Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 190. Bertarung Dengan Pendekar Langit


__ADS_3

Saat ancaman kembali datang menyerang kearah kedua pria itu, pria tua yang mendampingi tuan mudanya langsung mengeluarkan juga tombak besar yang terbuat dari energi Qi miliknya untuk menyambut serangan pedang milik Ma Guang yang kini telah di selimuti api yang berwarna hitam serta petir yang berwarna putih.


Duuuaaarrr


Bunyi ledakan yang tidak kalah kuat dari sebelumnya akibat benturan pedang milik Ma Guang dan juga tombak energi Qi milik pria tua tersebut.


Karena kekuatan energi Qi milik dari pria tua itu hanya sekitar 50 persen saja, sehingga tidak membuat pedang milik Ma Guang tidak dapat di halaunya dengan sempurna.


Pedang tersebut tetap masih melesat ke arah keduanya.


Melihat hal tersebut, pria tua itu dengan sangat cepat kembali membuat perisai pelindung bagi tubuhnya.


Duuuaaarrr


Hal yang sama juga terjadi, kekuatan pedang milik Ma Guang masih terlalu kokoh untuk di bendungnya.


Perisai pelindung yang hanya terbuat dari 20 persen energi Qi milik pria itu langsung hancur juga.


Debu kembali bertebaran dengan tebal memenuhi udara di tempat itu sehingga membuat pandangan orang - orang yang melihat pertarungan itu pun menjadi terhalang.


Pikiran semua orang bertanya - tanya tentang apa yang terjadi dengan dua orang pria tersebut.


Kecepatan serangan Ma Guang tidak bisa di lihat juga oleh tiga orang wanita yang bersamanya.


Hal itu di sebabkan karena kekuatan mereka yang masih berbeda jauh dengan tingkatan ketiga orang yang sedang bertarung tersebut.


Pertarungan mereka juga langsung menjadi pusat perhatian bagi orang - orang yang datang untuk menonton.


Kehancuran serta ledakan yang di akibatkan karena pertarungan tersebut membuat tempat yang awalnya sepi, kini sudah di penuhi oleh sekitar ribuan pasang mata yang sudah berada di sekeliling tempat mereka bertarung.


Beberapa di antara ribuan orang tersebut, ada belasan orang pendekar langit juga yang sedang menyaksikan pertarungan itu.


"Dari mana asal pemuda itu sehingga bisa menggunakan formasi pelindung tingkat tinggi tersebut?". Gumam seorang pendekar langit tingkat puncak yang sedang berdiri di antara ribuan orang yang berada di tempat itu.


"Sangat kuat! Di usianya yang masih terlihat sangat muda tetapi sudah bisa menghempaskan seorang pendekar langit tingkat menengah awal". Gumam seorang pendekar langit lagi.


Hal yang sama juga yang di pikirkan oleh para pendekar langit yang lain.


Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, tingkat kultivasi pemuda itu tidak bisa di ketahui oleh mereka.


Sedangkan Duan Meng, Yuan Jiali dan juga Zhou Lu Yun serta ribuan orang lainnya hanya bisa melihat seberkas cahaya yang bergerak dengan cepat yang membentur sesuatu sehingga terjadi ledakan secara beruntun.

__ADS_1


"Jadi seperti inikah kemampuan seorang pendekar langit!? Sangat menakutkan. Jika kita tidak di lindungi oleh kekuatan Guang gege, sudah pasti tubuh kita ikut terluka juga hanya dengan terkena imbas dari energi yang meledak tersebut". Gumam Yuan Jiali yang memiliki tingkat yang lebih kuat dari dua orang wanita muda lainnya.


Duan Meng dan juga Zhou Lu Yun langsung menganggukkan kepala mereka menanggapi perkataan Yuan Jiali.


Setelah debu yang beterbangan itu hilang, semua pasang mata yang melihat pertarungan tersebut bisa melihat lagi keadaan kedua orang yang menyerang Ma Guang.


Kini tubuh pria tua itu sudah terluka karena pedang milik Ma Guang yang sedang tertancap di tubuhnya.


Pria tua itu langsung berteriak kepada tuan mudanya.


"Tuan muda! Cepat selamatkan diriMu! Pergilah dan carilah bantuan agar bisa membantuMu untuk bisa lepas dari pemuda ini". Ujar pria tua itu seakan keduanya adalah korban.


"Kenapa mencari bantuan!? Apakah kalian berdua tidak malu dengan apa yang kalian berdua katakan tadi sebelum menyerang diriKu!?".


"Bagaimana bisa dua orang pendekar langit bisa di kalahkan oleh seorang pendekar raja sepertiKu ini!?".


