
Mendengar suara teriakan Ma Tian Shen, para penari yang saat itu sedang menari di untuk menghibur semua tamu yang ada segera menghentikan gerakan tarian mereka.
Ruangan itu pun kini sangat hening seakan tidak ada siapa pun di dalam ruangan itu.
Dan sosok yang lebbih merasa bertambah lagi ketakutannya adalah Feng Qi.
Para penari pun segera menatap ke arah Hao Dong.
Penguasa kota itu pun dengan cepat segera memberikan isyarat kepada para penari agar meninggalkan ruangan tersebut.
Hao Dong tidak menunggu lagi untuk mendekati Ma Tian Shen.
Lelaki tua itu dengan cepat kini sudah berada di depan Ma Tian Shen dengan mengambil sikap bersujud.
"Penguasa Muda! Mohon ampuni hamba jika hamba telah melakukan kesalahan". Ucap Hao Dong dengan perasaan yang dipenuhi rasa takut.
Namun Ma Tian Shen tidak menanggapi apa yang di lakukan serta perkataan Hao Dong.
Pandangan remaja itu tertuju ke arah dimana Feng Qi berada.
Sedangkan Feng Qi sendiri, disaat dirinya telah mengetahui identitas tiga orang yang pernah dia ganggu sebelumnya, pemuda itu sudah tidak berani lagi menatap ke arah ketiga tamu kehormatan mereka.
"Senang bisa berjumpa lagi dengan Tuan Muda Feng!". Ucap Ma Tian Shen.
Mendengar namanya telah disebutkan oleh Ma Tian Shen, tidak membutuhkan sedikit waktu untuk berpikir, Feng Qi segera bersujud menghadap ke arah dimana Jiangjun, Hong Yilan dan juga Ma Tian Shenn berada.
"Ampuni hamba yang memiliki mata namun tidak bisa mengenali Penguasa Muda, Penguasa Putri dan juga Dewa Jiangjun".
"Memiliki mata namun tidak bisa mengenali kami?".
"Bagaimana bisa seperti itu?".
"Bukankah saat kita bertemu sebelumnya Tuan Muda Feng pernah berkata bahwa Bibi Hong bagaikan bidadari yang turun dari khayangan untuk menjadi milikMu!?".
"Ampuni hamba karena sudah berani dan sudah lancang!". Ucap Feng Jiang lagi.
"Bukankah Tuan Muda Feng ingin mengenali Bibi Hong?".
"Hamba tidak berani dan sangat tidak pantas".
"Oh...jadi seperti itu yah!?".
"Jadi bagaimana menurutMu, apakah Bibi Hong sudah terlihat tidak cantik lagi saat ini?".
"Ampuni hamba! Ampuni hamba!".
"Sepertinya kata - kata Tuan Muda Feng tidak bisa di percaya".
"Baru satu hari kita bertemu, akan tetapi sudah bisa melupakan perkataannya sendiri".
Feng Liu yang saat itu juga mendengar kata - kata yang diucapkan oleh Ma Tian Shen, tidak berani untuk memberikan pembelaan kepada putranya tersebut.
Pria tua itu hanya bisa tetap bersujud dan tidak ingin untuk membantu putranya dari situasi saat itu.
Hong Yilan yang juga telah mendengar perkataan ponakannya langsung berkata.
"Shen'er! Sudahlah, tidak perlu di lanjutkan lagi". Ujar wanita itu karena sudah merasa malu mendengarkan perkataan remaja yang duduk disampingnya itu.
"Jika Bibi berniat untuk menghentikanKu, berarti saat ini aku harus memikirkan hadiah apa yang sepantasnya aku berikan kepada tuan muda Feng Qi". Lanjut Ma Tian Shen.
__ADS_1
Mendengar perkataan Ma Tian Shen, sosok pria tua pun segera mendekati remaja itu dan bersujud serta berkata untuk memohon.
"Penguasa Muda! Jika hukuman yang akan Penguasa Muda berikan, biarlah hambah yang tua ini yang menggantikan untuk menerimanya".
"Siapa kammu yang begitu berani ingin menggantikan posisi Tuan Muda Feng ini?". Tanya remaja itu kepada Feng Liu.
"Dia adalah putraKu satu - satunya, biarkanlah dia tetap hidup".
"Biar pria tua ini yang mengantikan posisinya".
Permohonan yang di ajukan oleh Feng Liu.
Mendengar permohonan Feng Liu dan juga mengetahui hubungan keduanya, Ma Tian Shen pun sesaat menghentikan kata - katanya.
"Oh, jadi kamu adalah ayah dari tuan muda itu?".
"Baiklah! Aku akan mengabulkan permohonanMu itu".
Tanggapan yang diberikan oleh Ma Tian Shen sambil tersenyum sinis menatap Feng Liu.
"Penguasa Muda! Tidak baik mengolok - olok orang yang jauh lebih lemah dariMu".
"Jika ayahMu mengetahui hal ini, dia juga pasti tidak menyukai apa yang Penguasa Muda lakukan saat ini".
Jiangjun menasehati Ma Tian Shen menggunakan kekuatan spiritualnya.
"Shen'er! Bibi juga merasa malu dengan semua perkataanMu itu".
Hong Yilan menegur ponakannya dengan menggunakan kekuatan spiritual juga.
Mendapatkan nasihat serta teguran dari dua orang yang duduk disamping kiri dan kanannya, Ma Tian Shen pun langsung tertawa.
