
Setelah tiba di depan pintu gerbang kediaman penguasa kota Gongshu Ban, rombongan mereka mendapatkan pemeriksaan dari penjaga di tempat itu.
" Kalian sudah bisa masuk, tetapi kalian harus menunggu prajurit yang telah masuk untuk kembali kesini memastikan boleh atau tidak bolehnya kalian masuk." Ucap kepala penjaga.
Beberapa saat kemudian, akhirnya seorang prajurit pun datang kembali ketempat itu dan langsung mempersilahkan mereka untuk masuk.
Rombongan kelompok Ma Guang langsung masuk ke dalam kediaman penguasa kota.
" Salam hormat kepada penguasa kota Gongshu Ban!." Ucap mereka secara serentak.
" Silahkan pendekar sekalian duduk." Ucap penguasa kota.
" Siapa saja yang berasal dari sekte Bunga Persik?." Tanya penguasa kota.
" Saya! sebagai tetua dan ini murid kami Xia Jiao." Jawab tetua Sim Lan.
" Jadi yang tersisa ini adalah orang - orang dari sekte Bambu Kuning?." Tanya penguasa kota lagi.
" Iya!." Jawab singkat Ma Guang.
Penguasa kota mulai menganggukan kepalanya.
" Baiklah! Jika kalian sudah siap untuk melaksanakan misi yang telah di tawarkan oleh kami, jadi aku akan menyampaikan ciri - ciri dan kemampuannya serta cara kerjanya." Ucap penguasa kota tersebut.
Gongshu Ban kemudian menceritakan segala hal yang di ketahuinya dari informasi yang telah di sampaikan oleh semua bawahannya.
Setelah selesai menjelaskan semua itu, Gongshu Ban lalu memberitahukan imbalan yang akan mereka terima setelah menyelesaikan misi tersebut.
Akhirnya mereka keluar dari kediaman penguasa kota sambil di antarkan oleh para pengawal.
Ma Guang langsung memperhitungkan letak posisi penculik tersebut akan muncul.
Kelompok mereka menyebar.
Ma Guang di dampingi oleh Yuan Gao, sedangkan Yuan Jiali hanya berdiam di dalam kamar penginapan.
Sudah beberapa jam mereka menanti kehadiran penculik tersebut.
Hingga muncul sesuatu di dalam pikiran Ma Guang.
" Paman! Cepat kembali ke penginapan untuk melindungi putri Mu, karena tadi nona Yuan Jiali sudah keluar dari penginapan dan terlihat di jalanan kota, aku takut itu akan menarik perhatian sang penculik." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang serius.
" Baik! Aku akan segera kembali ke penginapan." Ucap Yuan Gao sambil melesat menuju kearah penginapan.
Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang kembali berpikir tentang keadaan di penginapan.
Sesuai dengan informasi yang dia sudah dengar dari penguasa kota, penculik itu adalah seorang yang sudah mencapai pendekar raja.
"Aku harus menyusul paman Yuan Gao." Gumam Ma Guang.
Pendekar muda itu langsung melesat kearah penginapan.
Di penginapan, Yuan Gao sedang menghidari setiap serangan yang di lancarkan oleh seorang pria yang lain.
Kemampuan lawannya sangat kuat dan jauh berada di atas Yuan Gao.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian, keadaan penginapan sudah banyak dinding yang rusak karena di akibatkan serangan dari lawan Yuan Gao yang sebagian mampu di hindari.
Yuan Gao sudah terluka karena terkena sebagian serangan dari lawannya.
Akhirnya lawan Yuan Gao langsung mencabut pedang dan menebas ke arah leher Yuan Gao.
Tring
Bunyi kedua benda yang terbuat dari besi saling berbenturan.
Senjata rahasia milik Ma Guang menghatam pedang milik lawan Yuan Gao.
Pedang tersebut langsung terpental dan gagal menebas leher Yuan Gao.
Tidak berselang lama, sebuah serangan langsung datang menyerang kearah pendekar tersebut.
Pendekar tersebut langsung menyabut serangan tinju milik Ma Guang dengan telapak tangan miliknya.
Blarrrr
Bunyi kedua pukulan yang berbenturan, namun orang tersebut tidak menyangka bahwa kekuatan tenaga dalam milik lawannya lebih kuat dari dirinya.
Tubuh pendekar tersebut langsung terdorong ke belakang sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya.
" Siapa orang ini? Usianya masih terlihat sangat muda, tetapi mengapa kekuatan tenaga dalamnya sangat kuat?." Gumam pendekar tersebut dalam hatinya.
"Lebih baik aku melarikan diri." Gumamnya lagi sambil melesat untuk meninggalkan penginapan tersebut dengan menerobos dinding penginapan.
"Jangan berharap untuk bisa melarikan diri dariKu." Ucap Ma Guang sambil melesat mengikuti pria tersebut.
