
Tubuh Ard Sahan juga langsung terhempas jauh kebelakang saat terkena serangan dari Ma Guang.
Ma Guang langsung melesat sambil kembali melepaskan salah satu teknik yang dia ciptakan untuk menyerang para pendekar sekte Beruang Putih yang kini sedang terhempas kebelakang.
"Bola Api Naga". Teriak Ma Guang lagi sambil melepaskan energi api hitam yang sudah di padatkan dan di baluti petir yang berderak - derak ke arah para pendekar yang menjadi buruannya saat itu.
Ard Sahan langsung secepatnya mengontrol tubuhnya dan menghindari serangan Ma Guang tersebut.
Pria paruh baya itu tidak ingin lagi berjudi untuk menahan serangan Ma Guang itu.
"Menghindar!". Seru Ard Sahan kepada para bawahannya.
Mendengar teriakan sang patriak, para pendekar petapa suci langsung mengontrol tubuh mereka dan langsung menghindari serangan tersebut.
Namun tidak dengan sebagian pendekar langit menengah lainnya.
Mereka hanya bisa meningkatkan energi Qi yang ada di perisai pertahanan tubuh mereka.
Booommm
Ma Guang langsung bisa melumpuhkan para pendekar langit menengah dan awal.
Bagi para pendekar menengah yang sebelumnya terluka karena energi dinding formasi pelindung, tidak bisa bertahan, semuanya langsung tewas di tempat.
Kini pendekar langit menengah tinggal tersisa sepuluh orang saja namun dalam keadaan terluka.
Sedangkan para pendekar langit awal, kini sudah tidak ada lagi yang tersisa.
Ard Sahan sangat geram dengan lawan mereka tersebut.
Kini ada sebelas pendekar langit tingkat tinggi telah mengelilingi Ma Guang.
Sedangkan sepuluh orang lainnya sedang memulihkan kekuatan serta mengobati luka dalam mereka masing - masing.
"Beruang Menghancurkan Gunung". Teriak patriak.
Dan secara serentak, kekuatan energi Qi milik sebelas orang tersebut langsung berbentuk menjadi wujud sebelas ekor beruang yang sangat besar sambil mengangkat tangan dengan cakar mereka masing - masing dan menutup celah untuk melarikan diri bagi pemuda yang berada di tengah - tengah mereka.
Ma Guang langsung meningkatkan kekuatan formasi pelindung yang menyelimuti tubuhnya.
Secara serentak, dengan cepat serangan mereka langsung turun menimpa tubuh Ma Guang.
Booommmm
__ADS_1
Bunyi ledakan tersebut sangat kuat, hingga terdengar jelas sampai sejauh ratusan kilo meter jauhnya, serta menghasilkan guncangan yang sangat kuat.
Lubang sedalam seratus meter tercipta di tengah - tengah sebelas orang tersebut.
Di dasar liang yang dalam tersebut, seorang pendekar muda langsung menelan pil untuk menyembuhkan luka dalam yang di deritanya saat itu dan juga mengembalikan energi Qi miliknya.
Sedangkan di atas liang yang dalam itu, patriak Ard Sahan dan sepuluh orang tetua tingkat tinggi kini sedang memperhatikan situasi di dasar lubang tersebut dengan persepsi serta kekuatan jiwa mereka.
Namun usaha tersebut tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Patriak tidak ingin membiarkan salah satu tetua tingkat tingginya akan turun kedalam untuk memeriksa keadaan Ma Guang.
Hal itu di sebabkan karena kekuatan serangan Ma Guang bisa untuk membunuh seorang pendekar petapa suci bila energi Qi milik mereka sudah terkuras banyak.
Dan memang energi Qi para tetua tingkat tinggi saat itu sudah sangat terkuras. Sehingga itu bisa membahayakan keselamatan jika Ma Guang menyerang mereka dengan kekuatan penuh.
Lima orang di antara mereka pun langsung menelan pil untuk kembali memulihkan energi Qi milik mereka.
Sedangkan patriak dan juga lima orang lainnya sedang berjaga di mulut liang yang dalam itu agar Ma Guang tidak bisa keluar.
Patriak langsung melepaskan serangan Tinju Penghancur Bumi miliknya ke dalam lubang tersebut.
Duuuuaaaarrrr
Bunyi ledakan energi Qi yang di lesakkan oleh Ard Sahan setelah berbenturan dengan energi Qi milik Ma Guang.
