Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 189. Di Hadang Dua Pendekar Langit


__ADS_3

Saat terik mata hari sudah menyinari kota Louyang, kedua pasangan muda mudi itu belum juga terbangun dari tidur mereka.


Hal itu di sebabkan karena keduanya merasa sangat kelelahan saat melakukan pertempuran di sepanjang malam.


Keduanya kini masih dalam keadaan tidur dan saling berpelukan.


Yuan Jiali dan juga Zhou Lu Yun kini sedang menunggu keduanya untuk keluar dari dalam kamar.


Yuan Jiali sendiri sudah mengetahui apa yang telah di lakukan oleh kedua insan yang berlainan jenis kelamin tersebut.


Kini di dalam pikirannya sedang terjadi gejolak yang kuat saat memikirkan apa yang di lakukan oleh Ma Guang terhadap Duan Meng.


Di dalam benaknya, gadis itu ingin secepatnya untuk melakukan juga hal tersebut.


Sebab usianya saat ini sudah siap untuk menjalani kehidupan berumah tangga dengan seseorang yang di cintainya.


Duan Meng sudah bangun dari tidurnya, tetapi gadis itu tetap ingin terus berada di dalam pelukan kekasihnya untuk merasakan kehangatan dan kenyamanan hati serta pikirannya.


Namun beberapa saat kemudian, Ma Guang pun terbangun dari tidurnya.


Pemuda itu langsung menatap dengan penuh cinta wajah gadis yang berada di dalam pelukannya itu.


Ma Guang pun langsung mengecup kening, pipi serta bibir gadis itu dengan penuh kasih sayang.


Akhirnya keduanya bangkit dari ranjang dan langsung pergi untuk membersihkan tubuh mereka serta mengganti pakaian.


Setelah itu keduanya langsung keluar dari kamar tersebut dan berjalan menuju ke kamar yang di tempati oleh dua orang wanita lainnya.


Ma Guang langsung mengetuk pintu kamar yang di tempati oleh Yuan Jiali dan juga Zhou Lu Yun.


Yuan Jiali langsung membukakan pintu untuk kedua muda mudi tersebut.


Ma Guang langsung mengajak kedua wanita cantik itu untuk turun ke lantai dasar penginapan agar bisa mengisi perut mereka berempat.


Saat mereka berjalan untuk turun ke lantai dasar, kedua gadis itu langsung mendekati Duan Meng dan mulai mengintrogasinya.


Kedua wanita itu mulai menggoda Duan Meng dan terus menanyakan tentang apa yang di rasakan oleh gadis itu.


Duan Meng dengan malu - malu mulai memberitahukan apa yang dia rasakan saat melakukan pertempuran hasrat bersama Ma Guang semalam.


Kedua wanita yang mendengar apa yang disampaikan oleh gadis itu langsung tersenyum dan mulai memikirkan hal tersebut.


Akhirnya mereka tiba di lantai dasar penginapan itu dan langsung memilih tempat untuk mereka tempati saat menikmati makanan yang akan di pesan nanti.

__ADS_1


Tidak banyak hal yang di bicarakan mereka berempat saat sedang menikmati makanan yang sudah berada di depan mata mereka.


Setelah selesai menikmati makanan yang mereka pesan, Ma Guang langsung mengajak ketiganya untuk menikmati pemandangan kota Louyang.


Saat mereka berjalan berkeliling kota Louyang, Ma Guang merasa mereka terus di ikuti serta di awasi oleh seseorang.


Karena dirinya merasa penasaran dengan orang yang terus mengikuti serta mengawasi mereka, Ma Guang pun langsung mengajak ketiga gadis itu untuk berjalan menuju ke lorong yang sepi.


Saat mereka berempat sedang berjalan, tiba - tiba muncul dua sosok yang berdiri di depan menghadang jalan mereka.


Wajah seorang di antara keduanya sudah di kenal oleh mereka berempat.


Dan orang itu adalah pria yang awalnya mendekati ketiga wanita itu saat baru tiba di penginapan yang mereka sewa.


"Mengapa kalian terus mengikuti kami? Apa sebenarnya tujuan kalian?". Tanya Ma Guang.


Salah satu pria langsung tertawa sebelum menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Ma Guang.


"He...he...he...he...he...kamu pasti sudah tahu apa yang aku inginkan saat ini...aku menginginkan ketiga gadis itu untuk pulang bersama diriku kewilayah kekaisaran Qiang untuk ku jadikan istriKu".


"Baiklah! Jika itu yang kamu inginkan, coba saja jika kalian bisa". Tantang Ma Guang kepada kedua pria itu.


Yang terlihat muda adalah pendekar langit awal dan yang terlihat lebih tua dari yang satunya adalah seorang pendekar Langit menengah tingkat awal, tingkat yang sama dengan tingkatan yang Ma Guang miliki.


