Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 176. Kekalahan Kalajengking Spiritual


__ADS_3

Tubuh keduanya terdorong mundur dengan jarak yang berbeda.


Kalajengking itu hanya terdorong sejauh sepuluh meter kebelakang.


Sedangkan Ma Guang terdorong sejauh tiga puluh meter kebelakang saat terkena sengatan makhluk yang menjadi lawannya.


Perisai pelindung milik Ma Guang hancur berkeping - keping dan dari mulutnya langsung mengeluarkan darah segar.


"Uhuk...uhuk". Pemuda itu langsung terbatuk dan terus mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Untung saja racun dari makhluk itu tidak sempat mengenai tubuhnya.


Melihat keadaan Ma Guang yang sudah terluka karena serangan sengatan ekor miliknya, makhluk itu langsung tertawa serta mengejek Ma Guang.


"Ha...ha...ha...ha...ha...ha...makhluk rendahan seperti diriMu itu tidak ada apa - apanya bagi bangsa kami".


"Baiklah! Sudah cukup waktu kita untuk bermain - main, aku akan segera mengirim diriMu untuk menuju ke neraka". Lanjut makhluk tersebut.


Ma Guang dengan cepat bisa memulihkan luka dalam yang di deritanya dengan menyerap energi alam yang berada di tempat itu.


Di dalam pikirannya muncul hal mengenai kelemahan makhluk di depannya itu.


Namun hal tersebut tidak bisa di temukan di sekitarnya.


Pemuda itu langsung menggunakan teknik jiwa senjata miliknya untuk mengendalikan tombaknya agar bisa menyerang dari jarak jauh.


Hal itu di lakukan oleh Ma Guang agar dirinya bisa mengambil langkah mundur untuk menemukan sesuatu yang dicarinya sambil menyerang makhluk tersebut.


Tombak Ma Guang langsung melayang di udara dan melesat dengan cepat menuju ke arah makhluk itu yang juga berniat menyerangnya.


Saat serangan dari tombak Ma Guang yang di kendalikan pemuda itu dari jarak yang jauh, makhluk itu langsung mengatasi dengan kedua capitnya.


Tombak itu terus mengincar bagian wajah dari makhluk itu, sehingga makhluk itu tidak bisa bergerak maju untuk mendekati Ma Guang.


Sambil mengendalikan tombak untuk menyerang lawannya, Ma Guang perlahan - lahan mulai bergerak mundur untuk menemukan sesuatu yang bisa melemahkan makhluk tersebut.


Apa yang di lakukan oleh Ma Guang membuat makhluk itu menjadi lebih geram lagi kepada Ma Guang.


"Sialan! Apa yang sedang di rencanakan oleh pemuda ini? Mengapa dirinya mulai bergerak mundur?". Gumam Makhluk tersebut sambil memblokir dan juga menghindari serangan tombak Ma Guang yang di selimuti api hitam dan juga petir berwarna kuning yang berderak - derak.


Duar...duar...duar...duar


Bunyi ledakan yang terjadi saat serangan tombak Ma Guang di blokir oleh kedua capit makhluk itu.


Serangan tombak yang di blokir oleh kedua capit, tidak membuat tubuh makhluk itu terdorong atau pun merasa kebas.


Hal itu di karenakan, kekuatan energi Qi yang berasal dari tombak Ma Guang tidak sebesar kekuatan energi Qi saat tombak itu berada di tangan Ma Guang. Sebab Ma Guang saat itu telah menyalurkan juga energi Qi miliknya.

__ADS_1


Namun jika serangan tombak itu mengenai bagian wajah makhluk itu, akan sangat berbeda hasilnya.


Sebab serangan tombak tersebut bisa melukai area bagian wajah makhluk tersebut.


Kalajengking itu terus berusaha untuk dapat menjatuhkan serangan tombak itu dengan kedua capitnya.


Namun hal itu sangat sulit untuk di lakukan, karena gerakan tombak itu selincah pikiran Ma Guang yang menggerakkannya.


Pemuda itu terus melangkah mundur sambil membagi konsentrasinya ke arah kiri dan kanan setiap area yang di laluinya.


Makhluk itu kini semakin kesal dengan trik yang di gunakan oleh Ma Guang yang membuat dirinya tidak bisa untuk mendekat.


Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang kini melihat pohon dari buah yang di carinya.


Pemuda itu langsung bergerak mendekati pohon itu dan ingin mengambil buahnya untuk di gunakan.


Makhluk itu tidak menyadari rencana yang di atur oleh Ma Guang karena dirinya saat ini sedang di sibukkan oleh serangan tombak yang mengincar bagian wajahnya.


Ma Guang pun langsung melompat dan memetik salah satu buah yang menggantung di pohon itu.


Bentuk buah itu sebesar bola voli dengan bentuk dan aroma seperti buah jeruk.


Dari aromanya saja Ma Guang bisa mengetahui, bahwa buah tersebut rasanya sangatlah kecut.


Ma Guang langsung melemparkan buah itu kearah kalajengking tersebut yang langsung di hancurkan oleh tombak yang menyerang makhluk itu.