"Ha...ha...ha...ha...ha...apakah saat ini tuan muda merasa takut?". Remaja itu kembali bertanya kepada Feng Qi.
Ma Tian Shen kini seperti dewa kematian bagi mereka berdua.
"Baiklah...Kali ini aku bisa memaafkan sikapMu, akan tetapi jika kamu melakukan hal itu lagi kepada orang lain, aku pasti tidak akan memaafkanMu".
Mendengar perkataan remaja itu, keduanya pun menangis dan berterima kasih kepada Ma Tian Shen.
"Terima kasih atas pengampunannya!". Ucap kedua ayah dan anak itu sambil bersujud berulang - ulang kali.
"Kenapa Bibi merasa malu? Apakah ada kata - kata yang salah dariKu?". Tanya remaja itu.
Hong Yilan tidak menanggapi pertanyaan ponakannya, gadis itu hanya memperlihatkan sikap yang tidak senang kepada Ma Tian Shen.
Remaja itu pun kini menjadi bingung dengan sikap bibinya tersebut.
"Mengapa sikap bibi Hong seperti itu?".
"Apa yang dia pikirkan saat ini?".
"Mengapa sikapnya ini baru pertama kali Ku lihat?".
"Paman, ada apa dengan Bibi?". Tanya Ma Tian Shen kepada Jiangjun.
"BibiMu saat ini sedang tidak ingin berbicara dengan Penguasa Muda". Jawab Jiangjun.
"Apa!? Mengapa bisa seperti itu?".
__ADS_1
"Apakah aku telah melakukan kesalahan?".
Teriak Ma Tian Shen membuat seluruh mata menatap ke arah mereka bertiga.
"Rupanya Penguasa Muda telah terbiasa dimanja sehingga dirinya tidak bisa menilai setiap sikap seseorang". Gumam Jiangjun sambil menggelengkan kepala.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang kalian semua rasakan". Ucap Jiangjun.
"Paman! Mengapa Paman berkata seperti itu?".
"Paman itu adalah Dewa Surgawi, jadi tidak pantas berkata seperti itu kepada manusia biasa seperti mereka". Tutur Ma Tian Shen seakan ingin mengingatkan kepada Jiangjun.
"Sebaiknya kalian lanjutkan saja jamuan makan malam ini, kami pergi dulu". Ucap Jiangjun yang langsunng menghilang dari tempat itu bersama dengan dua orang lainnya.
Setelah tiba di tempat yang disediakan oleh Hao Dong untuk mereka beristirahat, Ma Tian Shen langsung mengkritik tindakan Jiangjun.
"Paman! Mengapa Paman melakukan hal ini?".
"Aku tidak suka dengan apa yang Paman lakukan itu!".
"Hamba mengaku salah! Hamba siap di hukum oleh Penguasa Muda". Tutur Jiangjun sambil menangkupkan tangannya bersikap formal kepada Ma Tian Shen.
"Shen'er! Mengapa sikapMu seperti itu?".
"Apa yang kamu lakukan itu tidak baik, ayahMu pasti akan memarahiMu juga jika dia melihat sikapMu yang kamu tunjukkan itu".
"Kamu tidak boleh merendahkan manusia, sebab kamu itu juga adalah manusia, namun kamu telah memiliki tingkat kultivasi yang jauh lebih tinggi dari mereka".
"Salah mereka sendiri jika tidak memiliki kultivasi yang tinggi sepertiKu". Balas Ma Tian Shen.
"Shen'er! Sepertinya kamu harus belajar bersosialisasi terlebih dahulu dengan orang lain barulah kamu bisa menjalani hidup di dunia ini".
"Mengapa bibi Hong berkata seperti itu kepadaKu? Tidak biasanya bibi bersikap seperti ini".
"Apakah bibi sudah tidak menyayangiKu lagi?".
"Paman juga! Mengapa sikap Paman mulai berubah saat keluar dari dunia kecil?".
Tanya Ma Tian Shen karena merasa bingung dengan perubahan sikap kedua orang yang bersama denganNya.
Memang Ma Tian Shen tidak pernah di perlakukan seperti apa yang baru saja dia rasakan.
Hal tersebut karena sejak kecil, dia hanya terus dilayani oleh dua pasukan Naga Api Surgawi.
Serta selalu di perlakukan secara istimewa oleh semua orang yang berada di dalam dunia kecil milik Kilin Api maupun di dunia dewa surgawi.
Sebagian besar perjalanan hidupnya juga hampir seluruhnya dihabiskan untuk berkultivasi, sehingga Ma Tian Shen sangat tidak peka dengan kehidupan sosial yang ada di dunia manusia.
"Jika Paman dan bibi bersikap seperti itu lagi kepadaKu, lebih baik aku pergi sendiri". Tutur Ma Tian Shen.
Mendengar perkataan remaja itu, sikap keduanya pun langsung berubah.
"Baiklah...baiklah, bibi tidak akan lagi bersikap seperti sebelumnya". Bujuk Hong Yilan.
"Iya Penguasa Muda, hamba juga tidak akan bersikap seperti itu lagi". Sambung Jiangjun.
"Apa benar yang paman dan bibi katakan itu?". Tanya Ma Tian Shen ingin memastikan.
"Iya Penguasa Muda!".
__ADS_1
"Iya Shen'er!".
~Bersambung~