Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 478. Kehilangan Besar


__ADS_3

Tubuh Da Wangzi terhempas sejauh ratusan meter setelah terkena serangan Long Wang.


Diyi Long tidak memberikan kesempatan bagi Da Wangzi, jenderal naga itu juga langsung menyerang tubuh Da Wangzi yang terhempas karena serangan Long Wang.


Sedangkan kini empat sosok Se Tianlan pun secara bersama - sama muncul diantara pasukan Ma Guang dan langsung melepaskan serangan.


Pukulan seribu tinju pun segera mengarah ke tubuh pasukan Ma Guang dan membuat ratusan pasukan ras makhluk surgawi tumbang tak bernyawa lagi.


Para pemimpin pasukan Ma Guang yang telah mengalahkan lawan - lawan mereka segera menyerang ke arah Se Tianlan.


Ma Guang sendiri kini menghadapi salah satu tubuh Se Tianlan.


Sedangkan Long Wang dan Diyi Long setelah melihat tubuh Da Wangzi yang kini sudah tidak bernyawa lagi segera menghadapi salah satu tubuh Se Tianlan.


Begitu juga dengan Long Tiao dan juga Shen Tianmo, keduanya segera melesat menyerang salah satu tubuh Se Tianlan juga.


Sedangkan satu tubuh Se Tianlan lagi kini sedang membunuh pasukan Ma Guang yang lain.


Melihat hal tersebut, para pemimpin ras Serigala, ras Rubah dan juga jenderal Shi Lauw kini beralih sasaran untuk menyerang salah satu tubuh Se Tianlan yang sedang membantai pasukan mereka.


Kini pertarungan itu terlihat semakin berat sebelah, sebab kekuatan Se Tianlan lebih tinggi dari dua tim yang sedang mengeroyoknya.


"Aku harus menyerang Se Tianlan dengan teknik cahaya milik guru Su Tian".


"Dengan begitu tubuhnya akan terluka, akan tetapi tidak akan mengeluarkan darah sedikit pun".


Teknik tersebut diingatnya saat Su bersaudara telah membantunya untuk membunuh seorang pendekar yang berasal dari Shi Po yang bila tubuhnya yang terpotong menyentuh tanah, anggota tubuhnya akan menyatu kembali.


Tetapi Se Tianlan berbeda, sebab dia akan melahirkan tubuh yang baru jika darahnya menyentuh tanah.


Namun karena kasus keduanya hampir mirip, sehingga Ma Guang ingin mencoba untuk menggunakan teknik tersebut.


Ma Guang pun mencoba teknik Pedang Cahaya miliknya untuk menebas ke arah tubuh Se Tianlan.


Se Tianlan yang sengaja untuk menerima serangan tersebut kini tidak lagi mau untuk menangkis serangan tersebut.


Hal itu agar tubuhnya akan bertambah lagi.


Namun pemimpin pasukan bangsa Azura itu saat ini keliru dengan perhitungannya itu.


Tebasan pedang milik Ma Guang kini hanya mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.


Cahaya itu pun segera mengenai tubuh Se Tianlan dan menebas beberapa lengan milik Se Tianlan.

__ADS_1


Se Tianlan berpikir lengannya yang terpisah dari tubuhnya akan menghidupkan tubuhnya yang baru saat menyentuh tanah.


Namun setelah beberapa saat kemudian hal yang di harapkannya itu tidak terjadi.


Se Tianlan pun menatap kearah pangkal lengannya yang terluka.


Setelah diperhatikan dengan seksama, Se Tianlan tidak mendapati sedikit pun bercak darah yang menetes.


"Mengapa bisa seperti ini?".


"Kenapa tidak ada darah sedikit pun yang merembes keluar dari bekas lukaKu ini?".


"Teknik apa yang dia gunakan untuk menyerangKu?".


Se Tianlan merasa sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Ditengah ke terkejutan Se Tianlan, Ma Guang pun segera melancarkan serangan lagi ke arah tubuh lawannya itu.


Kini serangan Ma Guang kembali melukai tubuh Se Tianlan.


Namun hal yang sama juga yang dia dapati saat tubuhnya terluka, yaitu tidak ada darah sedikit pun yang keluar dari luka sabetan pedang milik Ma Guang.


Merasakan ada hal yang aneh saat melawan Ma Guang, tubuh Se Tianlan yang lain pun secara sengaja menerima serangan dari Long Wang, Jiangjun, serta yang lainnya.


Dan benar saja, beberapa saat kemudian kini enam tubuh Se Tianlan kembali muncul di antara para pemimpin pasukan dari ras makhluk surgawi.


Semuanya langsung merasa tak berdaya karena mendapatkan lawan enam sosok yang memiliki kekuatan yang setara dengan Raja Dewa Puncak.


Dan kekuatan yang seperti itu dipihak mereka hanyalah Ma Guang seorang.


