Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 96. Pria Bodoh


__ADS_3

"Strategi! Formasi! Kekuatan! Ketahanan! Hanya itu yang membuat dirinya merasa tertarik untuk mencari tahu dari kelima orang itu. Kenapa dia tidak bertanya tentang hatiKu padanya? Bikin jengkel saja!." Gumam Xia Jiao dengan wajah yang berubah menjadi cemberut.


"Aku harus melakukan sesuatu! Jika diriKu ini memiliki tempat di hatinya, pasti dia akan merasa cemburu." Gumam Xia Jiao sambil tersenyum sinis.


"Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan perhatian dari pendekar Ma? Apakah aku harus selalu berada disisinya? Tetapi selama ini aku merasa selalu ada di sisinya, tetapi sikapnya biasa - biasa saja. Dan hal itu juga yang dia tunjukkan kepada nona Xia! Bagaimana jika aku yang lebih dulu menyatakan isi hatiKu kepadanya!? Tetapi, jika aku melakukan hal itu dan dia marah kepadaKu, bisa - bisa nantinya dia akan menjauhi diriKu!." Gumam Yuan Jiali dengan perasaan yang bingung.


Kedua gadis cantik tersebut, terus memikirkan sikap Ma Guang terhadap mereka, serta memikirkan cara mereka masing - masing untuk menarik perhatian dari pemuda tersebut.


Sedangkan Ma Guang sendiri, masih tenggelam dalam pikirannya tentang strategi dan formasi yang akan di gunakan saat berperang nanti.


Hingga akhirnya mereka masing - masing tertidur dalam keadaan sedang memikirkan apa yang membebani setiap hati serta perasaan mereka.


Keesokan harinya, Ma Guang sudah terbangun dan telah bersiap untuk menuju ke tanah lapang tempat biasa semua prajurit berkumpul.


Sebelum dirinya berangkat, Ma Guang melihat sudah ada sarapan yang tersedia di meja pribadi miliknya.


"Siapa yang menyiapkan makanan ini?." Gumam Ma Guang dalam hatinya.


Sebenarnya seperti biasa, tidak ada sarapan yang di sediakan secara pribadi untuk dirinya, karena Ma Guang selalu melakukan sarapan bersama dengan seluruh prajuritnya. Karena dirinya ingin menguatkan hubungan emosional antara seluruh prajurit dengan dirinya.


Saat Ma Guang masih bertanya - tanya tentang siapa yang sudah menyiapkan sarapan tersebut. Yuan Jiali langsung memasuki ruangan tersebut sambil membawa makanan yang lain.


"Kenapa masih se pagi ini, nona Yuan sudah menyiapkan sarapan untukKu?." Tanya Ma Guang.


"Huuu! Bukannya berterima kasih, malah mempertanyakan apa yang telah aku lakukan!." Gumam Yuan Jiali yang merasa risih dengan pertanyaan yang Ma Guang lontarkan.


"Apakah ini waktunya untuk memberitahukan kepadanya tentang isi hatiKu?." Gumam Yuan Jiali lagi.


"Nona Yuan! Nona Yuan!." Panggil Ma Guang.


"Eehhh...!!! I...i...iya! A...a...ada apa?." Ucap Yuan Jiali dengan tergagap.


"Mengapa wajah nona Yuan sudah mulai memerah seperti itu? Apakah nona Yuan sedang merasa tidak enak badan?." Ucap Ma Guang sambil menempelkan telapak tangannya ke dahi Yuan Jiali.


Pemuda itu langsung tersentak saat tangannya menyentuh dahi gadis tersebut.


"Nona Yuan! Mengapa kamu memaksakan diri jika diriMu sedang dalam keadaan sakit!." Ucap Ma Guang sambil memegang pangkal tangan gadis itu untuk memapahnya dan mendudukan gadis tersebut.


Pemuda itu sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan Yuan Jiali.

__ADS_1


Sedangkan jantung gadis itu semakin berdetak kencang saat melihat pemuda idaman hatinya begitu khawatir terhadap dirinya.


Ma Guang semakin khawatir saat memeriksa denyut nadi Yuan Jiali.


"Nona Yuan! Apa yang sedang kamu rasakan? Mengapa denyut nadiMu seperti ini? Apa yang harus aku lakukan?." Tanya Ma Guang dengan wajah yang sangat Khawatir.


Yuan Jiali akhirnya sudah bisa mengendalikan perasaannya, sehingga detak jantungnya perlahan mulai normal kembali.


Akhirnya Ma Guang juga mulai menjadi tenang dan terus menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada diri gadis di depannya itu.


Karena desakan dari Ma Guang, akhirnya Yuan Jiali mulai memberanikan dirinya untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi. Saat Yuan Jiali baru mau menyampaikannya.


Suara seorang gadis sudah terdengar menyebut nama mereka berdua.


"Ma Guang! Nona Yuan! Apa yang sedang terjadi?." Tanya Xia Jiao.


Ma Guang langsung menjelaskan apa yang baru saja terjadi dengan Yuan Jiali.


Mendengar apa yang Ma Guang jelaskan, Xia Jiao langsung menggelengkan kepalanya menanggapi sikap dan cara berpikir dari pemuda di depannya.


