Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 292. Malam Terakhir Bersama Bing Bihai


__ADS_3

Ma Guang kini masih berada di kamarnya karena sedang memikirkan apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan juga Bing Bihai.


Tidak hanya itu saja, pria itu juga berpikir konsekuensi yang harus dia terima sast hal itu di ketahui oleh keempat istrinya.


"Kenapa bisa terjadi hal tersebut? Apakah itu karena pengaruh dari arak yang aku minum?."


"Tidak mungkin! Mengapa arak yang aku salahkan? Itu memang adalah keinginanKu juga!."


"Bagaimana dengan keadaan nona Bing saat ini? Apakah dirinya sangat terpukul dengan kejadian tersebut?."


"Aku harus menemuinya agar dia tidak merasa terpukul dengan kejadian itu!."


"Tetapi apakah dirinya tidak membenci diriKu? Ataukah sebaliknya?."


Hati dan pikiran Ma Guang terus berkecamuk saat memikirkan apa yang baru saja terjadi.


Setelah beberapa jam berada terus berdiam di dalam kamarnya, akhirnya Ma Guang memberanikan diri untuk keluar dan ingin menemui Bing Bihai.


Sedangkan kedua gadis yang di bawah oleh Bing Bihai kini sedang menunggu kedua orang tersebut untuk kembali melakukan latih tanding dengan para murid sekte Bambu Kuning.


Saat Ma Guang keluar dari kamarnya, kedua gadis itu pun langsung bisa melihatnya dan langsung memberi hormat kepadanya sambil menangkupkan tangan mereka.


Ma Guang pun langsung menanggapinya serta berkata.


"Apakah tetua kalian sudah bangun?." Tanya Ma Guang.


"Belum! Kami juga belum melihatnya sejak pagi tadi!." Jawab kedua gadis tersebut.


"Apakah kalian berdua sudah dari kamarnya?." Tanya Ma Guang lagi.


"Kami tidak berani!." Jawab kedua gadis tersebut.


"Baiklah! Kalau begitu aku akan pergi mengecek ke kamarnya!." Tutur Ma Guang sambil melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar yang di tempati oleh Bing Bihai.


Saat Ma Guang baru saja melangkahkan kakinya, Bing Bihai langsung terlihat olehnya sedang berjalan menuju ke arah mereka.


Ma Guang pun langsung menghentikan langkah kakinya.


Saat Bing Bihai sudah berada di dekatnya, Ma Guang pun langsung menyambutnya dan berkata.


"Nona Bing! Ayo kita sarapan dahulu sebelum kita menuju ke arena pertarungan!." Tutur Ma Guang dengan nada suara yang sangat berhati - hati agar tidak menyinggung perasaan wanita tersebut.


Bing Bihai langsung menghentikan langkah kakinya dan berbalik berjalan untuk menuju ke ruang makan.


Ma Guang pun bertanya kepada kedua jenius muda dari sekte Es Abadi jika keduanya sudah sarapan.


Tetapi mereka ternyata sudah sarapan lebih dulu.


Akhirnya Ma Guang pun langsung berjalan menyusul Bing Bihai ke meja makan.


Setelah tiba di meja makan, Bing Bihai sudah duduk namun belum juga mengambil makanan untuknya.

__ADS_1


Ma Guang pun duduk saling berhadapan dengan wanita itu.


Namun keduanya merasa canggung saat saling memandang.


Bing Bihai pun langsung berdiri dan mengambilkan makanan untuk Ma Guang.


Pria itu merasa terkejut dengan perlakuan Bing Bihai.


"Apakah dia tidak merasa benci terhadapKu?." Pikir Ma Guang.


Bing Bihai pun langsung menyerahkan makanan yang di ambilnya kepada Ma Guang.


Pria itu pun langsung menerimanya dan langsung berkata.


"Maaf sudah merepotkan nona Bing!." Ucap Ma Guang tulus.


"Saat hanya ada kita berdua, aku tidak ingin mendengar panggilan tersebut!." Tutur Bing Bihai.


"Kenapa?." Tanya Ma Guang penasaran.


"Panggilan tersebut hanya untuk orang yang saling menghormati! Bukan panggilan untuk seseorang yang sangat dekat denganMu!." Tutur Bing Bihai lagi.


"Terus, panggilan apa yang harus aku ucapkan saat hanya berdua denganMu?." Tanya Ma Guang lagi.


"Biarkan hal itu mengalir saja sesuai dengan kata hatiMu!." Tutur Bing Bihai lagi.


"Jadi..." kata - kata Ma Guang langsung terhenti.


"Hubungan kita cukup seperti ini saja! Dan jangan menjadi beban untuk diriMu! Sebab hal ini di sebabkan oleh diriKu sendiri!." Tutur Bing Bihai lagi sambil mengambil makanan untuk dirinya.


Bing Bihai mulai membicarakan tentang latih tanding yang akan di lakukan oleh kedua muridnya tersebut.


Keduanya kembali berbincang - bincang seperti biasanya.


