Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 236. Menemukan Inti Api


__ADS_3

Ma Guang mulai memasuki goa itu dengan memperhatikan secara seksama sekelilingnya.


Setelah melangkah sejauh puluhan meter, pemuda itu sudah mulai melihat beberapa tanaman yang mengeluarkan energi panas yang sangat berguna bagi seorang kultivator unsur api seperti dirinya.


Tanaman tersebut adalah sebangsa jamur yang hidup karena keberadaan phoenix api surgawi yang sudah tinggal lama di dalam goa tersebut.


Usia tanaman tersebut juga beragam, ada yang berusia puluhan tahun, ratusan tahun serta ada juga yang sudah berusia ribuan tahun.


Bagi tingkat kultivasi Ma Guang saat ini, memang sumber daya itu sudah tidak lagi bermanfaat baginya untuk meningkatkan kultivasinya.


Tetapi masih tetap berguna untuk memberikan energi bagi kekuatan tubuhnya.


Namun sumber daya itu sangat berguna bagi para kultivator tingkat rendah, sehingga Ma Guang tetap memanen tanaman tersebut yang sudah berusia ratusan hingga ribuan tahun.


Pemuda itu tetap berjalan menyusuri lubang goa itu.


Saat dirinya sudah berjalan sejauh ratusan meter menuju ke inti pulau itu, Ma Guang langsung berada di sebuah ruangan yang luasnya kira - kira sekitar lima puluh ribu meter persegi dan di tengah - tengah ruangan itu terdapat sebuah kawah lava yang panasnya berada di atas dua ribu derajat celcius.


Namun yang lebih mengherankan Ma Guang adalah, di atas permukaan lava yang menggelembung tersebut, terlihat ada sepuluh bunga teratai yang berwarna hitam.


Ma Guang langsung mengeluarkan energi panas dari tubuhnya dan kemudian melesat pergi untuk mengambil sepuluh teratai hitam tersebut yang mengeluarkan aura energi panas yang sangat kuat.


Saat dirinya meraih salah satu teratai hitam tersebut, muncul beberapa tanaman sulur dari dalam lava yang panas itu dan langsung membelit tubuh Ma Guang serta langsung menariknya kedalam lava panas tersebut.


Ma Guang langsung mengaktifkan formasi pelindung miliknya dan meraih pedang pusaka dewa miliknya serta langsung mulai menebas sulur - sulur tersebut.


Setiap kali Ma Guang memotong sulur - sulur itu, sulur - sulur yang lain juga langsung muncul dan menggantikan yang sudah putus tersebut.


Beberapa saat kemudian setelah melakukan perlawanan, akhirnya tubuh Ma Guang mulai tenggelam ke dalam lava panas tersebut.


Pemuda itu langsung mengeluarkan energi Qi miliknya untuk menambah kekuatan formasi pelindung miliknya.


Saat tubuh pemuda itu mulai tenggelam lebih dalam lagi, energi panas dari dasar kawah tersebut terasa makin bertambah kuat.


Hingga akhirnya mata pemuda itu bisa melihat sebuah api yang berwarna hitam dan berbentuk bulat sebesar bola kasti sedang mengambang.


Dan ternyata sulur - sulur tersebut berasal dari bola api hitam itu.


Karena Ma Guang sudah banyak mengingat pengetahuan dari raja naga api surgawi, sehingga dirinya langsung mengetahui benda apa yang di lihatnya itu.


"Itu adalah inti api! Aku harus memilikinya, agar kekuatan energi apiKu tidak akan perna habis saat bertarung dalam waktu yang lama." Gumam Ma Guang.


Karena tubuhnya saat ini telah terlilit tanaman sulur, Ma Guang langsung mengerahkan kekuatan puncak dari raja naga api surgawi.


Energi yang sangat besar langsung keluar dari dalam tubuh pemuda itu, sehingga membuat sulur - sulur yang melilit tubuhnya langsung terpotong - potong.


Ma Guang langsung bergerak menuju ke inti api tersebut untuk mengambilnya.

__ADS_1


Di luar goa, Jiangjun dengan penuh kesabaran untuk menanti kembalinya Ma Guang.


Namun setelah beberapa saat kemudian, jenderal naga itu mulai merasa gelisa.


Jiangjun langsung melesat dan memasuki goa tersebut untuk menyusul Ma Guang.


Saat dirinya memasuki goa itu hingga tiba di ruangan yang memiliki kawah lava di tengah - tengahnya, Jiangjun tidak menemukan sosok Ma Guang di dalam ruangan itu.


"Dimana Pengusa berada!? Apakah dirinya berada di dalam kawah lava ini!?." Gumam Jiangjun dengan bingung.


"Penguasa! Penguasa! Dimana diriMu!?." Teriak Jiangjun memanggil Ma Guang.


Saat dirinya mulai mencari - cari di sudut - sudut ruangan itu jika saja ada formasi pengabur atas formasi pelindung sebagai jalan untuk memasuki sebuah ruangan lagi, kawah lava tersebut langsung bergejolak.


Jiangjun langsung kembali mendekat ke pinggiran kawah itu sambil mempertajam penglihatannya untuk menelusuri kedalaman kawah tersebut dan apa yang membuat lava di kawah itu bergejolak.


Saat gejolak lava itu mulai tenang, energi raja naga api surgawi langsung bisa di rasakan oleh Jiangjun.


"Penguasa! Penguasa!." Teriak Jiangjun lagi.


