
Rombongan pasukan jenderal Fan Gui sedang menuju ke posisi medan pertempuran yang sudah di sepakati oleh dirinya dan juga Ma Guang.
Setelah tiba di tempat yang sudah di sepakati, jenderal Fan Gui tidak mendapati pasukan Ma Guang.
Namun setelah beberapa saat kemudian, seseorang langsung datang menghadap jenderal Fan Gui.
Orang itu adalah salah satu prajurit Ma Guang.
Prajurit tersebut langsung melaporkan apa yang telah terjadi dan dimana posisi Ma Guang dan juga pasukannya berada.
Setelah mendengar apa yang di sampaikan oleh prajurit Ma Guang, akhirnya jenderal Fan Gui dan juga pasukannya langsung bergerak menuju ke camp musuh yang sudah di kuasai oleh pasukan kerajaan Qi.
Jenderal Fan Gui dan juga pasukannya kini telah tiba di tempat dimana Ma Guang berada. Pria tersebut langsung pergi menemui Ma Guang.
"Jenderal Ma! Selamat atas keberhasilannya!". Ucap jenderal Fan Gui.
"Jenderal Fan! Ternyata anda sudah tiba...terima kasih atas ucapan selamatnya!". Ucap Ma Guang sambil menjura hormat kepada Fan Gui.
"Jenderal Fan! Apakah kita sudah bisa melanjutkan perjalanan kita untuk menuju ke kota Pingcheng?". Tanya Ma Guang.
"Jika itu yang jenderal Ma inginkan, aku bersama pasukanku siap untuk melanjutkan perjalanan". Ucap Fan Gui.
"Baiklah! Kalau begitu, mari kita melanjutkan perjalanan kita". Ucap Ma Guang sambil berjalan menuju ke tempat pasukannya berada.
Pasukan mereka kembali bergerak ke arah barat dan mulai menyisir wilayah yang di kuasai oleh pasukan kerajaan Lai.
Seperti biasa, Ma Guang memerintahkan beberapa kelompok prajuritnya untuk memeriksa keamanan jalan yang akan mereka lalui.
Tidak lama kemudian, seorang prajurit yang di utus untuk memeriksa keamanan di depan rombongan pasukan mereka langsung menghadap Ma Guang dan melaporkan bahwa ada pergerakan kelompok kecil pasukan musuh sedang bergerak dari depan menuju ke arah mereka.
Ma Guang langsung memerintahkan sebagian prajuritnya untuk menghadang kelompok kecil pasukan musuh tersebut.
Akhirnya pertempuran berskala kecil pun terjadi.
Jumlah pasukan musuh hanyalah berjumlah setara dengan satu kompi yang di pimpin oleh seorang komandan kompi dan tiga orang komandan pleton.
Sedangkan pasukan yang Ma Guang kirim, memiliki jumlah yang sama juga.
Pertempuran itu kini terlihat tidak seimbang, hal itu di sebabkan oleh karena kemampuan pasukan musuh lebih lemah dari kemampuan pasukan Ma Guang.
__ADS_1
Komandan yang memimpin pasukan tersebut kini sedang bertarung dengan salah satu dari lima komandan milik Ma Guang.
"Sialan! Kemampuannya menggunakan pedang lebih hebat dari kemampuanKu". Gumam komandan pasukan musuh.
Pria itu terus melancarkan serangan tebasan pedangnya ke arah organ vital milik komandan pasukan Ma Guang.
Namun semua serangan itu sangat mudah di patahkan oleh komandan pasukan Ma Guang.
Beberapa saat kemudian, akhirnya seluruh prajurit musuh langsung kehilangan nyawa mereka beserta pemimpin pasukan mereka.
"Pertempuran ini terlalu mudah untuk di hadapi. Ternyata tidak sia - sia pelatihan yang di berikan oleh Jenderal Ma". Gumam sang komandan.
Mereka lalu mengambil tunggangan serta perlengkapan pasukan musuh untuk mereka gunakan.
Setelah rombongan besar pasukan Ma Guang dan juga pasukan Fan Gui sudah tiba, mereka kemudian melanjutkan perjalanan lagi.
Jika tidak ada halangan, rombongan pasukan mereka akan tiba di kota Pingcheng selama empat hari, namun jika pasukan mereka bergerak siang dan malam, mereka bisa mengejar pasukan musuh yang akan menuju ke kota Pingcheng.
Ma Guang langsung membawa pasukan sebanyak seribu empat ratus orang dengan menunggang kuda agar bisa bergerak cepat untuk menghadang pasukan musuh yang menuju ke kota Pingcheng.
Seribu pasukan tersebut di ambilnya dari pasukan yang di miliki oleh jenderal Fan Gui.
Ma Guang beserta pasukan yang di bawahnya kini sedang bergerak dengan cepat untuk mencoba menghadang pasukan bantuan dari kerajaan Lai.