"Itu tidak akan mungkin bisa terjadi, sebab tingkatan diantara kita sangat jauh berbeda".


Ma Guang mengejek kedua orang tersebut.


"Cepatlah tuan muda pergi, aku akan menangani pemuda ini". Perintah pria tua itu kepada pria yang bersama dengannya.


"Jika kamu membunuhnya di tempat ini, kamu akan berurusan langsung dengan patriak sekte Beruang Putih kami yang berada di wilayah kekaisaran Qiang". Ujar pria tua itu mengancam Ma Guang.


"Jangan pernah menggunakan identitas sekte kalian untuk menakut - nakuti diriKu! Karena aku sama sekali tidak pernah gentar terhadap siapa pun ". Ujar Ma Guang yang tidak terpengaruh oleh perkataan pria tua itu.


"Baiklah, karena kalian berdua yang terlebih dahulu mengusik kami, aku juga sudah siap untuk menghadapi patriak dan juga para anggota dari sekte kalian itu". Ujar Ma Guang yang tidak gentar dengan ancaman sang tetua.


Ternyata pria tua itu adalah salah seorang tetua tingkat tinggi di sekte Beruang Putih dan pria yang satunya lagi adalah putra bungsu sang patriak yang sangat manja dan memiliki kebiasaan untuk mencicipi setiap wanita - wanita cantik yang dia temui.


Setelah belasan pendekar langit yang sedang melihat pertarungan, mendengar apa yang di sampaikan oleh pria tua itu langsung menggelengkan kepala terhadap Ma Guang karena telah menyinggung salah satu sekte besar di wilayah kekaisaran Qiang.


Pria tua itu kemudian mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menyerang Ma Guang.


Energi Qi yang berbentuk seperti seekor Beruang besar menyelimuti tubuh pria tersebut langsung menyerang Ma Guang dengan kecepatan penuh.


Kuku - kuku tajam siap untuk mencabik - cabik tubuh pemuda itu.


Namun Ma Guang dengan gesit mulai menghindari serangan tersebut.


Sedangkan pedang yang menancap di perut pria tua itu sudah tertarik keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


Ma Guang yang kini di sibukkan dengan serangan sang beruang belum bisa kembali mengendalikan pedang tersebut dengan kekuatan jiwa pedang miliknya.


Kehancuran serta lubang - lubang besar mulai tercipta di area pertarungan tersebut karena terjangan beruang yang terbentuk dari energi Qi pria tua itu.


Pria tua itu ingin mengendalikan pedang pusaka langit tersebut agar bisa di gunakannya untuk menyerang Ma Guang.


Namun hal itu tidak bisa di lakukan olehnya.


"Sial! Bagaimana mungkin pusaka langit ini tidak bisa aku jinakkan!?". Gumam pria tua itu.


Karena dirinya tidak bisa menjinakkan pedang pusaka tersebut, akhirnya pria tua itu mulai berfokus menggunakan kekuatan jiwanya untuk mengendalikan energi Qi miliknya yang berwujud beruang tersebut.


Kini energi Qi yang berwujud seekor beruang itu mulai berubah warna yang awalnya berwarna putih kini sudah berubah menjadi berwarna merah darah.


"Amukan Beruang Darah Iblis!". Teriak pria tua itu.


Ma Guang langsung memusatkan energi Qi ke dalam perutnya dan langsung menggunakan teknik yang di ciptakan sendiri olehnya.


"Semburan Api Naga!". Teriak Ma Guang dan langsung mengeluarkan energi api yang berwarna hitam dari mulutnya.


Energi Qi yang berwujud seekor beruang langsung berbenturan dengan energi api hitam milik Ma Guang.


Booommmm


Ledakan besar kembali terjadi saat kedua serangan tersebut saling bertabrakan.


Energi Qi milik pria tua yang berwujud seekor beruang kini sudah tidak ada lagi.


Tubuh Ma Guang masih dalam keadaan seperti posisinya semula, tidak ada sesuatu yang berarti dari serangan tersebut.


Sedangkan dari mulut pria tua itu, kini kembali mengeluarkan darah yang berwarna hitam.


Hal itu di akibatkan karena dirinya menggunakan kekuatan jiwa untuk menyerang Ma Guang.


Sehingga di saat energi Qi yang berwujud seekor beruang miliknya itu hancur, secara otomatis dirinya juga mengalami luka dalam yang cukup parah.


Sedangkan keadaan lawannya masih terlihat tidak berpengaruh sama sekali dengan serangannya tersebut.


"Apakah masih ada kata - kata atau permintaan terakhir dari diriMu!?". Tanya Ma Guang.


"Tidak lama lagi kamu pasti juga akan menyusulKu ke alam baka!". Ujar pria tua itu sambil tertawa.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2