
"Jadi, saat ini apa yang akan kita lakukan?". Tanya Duan Meng.
"Yang akan kalian lakukan adalah, meningkatkan kemampuan kalian masing - masing, agar supaya bisa menghadapi segala situasi yang akan terjadi nanti". Ucap Ma Guang.
Mereka akhirnya menyudahi pertemuan saat itu dan kembali ke kediaman mereka masing - masing untuk bermeditasi agar bisa meningkatkan energi tenaga dalam milik mereka.
Ma Guang, Xia Jiao dan juga Yuan Jiali, ketiganya berjalan menuju ke kediaman milik Ma Guang yang berada di sekte Bambu Kuning. Namun putri Zhou Lu Yun juga ikut bersama - sama dengan ketiganya, sebab kediamannya dan juga Tjia Annchi berdekatan dengan kediaman Ma Guang.
Nona Tjia sendiri kini sedang berjalan secara terpisah dan di temani oleh Duan Jun.
***
Di aula utama istana kerajaan Lu, duduk beberapa petinggi kerajaan tersebut, dan raja Lu Zhuang duduk di kursi kebesarannya.
Raja Lu Zhuang saat itu sedang membicarakan tentang situasi politik yang terjadi di kerajaan tetangganya, yaitu kerajaan Qi.
Raja Lu Zhuang beserta para menteri dan juga jenderalnya sedang mendiskusikan tentang provokasi yang di lakukan oleh prajuritnya di wilayah perbatasan yang berbatasan dengan kerajaan Qi.
"Yang Mulia Raja! Menurut hamba, mental setiap prajurit kerajaan Qi terlihat sangat menurun saat ini, kemungkinan hal tersebut di akibatkan karena gesekan yang terjadi antara sang raja dan pangeran dengan Ma Guang". Ucap Xu Chen yang adalah seorang jenderal.
"Apakah informasi itu sudah di selidiki dengan teliti kebenarannya?". Tanya Lu Zhuang.
"Iya Yang Mulia! Informasi itu sudah di selidiki kebenarannya oleh mata - mata kita yang berada di ibu kota kerajaan Qi". Ucap Jenderal itu lagi menyakinkan kepada sang raja.
"Bagaimana menurut jenderal Luan Zhi? Apakah momentum ini sangat tepat untuk kita lakukan penyerangan?". Tanya sang raja.
"Hamba mohon ampun Yang Mulia! Menurut hamba, kita harus benar - benar memikirkan dengan baik dan dengan pasti terlebih tentang kekuatan pasukan yang dimiliki oleh kerajaan Qi, sebab mereka memiliki juga beberapa jenderal yang memiliki pengalaman yang gemilang dalam setiap pertempuran yang mereka lalui". Ucap jenderal Luan Zhi.
"Apa yang di katakan oleh jenderal Luan Zhi ada benarnya, di kerajaan Qi sendiri, saat ini memiliki jenderal Tian Ju dan juga jenderal Yang Bin yang sangat sulit untuk di kalahkan". Ucap Lu Teng yang adalah seorang menteri di kerajaan Lu tersebut.
"Memang benar yang di katakan oleh jenderal Luan Zhi dan juga menteri Lu Teng, tetapi yang perlu kita ingat, bahwa kedua jenderal tersebut saat ini sedang berada di wilayah perbatasan yang berbatasan dengan wilayah kerajaan Lai, jadi tidak akan mungkin mereka akan meninggalkan wilayah tersebut, apa lagi keduanya sangat bersimpati dengan Ma Guang". Ucap jenderal Xu Cheng.
"Tetapi Yang Mulia, menurut yang hamba ketahui, di wilayah perbatasan kerajaan Qi dan kerajaan Lai, saat ini sudah ada beberapa jenderal yang berada di sana, selain kedua jenderal besar tersebut, mereka adalah jenderal Meng Yin dan juga jenderal Fan Gui, apa lagi kekalahan yang di alami oleh kerajaan Lai saat terjadi pertempuran baru - baru ini, pasti kerajaan Lai tidak akan menyerang kerajaan Qi, sehingga raja Qi Guan Zhong pasti akan menarik kedua jenderal besar itu untuk kembali ke ibu kota". Ucap jenderal Luan Zhi.
"Bagaimana menurutMu jenderal Xu Cheng?". Tanya sang raja.
"Menurut hamba, mental atau pun semangat juang dari para prajurit mereka yang akan menentukan kuat tidaknya pasukan mereka, dan seperti yang sudah hamba katakan tadi, bahwa mental para prajurit mereka sangat jatuh karena apa yang telah terjadi pada Ma Guang". Ucap Xu Chen dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Jika memang benar seperti itu situasi mental dan semangat para prajurit kerajaan Qi, terus menurutMu, bagaimana strateginya jika kita melakukan serangan terhadap mereka?". Tanya sang raja kepada jenderal Xu Cheng.
"Menurut hamba, kita akan menyerang dan menguasai terlebih dahulu kota Yiqiu, kota Liangfu dan juga kota Mengyin terlebih dahulu secara serentak". Ujar Xu Chen.
"Jadi menurutMu, pasukan kita akan di bagi menjadi tiga bagian?". Tanya sang raja.
"Iya Yang Mulia!". Jawab Xu Chen.
"Hamba akan memimpin pasukan hamba untuk menyerang dan merebut kota Yiqiu, jenderal Luan Zhi memimpin pasukannya untuk menyerang dan merebut kota Mengyin, sedangkan Yang Mulia Raja menyerang kota Liangfu". Ucap Xu Chen.
