
Di wilayah kekaisaran Zhou.
Setelah empat bulan lebih penyerangan yang di lakukan oleh para pendekar sekte aliran hitam yang di pimpin oleh sekte Seribu Racun, tanpa di duga, kini semua pemimpin sekte besar aliran putih dan juga sekte aliran netral mulai menganggap bahwa sekte Naga Surgawi atau sekte Bambu Kuning sebagai pemimpin dari semua sekte yang ada.
Para pemimpin sekte pun telah mengetahui bahwa segala sesuatu itu karena berkat seorang pendekar muda yang sangat jenius, yaitu Ma Guang.
Ma Guang sendiri belum mengetahui akan hal tersebut.
Dari setiap sekte yang di serang oleh para pendekar aliran hitam, kini anggota mereka hanya tersisa seperempat saja dari jumlah sebelumnya.
Hal itu juga karena banyak dari mereka sedang berada di luar sekte karena sedang melakukan misi dari sektenya masing - masing.
Jika tidak, pasti jumlah para murid - murid mereka hanya akan tersisa seperdelapan saja.
Setelah selesai membantai para pendekar aliran hitam, setiap kelompok dari sekte Naga Surgawi langsung menuju ke markas sekte yang di serang tersebut untuk melihat keadaan setiap anggota sekte yang masih hidup.
Hal itu membuat banyak nyawa dari setiap anggota sekte yang diserang bisa tertolong.
Walau pun demikian, akan tetapi hari itu menjadi sejarah kelam kehancuran bagi setiap sekte aliran putih dan sekte aliran netral yang tidak ingin tunduk kepada sekte aliran hitam.
Setelah kejadian tersebut, semua sekte yang di serang tersebut, langsung menutup diri dari dunia persilatan, semuanya kini sudah berada di sekte Bambu Kuning untuk mendapatkan perlindungan dari serangan susulan yang akan di lakukan oleh para pendekar aliran hitam.
Kaisar Zhou Muwang yang mendengar hal tersebut langsung terkejut dengan apa yang telah menimpa setiap sekte itu.
Sang kaisar tidak bisa melakukan tindakan apa pun setelah mengetahui kekuatan para pendekar aliran hitam yang berada jauh lebih kuat di bandingkan dengan kekuatan para pendekar aliran putih.
Pria tua itu hanya bisa berharap agar ada suatu kekuatan yang bisa mengimbangi kekuatan tersebut untuk menghentikan setiap tindakan dari mereka.
Saat semua murid dari sekte yang di serang sudah berada di sekte Bambu Kuning, mereka semua langsung di berikan petunjuk oleh para tetua sekte Naga Surgawi untuk meningkatkan tingkat kultivasi mereka.
Mereka juga diberikan sumberdaya seadanya dari patriak Yao Han yang di buat oleh Su Tian.
Dalam jangka waktu empat bulan, kekuatan semua patriak kini sudah berada di tingkat pendekar langit awal puncak.
Sedangkan para tetua tingkat tinggi sudah menjadi pendekar langit awal tingkat rendah.
Para patriak, tetua dan juga murid dari sekte yang telah di serang tersebut sangat senang dengan setiap pencapaian yang mereka alami setelah di berikan petunjuk oleh para tetua dari sekte Naga Surgawi.
__ADS_1
Dari semua pendekar yang ada, kini tingkat terendahnya hanyalah seorang pendekar raja tingkat rendah.
Namun kekuatan tersebut tidak ada apa - apanya jika di bandingkan dengan kekuatan yang sebelumnya menyerang mereka.
Karena tingkat tertinggi dari kelompok yang menyerang setiap sekte mereka berada di tingkat pendekar agung awal.
Setelah kejadian tersebut, kini pergerakan para pendekar aliran hitam di wilayah kekaisaran Zhou itu mulai tidak terlihat seperti sebelum peristiwa itu terjadi.
Mereka semua seperti telah hilang di telan bumi.
***
Di aula sekte Lembah Tengkorak satu hari setelah penyerangan sekte besar aliran hitam.
Seorang anggota sekte Lembah Tengkorak melaporkan situasi yang terjadi saat penyerangan yang terjadi di sekte besar aliran putih dan aliran netral.
"Ketua! Kini sekte Harimau Putih, sekte Tapak Suci, sekte Es Abadi, Biara Shaolin dan juga sekte Naga Kembar, telah di hancurkan oleh para pendekar aliran hitam yang di pimpin oleh sekte Seribu Racun!." Ujar seorang anggota sekte kepada Xue Lugu.
"Bagus jika sudah seperti itu! Karena kita tidak perlu lagi untuk mengotori tangan kita! Dan jika saatnya tiba, kita akan membuat sekte Seribu Racun dan juga sekte Kalajengking Merah berada di bawah kendali sekte kita dan juga sekte Gagak Hitam!." Tutur Xue Lugu dengan senyuman liciknya.
"Mohon ampun ketua! Tetapi menurut informasi yang kami terima, setiap pendekar yang pemimpin kelompok yang menyerang sekte - sekte tersebut, tingkatan mereka sudah berada di tingkat pendekar agung!." Tutur anggota itu lagi.
