
"Aku dan nona Xia memiliki rencana untuk mengunjungi guru kami berdua. Dan hal itu akan kami lakukan setelah nona Xia sudah bisa menerobos menjadi pendekar suci."
"Jadi saya berharap untuk beberapa hari kedepan, tetua Sim Lan sudah bisa mencapai pendekar raja tingkat puncak."
"Dan untuk paman Yuan, saya berharap sudah bisa mencapai pendekar raja tingkat awal."
"Sedangkan untuk satu bulan kedepan, saya berharap nona Yuan sudah bisa mencapai pendekar ahli."
"Karena diriKu juga ingin membuka beberapa gerbang pendekar suci."
Kata - kata yang di lontarkan oleh Ma Guang kepada ketiga orang tersebut.
"Baik!." Jawab mereka bertiga.
"Kalau semua sudah mengerti dengan apa yang telah aku ajarkan, silahkan melakukannya dengan baik dan cermat agar tidak akan terjadi kesalahan sedikit pun." Ucap Ma Guang.
"Jika nona Yuan belum bisa mencapai pendekar ahli! Berarti nona Yuan tidak bisa ikut dengan kami." Ucap Ma Guang.
Mendengar hal itu, gadis itu pun langsung berdiri dan pamit undur diri untuk berlatih.
"Nona Yuan! Jangan terlalu memaksakan diriMu. Jika sudah merasa letih, sebaiknya beristirahatlah dahulu." Ucap Ma Guang mengingatkan gadis tersebut.
"Iya! Aku akan beristirahat jika sudah merasa letih." Ucap Yuan Jiali menanggapi perkataan Ma Guang sambil melanjutkan langkah kakinya untuk pergi kembali berlatih.
Memang Yuan Jiali di arahkan oleh Ma Guang untuk kembali menguatkan pondasi dasar ilmu bela diri miliknya serta untuk meningkatkan kualitas tulang dan kekuatan fisik gadis itu.
Semua itu di lakukan tanpa menggunakan tenaga dalam miliknya. Hal itu agar kemampuan Yuan Jiali akan berkembang dan akan melebihi kekuatan dari setiap orang yang berada di tingkatan pendekar yang sama dengannya.
Akhirnya Xia Jiao keluar dari kamarnya.
Gadis itu langsung di sambut dengan senyuman oleh tetua Sim Lan.
Sedangkan Ma Guang. Sikapnya biasa - biasa saja, seakan tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka berdua.
Setelah gadis itu duduk, Ma Guang akhirnya mengatakan sesuatu untuk gadis tersebut.
"Nona Xia! Aku akan mengarahkan serta mengajariMu cara dan teknik agar bisa menerobos dan menjadi pendekar suci."
"Kapan itu!?." Tanya Xia Jiao.
"Besok saja, sebab ini sudah saatnya kita untuk beristirahat. Sedangkan untuk tetua Sim Lan, silahkan merkonsultasi dengan nona Xia." Ucap Ma Guang sambil berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
"Baiklah, kalian berdua lanjutkan saja pembicaraannya, aku juga akan melakukan pemurnian darah. Jadi aku pamit undur diri." Ucap Yuan Gao.
Tetua Sim Lan langsung duduk di samping Xia Jiao dan menanyakan sesuatu yang akan di lakukannya.
"Tetua! Untuk melakukan hal itu, benar seperti itu caranya. Karena seperti itulah yang telah aku lakukan." Ucap Xia Jiao.
"Jadi....!?."
Tetua Sim Lan tidak bisa melanjutkan kata - katanya. Tetapi Xia Jiao bisa mengerti maksud dan tujuan apa yang akan di tanyakan oleh wanita tersebut.
__ADS_1
"Iya! Dia sudah melihat dan menyentuh seluruh bagian tubuhKu saat membuka setiap titik jalur meridianKu yang masih tertutup." Ucap gadis itu.
Tetua Sim Lan langsung terdiam setelah mendengar hal itu.
"Jadi, apakah kamu sudah bisa membantuku untuk membuka ruang di dantianKu!?." Tanya tetua Sim Lan.
"Tetua! Aku sangat takut untuk melakukannya, karena ini berhubungan dengan keselamatan nyawa tetua. Saat aku melakukannya, saat itu terasa seperti hidupKu akan berakhir, namun karena bantuan dari Ma Guang, aku bisa melewatinya." Ucap gadis itu.
"Jadi kamu tidak bisa membantuKu!?." Tanya tetua Sim Lan.
Gadis itu menganggukan kepalanya menanggapi hal itu.
Tetua Sim Lan langsung terdiam dan memikirkan segala sesuatu yang akan di tempuhnya.
Jika menunggu Yuan Gao mencapai pendekar raja tingkat puncak, pasti itu akan memakan waktu yang cukup lama. Sedangkan saat ini tetua Sim Lan sudah siap untuk melakukan hal itu.
Xia Jiao tidak berani melakukan hal itu.
Hal yang paling mungkin hanyalah kembali kesekte dan meminta bantuan Matriak atau beberapa tetua tingkat tinggi.
Karena hanya mereka yang memiliki kemampuan sebagai pendekar suci dan juga sebagai pendekar raja tingkat puncak.