"Apakah strategi ini akan berhasil?". Tanya sang raja kepada Xu Chen.
"Hamba sangat yakin! Sebab jarak tempuh pasukan hamba lebih dekat di bandingkan dengan jarak tempuh dari pasukan Yang Mulia dan juga jarak tempuh dari pasukan jenderal Luan Zhi. Jadi, disaat pasukan hamba sudah merebut kota Yiqiu, hamba akan membawa pasukan hamba untuk menuju kota Liangfu agar bisa membantu pasukan Yang Mulia". Ucap Xu Chen.
"Bagaimana menurut jenderal Luan Zhi?". Tanya sang raja sambil menatap ke arah Luan Zhi.
"Hamba hanya mengikuti saja apa yang di putuskan oleh Yang Mulia". Ucap jenderal Luan Zhi.
Memang saat itu, jenderal Xu Chen ingin membuktikan kepada sang raja bahwa dia juga memiliki kemampuan untuk menjadi seorang jenderal besar kerajaan tersebut, sebab jenderal besar saat itu adalah jenderal Luan Zhi.
Xu Chen sangat berniat untuk menggusur posisi Luan Zhi sebagai jenderal besar di kerajaan Lu.
"Bagaimana menurut kalian?". Tanya sang raja sambil menatap kearah para menteri yang hadir di tempat itu.
Para menterinya pun menjawab seperti jawaban yang di lontarkan oleh jenderal Luan Zhi.
Akhirnya sang raja menyampaikan keputusannya tentang penyerangan yang di ajukan oleh jenderal Xu Chen.
"Kita akan mempersiapkan seratus ribu pasukan untuk menyerang ke wilayah kerajaan Qi, jenderal Xu Chen memimpin tiga puluh ribu pasukan untuk menuju ke kota Yiqiu, jenderal Luan Zhi memimpin tiga puluh ribu pasukan untuk menuju ke kota Mengyin dan saya sendiri akan memimpin empat puluh ribu pasukan untuk menyerang ke kota Liangfu. Dan kita akan mulai bergerak dua hari kedepan, jadi saya mengharapkan kepada kalian berdua agar bisa untuk mempersiapkannya mulai malam ini". Ucap sang raja.
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh sang raja, akhirnya pertemuan pada saat itu pun selesai, dan mereka membubarkan diri untuk menuju ke tempat mereka masing - masing.
Berbeda dengan kedua jenderal yang di perintahkan oleh raja, mereka berdua mengumpulkan seluruh komandan pasukan mereka dan memerintahkan untuk menyampaikan apa yang baru saja sang raja putuskan.
Setelah mendengar penyampaian dari kedua jenderal tersebut, setiap komandan pasukan yang berada di tempat mereka masing - masing, langsung membubarkan diri mereka.
Sedangkan sang raja memanggil seorang jenderal untuk datang ke menghadap kepadanya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, muncul seorang pria yang sudah berusia empat puluh tahun lebih datang memasuki aula istana tersebut.
"Hamba menghadap Yang Mulia Raja!". Ucap jenderal Xian Zhen sambil mengambil sikap hormat.
"Silahkan berdiri!". Ucap sang raja.
Sang jenderal pun langsung berdiri dan di persilahkan duduk oleh sang raja.
"Hamba siap untuk menerima perintah dari Yang Mulia!". Ucap jenderal Xian Zhen.
"Jenderal Zhen! Kamu akan berada disisiKu saat kita akan menyerang kota Liangfu". Ucap sang raja.
"Ampun Yang Mulia! Apakah kita akan menyerang kerajaan Qi?". Tanya Xian Zhen.
"Iya! Dua hari kedepan, kita akan mulai bergerak dan akan merebut setiap kota di wilayah kerajaan Qi yang akan kita lalui". Ucap sang raja.
Xian Zhen langsung terdiam dan mulai memikirkan situasi politik yang saat ini sedang terjadi di kerajaan Qi serta kekuatan pasukan kerajaan Qi dan juga kekuatan pasukan mereka.
"Jadi, kamu saat ini sudah bisa menyiapkan seluruh pasukanMu". Lanjut sang raja.
"Baik Yang Mulia! Hamba akan menyiapkan pasukan hamba". Ucap jenderal Xian Zhen.
"Kalau begitu, kamu sudah bisa kembali ke tempatMu dan menyiapkan pasukanMu". Ucap sang raja.
"Hamba mohon undur diri Yang Mulia!". Ucap Xian Zhen sambil meninggalkan tempat itu dan langsung menuju ketempat dimana pasukannya berada.
Saat di tengah perjalanannya untuk menuju ke tempat dimana pasukannya berada, jenderal Xian Zhen terus berpikir tentang apa yang baru saja di katakan oleh sang raja.
Pria itu sangat mengetahui kekuatan pasukan yang di miliki oleh kerajaan Qi, jadi tidak bisa menyerang mereka dengan ceroboh, karena hal itu akan membuat pasukan mereka mengalami kekalahan.
~Bersambung~
#Pengumuman
Saya mohon maaf karena sudah seminggu tidak mengupload karyaQu, hal itu di sebabkan karena ada urusan penting yang tidak bisa untuk aku tinggalkan.
Semoga para pembaca karyaQu ini akan tetap setia menanti kelanjutannya.
__ADS_1
Dan jangan lupa untuk tetap mendukungQu 🙏🙏🙏