Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 256. Kegaduhan Di Restoran Teratai Putih


__ADS_3

"Mohon maaf sebelumnya! Jika aku boleh tahu, siapa senior ini sebenarnya!?." Tanya Ma Guang kepada pria tua yang kini sedang duduk di dekatnya.


"Pendekar Ma! Aku Dao Tashi adalah penguasa kota Rulong ini!." Tutur pria tua itu.


"Bagus jika senior adalah penguasa kota Rulong ini! Ada hal yang ingin aku sampaikan kepada anda secara pribadi! Namun menurutKu hal itu nanti kita bicarakan saat aku kembali ke kota ini!." Tutur Ma Guang.


"Pendekar Ma! Mengapa bisa begitu!?." Tanya Dao Tashi.


"Karena nyawa cucuMu kini ada di tanganKu, sehingga hanya ada satu hal yang ingin aku minta, bahwa jika aku kembali ke kota ini dan menanyakan tentang sikap serta sifat sombong dan serakah dari cucuMu ini tetap masih melekat kuat di dalam dirinya, maka sebagai gantinya, aku akan membunuh seluruh garis keturunan dari Klan Dao kalian!." Tutur Ma Guang yang mengancam penguasa kota tersebut.


"Oleh karena itu, pada saat ini aku akan membiarkan diriMu menikmati hidupMu serta memberikan kesempatan untuk merubah sikap serta sifatMu itu!." Tutur Ma Guang lagi.


"Terima kasih pendekar Ma! Terima kasih pendekar Ma!." Ucap Dao Tashi, Dao Feng dan juga para pengawalnya.


Ma Guang pun langsung berkata.


"Kenapa kalian berlima mengucapkan terima kasih kepadaKu!?." Tanya Ma Guang kepada para pengawal Dao Feng.


"Itu karena pendekar Ma telah memberikan kesempatan untuk hidup kepada kami!." Ucap pengawal Dao Feng penuh harap.


"Siapa yang memberikan kalian kesempatan untuk hidup!?." Tanya Ma Guang lagi.


"Aku hanya memberikan kesempatan kepada tuan muda kalian karena permohonan dari penguasa kota! Tetapi untuk kalian, aku belum memaafkan kalian!." Tutur Ma Guang sambil tersenyum sinis.


"Pendekar Ma! Ambil saja nyawaKu! Akulah yang menyebabkan hingga semua ini terjadi! Aku tidak ingin perbuatanKu di tanggung oleh keluargaKu dan juga mereka berlima! Sebab mereka berlima juga memiliki keluarga masing - masing! Bagaimana nasib mereka jika ayah mereka telah tiada!?." Tutur Dao Feng bersujud untuk memohon kepada Ma Guang agar melepaskan para bawahannya tersebut dan membunuh dirinya saja.


Mendengar perkataan Dao Feng, Ma Guang langsung berpikir bahwa pemuda itu kini benar - benar sangat menyesali perbuatannya itu.


"Dao Feng! Nyawa kamu belum saatnya ku ambil hari ini!." Tutur Ma Guang.


"Tetapi pendekar Ma! Biarkan aku mengganti mereka untuk di bunuh!." Ujar Dao Feng sambil bersujud di kaki Ma Guang.


Pengunjung restoran tersebut kini hanya menonton kejadian itu.


Banyak dari pengunjung tersebut yang belum ingin meninggalkan restoran itu karena ingin bertemu dengan Ma Guang.


Jika saat itu sudah ada smart phone yang memiliki kamera, sudah bisa di pastikan bahwa para pengunjung itu sudah berselfi ria dengan Ma Guang.


"Baiklah! Aku akan melepaskan kalian berlima saat ini, dan jika sikap dan tingkah laku tuan muda kalian tidak berubah saat aku kembali nanti, kalian juga pasti akan ku bunuh!." Tutur Ma Guang menberikan alasan walau pun memang mereka akan di lepas olehnya karena melihat perubahan yang di tunjukkan oleh Dao Feng.

__ADS_1


"Terima kasih pendekar Ma! Terima kasih pendekar Ma!." Tutur mereka bersama - sama.


"Kalian berdiri dan pergi dari tempat ini!." Ujar Ma Guang yang langsung di turuti oleh mereka berenam.


Sedangkan penguasa kota sendiri yang masih duduk di samping Ma Guang langsung berkata.


"Pendekar Ma! Apa yang bisa aku lakukan untuk berterima kasih kepada anda!?." Tanya penguasa kota tulus.


"Penguasa kota! Aku hanya ingin diriMu menjadi bijaksana dalam memutuskan suatu permasalahan yang di hadapi oleh masyarakatMu serta jangan pernah membeda - bedakan status mereka! Hanya itu yang aku minta dariMu!." Tutur Ma Guang.


"Terima kasih pendekar Ma! Walau pun usiaMu masih muda, tetapi sudah ada beberapa hal yang sangat penting telah aku dapatkan pada hari ini dariMu!." Tutur Dao Tashi tulus.


"Jangan terlalu memujiKu seperti itu! Aku juga masih punya banyak kelemahan di dalam diriKu, sehingga aku masih juga membutuhkan pengalaman serta guru yang tepat untuk hal tersebut!." Tutur Ma Guang dengan malu - malu.


