
Mendengar perkataan Ma Guang, phoenix api hitam makin geram dan membenci pemuda tersebut.
Makhluk surgawi itu kembali melesat kearah Ma Guang dan mulai melancarkan serangan semburan api hitam dari mulutnya serta sudah bersiap juga dengan kedua cakarnya.
Makhluk tersebut berpikir agar bisa secepat mungkin untuk membuat lawannya itu menjadi kabut darah.
Sedangkan Ma Guang sendiri, kembali membuat dua formasi pelindung lainnya untuk mbendung serangan dari lawannya itu sambil mempersiapkan pedang pusaka dewa miliknya yang kini sudah di selimuti oleh cahaya keemasan, api hitam yang di selimuti oleh petir hitam serta lapisan terluarnya adalah formasi pelindung yang di manfaatkan sebagai penunjang serangannya.
Booommm...brrraaakkk
Bunyi ledakan pertama yang menghancurkan dinding pertama formasi pelindung milik Ma Guang.
Booommm...brrraaakkk
Bunyi ledakan kedua yang membentur serta menghancurkan dinding formasi kedua milik Ma Guang.
Saat kedua dinding formasi miliknya telah di terobos, Ma Guang sudah bersiap menyambut untuk menyerang makhluk itu.
Duuuaaarrr
Bunyi ledakan benturan cakar phoenix api hitam dengan dinding ke tiga formasi pelindung milik Ma Guang yang tidak bisa menghancurkannya.
Booommm
Sekali lagi ledakan pun terjadi saat serangan Ma Guang mengenai tubuh makhluk surgawi tersebut.
Phoenix api hitam langsung terhempas jauh dan menabrak dinding tebing gunung yang ada di dekat goa dimana sarang mereka berada.
Siulan keras dan melengking tajam terdengar keluar dari mulut makhluk itu yang merobek udara kosong.
Ma Guang langsung melindungi telinganya dan langsung melesat untuk kembali menyerang makhluk itu.
Booommm
Serangan Ma Guang kembali mengenai tubuh Si Burung Api itu.
Makhluk itu pun tidak tinggal diam saja, semburan api hitam juga keluar dari mulutnya untuk membalas serangan Ma Guang.
Duuuaaarrr
Serangan api hitam milik phoenix api hitam juga membentur perisai energi yang menyelimuti tubuh Ma Guang.
Tubuh pemuda itu langsung terhempas sejauh puluhan meter.
__ADS_1
Perisai energi miliknya juga hancur karena serangan semburan api hitam milik makhluk itu dan mengakibatkan luka ringan di tubuhnya.
Jika daya serang api hitam milik phoenix api hitam berada di kekuatan puncaknya, sudah bisa di pastikan nyawa pemuda itu sudah tidak bisa tertolong lagi.
Pakaian bagian dada pemuda itu langsung menjadi bolong karena hangus terkena api hitam lawannya.
"Untung saja semburan api miliknya tidak berada di kekuatan puncaknya, jika seperti itu, sudah bisa di pastikan tubuhKu akan hancur menjadi kabut darah". Gumam Ma Guang di dalam hatinya sambil kembali membentuk formasi pelindung untuk membentengi dirinya.
Sedangkan tubuh phoenix api hitam itu sendiri, kini mendapatkan juga luka namun tidak membahayakan nyawanya.
"Tidak ku sangka, ternyata serangan pemuda ini bisa juga untuk melukai tubuhKu". Gumam makhluk surgawi itu dengan perasaan tidak percaya.
Kini Ma Guang juga sedang berpikir bagaimana caranya untuk mengalahkan Makhluk surgawi itu.
Dalam hal kecepatan, Ma Guang bisa mengimbanginya, tetapi pemuda itu tidak bisa bertarung secara terbuka dengan makhluk tersebut, sebab jika dirinya terkena serangannya, itu bisa untuk melukai dirinya dengan serius, berbeda halnya jika serangan miliknya mengenai tubuh makhluk surgawi tersebut, hal itu tidak akan bisa melukainya dengan serius.
Sehingga pemuda itu tidak ingin gegabah untuk menghadapi phoenix api hitam.
Sedangkan untuk tiga phoenix api biru, kini mereka mulai menyembuhkan luka dalam yang mereka alami saat terkena serangan pedang milik Ma Guang, sehingga ketiganya belum bisa untuk membantu raja mereka.