"Memangnya kemampuan dua orang pendekar langit awal dan pendekar langit menengah tingkat awal bisa melakukan segala sesuatu kepada seorang pendekar yang lemah seperti diriKu ini!?". Ujar Ma Guang yang mulai memprovokasi pendekar langit itu.


"Sial! Sebenarnya kultivasi pemuda ini sudah di tingkat apa!? Mengapa dirinya bisa mengetahui tingkat kultivasiKu!?". Gumam pendekar langit yang usianya terlihat lebih tua dari yang satunya lagi.


"Tetua! Jangan meladeni omongan pemuda itu. Tidak perlu kita menunda terlalu lama lagi untuk melumpuhkan mereka berempat agar apa yang akan kita lakukan tidak mengundang perhatian orang banyak". Ujar Ard Bardiya.


"Tuan muda! Kita jangan sampai bertindak terlalu gegabah, jika pemuda ini bisa mengetahui tingkat kultivasi kita, itu tandanya kemampuan pemuda ini yang sebenarnya bukanlah seorang pendekar raja". Ujar yang lebih tua.


"Lebih baik kita menyerang mereka terlebih dahulu agar bisa mengetahui tingkatan kultivasi dari pemuda itu". Ujar Ard Bardiya.


Pria yang terlihat lebih tua itu tidak bisa mengatakan apa - apa lagi saat Ard Bardiya bergerak secepat kilat menyerang Ma Guang dengan tinjunya.


"Tinju Penghancur Bumi". Teriak Ard Bardiya yang langsung di sertai juga dengan aura energi pendekar langit yang sangat kuat meledak keluar dari dalam tubuhnya.


Hal itu langsung membuat ketiga wanita yang bersama - sama dengan Ma Guang langsung tertekan karena aura pendekar langit tersebut telah mengintimidasi mereka.


Ma Guang langsung membuat formasi pelindung untuk melindungi mereka berempat dari serangan lawan mereka itu.


Booommmm

__ADS_1


Bunyi ledakan yang sangat kuat terdengar, hal itu karena serangan dari Ard Bardiya yang membentur formasi pelindung milik Ma Guang.


Bangunan di sekitar tempat mereka berada langsung menjadi rata dengan tanah akibat dampak dari serangan tersebut.


Udara di tempat itu langsung di penuhi oleh debu yang bertebaran.


Tubuh Ard Bardiya langsung terlempar kembali ke belakang sejauh 30 meter karena di pantulkan kembali oleh formasi pelindung milik Ma Guang.


Sedangkan formasi pelindung tersebut masih tetap kokoh melindungi keempatnya.


Pria tua yang bersama dengan Ard Bardiya langsung tercengang dengan apa yang di lihatnya itu.


"Apakah dia adalah seorang ahli formasi!? Bagaimana mungkin seorang pendekar raja bisa membuat formasi pelindung seperti itu!?". Gumam pria tua itu yang tidak menyembunyikan rasa keterkejutannya itu.


Saat tubuh Ard Bardiya terhempas kebelakang, Ma Guang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang pria itu dengan kekuatan jiwa pedang miliknya.


Puluhan bilah pedang yang terbentuk dari energi Qi miliknya meluncur dengan cepat dan ingin menusuk leher dari pria tersebut.


Sedangkan menyusul di belakangnya adalah sebilah pedang pusaka langit tingkat tinggi yang di kendalikan juga oleh kekuatan jiwa pedang milik Ma Guang.


Melihat serangan puluhan bilah pedang yang terbentuk dari energi Qi tersebut, Ard Bardiya langsung membuat perisai pelindung untuk membendungnya.


Booommm...booommm...booommm


Blaaarrr


Bunyi ledakan serta bunyi hancurnya perisai pelindung milik Ard Bardiya.


Pria tua yang bersama dengannya langsung membuatkan juga perisai pelindung untuk menghalau serangan yang masih tersisa yang sedang mengancam keselamatan tuan mudanya.


Booommm...booommm...booommm


Blaaaarrrr


Setelah beberapa benturan energi Qi milik Ma Guang yang berbentuk pedang yang dihalau oleh perisai pelindung milik seorang pria tua yang bersama dengan Ard Bardiya, perisai pria tua itu juga langsung hancur sama seperti yang di miliki oleh tuan mudanya.


Pria tua itu langsung terhempas ke belakang juga dan menyusul tuan mudanya.


Darah segar keluar dari mulut kedua pria itu.


Namun belum juga selesai dengan keterkejutannya karena di hempaskan oleh kekuatan formasi pelindung milik seorang pemuda yang telah mereka serang, kini sebilah pedang pusaka langit tingkat puncak juga sedang melesat menuju kearah keduanya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2