"Pendekar Ma terlalu merendah! Baiklah! Orang tua ini pamit undur diri dulu! Karena aku melihat ada begitu banyak orang yang ingin bertemu dengan pendekar Ma saat ini!." Tutur Dao Tashi yang langsung berdiri serta berpamitan dengan Ma Guang dan juga Bing Bihai.


Setelah kepergian Dao Tashi! Ma Guang kini di sibukkan dengan beberapa bangsawan yang ingin mendekatinya


Pemuda itu pun langsung memanggil pria yang bermarga Ngapoi untuk mencatat siapa saja yang ingin di kunjungi oleh Ma Guang.


Pemilik restoran Teratai Putih itu juga tidak tinggal diam, dirinya langsung mengundang secara pribadi kepada Ma Guang di ruang pribadinya.


Ma Guang pun langsung menyampaikan kepada setiap orang yang di catatkan namanya untuk segera meninggalkan tempat tersebut agar supaya tidak terlihat kacau.


Mereka pun langsung melakukan apa yang Ma Guang perintahkan.


Sedangkan pemuda itu kini langsung membawa Bing Bihai untuk menemui sang pemilik restoran.


Keduanya di antarkan oleh seorang pelayan untuk menuju ke salah satu ruangan khusus.


Akhirnya mereka tiba di ruangan pribadi pemilik restoran.


Di tempat tersebut, pemuda itu telah merasakan ada sepuluh orang pendekar agung yang berada di dalam ruangan itu.


Namun tidak bisa di lihat oleh seorang pendekar yang memiliki kultivasi di tingkat yang sama atau pun yang berada di bawahnya.


Namun semua itu tidak berguna bagi Ma Guang.


Pemuda itu mulai berpikir.

__ADS_1


"Jika pria ini ingin melakukan sesuatu yang buruk terhadapku, jangan pernah berharap restoranMu ini berdiri seperti saat ini!." Pikir Ma Guang yang langsung menciptakan formasi pelindung untuk Bing Bihai.


"Ada hal apa sehingga anda mengundangKu ke ruanganMu ini!?." Tanya Ma Guang.


"Aku mengundangMu kesini untuk bekerja sama denganKu!." Ucap pria itu dengan rasa percaya diri yang tinggi.


"Jika kalian tidak memunculkan diri kalian! Aku akan membuat tubuh kalian menjadi kabut darah yang bercampur dengan puing - puing bangunan ini!." Tutur Ma Guang dengan nada suara meninggi.


Sikap pemilik restoran yang awalnya begitu percaya diri, kini langsung gemetaran.


Sepuluh pendekar tersebut langsung menampakkan diri mereka.


Ma Guang langsung meningkatkan kualitas formasi pelindung yang menyelimuti tubuh Bing Bihai sambil mengeluarkan aura pendekar dewa dari tubuhnya.


Walau pun hanya setengah aura intimidasi dari pendekar dewa bumi yang Ma Guang keluarkan, namun karena berada di dalam ruangan, sehingga tekanan intimidasi tersebut langsung terasa oleh sepuluh orang pendekar agung itu.


Ruangan yang di buat khusus oleh pemilik restoran itu langsung bergetar hebat seakan ingin meledak.


"Mohon ampun pendekar Ma! Aku tidak bermaksud untuk menyinggungMu!." Tutur pemilik restoran Teratai Putih itu.


Sedangkan sepuluh orang yang lain kini tubuh mereka sudah tersungkur di lantai ruangan tersebut.


"Aku sangat tidak suka dengan sambutan yang kamu tunjukkan kepadaKu ini! Dan sebagai peringatan untuk tidak bermain - main lagi denganKu....!." Pemuda itu tidak melanjutkan kata - katanya, namun bola api hitam langsung tercipta di kedua telapak tangannya dan langsung melesat ke arah samping serta meledakkan dinding ruang khusus tersebut.


"Jika kamu terlalu menganggap remeh diriKu dan bermaksud untuk melakukan pembalasan! Aku akan menelusuri semua tentangMu dan menghancurkannya!." Tutur Ma Guang sambil membawa Bing Bihai untuk meninggalkan tempat itu.


Saat kedua muda mudi itu pergi meninggalkan tempat itu, pemilik restoran itu langsung berkata.


"Semua ini adalah kesalahanKu! Aku terlalu percaya diri dengan kemampuan kalian, sehingga tujuan baikKu menjadi hancur seperti ini!." Ucapnya dengan menyesal.


"Tuan! Kemampuan pendekar Ma Guang itu bukan berada di tingkat pendekar agung, tetapi dia adalah seorang pendekar dewa!." Ujar seorang bawahannya.


Kegaduhan di ruangan pribadi pemilik restoran langsung menarik perhatian para pengunjung.


Mereka tidak menyanka akan terjadi ledakan seperti itu di restoran megah seperti itu.


Sedangkan Ma Guang dan juga Bing Bihai langsung berjalan keluar dari restoran tersebut.


Namun Ma Guang juga berpesan kepada pria bermarga Ngapoi itu untuk menyelesaikan pekerjaannya itu, karena dirinya akan kembali untuk mencarinya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2