
Ti Lung hanya duduk terdiam dengan wajahnya yang tertunduk.
Sedangkan tetua Sim Lan seakan ingin melepaskan semua beban di hatinya.
" Pria ini bernama Yuan Gao, adalah seorang pendekar bebas, karena tidak memiliki sebuah sekte. Sekitar 18 belas tahun yang lalu kami bertemu di kota Anyi, ibu kota kerajaan Wei. Saat itu aku baru mencapai pendekar tahap awal tingkat ke - 7, sedangkan dia sudah menjadi pendekar ahli."
" Usianya pada saat itu sudah 24 tahun, sedangkan aku baru berusia 18 tahun."
" Kami berdua akhirnya sama - sama jatuh cinta."
" Aku sempat berpikir untuk keluar dari sekteku dan terus berpetualang bersama dirinya. Namun setelah sebulan menjalani hubungan kita, datang seorang wanita yang katanya sedang hamil."
" Dan orang yang menghamilinya adalah pria ini." Ucap tetua Sim Lan dengan nada suara yang sangat sedih.
Akhirnya air mata tetua Sim Lan tumpah dan mengalir di pipinya.
Wanita itu seperti sedang melawan rasa yang berkecamuk di dalam hati, pikiran serta perasaannya.
Tetua Sim Lan sudah tidak melanjutkan lagi ceritanya.
Ma Guang langsung menatap ke arah Ti Lung yang di kenalnya yang sebenarnya memiliki nama Yuan Gao itu.
" Apa benar namaMu adalah Yuan Gao?." Tanya Ma Guang.
" Iya! Yuan Gao adalah namaKu yang sebenarnya." Jawab pria itu.
" Apa benar cerita yang tetua Sim Lan sampaikan?." Tanya Ma Guang lagi.
" Iya! Itu memang benar." Jawab pria itu.
Mendengar apa yang ayahnya katakan, Ti Ha Yu langsung tersentak kaget.
Xia Jiao pun merasakan hal yang sama.
" Jadi kalian berdua dahulunya adalah pasangan kekasih kalau begitu!?." Ucap Ma Guang.
" Dan ternyata juga, anda adalah seorang pendekar?." Ucap Ma Guang lagi.
" Kenapa anda tidak memberitahukannya kepada diriKu?." Tanya Ma Guang.
" Itu karena pendekar Ma tidak pernah menanyakannya kepadaKu." Jawab Yuan Gao yang juga adalah Ti Lung.
" Iya juga! Memang aku tidak pernah sekali pun menanyakan hal itu kepada anda."
" Trus! Apakah nona Ti Ha Yu juga bisa ilmu bela diri?." Tanya Ma Guang lagi.
" Iya! Tetapi saat ini Li'er baru mencapai pendekar tahap awal tingkat ke - 5." Jawab Yuan Gao.
" Siapa Li'er itu?." Tanya Ma Guang lagi.
" Sebenarnya nama putriKu bukan Ti Ha Yu, tetapi Yaun Jiali." Jawab Yuan Gao.
__ADS_1
" Kenapa paman merubah nama paman?."
" Itu karena aku ingin menghidari setiap masalah yang berhubungan dengan masa laluKu."
" Aku pindah dari kota Anyi setelah Li'er sudah berusia 5 tahun, karena saat itu ibunya baru saja meninggal karena sakit. Hal itulah yang membuat kami berdua tinggal di desa Huiyi."
" Aku langsung merubah marga serta namaKu dan juga merubah nama dari Li'er."
" Kenapa paman merubah marga serta nama paman? Apakah ada hal yang membuat paman sampai harus merubah nama paman?."
" Tidak ada yang memaksa diriKu untuk merubah identitasKu, itu semua murni karena aku tidak ingin lagi di kenal sebagai seorang pendekar."
" Dan aku hanya ingin menghabiskan hidupKu bersama dengan putriKu ini, karena aku sudah tidak ingin lagi mengenal seorang wanita lain selain ibu Li'er dan juga Lan'er."
" Kalau begitu, apakah paman masih menyukai tetua Sim Lan?."
" Jika aku harus jujur, iya! Aku masih mencintai Lan'er, tetapi hal itu sudah tidak mungkin lagi, sebab aku sudah pernah menyakiti hatinya."
Yuan Jiali yang juga Ti Ha Yu serta Xia Jiao hanya terpaku mendengar apa yang di ucapkan oleh Yuan Gao.
Sedangkan Ma Guang masih sangat penasaran dengan kisah kedua orang yang jauh lebih tua darinya itu.
" Apakah tetua Sim Lan masih menyukai atau masih membenci dan masih marah kepada paman Yuan?." Tanya Ma Guang sambil menatap ke arah tetua Sim Lan.
Mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Ma Guang, wajah tetua Sim Lan langsung memerah.
