
Suara Ma Guang membuat kedua orang yang sedang membicarakan tentang dirinya tersentak dan langsung menatap kearah sumber suara tersebut.
Saat menatap Wajah wakil ketua orang itu langsung terdiam dengan wajah yang pucat.
Ma Guang melangkahkan kakinya mendekati kedua orang tersebut.
Keringat dingin mulai mengucur di wajah wakil ketua tersebut, karena dirinya telah menyaksikan bagaimana kelima orang anggotanya kehilangan nyawa mereka.
Ketua kelompok tersebut langsung berjalan mendekati wakilnya itu dan langsung bertanya.
"Apakah orang ini yang kau maksudkan itu?." Tanya sang ketua sambil menatap kearah wakilnya yang berada di dekatnya.
"Iya! Dialah orangnya." Jawab wakil ketua.
Wajah sang ketua langsung berubah menjadi tegang menatap kearah Ma Guang yang juga sedang berjalan mendekati mereka.
Melihat tingkah laku kedua orang tersebut, Ma Guang langsung bertanya kepada mereka.
"Apa yang kalian pikirkan saat ini!? Ingin melarikan diri? Ataukah ingin bertarung denganKu?." Ucap Ma Guang dengan pandangan mata yang tajam menatap kedua orang tersebut.
Mendengar apa yang Ma Guang katakan, kedua orang tersebut langsung berbisik.
"Apakah kita harus melawannya?." Tanya sang wakil.
"Jika dirinya sudah menjadi pendekar suci, kita berdua ini tidak ada apa - apanya untuk dia." Ucap sang ketua.
"Jadi kita harus bagaimana?." Tanya wakil itu.
"Kita berpura - pura saja dahulu, jika dirinya sudah mendekat, baru kita menebarkan racun kepadanya." Ucap ketua Pan.
"Apakah kalian berpikir bisa mengalahkan diriKu dengan racun kalian itu!? Kalian sungguh terlalu naif memikirkan jika diriKu bisa terjebak dengan rencana kalian itu." Ucap Ma Guang.
Kedua orang tersebut langsung saling berpandangan saat mendengar kata - kata yang di lontarkan oleh Ma Guang.
"Ketua! Dia sudah mengetahui rencana kita, apa yang harus kita lakukan?." Ucap wakil Ketua.
"Kalau begitu, kita melarikan diri saja." Ucap sang ketua yang langsung melesat melarikan diri.
Sedangkan wakilnya langsung ternganga melihat apa yang di lakukan oleh ketuanya tersebut.
"Sialan! Jika aku tau akan seperti ini jadinya, aku sudah melarikan diri terlebih dahulu." Gumam Sang wakil.
"Tenang saja, dia tidak akan bisa berlari jauh dari tempat ini." Ucap Ma Guang sambil melesat melepaskan senjata rahasia miliknya kearah sang wakil dan pergi mengejar ketua kelompok tersebut.
Sang wakil tidak dapat melihat serangan senjata rahasia yang melesat kearahnya.
"Accchhhkkk." Jerit sang wakil saat senjata rahasia milik Ma Guang menembus dahinya.
Brukk
Tubuh sang wakil langsung ambruk ke lantai aula tersebut karena sudah tidak bernyawa lagi.
__ADS_1
Sang ketua kelompok tersebut melesat dengan cepat meninggalkan kediaman kepala desa, dirinya berharap, pria yang menjadi momok menakutkan bagi dirinya tidak dapat mengejar dirinya, karena akan di sibukan dengan wakilnya.
Namun apa yang dipikirkannya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Saat persepsinya di tingkatkan, dirinya merasa ada seseorang yang sedang mengejarnya dengan kecepatan tinggi.
"Apa! Bagaimana mungkin bisa secepat ini!?." Gumam sang ketua.
"Hei! Apakah kecepatan berlariMu hanya seperti ini?." Ucap Ma Guang.
Mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, sang ketua langsung meraih senjata rahasia dan juga bubuk beracun miliknya.
Pria tua itu langsung menebarkan bubuk beracun tersebut dan langsung di ikuti dengan senjata rahasia miliknya.
Melihat apa yang di lakukan oleh pria tua di depannya, Ma Guang langsung membentuk perisai pertahanan di tubuhnya.
Serbuk racun dan juga senjata rahasia milik pria tua itu tidak bisa menyentuh tubuh Ma Guang.
Ma Guang langsung melemparkan senjata rahasia miliknya kearah pria tua tersebut.
Pria tua itu mampu menghindari serangan tersebut.
Hal itu di sebabkan karena kecepatan berlari pria tua itu, membuat kecepatan serangan senjata rahasia Ma Guang menjadi lambat. Berbeda dengan kecepatan serangan senjata rahasia milik pria tua itu, kecepatannya bertambah, hal itulah yang membuat Ma Guang langsung menggunakan tenaga dalamnya untuk membentuk perisai pertahanan.
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya pria tua itu langsung berhenti dan siap untuk bertarung.
"Baiklah! Jika hidupku ini akan berakhir, biarlah berakhir dengan rasa kebanggaan bukan seperti seorang pengecut." Ucap pria tua itu.