Phoenix api hitam kembali melesat terbang menuju kearah Ma Guang dengan mempersiapkan serangan puncak miliknya.
Ma Guang sudah siap dengan kemungkinan tersebut empat dinding formasi pelindung kini sudah menyambut serangan phoenix api hitam serta perisai energi sudah menyelimuti tubuhnya dan melindungi juga telinganya dari serangan siulan makhluk tersebut.
Semburan api hitam yang bisa melelehkan baja dalam sekejap mata itu melesat dengan cepat menerjang dinding pertama formasi pelindung Ma Guang.
Booommm...brrraaakkk
Booommm...brrraaakkk
Dinding formasi kedua langsung hancur juga oleh kedua cakar milik makhluk tersebut.
Booommm...brrraaakkk
Dinding formasi ketiga pun ikut hancur saat gelombang suara siulan yang melengking Si Burung Api itu di arahkan ke formasi pelindung tersebut.
Blllaaarrr...trrraaakkk
Tubuh makhluk itu menabrak dinding formasi pelindung keempat milik Ma Guang pun menjadi retak.
Saat melihat serangan dari makhluk tersebut, Ma Guang sudah bersiap untuk menghindarinya.
Saat formasi pelindung keempat menjadi retak, tubuh pemuda itu sudah tidak lagi berada di jalur serangan makhluk tersebut.
__ADS_1
Hal itu sudah terpikirkan oleh Ma Guang sebelumnya, karena telah melihat kemarahan serta kebencian makhluk itu terhadap dirinya. Sehingga dirinya sudah mengantisipasi terlebih dahulu kekuatan serangan tersebut.
Saat menghindar, pemuda itu juga sudah bersiap dengan serangan balasan terhadap lawannya itu dengan pedang yang berada di tangannya.
Pedang yang seperti biasa sudah di siapkan untuk bisa melukai tubuh makhluk itu pun kini kembali di ayunkan untuk memotong leher makhluk surgawi itu.
Duuuaaarrr
Empat energi yang sudah di satukan di pedangnya milik Ma Guang yang berbentuk seperti bulan sabit langsung menerjang leher makhluk tersebut.
Tubuh makhluk itu langsung terjatuh dan terjungkal di atas tanah sehingga langsung tercipta lubang kecil di tempat dimana tubuh makhluk itu terjatuh.
Di leher hewan tersebut kini terlihat goresan kecil yang di hasilkan oleh karena serangan tebasan energi pedang milik Ma Guang.
Darah berwarna emas mulai menetes keluar dari luka goresan tersebut.
Makhluk itu tidak hanya diam saja dengan apa yang baru saja di alaminya itu.
Makhluk itu dengan cepat bangkit dan kembali menyerang Ma Guang.
Pemuda itu kini hanya bisa untuk menghindari setiap serangan lawannya yang semakin beringas dengan niat membunuh yang sangat kuat.
Ma Guang mulai kewalahan dengan serangan lawannya itu.
Pemuda itu kini sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk menciptakan formasi pelindung agar bisa membendung serangan yang membabi buta dari lawannya.
Phoenix api hitam tidak memberikan kesempatan kepada Ma Guang untuk bisa membalas serangannya.
Kecepatan gerakan keduanya kini hanya terlihat seperti cahaya yang berkelebat dan menghancurkan setiap area yang keduanya lalui.
Kini Ma Guang hanya bisa menangkis serta menghindari serangan dari lawannya itu.
Ketahanan tubuh pemuda itu kini sudah mulai menurun.
Sedangkan kemampuan makhluk tersebut seperti tidak menurun sedikit pun.
"Sial! Jika situasi ini berlanjut terus, hidupKu bisa berakhir di tempat ini". Gumam Ma Guang di dalam hatinya.
Jika Ma Guang telah menyerap juga energi kekuatan batu permata dari Raja Naga Api Surgawi, sudah bisa di pastikan dirinya bisa menang dari Si Burung Api yang sedang menyerangnya itu.
Pemuda itu kini hanya berharap dewi keberuntungan bisa memihaknya pada saat itu.
Phoenix api hitam yang mulai merasakan kecepatan gerakan Ma Guang yang sudah mulai menurun, langsung bertambah gencar lagi melakukan serangan kepada lawannya itu.
__ADS_1
"Tidak lama lagi kemenangan akan menjadi milikKu. Aku harus terus memanfaatkan situasi ini". Gumam phoenix api hitam sambil terus menyerang Ma Guang.
~Bersambung~