Sedangkan Yuan Jiali merasa malu melihat tingkah Xia Jiao.


"Dasar pria bodoh!." Ucap Xia Jiao sambil membalikkan tubuhnya dan langsung berjalan meninggalkan tempat itu.


Pemuda itu seakan tidak percaya jika kata - kata itu akan keluar dari gadis yang dianggapnya paling berarti di dalam hidupnya.


"Siapa yang nona Xia maksudkan sebagai pria bodoh? Apakah kata - kata itu di tujukan kepadaKu?." Gumam Ma Guang di dalam hatinya sambil menatap ke seluruh ruangan untuk melihat jika ada pemuda lain yang berada di dekat mereka.


"Tidak ada sosok pemuda lain di dekat tempat ini selain diriKu! Jadi kata - kata itu memang nona Xia tujukan kepadaKu? Sebenarnya apa salahKu kepadanya sehingga aku di sebut sebagai pria yang bodoh?." Gumamnya lagi.


Setelah beberapa saat Ma Guang terdiam. Pemuda itu kembali menatap ke arah Yuan Jiali dan mulai berbicara untuk memecahkan keterdiaman setelah kata - kata yang keluar dari mulut Xia Jiao.


"Nona Yuan! Apakah anda sudah merasa lebih baik saat ini?." Tanya Ma Guang.


"Iya! Aku sudah merasa lebih baik sekarang. Kemungkinan nona Xia yang saat ini sedang merasakan tidak enak badan." Ucap Yuan Jiali sambil tersenyum.


"Apa!? Jadi ternyata nona Xia yang sedang sakit saat ini? Mengapa nona Yuan tidak memberitahukan kepada diriKu sejak kita bertemu!? Kalau begitu aku akan pergi menemuinya." Ucap Ma Guang sambil melangkahkan kakinya untuk beranjak dari tempat itu.


Mendengar apa yang Ma Guang ucapkan, Yuan Jiali langsung merih tangan pemuda itu dan menariknya.

__ADS_1


Akhirnya Ma Guang menghentikan gerakannya.


"Ada apa nona Yuan?." Tanya Ma Guang.


"Jangan menemui dirinya saat ini, nanti rasa sakitnya akan bertambah parah." Ucap Yuan Jiali.


"Mengapa bisa seperti itu? Terus, apa yang harus aku lakukan?." Tanya Ma Guang dengan wajah yang khawatir.


"Mengapa kalian berdua sama - sama merasa sakit pagi ini? Apakah kalian berdua telah memakan sesuatu semalam yang menyebabkan kalian berdua sakit?." Tanya Ma Guang.


Yuan Jiali hanya menggelengkan kepalanya menanggapi perkataan Ma Guang.


"Baiklah! Aku akan mengikuti saranMu." Ucap Ma Guang sambil menuju kearah meja dan langsung menyantap hidangan yang telah Yuan Jiali siapkan.


"Nona Yuan! MasakanMu terasa semakin hari semakin enak." Ucap Ma Guang sambil menikmati hidangan di depannya.


Setelah selesai sarapan, Ma Guang langsung bergegas menuju ke tempat latihan pasukannya.


Sesampainya di tempat latihan, seluruh prajurit memberi hormat kepadanya.


Ma Guang langsung mengedarkan pandangannya dan memperhatikan setiap sikap prajurit yang berada di depannya.


Ma Guang lalu menyampaikan aturan yang akan di berlakukan mulai dari saat itu.


Prajurit berteriak dengan penuh semangat menanggapi apa yang di sampaikan oleh pemuda yang berada di depan mereka.


Akhirnya dirinya menyelesaikan penyampaiannya dan mulai melakukan pelatihan untuk seluruh prajuritnya.


Para prajurit di berikan sebuah kayu yang di buat pegangan untuk ukuran satu tangan dengan beban yang 5 kali lebih berat dari pedang yang biasa mereka gunakan.


Gerakan memotong yang di lakukan oleh setiap prajurit adalah gerakan memotong secara vertikal dan juga horisontal.


Gerakan menebas secara horisontal, tangan dan kayu harus tetap berada sejajar di depan dada dan posisi tubuh harus tetap berdiri tegak menghadap terus kedepan dan gerakan itu di lakukan sepanjang hari.


Demikian juga gerakan memotong secara vertikal, hal itu di lakukan pada hari berikutnya. Namun kayu yang di pegangnya harus tidak sampai menyentuh tanah. Dan gerakan itu juga di lakukan sepanjang hari.


Gerakan itu untuk memperkuat serangan dalam menggunakan pedang. Dan membentuk kekuatan serta ketahanan fisik saat bertempur nanti.


Demikian juga semua prajurit di latih untuk menggunakan tombak, beban serta kekuatan dalam menghadapi serangan pasukan berkuda terus di kembangkan kemampuannya.

__ADS_1


Kecepatan gerakan untuk maju menyerang, kelincahan/keuletan dalam menghadapi lawan serta situasi, serta mengembangkan kekuatan dari daya tahan tubuh, kekuatan otot, kekuatan mental mau pun kekuatan spiritual semuanya di latih dan di kembangkan oleh Ma Guang.


~Bersambung~


__ADS_2