Sedangkan selain Long Wang yang memiliki kekuatan sebagai Raja Dewa tingkat menengah, yang lainnya hanyalah memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan Dewa Surgawi.


Meskipun ada sekitar dua puluh lebih bawahan Ma Guang yang memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan Dewa Surgawi, tetapi itu tidak akan ada artinya sama sekali jika tubuh Se Tianlan akan bertambah menjadi banyak, itu akan sangat merugikan bagi pasukan Ma Guang.


Sebab hal itu juga akan mendatangkan kekuatan raja dewa yang lainnya juga.


Kini pasukan yang dipimpin oleh Se Tianlan sudah semakin berkurang dan jumlahnya hanya tinggal 1500 orang saja.


Itu sudah termasuk pasukan siluman dan juga ke 98 leluhur sekte Teratai Hitam yang tidak bertarung secara langsung dengan pasukan Ma Guang.


Mereka hanya memanfaatkan peluang untuk menyerang dengan formasi teratai surgawi saja.


Sebab mereka sangat diuntungkan karena tidak terpengaruh dengan formasi pertempuran yang dimiliki oleh pasukan Ma Guang.

__ADS_1


Sehingga adakalanya pasukan siluman pun sering berlindung dibelakang para leluhur dan sekalian melepaskan serangan ke arah lawan mereka.


Dan strategi itu sangat efektif untuk mereka gunakan.


Ma Guang pun segera menyerang tubuh Se Tianlan yang dia hadapi.


Setelah terpisah, tubuh Se Tianlan tidak bisa menyatu kembali, namun masih tetap hidup dan masih bisa menyerang Ma Guang.


"Dasar makhluk iblis! Sudah terpisah - pisa dari tubuhnya saja, tetapi anggota tubuhnya ini masih bisa melakukan serangan juga".


"Apakah dia benar - benar tidak bisa mati?". Gerutu Ma Guang yang merasa kewalahan karena merasa kehabisan cara untuk menghadapi salah satu Se Tianlan itu.


"Apakah keistimewaan tubuhnya seperti yang dimiliki oleh pendekar yang dahulunya pernah melukaiKu?". Pikir Ma Guang mengingat saat dirinya menghadapi Ki Kebo Pengging yang berasal dari wilayah Shi Po.


Ma Guang pun langsung menciptakan tiga lapisan formasi pelindung dan formasi pengabur untuk mengurung salah satu tubuh Se Tianlan yang sudah terpotong menjadi beberapa bagian itu.


Setelah melakukan hal tersebut, Ma Guang pun merasa tersentak karena tubuh Se Tianlan kini sudah berjumlah sepuluh orang.


Sedangkan jumlah pasukannya kini hanya tersisa lima ratus saja.


Suatu kehilangan yang sangat besar bagi ke lima pasukan ras makhluk surgawi, pasukan langit dan juga pasukan Kilin Api.


Dan itu pun tidak bisa di hindari lagi karena serangan yang di lancarkan oleh Se Tianlan.


Sang penguasa bangsa Azura itu kini mulai menyerang dengan membabi buta sehingga korban yang berjatuhan dipihak Ma Guang semakin banyak.


Hal itu agar dirinya hanya akan memfokuskan pertarungan dengan Ma Guang saja, dengan maksud supaya dirinya bisa dengan cepat mendapatkan tubuh Dewa Naga Surgawi.


Ma Guang pun segera melesat dan mulai melancarkan serangan jurus Pedang Cahaya miliknya yang di padukan dengan jurus Pedang Hampa yang diajarkan oleh Tetua Agung Xiang Zhang dan juga Leluhur Guang Zhi.


Kedua perpaduan jurus itu pun mulai memberikan hasil yang memadai, terlihat ribuan bayangan pedang yang di hasilkan oleh energi Qi milik Ma Guang yang hanya bisa di terlihat oleh seseorang yang memiliki kekuatan yang setara dengan Raja Dewa mulai memberikan hasil yang sangat memuaskan.


Apa lagi pedang yang digunakan oleh Ma Guang adalah senjata pusaka milik jenderal Shen Tian.


Sehingga dengan sekali tebasan saja, para pasukan Azura yang memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan di tingkat Dewa Biasa sampai Dewa Langit langsung meregang nyawa.


Ma Guang juga mengingatkan kepada pasukannya agar menciptakan formasi pelindung bagi mereka dan juga tetap menyerang dengan formasi pertempuran.


Dan serangan tersebut di fokuskan kearah Se Tianlan sehingga membuat pemimpin bangsa Azura itu tidak leluasa untuk menyerang pasukan mereka yang lain.


Dan benar saja, serangan itu mampu mencegah tindakan salah satu tubuh Se Tianlan untuk menyerang pasukan Ma Guang lainnya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2