Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 108. Pertempuran (I)


__ADS_3

Akhirnya keempat mata - mata yang berada di sisi kiri dan kanan jalan sudah kembali ketempat di mana pasukannya berada untuk melaporkan apa yang mereka dapati dari hasil pengawasan mereka terhadap pasukan musuh.


Setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh mata - mata mereka, kedua komandan yang berada di sisi kiri dan kanan tersebut langsung mengetahui apa yang akan mereka lakukan sesuai dengan petunjuk Ma Guang dan juga petunjuk dari Xia Jiao dan komandan You Tao.


Salah satu dari mata - mata tersebut langsung menuju ke tempat dimana Ma Guang berada untuk melaporkan apa yang dia lihat.


Setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh salah satu mata - matanya.


Ma Guang dan juga seratus orang prajuritnya langsung bersiap untuk menghadang pasukan musuh.


Derap kaki kuda dan kaki para prajurit musuh sudah sangat jelas terdengar, Ma Guang sedang menanti posisi dari pasukan musuh, jika sudah berada di posisi yang sudah di tentukannya, maka dirinya dan juga seratus orang prajuritnya akan keluar untuk menghadang rombongan pasukan tersebut.


Hal itu juga akan menjadi isyarat bagi pasukan yang berada di atas tebing untuk bersiap melakukan penyerangan jika Ma Guang memerintahkannya.


Pada saat posisi rombongan pasukan musuh sudah tepat berada di tempat yang telah di tentukan, Ma Guang, Xia Jiao, Yuan Jiali, komandan You Tao dan juga seratus orang prajurit terbaiknya langsung keluar dan menghadang rombongan pasukan tersebut.


Melihat jumlah pasukan yang menghadang rombongan pasukannya, seorang pria yang berusia 40-an tahun langsung tertawa.


"Ha...ha...ha...ha...ha".


"Hei! Siapa kalian yang sudah berani menghalangi perjalanan pasukan kami!?". Ucap pria tersebut.


"Kami adalah orang yang akan menghabisi pasukanMu itu!". Ucap Ma Guang.


"Ha...ha...ha...ha...ha...besar juga nyaliMu! Dengan jumlah pasukan seperti itu akan menghabisi pasukanKu!? Mungkin kamu sedang bermimpi saat ini". Ucap pria itu lagi yang adalah salah satu jenderal besar dari kerajaan Lai.


"Aku saat ini tidak sedang bermimpi, tetapi itu adalah fakta yang sesungguhnya". Ucap Ma Guang.


"Seraaaannnggg!".


Teriak Ma Guang yang langsung di laksanakan oleh para prajuritnya yang berada di atas tebing.


Para prajurit musuh yang sudah siap dengan panah mereka untuk menyerang pasukan Ma Guang, kini langsung berbalik arah menatap ke arah atas tebing bagian belakang mereka yang saat ini sudah berjatuhan batu, lembing dan anak panah untuk menghindarinya.


"Buat perlindungan dan lepaskan panah ke atas tebing." Perintah sang jenderal.


"Cepat maju dan serang pasukan yang berada di depan kita ini". Perintah sang jenderal lagi sambil mengacungkan tombaknya untuk menyerang Ma Guang dan juga pasukannya.


Pasukannya yang berada di bagian tengah dan belakang sudah banyak yang berguguran.


Setelah persediaan batu, lembing dan panah pasukan Ma Guang sudah habis, mereka langsung bergerak untuk membantu Ma Guang dan lainnya.


Serangan kejutan mereka mampu membinasahkan empat ribu pasukan musuh dan juga dua ribu pasukan lainnya dalam keadaan terluka berat. Sehingga kini yang tersisa hanya sekitar empat ribu orang lagi.

__ADS_1


Serangan yang memakan banyak korban adalah serangan dengan menggelindingkan batu dari tebing.


Apa lagi sekali menggelindingkan batu besar, itu akan membinasahkan puluhan orang prajurit musuh.


Setelah selesai menggelindingkan batu, anak panah dan juga lembing langsung di lesakkan kebawah, dan itu semua mengarah tepat ke arah prajurit - prajurit yang masih hidup.


Itulah yang membuat empat ribu pasukan musuh terbunuh dengan dua ribu orang lainnya terluka parah.


Sedangkan serangan anak panah dari prajurit lawan tidak membuahkan hasil sama sekali, sebab kecepatan serangannya masih bisa di antisipasi oleh prajurit Ma Guang. Hal itu di sebabkan karena kecepatan anak panah itu berkurang saat di tembakan keatas, berbeda kecepatannya jika sasarannya berada di depan.


Pertempuran pun terjadi, kini sudah tidak lagi menggunakan panah dan juga alat perang yang lain selain pedang, golok, tombak, tongkat yang memiliki golok di salah satu ujungnya, kapak dan juga senjata yang lain yang berada di tangan prajurit masing - masing.


Sang jenderal besar dari kerajaan Lai langsung menyerang Ma Guang.


Tombaknya langsung menghujam ke arah dada pendekar muda itu.


Ma Guang langsung menepisnya dengan tombak yang berada di tangannya.


