Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 155. Pria Tua Misterius


__ADS_3

Seluruh wilayah di kekaisaran Zhou telah mendengar tentang penyerangan yang terjadi di sekte Bambu Kuning oleh puluhan ribu pendekar aliran hitam yang di pimpin oleh dua orang ketua sekte besar aliran hitam.


Hal itu membuat seluruh sekte serta kerajaan yang ada, merasa sangat kagum dan juga merasa lebih gentar lagi untuk menyinggung sekte tersebut.


Setelah semua orang mengetahui bahwa sekte itu mampu mengalahkan puluhan ribu pendekar aliran hitam yang menyerang mereka.


Berbeda dengan kaisar Zhou Muwang. Pria itu merasa sangat khawatir dengan keselamatan putrinya.


Tanpa menunggu lama lagi, sang kaisar langsung mengutus orang kepercayaannya untuk menemui patriak Yao Han dan menanyakan keadaan putrinya.


Di kota Yingqiu sendiri, situasinya sangat tegang, sebab sang pangeran seakan sudah menguasai kerajaan Qi saat ayahnya masih di perbatasan antara kerajaan Qi dan kerajaan Lu.


Pangeran kini sudah di dampingi oleh Xue Jian dan juga jenderal Wang.


Untuk bangsawan Tjia sendiri, secara perlahan mulai di kucilkan oleh pangeran Qi Yuan.


Hal itu sudah di ketahui oleh kepala keluarga Tjia yang juga adalah ayah dari nona Tjia Annchi.


Secara perlahan, bangsawan Tjia langsung menyusun strategi untuk keluar dari kota tersebut.


Satu persatu anggota keluarganya meninggalkan kota itu sambil membawa harta kekayaan mereka sedikit demi sedikit.


Akhirnya seluruh keluarga bangsawan Tjia sudah meninggalkan kota tersebut dan semuanya menuju ke kota Laoling agar bisa bertemu dengan putri mereka yang berada di sekte Bambu Kuning.


Sedangkan yang tersisa di kediaman mereka tinggal para pengawal yang mereka sewa untuk menjaga kediaman tersebut.


Di suatu hutan ketua sekte Gagak Hitam dan juga ketua sekte Lembah Tengkorak bertemu dengan seorang pria tua yang memegang sebuah tongkat kayu dengan wajah yang berwarna hitam dan dengan matanya yang berwarna merah seperti darah.


"Ha...ha...ha...ha...ha...sepertinya kalian ini memiliki aura iblis yang sangat menonjol dari setiap orang yang aku temui selama ini, apakah kalian ini adalah para pendekar aliran hitam!?". Tanya pria tua tersebut.


Kedua ketua sekte aliran hitam itu saling memandang satu sama lain saat mendengar apa yang di katakan oleh pria tua di depan mereka itu.


Begitu juga dengan para tetua yang bersama mereka.


Seorang tetua langsung angkat bicara.


"Jika iya, kenapa!? Apa yang anda inginkan dari kami!?". Seru tetua tersebut.


Tanpa di sadari, pria tua itu langsung berubah menjadi asap hitam dan dengan cepat asap hitam itu sudah berada di depan tubuh tetua itu.


Kecepatan asap hitam tersebut tidak bisa di ikuti oleh mata dari kedua ketua sekte besar aliran hitam tersebut.


Kini tangan pria tua itu sudah mencengkeram leher tetua tersebut sambil berkata. "Kamu tidak sopan! Aku tidak bertanya kepadaMu". Ucap pria tua itu dan langsung membuat leher seorang tetua terlepas dari tubuhnya.

__ADS_1


"Saat aku berbicara dengan orang lain, tidak ada yang bisa menjawabnya selain orang yang aku tanya". Ujar pria tua itu.


Melihat apa yang di lakukan oleh pria tua itu kepada salah satu tetua bawahan Xue Lugu, kedua pemimpin sekte itu bisa mengukur kekuatan yang di miliki oleh pria misterius tersebut.


"Mohon maaf atas kelancangan dari bawahanKu, sebab dirinya tidak mengetahui jika saat ini sedang berhadapan dengan siapa". Ujar Xue Lugu.


"Aku biasa di panggil Iblis Hitam dari barat. TujuanKu datang ke wilayah kekaisaran ini untuk mencari keberadaan musuh bebuyutanKu yang kemungkinan sedang berada di wilayah kekaisaran ini".


"Apakah ada hal yang bisa kami bantu!?". Tanya Xue Lugu dengan penuh kehati - hatian agar tidak menyinggung pria tua tersebut.


Mendengar apa yang di katakan oleh Xue Lugu, pria tua itu langsung terdiam sambil menatap kedua ketua sekte aliran hitam itu.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya pria tua itu berkata.


"Apakah kalian dari sekte atau perguruan besar aliran hitam?".


