
Di sebuah gazebo terlihat seorang pemuda sedang duduk sendiri setelah selesai bermeditasi.
Sepasang mata yang indah sedang menatap kearah pemuda tersebut sambil bergumam sendiri, dan pemilik sepasang mata yang indah itu adalah Xia Jiao.
"Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatiKu kepadaNya".
Gadis itu pun melangkahkan kakinya untuk mendekati pemuda tersebut yang tidak lain adalah Ma Guang.
"Apakah kamu sudah selesai bermeditasi?". Tanya Xia Jiao membuyarkan lamunan pemuda tersebut.
Ma Guang pun menjawab sambil kembali melontarkan pertanyaan kepada Xia Jiao. "Iya! Apakah kamu juga sudah meningkatkan kemampuan ilmu bela diriMu?".
Gadis itu pun langsung menjawab dan melanjutkan kata - katanya. "Iya! Tetapi saat ini aku tidak ingin untuk membahas tentang hal itu".
"Terus...hal apa yang ingin kamu bahas saat ini denganKu?". Tanya Ma Guang dengan nada suara yang penasaran.
"Aku ingin memperjelas tentang hubungan di antara kita berdua". Jawab Xia Jiao dengan penuh penekanan.
"Hubungan? Hubungan seperti apa yang nona Xia ingin perjelas di antara kita berdua?". Tanya Ma Guang seperti belum mengetahui hal itu.
"Hubungan yang aku maksudkan yaitu, aku ingin menjadi kamu mengakuiKu sebagai kekasihMu". Ucap Xia Jiao tanpa berbelit - belit lagi.
"Apa? Kekasih? Tunggu...tunggu... apakah selama ini kita bukan sebagai kekasih!?". Tanya Ma Guang.
"Jadi selama ini kamu sudah menganggapKu sebagai kekasihMu? Begitu?". Ucap Xia Jiao.
"Iya!...menurutKu sejak kejadian yang lalu saat kita menjalankan misi dari raja, aku sudah menganggapMu sebagai kekasihKu". Jawab Ma Guang.
"Jadi hanya seperti itu caraMu untuk memperhatikan kekasihMu?".
"Iya! Memang aku orangnya seperti itu terhadap kekasihKu".
"Kalau seperti itu caraMu memperlakukan kekasihMu, berarti setiap gadis yang dekat dengan diriMu adalah kekasihMu...begitu?". Tanya Xia Jiao.
"MenurutKu tidak seperti itu".
"Tidak seperti itu bagaimana? Kamu selalu memperlakukan setiap gadis yang dekat denganMu sama seperti kamu memperlakukan diriKu. Itu berarti posisiKu di hatiMu sama dengan posisi gadis - gadis lain juga, sebab kamu selalu sama untuk memperlakukan kami". Xia Jiao menjelaskan penilaiannya terhadap sikap Ma Guang.
"Jadi menurutMu aku seharusnya bagaimana?". Tanya Ma Guang yang sudah menjadi canggung dengan situasi tersebut.
"Seharusnya kamu itu lebih memperhatikan diriKu di bandingkan dengan yang lain". Ucap Xia Jiao dengan nada suara yang ketus.
__ADS_1
"Terus, aku harus bersikap seperti apa kepada yang lain?". Tanya Ma Guang lagi.
"Kamu harus menjauhi mereka!". Jawab Xia Jiao.
"Termasuk nona Yuan!?". Ucap Ma Guang.
Xia Jiao pun langsung terdiam saat mendengar perkataan pemuda di depannya.
"Kalau nona Yuan itu lain halnya dengan gadis - gadis yang lain".
"Aku tidak bisa untuk menjauhi nona Duan dan juga tuan putri". Jawab Ma Guang tanpa menyadari akan membuat hati gadis di depannya akan terluka.
Setelah mendengar apa yang Ma Guang katakan, wajah Xia Jiao langsung berubah drastis.
"Jika kamu sudah menganggap diriKu sebagai kekasihMu, seharusnya kamu lebih memikirkan serta bisa menjaga perasaanKu agar tidak merasa sakit seperti ini". Ucap Xia Jiao sambil meneteskan air matanya.
"Nona Xia! Sebelumnya aku meminta maaf kepada diriMu, karena seperti yang kamu ketahui, hidupKu selama ini hanya selalu memikirkan tentang ilmu bela diri saja, sehingga aku tidak bisa memahami akan hal itu".
"Tetapi kamu itu seorang pria, tentunya secara alami kamu bisa mengerti tentang hubungan sebagai sepasang kekasih".
"Baiklah kalau begitu, aku mohon kepadaMu untuk memberikan aku waktu agar bisa memahami akan hal itu, agar supaya aku tidak akan lagi menyakiti hati serta perasaanMu". Ucap Ma Guang.