Namun jika harus kembali dengan situasi di wilayah perbatasan kerajaan yang sangat kacau dan berbahaya, serta tidak pulang bersama Xia Jiao. Bukan bantuan yang akan dia terima, melainkan hukuman yang akan dia dapatkan.
Jadi langkah itu tentunya tidak bisa di ambil oleh tetua Sim Lan.
Harapan terakhirnya hanyalah Ma Guang.
Akhirnya tetua Sim Lan membulatkan tekatnya untuk meminta bantuan Ma Guang.
Untuk bisa menjadi kuat, apa pun akan di lakukannya selama tidak merugikan dirinya. Itu yang ada di dalam hati dan pikiran dari wanita tersebut.
"Baiklah! Tidak apa - apa, aku tau kamu sangat takut melakukan hal yang belum benar - benar kamu yakini. Aku akan meminta bantuan pendekar Ma saja." Ucap tetua Sim Lan.
"Tetua!?." Ucap Xia Jiao.
"Kamu saja bisa melakukan hal itu, mengapa aku tidak bisa!?." Ucap tetua.
Xia Jiao tidak bisa mengatakan apa pun, apa lagi melarangnya setelah mendengar perkataan tetua Sim Lan.
Setelah selesai berbincang - bincang, akhirnya kedua perempuan itu langsung membubarkan diri dan kembali ke kamar mereka masing - masing.
Di dalam kamarnya, tetua Sim Lan tidak bisa tertidur, hal itu di sebabkan karena hati serta pikirannya sedang kacau memikirkan caranya untuk mengutarakan hal itu kepada Ma Guang serta bagaimana caranya jika pemuda tersebut menolaknya.
Pagi hari pun tiba, ketiga perempuan dan juga Ma Guang sudah duduk di meja makan untuk sarapan bersama.
Sedangkan Yuan Gao sedang melakukan pemurnian darah.
Setelah mereka selesai menikmati sarapan bersama, akhirnya satu persatu mulai meninggalkan meja makan.
Tidak ada pembicaraan yang berarti saat berada di meja makan.
__ADS_1
Akhirnya Xia Jiao di arahkan oleh Ma Guang cara dan teknik untuk menerobos menjadi pendekar suci.
Setelah selesai menerima arahan serta petunjuk dari Ma Guang, akhirnya gadis itu pergi untuk menyiapkan sumber daya yang di butuhkannya saat ingin bermeditasi untuk mengalahkan iblis hati di dalam dirinya.
Sedangkan tetua Sim Lan yang melihat kepergian gadis tersebut, langsung mendekati Ma Guang.
Wanita itu langsung mengutarakan maksud serta tujuannya.
Tidak lupa juga dia mengatakan bahwa Xia Jiao takut untuk melakukannya.
Setelah mendengar permintaan serta penjelasan dari tetua Sim Lan, akhirnya Ma Guang menyanggupinya.
"Baiklah kalau begitu! Ayo ikut aku!." Ucap Ma Guang sambil berdiri dan bergerak pergi.
Wanita itu pun mengikutinya dari belakang.
Ma Guang juga membawa tetua Sim Lan di tempat yang di gunakan oleh kedua gadis terdahulu.
Akhirnya hal itu pun di lakukan oleh tetua Sim Lan sambil di awasi oleh Ma Guang, setelah sudah siap di ledakan, Ma Guang langsung bersiap dengan kedua tangannya yang sudah siap dan sudah di penuhi energi tenaga dalam miliknya.
Booommm
Bunyi ledakan di dalam tubuh tetua Sim Lan.
Ma Guang mengontrol energi ledakan tenaga dalam tetua Sim Lan, sama halnya juga dengan tetua Sim Lan.
Akhirnya proses itu pun berjalan dan memakan waktu selama 7 jam yaitu satu jam lebih lama dari Xia Jiao.
Setelah selesai melakukannya, akhirnya Ma Guang dan juga terua Sim Lan langsung kembali ke kediaman.
Tetua Sim Lan langsung memasuki kamarnya dan membersihkan tubuhnya. Begitu juga dengan Ma Guang.
Setelah itu, mereka berdua langsung mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.
"Apakah sebentar malam kita akan membuka titik jalur meridian Ku yang masih tertutup!?." Tanya tetua Sim Lan.
"Iya!." Jawab Ma Guang singkat.
Wanita itu sangat bersemangat, karena disaat usianya masih 36 tahun tetapi sudah bisa mencapai pendekar suci, itu adalah prestasi yang cukup gemilang.
Karena yang dia ketahui, beberapa pendekar suci yang ada, semuanya mencapai pendekar suci saat usianya berada di atas 50 tahun.
"Aku harus secepatnya menjadi pendekar suci, itu adalah impianKu selama ini." Gumam wanita tersebut.
"Tetua! Ayo beristirahat dahulu, karena sebentar akan menguras banyak tenaga kita." Ucap Ma Guang.
~Pengumuman~
Maaf jika ceritanya mulai membosankan. Cerita ini harus di masukkan agar bisa mengetahui proses peningkatan setiap kemampuan orang - orang yang ada di sekitar Ma Guang.
Untuk saran dan masukannya lewat komentar saya ucapkan terima kasih.
__ADS_1
#Mohon Dukungannya Lewat Apa Pun Yang Bisa Di Lakukan
#Like_Vote_Dan_Hadiahnya