Walau pun demikian, akan tetapi Ma Guang sudah tidak mau lagi bermain - main dengan hati wanita di depannya itu.


Setelah selesai makan, mereka pun langsung menuju ke arena pertarungan.


Setelah tiba di arena pertarungan, mereka berempat langsung di sambut oleh Du Yinhui bersama para murid yang lain.


Kini sudah ada empat orang murid lagi yang di siapkan oleh Du Yinhui untuk bertarung dengan kedua murid yang dibawah oleh Bing Bihai.


Pertarungan pun kembali di mulai, kini kedua murid Bing Bihai mulai kelabakan menghadapi para murid dari sekte Bambu Kuning yang tingkat kultivasinya sudah berada di atas mereka.


Namun karena sudah di instruksikan kepada para murid tersebut untuk mengukur kekuatan serangan mereka sehingga tidak berakibat fatal bagi kedua murid tersebut.


Para murid dari sekte Bambu Kuning hanya memanfaatkan kecepatan gerakan teknik serangan yang mereka miliki, akan tetapi membatasi energi Qi saat melepaskan serangan kepada kedua gadis yang menjadi lawan mereka.


Hal itu di lakukan selama satu minggu penuh.


Namun hubungan Ma Guang dan juga Bing Bihai terlihat biasa saja, hanya tingkah Bing Bihai saja yang terlihat lebih memperhatikan Ma Guang.

__ADS_1


Malam terakhir sebelum Bing Bihai meninggalkan sekte Bambu Kuning, wanita itu pun ingin menghabiskan malam itu untuk duduk berbincang - bincang dengan Ma Guang dan tanpa meneguk arak.


"Guang gege! Besok aku akan kembali ke sekte Es Abadi, aku berharap kamu tidak membenciKu karena sudah merepotkan diriMu serta sudah membuat diriMu jauh dari keempat istriMu!." Tutur Bing Bihai dengan serius.


"Nona Bing! Jangan...." Ma Guang tidak bisa melanjutkan kata - katanya saat Bing Bihai memotong apa yang ingin pria itu katakan.


"Aku tidak ingin mendengar panggilan itu lagi di saat seperti ini!." Ujar Bing Bihai dengan nada suara yang ketus.


"Bi'er! Sebenarnya aku juga sangat merasa canggung dengan panggilan seperti itu kepadaMu!." Tutur Ma Guang.


"Memangnya kenapa!? Anggap saja kamu sedang memanggil adikMu! Apakah itu berlebihan!?." Ucap Bing Bihai.


Ma Guang langsung berpikir sesaat dan kembali berkata di dalam hatinya.


"Iya juga! Kenapa aku berpikir sampai sejauh itu? Apakah karena aku juga selalu memanggil mereka berempat dengan panggilan seperti itu!?." Pikir Ma Guang yang merasa malu dengan pemikirannya sendiri.


Keduanya pun melanjutkan pembicaraan mereka sampai subuh.


Setelah fajar tidak lama lagi nampak di ufuk timur, keduanya langsung masuk ke dalam kamar mereka masing - masing.


Namun sebelum keduanya berpisah, Bing Bihai mendekati Ma Guang dan langsung mengecup bibir pria itu.


Ma Guang hanya terdiam saat wanita itu melakukan tindakan tersebut.


Pikiran pria itu langsung kembali berkecamuk lagi.


Dirinya tidak menyangka bahwa wanita itu akan kembali melakukan lagi hal itu.


Setelah itu Bing Bihai pun langsung pergi menuju ke kamar yang dia tempati.


Ma Guang masih berdiri di tempatnya dan masih belum selesai dari keterkejutannya itu.


Hingga akhirnya pria itu pun langsung menuju ke kamarnya.


Saat dua jam matahari terbit di ufuk timur, kini Bing Bihai dan kedua muridnya sudah bersiap untuk meninggalkan sekte Bambu Kuning.


Ketiganya kini sedang sarapan di ruang makan bersama dengan Ma Guang.


Mereka tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Setelah selesai sarapan, akhirnya ketiganya langsung bersiap untuk meninggalkan sekte Bambu Kuning.


Ma Guang pun langsung mengantarkan mereka sampai ke pintu gerbang untuk memasuki wilayah sekte tersebut.


Du Yinhui juga menemani Ma Guang untuk mengantarkan ketiganya.


"Pendekar Ma! Patriak Du! Terima kasih atas pelayanan serta keramahan yang kalian tunjukkan!." Tutur Bing Bihai.


"Itu sudah menjadi kewajiban kami untuk melayani Nona Bing! Jadi tidak usah terlalu di pikirkan tentang hal tersebut!." Tutur Du Yinhui.


Setelah selesai mengucapkan kata - kata perpisahan, Bing Bihai bersama kedua muridnya langsung melesat terbang untuk kembali ke sektenya.

__ADS_1


Setelah kepergian Bing Bihai, Ma Guang pun langsung berniat untuk kembali ke dunia dewa surgawi.


~Bersambung~


__ADS_2