Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 476. Kehancuran Sekte Beruang Matahari


__ADS_3

Tombak pusaka naga terus mengincar tubuh Se Tianlan.


Ma Guang terus berusaha untuk mengendalikan tombak itu agar bisa mengenai tubuh lawannya.


Namun karena Se Tianlan memiliki banyak tangan, sehingga penguasa bangsa Azura itu sangat mudah untuk menangkis serangan tombak Ma Guang.


"Sial! Ternyata sulit juga untuk melukainya, apa yang harus saya lakukan?". Gerutu Ma Guang karena merasa kesulitan untuk menghajar Se Tianlan.


"Hei bocah! Apakah kemampuanMu hanya seperti itu?". Tanya Se Tianlan seakan mengejek kemampuan Ma Guang.


"Bocah!? Apakah aku ini terlihat seperti seorang bocah?". Tutur Ma Guang merasa terhina dengan panggilan tersebut.


"Kalau bukan masih bocah, terus mengapa seranganMu itu seperti tidak ada apa - apanya bagiKu?". Tutur Se Tianlan lagi.


"Kamu terlalu meremehkanKu, aku pasti akan membuatMu menyesal dengan sikap sombongMu itu". Gumam Ma Guang.


Ma Guang pun segera menarik kembali tombak miliknya namun masih sempat membunuh beberapa anggota pasukan bangsa Azura.


Kini formasi pertempuran milik Ma Guang pun di aktifkan dan segera di lepaskan kearah Se Tianlan.


Penguasa bangsa Azura itu setelah melihat serangan Ma Guang kali ini langsung menghindari serangan tersebut.


Sebab serangan Ma Guang kali itu bisa melukai dirinya.


Sehingga dengan cepat Se Tianlan segera menghindari serangan yang dilancarkan oleh Ma Guang.


Ma Guang pun kini dengan cepat menciptakan portal ruang dan waktu lalu memasukinya.


Se Tianlan tidak bisa lagi menghindari serangan Ma Guang kali ini.


Sebab pintu keluar portal tersebut tepat berada di belakang Se Tianlan.


Se Tianlan merasa terkejut dengan serangan Ma Guang yang datang dari belakang.


Tubuh Se Tianlan langsung terluka saat terkena serangan Ma Guang.


Darah mulai mengucur deras keluar dari luka yang disebabkan oleh serangan Ma Guang dan terjatuh kebawah.


Jiangjun dengan cepat datang dan membakar darah milik Se Tianlan sebelum jatuh dan menyentuh tanah.


Ma Guang kembali melancarkan serangan ke tubuh Se Tianlan dengan teknik formasi pertempuran.


Se Tianlan pun segera menciptakan portal ruang dan waktu melakukan trik yang pernah dilakukan oleh Ma Guang.


Di tempat yang lain, kini Long Wang dan juga Diyi Long sedang menghadapi Da Wangzi.


Raja Naga Laut Timur itu kini melakukan pertarungan jarak dekat dengan lawannya.


Sedangkan Diyi Long kini bersiap melancarkan teknik formasi pertempuran disaat terlihat cela sedikit pun.


Keduanya saling balas membalas serangan satu dengan yang lain.

__ADS_1


Da Wangzi segera menyemburkan api hitam dari mulutnya yang juga dibalas oleh Long Wang dengan semburan api hitam juga.


Ledakan pun mulai tercipta di atas udara dimana tempat keduanya berada.


Disaat Diyi Long melihat cela yang terbuka di pertahanan Da Wangzi, jenderal naga itu kemudian melepaskan serangan teknik formasi pertempuran yang sudah di siapkannya.


Serangan tersebut langsung mengenai belakang tubuh Da Wangzi.


Sosok berjulukan Pangeran bermahkota dari neraka itu terhempas dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


"Brengsek! Berani - beraninya menyerangKu dari belakang". Gerutu Da Wangzi sambil menatap kearah Diyi Long dengan penuh amarah.


Disaat Long Wang ingin menyerang Da Wangzi, salah satu sosok pasukan bangsa Azura pun langsung menghalangi Long Wang.


Sang raja Naga Laut Timur itu pun segera melepaskan serangan untuk menghabisi salah satu bawahan Se Tianlan tersebut.


Meskipun demikian, namun Da Wangzi mendapatkan waktu untuk siap bertarung kembali.


Pertarungan yang terjadi hampir di seluruh wilayah sekte Beruang Matahari itu terlihat mulai seimbang.


Sebab sudah banyak pasukan bangsa Azura yang menjadi korban dari serangan teknik formasi pertempuran milik pasukan Ma Guang.


Terlihat kini Shen Tianmo bersama dengan Long Tiao sedang menghadapi Yin She.


Keduanya terus menyerang sosok ular berwujud manusia itu.


Keduanya tidak memberikan kesempatan bagi Yin She untuk menggunakan teknik agar bisa membangkitkan para pasukan yang telah tewas tersebut.


Karena jika sang lawan bisa menggunakan teknik itu, situasi itu akan memberikan keuntungan bagi pihak pasukan Se Tianlan.


Di tempat yang lain juga, Shi Kang dan Feng Xuan kini sedang menghadapi Zhi Siwang.


Sebelum pertempuran itu terjadi, Ma Guang dan para pemimpin telah mempersiapkan strategi untuk melawan pasukan Se Tianlan.


Sehingga Shi Kang dan juga Feng Xuan yang mengetahui kemampuan Zhi Siwang tidak menatap matanya.