" Tetua Sim Lan! Apakah pertanyaanKu tidak bisa di jawab? Karena aku tidak mau jika masih ada permasalahan di antara orang - orang yang bersama denganKu."
" Terus apa jawabannya?."
" Aku memang sangat marah dan sangat membencinya, tetapi aku juga masih mencintainya."
" Jadi seperti itu yah!? Kalau begitu, berarti masalah kalian berdua sudah selesai, karena kalian berdua masih sama - sama saling mencintai."
" Sekarang ini, berarti kita sudah bisa untuk pergi makan bersama dan sekalian juga untuk merayakan pertemuan antara paman dan terua Sim Lan." Tutup Ma Guang.
Ma Guang belum mengerti tentang apa yang kedua orang itu rasakan, sehingga dia menganggap masalah keduanya sudah selesai.
Ma Guang langsung berdiri dan hendak melangkahkan kakinya, namun hal itu tidak di lanjutkannya di sebabkan ke empat orang yang lain masih diam di tempat mereka masing - masing.
" Kenapa dengan kalian ini? Apakah kalian berdua juga ingin ikut dalam masalah yang paman serta tetua rasakan?."
Tidak ada satu pun dari mereka yang menanggapi perkataan dari Ma Guang.
" Baiklah jika kalian tidak ingin ikut denganKu. Tetapi kalian harus ingat, diriKu setelah saat ini, tidak akan ada waktu lagi untuk bersama dengan kalian, karena cara kalian ini membuat aku pusing."
" Masalah hanya sepele seperti itu saja sudah di anggap serius." Tutup Ma Guang sambil melanjutkan langkah kakinya untuk menuju keluar dari kamar tersebut.
Mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, kedua gadis tersebut langsung berdiri dari tempat duduknya dan segera berjalan mengikuti Ma Guang.
Melihat kedua gadis itu sudah pergi mengikuti Ma Guang, akhirnya Yuan Gao dan juga Sim Lan langsung berdiri juga serta langsung berjalan mengikuti ke tiga orang muda mudi itu.
__ADS_1
Akhirnya ke lima orang itu turun ke lantai dasar penginapan tersebut.
Ma Guang langsung memilih meja yang terletak di sudut ruangan.
Mereka berlima akhirnya duduk saling berhadapan.
Ketiga muda mudi duduk di barisan yang sama menghadap kedua orang yang lebih tua dari mereka.
Sedangkan situasi perasaan di antara kedua orang tersebut masih belum kembali ke keadaan seperti biasanya.
Pelayan langsung mendekati mereka dan menanyakan apa yang akan mereka pesan.
" Siapkan saja makanan terbaik yang ada disini." Ucap Ma Guang.
Pelayan pun langsung pergi meninggalkan mereka.
Dari meja yang lain, beberapa pasang mata sedang menatap kearang kelompok Ma Guang.
" Gadis yang duduk di sebelah sana terlihat sangat cantik, aku ingin mengenal dirinya lebih dekat lagi agar bisa Ku miliki." Ucap seorang pemuda.
Pemuda itu duduk bersama empat orang lainnya, dan ke empat orang itu terlihat seperti pengawal pemuda tersebut.
Pemuda itu langsung berdiri dan berjalan untuk mendekati meja yang di tempati oleh kelompok Ma Guang.
Setelah sampai, pemuda tersebut langsung mendekati Xia Jiao.
" Hai nona! Apakah aku boleh kenalan dengan Mu?."
Xia Jiao yang mendengar suara dari pemuda tersebut langsung menatap kearahnya.
" Maaf tuan! Kami saat ini tidak ingin di ganggu." Ucap Ma Guang.
" Aku tidak berbicara denganMu, jadi jangan ikut campur dengan urusanKu."
" Disaat tuan mengganggu salah satu dari kami yang ada disini, itu berarti sudah menjadi urusanKu."
" Sepertinya diriMu orang baru di kota ini, sehingga kamu tidak mengenali siapa diriKu."
" Tuan! Aku tidak ingin mengenali diriMu, karena aku tidak punya urusan denganMu."
Melihat tuan muda mereka sedang beradu mulut dengan pemuda yang lain, akhirnya mereka berempat langsung mendekati tuan muda mereka.
" Ada apa tuan muda! Apakah pemuda ini telah menyinggung tuan muda?." Tanya salah satu pengawalnya.
" Lebih baik kalian bawa saja tuan muda ini ketempat kalian semula, karena kami saat ini tidak ingin di ganggu." Ucap Ma Guang.
" Tutup mulutMu itu! Kamu tidak berhak untuk bersuara jika sedang berhadapan dengan tuan muda Sun Xiu."
" Oh, jadi kamu tuan muda dari keluarga Sun?." Tanya tetua Sim Lan kearah pemuda tersebut.
" Iya! Aku adalah tuan muda dari salah satu bangsawan di kota ini." Ucap pemuda itu dengan nada suara yang sombong.
__ADS_1
~Bersambung~