Jenderal naga itu kini dalam situasi hati serta pikiran yang dilema.


Sebab panas dari lava tersebut bisa untuk membakar tubuhnya walau pun kulitnya sangat sulit untuk di lukai oleh senjata pusaka dewa tingkat rendah.


Berbeda dengan phoenix api, karena seluruh tubuh mereka di selimuti oleh api yang menyala, sehingga mereka bisa berendam di kawah tersebut untuk meningkatkan energi api di tubuh mereka.


"Penguasa memiliki tingkat kultivasi yang tinggi serta memiliki kekuatan dari raja naga api surgawi, sehingga tubuhnya pasti bisa menahan energi panas dari lava ini, aku lebih baik menunggunya disini, jika beberapa waktu penguasa tidak juga kembali, aku akan melaporkan hal ini kepada Yang Mulia Raja." Pikir Jiangjun yang langsung berinisiatif untuk menunggu Ma Guang di tepian kawah tersebut.


Sedangkan Ma Guang sendiri saat ini sedang menjinakkan inti api yang ada di dasar kawah ini.


Pemuda itu langsung berkonsentrasi dan mengerahkan kekuatan jiwa miliknya serta langsung menyerap inti api itu untuk di jadikan inti api miliknya.


Pemuda itu langsung menyerap inti api itu dan mulai memasukkannya kedalam lautan jiwa miliknya.


Energi panas di permukaan kawah tersebut kini mulai menurun.


Perasaan serta pikiran Jiangjun yang merasakan perubahan tersebut langsung merasa senang.


"Apakah hal ini di lakukan oleh penguasa!?." Pikir Jiangjun.


Dan benar saja! Setelah beberapa jam kemudian, lava yang tadinya mengeluarkan energi panas yang berada di atas dua ribu derajat celcius, kini telah menurun hingga ratusan derajat celcius.


Dari dalam kawah tersebut kini muncul seorang pemuda dengan aura energi panas yang sangat kuat dan bisa membakar apa pun yang berada di dekatnya.


Jiangjun langsung menjauh dari tepian kawah tersebut agar tubuhnya tidak hangus terbakar.


Melihat tingkah makhluk itu, Ma Guang pun langsung menyerap kembali aura energi panas itu dan langsung menekannya agar suhu tubuhnya kembali normal.

__ADS_1


Setelah melakukan hal itu, Ma Guang langsung meraih sepuluh teratai hitam yang ada di permukaan lava tersebut dan langsung menyimpannya di dalam cincin ruang penyimpanan miliknya.


"Jenderal Jiangjun! Maaf sudah membuatMu menunggu lama." Ucap Ma Guang tulus.


"Penguasa tidak perlu meminta maaf kepada hamba! Sebab hal itu sudah menjadi kewajiban hamba untuk melayani Penguasa." Balas Jiangjun.


"Baiklah! Kalau begitu, aku akan memanen semua tanaman yang ada di tempat ini walau pun usianya masih sangat muda, sebab sumber kehidupan mereka telah aku ambil." Ujar Ma Guang sambil memanen semua tanaman sumber daya yang ada di tempat itu.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Ma Guang telah selesai memanen semua sumber daya yang ada.


"Jenderal Jiangjun! Sebelum kita meninggalkan tempat ini, aku ingin kamu menyerap inti jiwa serta batu permata dari salah satu bawahan raja phoenix api, agar kekuatanMu bisa bertambah."


Kamu juga akan bisa mengeluarkan api dari seluruh permukaan tubuhMu sebagai salah satu serangan yang bisa kamu gunakan bagi lawan - lawanMu."


Ma Guang langsung mengeluarkan salah satu inti jiwa dan juga batu permata milik phoenix api.


Sedangkan dirinya sendiri kini kembali bermeditasi untuk meningkatkan tingkat kultivasinya.


Saat energi besar mulai merembes keluar dari tubuh Jiangjun, Ma Guang langsung keluar dari goa tersebut.


Namun setelah beberapa saat kemudian, ledakan energi yang di pikirkan oleh Ma Guang tidak terjadi.


Hal itu karena kekuatan Jiangjun tidak bisa menerobos menjadi setara dengan kekuatan pendekar raja dewa.


Kekuatan Jiangjun kini sudah setara dengan seorang pendekar dewa surgawi tingkat puncak yang sedikit lagi bisa menerobos menjadi pendekar raja dewa.


Karena terbelenggu oleh aturan ruang dan waktu, kekuatan ras mereka tidak bisa meningkat lagi.


Setelah selesai menyerap inti jiwa dan batu permata phoenix api, akhirnya Jiangjun keluar dari dalam goa itu.


"Penguasa! Maafkan hamba karena telah membuat penguasa menunggu lama." Ucap Jiangjun saat keluar dari goa tersebut.


"Sudahlah! Jika bersama denganKu, kamu jangan terlalu sungkan denganKu!."


"Ayo kita pergi! Ajak Ma Guang.


"Penguasa! Kemana kita harus pergi!?." Tanya Jiangjun yang di punggungnya kini sudah duduk Ma Guang.


"Kita kembali dahulu ke sekteKu yang berada di kekaisaran Zhou, agar kamu bisa mengetahui dimana letak sekteKu itu."


"Aku ingin memberikan sumber daya yang Ku peroleh ini untuk meningkatkan kekuatan anggota sekteKu."


Kata - kata Ma Guang menjelaskan kepada Jiangjun.


Jiangjun langsung melesat pergi menuju ke arah yang Ma Guang tunjukkan.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2