Hal itu agar keduanya tidak terkena kekuatan mata iblis milik Zhi Siwang.


Keenam lengan yang masing - masing memegang arit itu terus menyerang ke arah kedua lawannya.


Shi Kang dan juga Feng Xuan menggunakan strategi yang sama dengan strategi yang digunakan oleh Long Wang dan Diyi Long serta Shen Tianmo dan Long Tiao, sebab teknik itu akan menyulitkan lawan mereka.


Shi Kang dan juga Feng Xuan bahu membahu menyerang Zhi Siwang dan juga saling bergantian untuk mengaktifkan teknik formasi pertempuran.


Kini posisi pasukan yang di pimpin oleh Se Tianlan terlihat mulai terpojok akibat serangan teknik formasi pertempuran.


Namun karena teknik itu tidak boleh sering di pakai, sehingga pasukan Se Tianlan yang lain segera membentuk formasi yang sudah di latih oleh mereka.


Sepuluh pasukan segera berpencar ke segala arah dimana di tengah - tengah mereka terdapat puluhan pasukan Ma Guang dan juga rekan - rekan mereka yang sedang bertarung.


Saat ke sepuluh pasukan bangsa Azura siap untuk melepaskan serangan teknik formasi Teratai Surgawi, salah satu pasukan pun langsung berteriak untuk mengingatkan rekan mereka agar meninggalkan lawan mereka yang adalah pasukan Ma Guang.

__ADS_1


Pasukan Ma Guang yang tidak menyadari rencana dari pasukan Se Tianlan hanya bisa menciptakan formasi pelindung saat serangan teknik formasi Teratai Surgawi menyerang kearah mereka.


Ledakan besar pun terjadi di langit sekte Beruang Matahari.


Tidak hanya sekali saja, ledakan yang sama juga mulai terjadi di tempat yang lain juga.


Ternyata seluruh pasukan yang di pimpin oleh Se Tianlan secara serentak mulai mengaktifkan formasi Teratai Surgawi.


Dan hal itu tidak disadari oleh pasukan Ma Guang.


Sebab mereka sedang disibukkan dengan serangan dari lawan mereka yaitu pasukan Se Tianlan yang lain.


Setelah ledakan - ledakan itu berhenti, terlihat ratusan pasukan Ma Guang kini sudah terjatuh ke tanah dan mengalami luka berat akibat serangan dari teknik formasi Teratai Surgawi.


Kejadian itu membuat pasukan yang dimiliki oleh Ma Guang kini tinggal seribu dua ratus yang tersisa.


Jumlah tersebut sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah pasukan Se Tianlan yang masih tersisa sekitar tiga ribu orang.


Mereka pun kembali menjalankan strategi untuk menghadapi pasukan Ma Guang yang tersisa masing - masing diserang oleh dua pasukan bangsa Azura.


"Jika situasinya terus seperti ini, sudah bisa di pastikan bahwa mereka yang akan memenangkan pertempuran ini". Gumam She Jingwei sambil melesat dengan cepat dan menyerang setiap pasukan Se Tianlan.


Keunggulan pasukan Ma Guang hanyalah tingkat kultivasi dari She Jiangwei, Huli Wang, Lang Shan serta Shi Lauw yang sudah setara dengan kekuatan Dewa Surgawi.


Sedangkan pasukan Se Tianlan hanyalah memiliki kekuatan tertinggi di tingkat Dewa Langit Puncak.


Namun tingkat kultivasi yang dimiliki oleh Yin She lebih tinggi dari Shen Tianmo dan juga Long Tiao yang masih berada di tingkat Dewa Surgawi puncak dan Dewa Surgawi Awal.


Sehingga keduanya masih merasa kesulitan meskipun mengeroyok sosok yang memiliki julukan Ular Perak tersebut.


Pertempuran yang terjadi saat itu sangat kacau, sehingga permukaan tanah di wilayah sekte Beruang Matahari kini sudah terlihat sangat berantakan.


Kehancuran tercipta hampir di seluruh wilayah sekte Beruang Matahari.


Trik yang sama telah digunakan oleh Se Tianlan yaitu membuka portal ruang dan waktu tersebut membuat Ma Guang dan juga Jiangjun langsung waspada dengan kemunculan lawan keduanya itu.


Namun sosok Se Tianlan tidak muncul di dekat keduanya, melainkan muncul di tempat yang berjarak sekitar dua ratus meter dari keduanya.


Darah Se Tianlan pun menetes dan menyentuh tanah.


Sosok Se atianlan yang lain pun muncul dari permukaan tanah dimana darahnya menetes.


"Ternyata dirinya ingin menambah bantuan kekuatan untuk secepatnya memenangkan pertempuran ini".


"Kita harus bergerak cepat untuk mengalahkan yang lainnya agar kekuatan mereka tidak akan bertambah lagi".


"Jenderal Jiangjun! Cepat bantu Shen Tianmo dan juga jenderal Long Tiao untuk bisa secepatnya membunuh Yin She".


"Karena jika tidak dapat membunuhnya, kita akan mendapatkan kesulitan yang serius untuk menghadapi mereka". Perintah Ma Guang.


Jiangjun yang mendapatkan perintah dari Ma Guang segera melesat kearah tempat dimana Yin She berada.

__ADS_1


Hal itu agar sang Ular Perak itu tidak mendapatkan kesempatan untuk membangkitkan semua pasukan yang telah mati.


~Bersambung~


__ADS_2