"Iya...!!! Aku adalah ketua sekte Lembah Tengkorak".


"Aku adalah ketua sekte Gagak Hitam".


Mendengar perkataan keduanya, pria tua itu langsung tertawa dan berkata kepada keduanya.


Ha...ha...ha...ha...ha...ha... sangat lemah, ternyata di wilayah ini, ketua sekte besar saja hanya memiliki kemampuan seperti ini".


"Ternyata kalian berdua memiliki permasalahan yang sama, yaitu tidak bisa menguasai kitab pusaka yang sekte kalian miliki".


"Tidak buruk juga, itu adalah ilmu bela diri yang sangat kuat, dan mampu membuat lawan - lawan kalian bertekuk lutut dibawah kaki kalian".


Xue Lugu dan juga Heise Chizi langsung tersentak setelah mendengar apa yang di katakan oleh pria misterius itu.


"Jika kalian mau menjadi bawahanKu untuk mencari keberadaan musuh bebuyutanKu, aku akan memberikan petunjuk kepada kalian berdua agar bisa mempelajari kitab peninggalan leluhur kalian itu. Bukan hanya itu saja, tetapi aku akan memberikan kepada kalian berdua masing - masing suatu kemampuan yang tidak akan tertandingi di wilayah kekaisaran ini".


Mendengar apa yang di janjikan oleh pria misterius itu, Xue Lugu langsung mau untuk menjadi bawahan pria misterius tersebut.


Heise Chizi tidak tinggal diam saja, pria tua itu juga melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh Xue Lugu.


"Baiklah, jika kalian berdua sudah bersedia menjadi bawahanKu, cepat mendekat kesini".


Kedua ketua sekte itu langsung mendekati pria tua misterius tersebut.


Setelah sudah berada di dekat, pria tua itu langsung memegang kepala keduanya.


Asap hitam seakan memasuki kepala kedua pria tua itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, pria misterius itu langsung menghentikan apa yang di lakukannya kepada kedua pria tua di depannya.


Sedangkan Xue Lugu dan juga Heise Chizi langsung tersenyum, karena apa yang selama ini mereka cari, hanya dalam waktu singkat dan mudah bisa mendapatkannya.


"Mohon ampun sebelumnya! Tetapi kami harus memanggil dengan sebutan apa kepada tuan?". Tanya Xue Lugu.


"Panggil saja aku sebagai tuan Iblis Hitam".


"Kembalilah kesekte kalian masing - masing dan cepat kuasai kitab yang kalian miliki itu, aku akan mendatangi kalian berdua di saat kalian berdua sudah siap untuk menjalankan misiKu". Ucap Iblis Hitam yang langsung berubah menjadi asap hitam serta dengan cepat menghilang.


Kedua pria tua itu tidak bisa berkata - kata setelah melihat apa yang baru saja terjadi di depan mata keduanya.


Para tetua juga hanya bisa terdiam saat melihat kejadian itu.


Dengan wajah yang ceria dan penuh semangat, akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju ke sekte mereka masing - masing.


Ma Guang pun kini mulai menggunakan keistimewaan dari ruang dantian bagian atas miliknya.


Pemuda itu kini sudah mulai bisa melihat hal - hal yang aneh yang berada di sekitarnya.


"Siapa mereka? Mengapa tubuh mereka terlihat tidak terlalu jelas?". Gumam Ma Guang saat melihat sosok - sosok yang bisa menembus benda - benda padat yang ada.


Hal itu karena dirinya sudah bisa melihat roh orang yang sudah meninggal, sehingga dirinya merasa asing dengan apa yang telah di lihatnya itu.


Berbeda dengan kekuatan jiwanya saat melihat jiwa orang lain.


Dia akan melihat wujud yang sama dengan dirinya, dan hal itu akan terlihat nyata.


Sedangkan roh orang - orang yang telah mati tidak bisa di lihat oleh orang - orang yang tidak memiliki keistimewaan itu.


Ma Guang sendiri hanya bisa melihat hal itu jika dirinya mengaktivkan mata ketiganya yang berada di dahinya, dan itu karena dirinya telah membuka ruang dantian bagian atas miliknya.


Akhirnya pemuda itu tidak lagi mengaktivkan mata ketiga miliknya.


Dia pun kini sudah tidak lagi melihat roh orang - orang yang di lihatnya saat mengaktivkan mata ketiga miliknya.


"Apakah kemampuan mata ketiga ini hanya sebatas itu? Atau ada lagi kemampuannya yang belum aku ketahui!?". Gumam pendekar muda itu.


"Baiklah, cepat atau lambat, aku akan mengetahui kemampuan lain dari mata ke tiga ini". Gumam Ma Guang lagi.


Awalnya dia ingin memberitahukan hal itu kepada para leluhur agung dan juga kepada ke tiga saudara gurunya Su Tian.


Namun pemuda itu mengurungkan niatnya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2