
Dao Feng dan juga kelima pengawalnya langsung terkejut dengan kata - kata yang keluar dari mulut pemuda yang duduk di sebelah wanita cantik itu.
"Hei! Siapa kamu yang sudah berani berkata seperti itu di kota kami ini!?." Ujar seorang pengawal yang adalah tangan kanan dari Dao Feng.
Tingkat kultivasi pendekar itu adalah seorang pendekar Spiritual puncak.
Aura energi Qi mulai merembes keluar dari tubuh pendekar tersebut, untuk mengintimidasi Ma Guang.
Pendekar itu hanya mengeluarkan aura energi Qi miliknya sebatas untuk bisa mengintimidasi seorang pendekar suci kebawah.
Walau pun tujuannya untuk mengintimidasi Ma Guang, namun karena pemuda tersebut belum terkena dampak dari aura energi Qi miliknya, sehingga pria tua itu secara perlahan, mulai mengeluarkan aura seorang pendekar spiritual.
Saat aura pendekar tersebut di tingkatkan, Bing Bihai mulai merasakan aura intimidasi tersebut.
Dao Feng yang melihat hal itu, langsung menghentikan perbuatan pengawalnya itu.
Pria itu kini semakin penasaran dengan tingkat kultivasi yang di miliki oleh pemuda yang sedang menikmati hidangan di depannya tersebut.
"Siapa pemuda ini!? Mengapa dia tidak terpengaruh dengan aura intimidasi yang aku keluarkan!?." Pikir pengawal itu.
"Mohon maaf nona! Pengawalku ini tidak bisa menahan emosinya terhadap pengawal nona ini!." Tutur Dao Feng.
"Apa kamu bilang!? PengawalKu? Jika kalian tahu dengan siapa kalian berhadapan saat ini, pasti kalian akan menangis untuk memohon pengampunan darinya!." Ujar Bing Bihai dengan emosi.
Mendengar perkataan wanita cantik tersebut, Dao Feng langsung tertawa dan berkata.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Menurut apa yang nona katakan tersebut, hal itu hanya bisa aku lakukan jika di hadapanKu adalah kaisar Qiang Ralpacan bersama petinggi kekaisaran lainnya dan juga raja Zinme bersama para petingginya! Selain dari mereka itu, tidak ada lagi yang bisa membuatKu hingga seperti itu!." Tutur Dao Feng dengan sombongnya.
"Mungkin tuan muda masih melupakan suatu kekuatan lagi yang bisa meratakan kekaisaran ini!." Tutur Bing Bihai yang belum mengetahui bahwa memang Ma Guang pernah meratakan istana kekaisaran Qiang itu.
Dao Feng langsung terkejut dengan perkataan wanita cantik di depannya itu.
Dan tidak hanya Dao Feng yang terkejut, melainkan kelima pengawalnya juga ikut terkejut.
Tubuh pemuda itu bersama dengan para pengawalnya langsung gemetaran.
Karena seluruh penduduk di wilayah kekaisaran Qiang telah mengetahui apa yang telah terjadi di istana kekaisaran tersebut serta siapa nama pendekar muda yang melakukan hal itu.
Melihat perubahan sikap yang terjadi pada Dao Feng dan juga para pengawalnya, Bing Bihai langsung merasa heran dengan hal itu.
__ADS_1
Wanita itu langsung bertanya kepada Ma Guang.
"Pendekar Ma! Belum merasakan kekuatan sejatiMu saja mereka sudah gemetaran! Apa lagi jika merasakan kekuatan seranganMu, pasti langsung menjadi kabut darah!." Tutur Bing Bihai dengan emosi namun belum mengetahui penyebab dari perubahan Dao Feng bersama pengawalnya.
Sedangkan Dao Feng yang mendengar Bing Bihai memanggil marga Ma Guang, pemuda itu secara serentak bersama dengan lima orang pengawalnya langsung bersujud dan menangis di lantai.