Mereka terus memacu kuda yang mereka tunggangi agar cepat bisa tiba di jalan yang akan di lalui oleh pasukan musuh.
Kecepatan rata - rata kuda yang mereka tunggangi saat berlari adalah 35 kilo meter per jam.
Sebenarnya kecepatan itu masih bisa di tingkatkan, karena memang seluruh kuda yang mereka tunggangi sudah terbiasa di latih untuk berlari dengan cepat dalam beberapa jam.
Jarak yang akan mereka tempuh agar bisa menghadang pasukan musuh sekitar 100 kilo meter, jadi bisa di tempuh dalam waktu tiga jam saja.
Jika dalam waktu tiga jam kedepan, hari sudah mulai gelap, jadi pasukan musuh juga akan beristirahat terlebih dahulu dan hal itulah yang akan di manfaatkan oleh Ma Guang bersama pasukannya.
Perjalanan pasukan musuh sangat lambat, hal itu di karenakan peralatan tempur mereka serta perbekalan yang mereka bawah. Sehingga pasukan mereka tidak bisa bergerak dengan cepat.
Kecepatan lari kuda rombongan Ma Guang langsung di perlambat, hal itu agar tidak menarik perhatian orang yang berada 3 kilo meter jauhnya.
Sebab jika malam hari, suara derap kaki kuda dengan jumlah yang besar tersebut, bisa terdengar sejauh beberapa kilo dan kehadiran mereka bisa di ketahui oleh pasukan musuh.
__ADS_1
Pasukan Ma Guang langsung beristirahat sejauh lima kilo meter jaraknya dari jalan utama menuju ke kota Pingcheng.
Hal itu untuk mengembalikan stamina prajurit serta tunggangan mereka.
Sedangkan untuk mengawasi pergerakan musuh, Ma Guang sudah mempercayahkannya kepada prajurit yang di tugaskan untuk hal itu.
Tidak lama kemudian, salah satu prajurit datang melaporkan posisi, kekuatan serta keamanan pasukan musuh yang sedang beristirahat.
Mendengar apa yang di sampaikan oleh prajurit yang memata - matai pasukan musuh, Ma Guang langsung mengajak seratus orang prajurit terbaiknya untuk melakukan aksi mereka.
Saat itu waktu sudah menunjukan hampir tengah malam, dan jika mereka menuju ke tempat prajurit musuh beristirahat, hanya memakan waktu selama dua jam perjalanan, sehingga mereka masih memiliki waktu untuk menerobos masuk ke tenda - tenda musuh dan menghabisi mereka satu persatu tanpa ada keributan sedikit pun.
Setelah tiba di tempat yang mereka tuju, akhirnya mereka dapat melihat perkemahan musuh yang terhampar di depan mata mereka.
Ma Guang langsung memberitahukan bagaimana cara mereka untuk menerobos masuk ke wilayah perkemahan musuh.
Setelah seluruh pasukannya mengerti yang dia maksudkan, akhirnya seluruh pasukan pemanah langsung mengikuti Ma Guang, Xia Jiao, Yuan Jiali dan juga komandan You Tao untuk bergerak lebih dulu agar memberikan jalan kepada pasukan yang lain.
Keempat orang itu dan juga pasukan pemanah langsung memilih setiap target yang akan mereka habisi, dan target utamanya adalah menghabisi prajurit yang berjaga dan juga prajurit yang berpatroli terlebih dahulu.
Setelah sudah mengambil posisi yang baik, akhirnya pasukan berpanah langsung melesatkan anak panah mereka masing - masing.
Lima puluh buah anak panah melesat kearah prajurit yang berjaga, Ma Guang dan tiga orang lainnya langsung melesat memasuki wilayah perkemahan musuh.
Lima puluh prajurit yang berjaga langsung tumbang ke tanah di saat dada mereka telah tertembus anak panah.
Ma Guang dan juga tiga orang lainnya langsung menerobos masuk ke tenda musuh.
Melihat prajurit yang sedang berpatroli, mereka berempat langsung menghabisinya, setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang merasakan ada hal yang aneh dengan penyergapan mereka.
"Ini terlalu mudah menurutKu! Apakah kita telah masuk dalam jebakan mereka?". Gumam Ma Guang.
Dan benar saja, di saat posisi mereka sudah masuk ke wilayah perkemahan pasukan musuh, tiba - tiba di sekitar mereka sudah terlihat begitu banyak nyala api yang berada di jarak sekitar tiga ratus meter dari posisi mereka berada.
Itu adalah posisi tembak anak panah musuh yang paling lemah saat itu, sehingga kelompok Ma Guang sedang berada di area yang sangat tidak menguntungkan bagi mereka.
Kini Ma Guang, Xia Jiao, Yuan Jiali, komandan You Tao dan juga lima puluh prajuritnya, sudah terkepung oleh pasukan musuh.
~Bersambung~
__ADS_1