Patriak yang merasakan kekuatan energi Qi yang sangat besar sedang meluncur keluar dari dalam liang tersebut, langsung melompat menjauh dari sekitar mulut lubang itu.
Energi Qi yang sangat besar yang berbentuk api hitam serta petir yang menyambar langsung naik ke atas udara sejauh lima ratus meter sehingga terlihat bagaikan sebuah gunung berapi yang memuntahkan laharnya saat erupsi.
Hal itu terjadi karena di sebabkan oleh Ma Guang yang terus mengeluarkan energi Qi miliknya agar api hitam dan energi petir itu terlihat seperti tidak padam dalam jarak sejauh itu.
Mereka tidak memperhatikan tubuh Ma Guang yang juga melesat keluar dari dalam liang itu bersamaan dengan serangannya.
Pemuda itu kini dengan sangat cepat melesat untuk menuju ke ibu kota kekaisaran.
Sedangkan di kota Louyang sendiri, Xia Jiao kini sudah bertemu dengan Yuan Jiali dan gadis itu langsung menjelaskan hubungan mereka dengan Ma Guang.
Xia Jiao langsung murka saat mendengar hal tersebut, gadis itu langsung menyerang Duan Meng.
"Nona Xia! Apa yang kamu lakukan!?". Tanya Yuan Jiali sambil memblokir serangan gadis tersebut.
"Aku harus membunuhnya! Sebab karena dirinya aku tidak bisa memiliki Ma Guang". Ujar Xia Jiao dengan murka.
__ADS_1
"Nona Xia! Itu tidak seperti yang kamu pikirkan, kami semua menghargai diriMu, karena diriMulah wanita pertama yang di sukai oleh pendekar Ma". Ujar Yuan Jiali lagi.
Namun gadis itu sudah terlanjur merasa cemburu terhadap Duan Meng, sehingga dirinya ingin untuk melenyapkan gadis itu.
Di saat yang bersamaan, Duan Jun dan Tjia Annchi bersama tiga orang murid yang akan mengikuti kompetisi baru saja memasuki kota tersebut.
Pemuda itu langsung melihat pertrngkaran yang terjadi di antara Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.
Pendekar muda itu langsung mendekati dan melerai mereka.
Namun kehadiran Duan Jun hanya membuat kemarahan Xia Jiao semakin memuncak.
Gadis itu langsung mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyerang Duan Jun dan juga Duan Meng.
Yuan Jiali tidak tinggal diam dengan apa yang sedang terjadi itu. Dirinya tetap menggagalkan niat Xia Jiao untuk menyerang kedua kakak adik tersebut.
Pertengkaran mereka itu langsung menjadi pusat perhatian setiap orang yang berada di sekitarnya.
Mereka bisa mengetahui dari pakaian yang di gunakan oleh beberapa gadis dan juga oleh lima orang lainnya.
"Mengapa orang - orang dari sekte Bunga Persik ingin menyinggung orang - orang dari sekte Bambu Kuning? Apakah mereka sudah bosan hidup!?".
"Apakah orang - orang dari sekte Bunga Persik tidak mengenal pakaian yang di gunakan oleh orang - orang dari sekte Bambu Kuning!?".
Perkataan orang - orang yang melihat pertengkaran tersebut.
Tidak lama kemudian Ma Guang pun tiba di tempat itu dan langsung mendekati mereka.
"Kenapa kalian bertengkar? Hal apa yang kalian permasalahkan?". Ma Guang langsung melontarkan pertanyaan saat tiba di tempat dimana Xia Jiao dan juga yang lainnya berada.
Melihat Ma Guang, Xia Jiao langsung pergi dari tempat itu tanpa sepata kata pun yang keluar dari mulutnya.
Gadis itu kini sangat membenci Ma Guang, sehingga dirinya sangat berharap untuk bisa secepatnya meningkatkan kemampuan ilmu bela dirinya.
Gadis itu langsung menuju ke tempat dimana Shi Feng berada agar secepatnya bisa berlatih dari pria paruh baya tersebut.
Xia Jiao langsung membatalkan niat mereka untuk mengikuti kompetisi.
Setelah bertemu dengan Shi Feng, Xia Jiao langsung mengutarakan niatnya tersebut.
Shi Feng sudah mengetahui apa yang baru saja di alami oleh gadis itu.
Pria tua itu langsung mengiyahkan permintaan gadis tersebut.
__ADS_1
Dalam sekejap mata, mereka semua langsung berada di sebuah tempat yang baru, yang penuh dengan energi alam yang sangat tebal.
~Bersambung~