Buah tersebut langsung hancur tepat di depan wajah makhluk tersebut.


Setelah rencananya berhasil, Ma Guang langsung menarik kembali tombaknya untuk melihat reaksi yang di timbulkan oleh cairan dari buah yang di lemparnya itu.


Dan benar saja, setelah wajahnya terkena cairan dari buah itu, makhluk tersebut langsung berteriak kesakitan.


"Sialan! Cairan apa yang kamu pancarkan ke wajahKu!?". Teriak makhluk itu kepada Ma Guang dengan penuh kebencian.


Setelah melihat efek yang di hasilkan oleh cairan dari buah itu, kini Ma Guang langsung mengumpulkan seluruh kekuatan energi Qi miliknya untuk bersiap menyerang makhluk itu saat mendapatkan kesempatan.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Ma Guang mendapatkan kesempatan untuk menyerang makhluk tersebut dengan kekuatan puncaknya.


Kini petir yang menyelimuti tombaknya sudah berubah warna menjadi berwarna putih, yaitu tingkat kedua terkuat setelah petir yang berwarna hitam dan ditambah dengan energi api hitam.


Ma Guang langsung melesat kearah makhluk itu dan melepaskan serangan ke arah bagian wajahnya.


Booommm


Bunyi ledakan yang di hasilkan saat serangan Ma Guang mengenai bagian wajah makhluk itu.


Tubuh makhluk itu langsung terhempas ke belakang sejauh lima puluh meter.

__ADS_1


Hal itu terjadi karena tubuh makhluk spiritual itu tidak siap untuk menerima serangan dari Ma Guang.


Sehingga kedelapan kakinya tidak bisa menahan tubuhnya saat terkena serangan.


Makhluk spritual itu kini sudah tergeletak di tanah dengan posisi kedelapan kakinya berada di atas.


Ma Guang langsung mendekati dan ingin memeriksanya.


Tubuh makhluk itu sudah tidak bergerak lagi.


"Ternyata aku sudah membunuh makhluk ini". Gumam Ma Guang dengan perasaan yang senang.


Pemuda itu langsung mendekat ke depan wajah makhluk itu untuk lebih meyakinkan dirinya bahwa makhluk itu memang sudah benar - benar tidak bernyawa lagi.


Saat sudah yakin, kini Ma Guang langsung mengerahkan kemampuannya untuk menarik inti jiwa serta batu permata dari makhluk tersebut.


Setelah selesai mengambil kedua benda tersebut, tubuh makhluk itu langsung hancur dan hilang.


Pemuda itu kini mulai berpikir untuk kembali bermeditasi dan menyerap energi yang terkandung di dalam batu permata kalajengking tersebut.


Sebab hal itu akan membuat perisai pertahanan miliknya tidak bisa di tembus oleh serangan dari makhluk spiritual yang tingkatannya satu tingkat berada di atas kalajengking itu.


Dan untuk inti jiwa makhluk itu akan di masukkan lagi kedalam tombak miliknya, agar energi api dan petir yang keluar dari tombak itu akan bercampur dengan energi racun yang sangat kuat, sehingga setiap lawan yang terluka oleh serangannya, bisa kehilangan nyawa dalam sekejap.


Ma Guang pun kembali bermeditasi dan mulai menyerap energi spiritual yang berada di dalam batu permata milik sang kalajengking.


Setelah selesai menyerap energi batu permata itu, Ma Guang langsung menyatukan inti jiwa makhluk itu ke dalam tombak miliknya.


Ma Guang menghentikan meditasinya dan mulai mempelajari setiap tumbuhan yang ada di dunia itu untuk di jadikan pil agar bisa meningkatkan kemampuan serta untuk menerobos lagi ketingkat selanjutnya.


Ma Guang pun mulai mengumpulkan sumber daya yang dia temukan dan langsung memilih tempat yang aman untuk dirinya meracik sebuah pil.


Setelah mendapatkan tempat yang tepat, pemuda itu langsung membuat pil dengan menggunakan energi api hitam miliknya.


Satu jam kemudian, pemuda itu sudah berhasil membuat pil dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, yaitu pil berwarna emas.


Ma Guang langsung mengambil sikap meditasi dan langsung menelan pil tersebut.


Pemuda itu secara bersamaan mulai menyerap energi dari pil dan juga energi dari alam di dunia itu.


Setelah menghabiskan waktu dari sore hari hingga sepanjang malam, akhirnya Ma Guang sudah bisa meningkatkan kekuatannya sebagai pendekar langit tingkat menengah tahap puncak.


Dan jika dirinya ingin untuk menerobos menjadi pendekar langit tingkat tinggi, hal itu akan sangat membutuhkan sebuah sumber daya yang memiliki kualitas tingkat surgawi.


Sehingga energi alam di dunia itu hanya bisa memadatkan energi Qi yang di miliki oleh Ma Guang.


Sebab energi Qi yang di serapnya tingkat kepadatannya masih sangatlah rendah.

__ADS_1


Pagi di hari yang kedua, akhirnya Ma Guang kembali melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke bangunan megah yang dia tuju sebelumnya.


~Bersambung~


__ADS_2