"Hebat! Sebenarnya sejak awal, kata - kata inilah yang ingin ku dengar dari mulutMu, tetapi kenapa setelah sudah berlari sejauh ini dan kata - kata ini baru terucap!?." Ucap Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap orang tua tersebut.
Pria tua itu langsung mengumpulkan energi tenaga dalam miliknya dan kuku di kedua tangannya langsung memanjang dan berubah menjadi berwarna hitam.
Ma Guang langsung membuat perisai pertahanan. Namun perisai pertahanan milik Ma Guang seperti terbakar hangus oleh racun.
"Hebat juga kemampuan racun dari jurus ini, dia mampu membakar perisai pertahanan milikKu dengan racunnya." Gumam Ma Guang.
Melihat serangannya sangat mempengaruhi perisai pertahanan Ma Guang, pria tua itu langsung kembali menyerang Ma Guang secara beruntun.
Namun apa yang pria tua itu harapkan sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi.
Serangan beruntun yang di lancarkan oleh pria tua itu hanya mengenai ruang kosong.
"Apa! Dimana orang itu!? Mengapa pergerakannya tidak bisa terlihat oleh mataKu!?." Gumam pria tua itu.
Ma Guang menggunakan langkah bayangan miliknya dan menghindari setiap serangan yang di lancarkan pria tua itu yang juga adalah ketua kelompok dari anggota sekte Seribu Racun.
Ma Guang kini sudah berada di samping pria tua itu dan dengan cepat melancarkan pukulan jurus tinju peremuk tulang kearah dada pria tua tersebut.
Buuaaakkk
"Aaahhhhcccckkk."
"Uhhhuuuukkk."
__ADS_1
Pria tua itu hanya bisa menjerit kesakitan, terbatuk dan langsung meregang nyawa.
Setelah selesai dengan pria tua tersebut, akhirnya Ma Guang kembali memburuh setiap anggota kelompok mereka yang masih tersisa.
Di kedai, beberapa anggota kelompok sekte Seribu Racun yang baru saja datang dan melihat beberapa temannya yang sudah kehilangan nyawa dengan posisi kepala yang terpisah dari tubuhnya langsung geram dan bertanya kepada pemilik kedai.
"Hei pak tua! Siapa yang melakukan hal ini!?." Tanya salah satu dari mereka.
Pemilik kedai pun hanya diam tidak menjawab pertanyaan itu.
"Kami yang melakukannya! Kenapa!? Apa ada yang salah!? Ataukah kalian juga ingin secepatnya mengikuti jejak mereka berlima!?." Ucap Xia Jiao sambil tersenyum sinis menatap enam orang anggota kelompok tersebut.
"Apakah kalian tidak tau, siapa kelompok yang kalian singgung saat ini!?." Ucap pria itu lagi.
"Kenapa? Apakah kami akan merasa takut dengan sekte Seribu Racun kalian!?." Ucap Xia Jiao lagi sambil tersenyum mengejek.
"Kurang ajar! Kalian rupanya benar - benar sudah bosan hidup! Ayo, serang mereka! Ucap pria itu lagi sambil bergerak menyerang keempat orang itu.
Xia Jiao, tetua Sim Lan, Yuan Gao dan juga Yuan Jiali langsung bergerak juga menyambut serangan dari keenam orang tersebut.
Serbuk beracun bertebaran di udara mengarah kepada kelompok Xia Jiao.
Keenam orang tersebut berharap serangan mereka dapat berakibat fatal bagi lawan mereka.
Namun karena mereka sudah menelan penangkal racun dan juga ilmu bela diri mereka lebih tinggi dari keenam orang tersebut, sehingga tidak menunggu waktu yang lama untuk melumpuhkan keenam orang tersebut.
"Dimana anggota kelompok kalian yang lain!?." Tanya Xia Jiao.
"Cepat katakan! Kalau tidak, nyawa kalian akan menjadi taruhannya." Ucap tetua Sim Lan.
"Bunuh saja kami! Kami tidak akan memberitahukannya." Ucap salah satu dari mereka.
"Baiklah kalau itu yang kalian inginkan!." Ucap tetua Sim Lan sambil menebaskan pedang miliknya.
Sret
Putuk
Suara pedang yang melewati leher salah satu dari mereka dan juga bunyi kepala yang terjatuh di lantai kedai tersebut.
"Apakah ada yang ingin mengikuti juga jejaknya!?." Tanya tetua Sim Lan.
"Baiklah! Aku akan menjawabnya!." Ucap salah satu dari mereka.
"Keberadaan anggota kelompok kami yang lain berada di rumah kepala desa." Ucapnya lagi.
"Apakah hanya itu yang kamu ketahui!?." Tanya tetua Sim Lan lagi.
"Iya! Hanya itu yang saya ketahui." Jawab pria itu lagi.
"Dimana letak markas pusat sekte Seribu Racun kalian!?." Tanya tetua Sim Lan.
__ADS_1
"Kami hanyalah anggota luar sekte Seribu Racun! Jadi kami hanya di rekrut dan di latih di tempat dimana kami kuasai seperti di desa ini." Jawabnya lagi.
~Bersambung~