Tanpa mereka berdua sadari, Yuan Jiali juga sedang mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Yuan Jiali langsung kembali masuk dan menuju kekamarnya dan bersikap seakan dia tidak mengetahui akan apa yang telah di bicarakan oleh dua muda mudi tersebut.
"Apa? Kamu meminta waktu untuk memahami hal itu? Itu adalah hal yang paling terkonyol yang baru aku dengar". Ucap Xia Jiao.
"Nona Xia! Aku tidak bisa melakukan suatu hal yang tidak aku ketahui atau yang tidak aku pahami, jadi aku mohon nona Xia agar bisa memahami diriKu".
"Aku itu sangat mencintai diriMu, karena usiaKu saat ini sudah siap untuk menikah, aku ingin kamu mengakuiKu sebagai kekasihMu dan memperlakukan aku seperti apa yang aku inginkan sehingga kita bisa secepatnya untuk menikah".
"Kalau begitu, ayo kita menikah saja". Ucap Ma Guang.
"Kita bisa saja menikah, tetapi kamu itu masih tetap dekat dengan gadis - gadis yang lain, dan itu akan lebih menyakiti hatiKu".
"Kalau begitu, berikan aku waktu untuk mengetahui dan juga untuk memahami hal itu". Ucap Ma Guang lagi.
Xia Jiao tanpa berkata - kata lagi langsung berjalan dan meninggalkan pemuda itu.
"Kenapa dia bisa semarah itu kepadaKu? Apakah aku salah jika belum mau memikirkan hal itu?". Gumam Ma Guang di dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Pada keesokan harinya, mereka sarapan bersama, namun ada satu sosok yang tidak terlihat pada saat itu.
"Dimana nona Xia? Kenapa dia tidak sarapan bersama dengan kita saat ini?". Tanya Ma Guang kepada orang - orang yang ada.
"Mungkin dia masih berada di kamarnya". Ucap Yuan Jiali.
Mereka pun langsung menikmati sarapan yang sudah tersedia.
Setelah itu, Ma Guang langsung pergi melihat - lihat situasi yang ada di sekte tersebut.
Saat hari sudah menjelang malam, Ma Guang pun kembali ke kediamannya, di dalam pikirannya, pemuda itu selalu memikirkan setiap apa yang Xia Jiao katakan.
Setelah tiba di kediamannya Ma Guang pun langsung membersihkan tubuhnya serta mengganti pakaiannya dan langsung mencari keberadaan dari Xia Jiao.
Setelah beberapa saat Ma Guang mencari keberadaan Xia Jiao di sekitar kediamannya dan juga di wilayah sekte tersebut serta bertanya kepada setiap orang yang dia temui, pemuda itu langsung mengetahui bahwa gadis tersebut sudah tidak lagi berada di lingkungan sekte Bambu Kuning.
Ma Guang pun langsung melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya dan menuju ke camp pasukannya.
Hal yang sama juga di lakukan oleh pemuda itu, tetapi dirinya juga mendapatkan hasil yang sama.
Tanpa seorang pun yang mengetahui, Xia Jiao kini sudah meninggalkan sekte Bambu Kuning dan sedang menuju ke sekte Bunga Persik dengan perasaan yang penuh dengan kekecewaan.
Akhirnya Ma Guang pun menuju ke kota Nanpi untuk mencari informasi tentang Xia Jiao.
Setelah dirinya tiba di kota Nanpi, Ma Guang langsung menanyakan kepada prajuritnya dan juga murid sekte Bambu Kuning yang di tugaskan di kota tersebut.
Seorang tetua yang melihat Xia Jiao langsung memberitahukannya kepada Ma Guang bahwa gadis itu sedang menuju ke sekte Bunga Persik dan berpesan kepada tetua tersebut agar Ma Guang tidak pergi untuk menyusulnya.
"Apakah sampai sebegitu marahnya nona Xia kepada diriKu?". Gumam Ma Guang di dalam hatinya.
"Apakah aku harus menyusulnya? Tetapi jika aku menyusulnya, pasti nona Xia akan lebih marah lagi kepadaKu". Gumamnya lagi.
Akhirnya Ma Guang memutuskan untuk kembali ke sekte dan menuju ke kediamannya.
Setelah tiba di kediamannya, Yuan Jiali langsung menyambut dan bertanya kepadanya.
"Apakah kamu sudah mengetahui keberadaan dari nona Xia?".
Ma Guang hanya menanggapi pertanyaan Yuan Jiali dengan menganggukkan kepalanya.
"Terus nona Xia saat ini sedang berada dimana?". Tanya Yuan Jiali lagi.
__ADS_1
"Nona Xia sudah meninggalkan sekte ini dan sedang menuju ke sekte Bunga Persik". Jawab Ma Guang.
~Bersambung~