Gadis itu langsung memapah ayahnya untuk di baringkan di tempat tidur.
Gadis itu langsung merawat tubuh ayahnya yang kini sudah terluka.
Sedangkan Ma Guang yang sedang mengejar pria yang melarikan diri tersebut, sudah semakin dekat dengan tubuh orang tersebut.
Ma Guang langsung melesatkan senjata rahasia miliknya untuk menyerang orang yang di kejarnya.
Serangan tersebut tepat mengenai paha bagian belakang dari orang tersebut.
"Aahhccckk."
Suara yang keluar dari mulut orang tersebut.
Tulang paha milik pria itu langsung hancur saat senjata rahasia milik Ma Guang mengenainya, sehingga membuat tubuh pria itu menjadi tidak seimbang dan memperlambat larinya.
Ma Guang langsung menangkap pria itu dan langsung menotok beberapa titik di tubuh pria itu sehingga tubuh pria itu sudah tidak bisa lagi di gerakan.
Setelah menangkap pria tersebut, Ma Guang langsung memeriksa mulut pria tersebut, namun apa yang di carinya tidak terlihat di dalam mulut orang tersebut.
"Ternyata orang ini bukan salah satu anggota dari sekte Kalajengking Merah yang selalu melakukan kejahatan." Gumam Ma Guang.
" Hei orang tua! Siapa kamu serta berasal dari mana diriMu? Kenapa selalu melakukan penculikan terhadap gadis - gadis yang berada di kota ini?." Tanya Ma Guang dengan nada suara yang tegas.
" Aku bukanlah siapa - siapa dan aku tidak berasal dari mana pun." Jawab pria itu dengan senyuman yang sinis dan tatapan mata yang sangat membenci Ma Guang.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu! Kalau kamu tidak ingin menjawabnya, silakan saja." Ucap Ma Guang.
Pendekar muda itu lalu mulai mempraktekan apa yang pernah di lakukannya kepada salah satu anggota sekte Kalajengking Merah.
" Aahhcckkk."
Teriak pria tersebut karena merasa kesakitan saat salah satu jarinya kakinya di hancurkan oleh Ma Guang.
" Apakah kamu masih tidak mau memberitahukannya kepadaKu?." Tanya Ma Guang lagi.
" Tidak! Aku tidak akan memberitahukannya." Jawab pria itu.
"Baiklah kalau kamu masih bersih kukuh untuk tidak memberitahukannya." Ucap Ma Guang sambil tersenyum menatap kearah pria di depannya itu.
"Aaaahhhhccckkk."
Pria itu kembali berteriak saat jari kaki yang kedua hancur di pukul oleh Ma Guang.
" Cepat, sebutkan siapa yang menyuruh dan dimana letak para gadis - gadis yang lain?." Tanya Ma Guang lagi.
"Tidak! Aku tidak akan memberitahukannya, bunuh saja aku! Bunuh saja aku!."
Teriak pria tersebut sambil menatap ke arah Ma Guang.
"Aku tidak akan membunuhMu sebelum kamu memberitahukan apa yang aku tanyakan. Dan perlu kamu ketahui, aku akan menguliti seluruh kulit tubuh Mu." Ucap Ma Guang.
Mendengar apa yang di sampaikan oleh Ma Guang, pria itu sangsung merasa ngeri dengan penyiksaan yang akan di alami olehnya.
"Baiklah...baiklah aku akan memberitahukannya." Ucap pria tersebut.
" Aku di bayar oleh kepala keluarga bangsawan Sun, yaitu tuan Sun Cheng." Ucap pria tersebut.
"Dan gadis - gadis yang ku culik berada di bungker yang terletak di belakang kediaman milik tuan Sun Cheng." Lanjut pria itu.
"Apakah informasi ini benar?." Tanya Ma Guang lagi.
"Iya! Itu adalah informasi yang benar." Jawab pria itu lagi.
" Baiklah kalau begitu." Ucap Ma Guang sambil berdiri dan membawa pria itu dengan melesat terbang menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya.
Setelah tiba di depan pintu gerbang penguasa kota, Ma Guang langsung dipersilahkan oleh prajurit jaga dan langsung masuk kedalam aula kediama penguasa kota.
Sedangkan salah satu prajurit jaga langsung melaporkan kepada penguasa kota.
Beberapa saat kemudian, penguasa kota sudah memasuki aula tersebut.
"Hormat kepada penguasa kota." Ucap Ma Guang.
Penguasa kota langsung melihat ke arah pria yang lain.
" Siapa orang ini?." Tanya penguasa kota.
" Orang inilah yang selalu menculik setiap gadis yang ada di kota ini." Ucap Ma Guang.
Ma Guang langsung menceritakan kronologi sehingga pria tersebut bisa tertangkap serta siapa yang menjadi dalang dari semua itu.
__ADS_1
~Bersambung~