Ma Guang langsung membalas serangan jenderal besar tersebut dengan tombaknya juga, namun masih bisa di tepis juga oleh sang jenderal.


Kedua pemimpin pasukan itu saling memberikan serangan kepada lawannya.


Melihat sang jenderal tidak bisa mengimbangi kemampuan Ma Guang, dua orang pria langsung mendekat dan membantu sang jenderal.


Hal itu di persiapkan oleh mereka memang untuk menghadapi Ma Guang sesuai dengan informasi yang sudah mereka terima dari mata - mata mereka.


Jenderal besar langsung di bantu oleh para pendekar tingkat tinggi tersebut.


Sehingga membuat Ma Guang tidak bisa dengan leluasa untuk menghadapi jenderal tersebut.


Karena jumlah pasukan Ma Guang jauh lebih sedikit dari pasukan musuh, sehingga para prajurit musuh juga melancarkan serangan tombak mereka ke arah Ma Guang.


Pemuda itu kini di sibukan untuk menangkis serta menghindari serangan gabungan yang datang mengarah kepada dirinya.


Ma Gua langsung melepaskan energi pembuntukan tenaga dalam miliknya dan di arahkan kearah musuh - musuhnya.


Enam orang prajurit musuh langsung terhempas ke belakang membentur tubuh rekan - rekan mereka dan tewas seketika.


Sedangkan jenderal dan juga dua orang pendekar lainnya langsung membuat perisai pertahanan dari energi tenaga dalam milik mereka.


Meski pun demikian, tiga orang tersebut langsung terjatuh dari atas kuda mereka masing - masing yang mereka tunggangi.


Ma Guang langsung menggunakan situasi itu untuk mundur.

__ADS_1


Pasukannya juga di tarik mundur dan menuju ke tempat yang telah mereka sediakan.


Pasukan musuh tidak langsung menyusul mereka, hal itu di karenakan kondisi sang jenderal dalam ke adaan terluka karena serangan energi tenaga dalam milik Ma Guang.


Setelah beberapa saat kemudian, jenderal pun memerintahkan untuk mengejar pasukan Ma Guang. Namun sang komandan yang selalu memberikan nasihat untuknya memberikan tanggapan tentang hal itu.


"Jenderal! Lebih baik pasukan kita jangan mengejar mereka, takutnya mereka sudah mempersiapkan jebakan di tempat pelarian mereka". Ucap komandan tersebut.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu?". Tanya sang jenderal.


"Sebab dengan jumlah pasukan mereka yang sedikit itu, tetapi mereka masih berani untuk menyerang dan menghadang pasukan kita. Dan faktanya, saat ini kita sudah kehilangan sekitar tujuh ribu orang prajurit dalam sekali serangan saja. Aku melihat juga, kemampuan setiap prajurit mereka, jauh berada di atas kemampuan tempur prajurit kita". Jelas sang komandan.


Beberapa pendekar tingkat tinggi yang membantu pasukan mereka menyutujui apa yang di sampaikan oleh sang komandan.


Karena mereka juga sudah merasakan saat bertarung menghadapi Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.


Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya sang jenderal memutuskan untuk tidak mengejar pasukan Ma Guang.


"Jadi menurutMu, saat ini kita akan menuju kemana? Bergerak mundur atau bergabung dengan pasukan penjaga perbatasan?". Tanya sang jenderal.


Kita harus bergerak mundur, jika tidak, pasukan mereka yang sedang menunggu kita untuk mengejar mereka akan kembali menyerang kita dengan kekuatan mereka yang lebih besar lagi". Ucap sang komandan.


"Kenapa tidak menuju ke camp pasukan penjaga perbatasan?". Tanya jenderal lagi.


"Maaf jenderal! Tetapi mengingat pasukan mereka sudah berani menyerang dan menghadang pasukan kita, bagaimana mungkin pasukan penjaga perbatasan yang jumlahnya lebih sedikit dari kita bisa menghadapi mereka!?". Ucap sang komandan.


Mendengar penjelasan tersebut, akhirnya sang jenderal langsung memerintahkan pasukannya untuk kembali ke kota Ye.


Sedangkan pasukan Ma Guang setelah memasuki hutan, mereka langsung berpencar ke sisi kiri dan kanan untuk melakukan serangan gerilya sesuai dengan yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.


Memang cara itu tergolong pengecut untuk melakukan pertempuran antara sesama kerajaan.


Karena mereka terbiasa melakukan pertempuran terbuka di tanah lapang yang luas.


Namun hal itu tidak bisa di lakukan oleh Ma Guang, karena jumlah pasukannya jauh lebih sedikit dari pasukan musuh.


Kini pasukan musuh tinggal tiga ribu orang, sedangkan pasukan Ma Guang tersisa empat ratus lima puluh orang.


Dan lima puluh orang tersebut dalam keadaan terluka berat juga, sehingga tinggal tiga ratus orang prajurit yang akan meladeni pasukan musuh yang akan datang.


Karena seratus orang prajurit yang lain sedang membawa dan merawat lima puluh prajurit yang sedang terluka.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2