Pria paruh baya berwajah garang itu langsung terdiam sejenak dan kemudian berkata.
"Apakah informasi yang kamu terima itu sudah valit!?." Tanya Xue Lugu merasa tidak yakin.
"Iya ketua! Informasi tersebut sudah valid!." Jawab anggota tersebut.
"Bagaimana bisa kekuatan sekte itu sudah sekuat itu!? Apakah ada sekte kuat juga yang mendukung mereka sehingga bisa sekuat itu!?." Gumam Xue Lugu.
Saat Xue Lugu di sibukkan dengan pikiran - pikirannya itu, anggota yang melaporkan hal tersebut kembali berkata.
"Ketua! Tidak hanya itu saja! Semua pendekar aliran hitam yang menyerang sekte - sekte tersebut, tidak ada yang selamat setelah selesai melakukan penyerangan itu, karena mereka juga telah di serang oleh para pendekar yang berasal dari sekte Naga Surgawi!." Tuturnya memberitahukan kepada ketuanya.
Xue Lugu makin bertambah pusing saat mendengar informasi itu.
"Sialan! Ternyata bukan hanya sekte kita saja yang kekuatannya telah berkembang pesat! Ternyata kekuatan sekte lain juga telah berkembang pesat dan masih lebih kuat dari kekuatan sekte kita! Apakah informasi ini sudah di ketahui oleh ketua Heise Chizi!?." Pikir Xue Lugu dengan perasaan yang gunda gulana.
__ADS_1
"Apakah ada informasi lain lagi yang kamu miliki!?." Tanya Xue Lugu.
"Ada ketua! Ternyata para pendekar yang berasal dari sekte Naga Surgawi itu adalah para pendekar yang berasal dari sekte Bambu Kuning! Sebab semua pemimpin yang memimpin setiap kelompok mereka adalah patriak Yao Han dan juga para leluhur serta para petinggi sekte Bambu Kuning!." Tutur anggota tersebut.
Xue Lugu terus di buat pusing dengan setiap informasi yang baru saja dia terima tersebut.
Pria paruh baya itu tidak menyangka bahwa apa yang dia anggap selama ini bukan lagi menjadi hal yang serius baginya, ternyata sebaliknya sangat berbeda.
Xue Lugu langsung menyuruh pria yang melaporkan semua informasi yang dia miliki untuk kembali melakukan tugasnya.
Pria tua itu pun langsung menyuruh para tetuanya untuk menarik kembali para anggotanya yang sedang berada di luar sekte.
Setelah itu, Xue Lugu langsung menghubungi Heise Chizi untuk memberitahukan apa yang baru saja dia ketahui itu.
Saat dirinya menghubungi ketua Heise Chizi, ternyata hal tersebut juga sudah di ketahui oleh pria tua tersebut.
"Jadi kita harus bagaimana ini menurut Ketua Heise!?." Tanya Xue Lugu.
"Ketua Xue! Aku sudah beberapa kali mencoba untuk menghubungi pemimpin, namun sampai saat ini, aku belum juga bisa untuk menghubunginya!." Jawab Heise Chizi.
"Iya! Aku juga mengalami kesulitan juga untuk menghubungi pemimpin sama seperti apa yang ketua Heise alami!." Ujar Xue Lugu.
"Apakah pemimpin sudah tidak lagi berada di wilayah kekaisaran Zhou ini!?." Gumam Xue Lugu.
"Jika di pikir - pikir, kemungkinan besar seperti itu!." Sambung Heise Chizi.
Kedua ketua sekte aliran hitam itu terus berbincang - bincang tentang situasi yang saat itu telah terjadi serta penarikan setiap anggota sekte mereka yang berada di luar sekte.
Hal itu mereka lakukan karena hasil jarahan mereka sudah sangat banyak, dan bisa menghidupi semua anggota mereka dalam beberapa tahun kedepan.
Keduanya pun mengakhiri komunikasi mereka pada saat itu dan mulai memfokuskan kembali urusan di dalam sekte mereka masing - masing.
Beberapa hari kemudian, situasi di dalam wilayah kekaisaran Zhou terlihat sangat sepi, aktivitas perdagangan yang biasanya terlihat ramai, kini sudah terlihat tidak ramai seperti biasanya.
Hal itu di sebabkan karena para pedagang dari luar mau pun yang berada di dalam wilayah kekaisaran Zhou kini tidak mau lagi mengambil resiko untuk melakukan aktivitas mereka tersebut.
Karena alasan keaman di wilayah kekaisaran itu yang tidak bisa di tangani oleh pihak kekaisaran mau pun oleh pihak kerajaan - kerajaan yang ada, sehingga para pedagang mengurungkan niat mereka untuk bepergian.
__ADS_1
Kaisar pun mulai merasa resah dengan situasi tersebut, namun karena tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menangani hal tersebut, sehingga dirinya masih tetap diam dan belum bisa menentukan kebijakan.
~Bersambung~