Zhou serta berada di sebelah selatan kekaisaran Gokenin.
__ADS_1
Di kedua wilayah tersebut banyak terdapat pendekar - pendekar hebat yang belum bersosialisasi di luar wilayah tersebut.
Meskipun para pendekar yang berada di kekaisaran Gokenin serta wilayah kekaisaran Shi-po yang juga bernama Yavadvipa itu sudah banyak yang datang ke wilayah kekaisaran Zhou, namun kedatangan mereka hanyalah untuk melakukan pengawalan bagi para pedagang dari wilayah mereka.
Sehingga dengan demikian, jika dilihat dari keberhasilan para pedagang dari kedua wilayah tersebut yang bisa sampai di wilayah kekaisaran Zhou, dapat dipastikan kekuatan yang mereka miliki bukanlah bisa di pandang sebelah mata.
Sebab perjalanan yang telah mereka lakukan tidaklah dekat dan tentunya sangat beresiko.
Karena untuk para pedagang yang berasal dari wilayah kekaisaran Gokenin, jarak dari wilayah daratan mereka sampai ke ibu kota kerajaan Qin sejauh 2.500 kilo meter, dengan 1000 melakukan perjalanan mengarungi lautan.
Sedangkan untuk para pedagang yang berasal dari wilayah kekaisaran Shi-po ke ibu kota kerajaan Qin berjarak 6000 kilo meter, dengan kurang lebih berjarak 3500 kilo meter mengarungi lautan.
Dan seperti yang di ketahui, para pendekar yang menjadi pengawal untuk para pedagang tentunya bukanlah para pendekar terkuat.
Karena para pendekar terkuat mereka hanyalah memfokuskan diri mereka untuk berkultivasi.
Para pendekar pasukan Api Angin yang dibentuk menjadi dua kelompok yang berasal dari kerajaan Qin segera melakukan perjalanan untuk menuju ke wilayah kekaisaran Gokenin dan juga ke wilayah kekaisaran Shi-po.
Setiap kelompok terdiri dari sepuluh orang anggota dengan seorang pemimpin yang adalah Pendekar Dewa Bumi.
Satu kelompok menuju ke arah Timur wilayah kerajaan Qin yaitu akan melakukan perjalanan sejauh kurang lebih 1.500 kilo meter hingga sampai di tepi pantai wilayah kekaisaran Yue Wu.
Sehingga sudah bisa di pastikan bahwa kelompok tersebut akan melewati wilayah kekaisaran Yue Wu.
Setelah mereka tiba di tepi pantai sebelah timur wilayah kekaisaran Yue Wu, mereka harus menyeberangi lautan sejauh 500 kilo meter kearah Timur sehingga bisa tiba di wilayah kerajaan Tamra.
Sedangkan untuk kelompok yang satunya lagi, akan menempuh jarak sejauh 2.500 kilo meter hingga bisa tiba di tepi pantai wilayah kekaisaran Baiyue.
Yang secara otomatis akan melewati wilayah darat dari kekaisaran Baiyue.
Setelah itu mereka akan mengarungi lautan kurang lebih sejauh 3.500 kilo meter jaraknya hingga mereka bisa tiba di daratan wilayah kekaisaran Shi-po.
Karena tingkat kultivasi terendah mereka sebagai seorang Pendekar Langit di tingkat Pendekar Spiritual sehingga perjalanan mereka pun di lakukan melalui udara.
Dan untuk melakukan perjalanan melalui udara, jika untuk tiba di daratan wilayah kekaisaran Gokenin, mereka membutuhkan waktu selama satu bulan.
Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk tiba di daratan wilayah kekaisaran Shi-po, mereka membutuhkan waktu dua bulan lebih.
Sehingga itu bukanlah waktu yang singkat bagi mereka.
Terkecuali perjalanan yang dilakukan oleh seorang Pendekar Dewa, pasti tidak akan memakan waktu seperti itu.
Untuk kelompok yang menuju ke wilayah kekaisaran Gokenin, mereka mampir terlebih dahulu di wilayah kerajaan Tamra wilayah kekaisaran Wu Chaoxian untuk melihat - lihat apakah mereka akan mendapatkan pendekar kuat di wilayah tersebut.
__ADS_1
Sedangkan satu kelompok lainnya yang menuju ke wilayah kekaisaran Shi-po mereka langsung menuju ke wilayah tersebut.
Sebelas anggota pasukan Api Angin itu pun segera mendarat di tepi pantai wilayah kerajaan Tamra.
Kedatangan mereka tidak diketahui oleh siapa pun.
Mereka pun segera beristirahat dahulu sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Hal itu agar mereka bisa untuk mengembalikan energi Qi yang telah terkuras.
Agar supaya, jika mereka bertemu dengan para pendekar yang memiliki niat jahat kepada mereka, itu bisa mereka tangani atau bisa mereka hadapi.
Mereka beristirahat selama satu hari saja dan kembali melanjutkan perjalanan.
Tidak lama kemudian, terlihat di depan mereka ada sebuah kota.
Mereka pun segera mendarat dan melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.
Di saat akan memasuki kota tersebut, di pintu gerbang kota, mereka mendapatkan pemeriksaan.
Dan sang pemimpin pun segera menunjukkan tanda pengenalnya sebagai salah satu keluarga bangsawan dari kerajaan Qin.
Sedangkan sepuluh orang lainnya sebagai pengawal untuknya.
Akan tetapi sang pemimpin telah menekan tingkat kultivasinya sehingga setara dengan seorang Pendekar Langit ditingkat Pendekar Petapa Suci satu tingkat dibawah pendekar Spiritual.
Melihat tanda pengenal yang ditunjukkan oleh pemimpin anggota pasukan Api Angin, prajurit yang memeriksa mereka segera bertanya.
"Anda bangsawan berasal dari wilayah kerajaan mana?".
"Tuan, aku berasal dari wilayah kerajaan Qin di kekaisaran Zhou". Jawab sang pemimpin dengan nada suara yang sopan.
"Oh, jadi dari wilayah kekaisaran Zhou...apa tujuan kedatangan kalian ke kota kami ini?". Sang prajurit kembali bertanya.
"Kami datang kesini untuk membeli bahan makanan yang akan menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan kami". Jawab sang pemimpin.
"Bekal untuk melanjutkan perjalanan?".
"Jadi sebenarnya kalian akan pergi kemana?".
"Kami akan pergi ke wilayah kekaisaran Gokenin". Jawab sang pemimpin lagi.
"Oh...baiklah! Silahkan masuk!". Ucap sang prajurit yang memeriksa.
__ADS_1
mereka pun akhirnya memasuki kota pertama yang mereka jumpai di wilayah kerajaan Tamra tersebut.
~Bersambung~