"Pendekar Ma! Mohon ampuni kesalahan kami! Ampuni kesalahan kami! Karena kami telah menyinggung pendekar Ma! Kami tidak akan melakukan hal ini lagi kepada orang lain!." Ucap keenam orang itu sambil membenturkan jidat mereka di lantai restoran tersebut.
Bing Bihai yang melihat hal itu menjadi sangat bingung dengan tingkah Dao Feng dan juga para pengawalnya.
"Apakah mereka hanya berakting saja!? Mana mungkin mereka bisa setakut itu saat mendengar marga dari pendekar Ma!." Pikir Bing Bihai bingung.
Tidak hanya kelompok Dao Feng yang terkejut saat mendengar marga Ma Guang.
Semua pengunjung yang berada di lantai dasar restoran itu yang mendengar serta melihat apa yang di lakukan oleh Dao Feng bersama lima orang lainnya sambil berseru - seru kepada Ma Guang dengan memanggilnya sebagai 'Pendekar Ma', langsung juga terkejut dan datang mendekati tempat tersebut.
"Apakah anda pendekar muda yang bernama Ma Guang itu!?." Tanya seorang gadis cantik kepada Ma Guang.
Ma Guang hanya menanggapinya dengan sedikit menganggukkan kepalanya.
Seorang pria tua juga langsung memberi hormat kepada Ma Guang sambil berkata.
Masih banyak lagi tawaran yang di terima oleh Ma Guang saat itu.
Sedangkan Dao Feng bersama lima pengawalnya yang kini sedang bersujud, keberadaan mereka sudah tidak di hiraukan lagi.
Fenomena itu membuat Bing Bihai makin bingung lagi dan tidak bisa mengeluarkan sepata kata pun.
Saat keributan di lantai dasar itu terjadi, para pengunjung yang berada di lantai tiga langsung menyuruh pengawal mereka untuk mengecek hal tersebut.
Begitu juga dengan para pengunjung yang berada di lantai dua.
Saat mereka mendengar kabar dari pengawal mereka masing - masing, para pengunjung pun langsung terkejut dan bermaksud untuk menemui juga Ma Guang.
Seorang pria dengan penampilan yang terlihat mewah dan sangat berwibawa kini sedang menuruni tangga.
Orang - orang yang melihat pria tersebut langsung memberi jalan padanya.
Pria itu langsung terkejut saat melihat Dao Feng bersama para pengawalnya kini tengah bersujud di hadapan pemuda yang di kerumuni orang - orang yang berada di restoran tersebut.
__ADS_1
"Maafkan pria tua ini sebelumnya! Apakah anda pendekar muda yang bernama Ma Guang itu!?." Tanya pria itu dengan santun.
"Iya!." Jawab Ma Guang singkat.
"Apakah mereka ini telah menyinggung serta melukai hati dan perasaan pendekar Ma!?." Tanya pria tua itu lagi.
"Iya!." Jawab singkat Ma Guang.
"Apakah pendekar Ma, mau memberi muka kepada pria tua ini!?." Tanya pria tua itu lagi.
"Jika hal itu bisa aku berikan! Maka akan aku memberikannya! Tetapi jika itu tidak bisa aku berikan! Mohon maafkan aku yang masih sangat muda ini karena tidak bisa memberikannya kepada anda!." Jawab Ma Guang sambil meneguk arak yang telah tersedia.
Pria tua itu langsung menjatuhkan kedua lututnya di lantai restoran tersebut dan langsung bersujud untuk memohon kepada Ma Guang.
"Pendekar Ma! Ampuni nyawa cucuKu ini! Dia masih sangat muda dan tidak bisa menjaga tingkah lakunya! Jika pendekar Ma mau, gantilah nyawanya dengan nyawaKu ini!." Tutur pria tua itu sambil bersujud dengan gemetar memohon kepada Ma Guang.
Saat melihat hal tersebut, Ma Guang tidak tega melihat orang yang berusia tua untuk bersujud di depannya sambil memohon dengan hati yang tulus.
Ma Guang pun langsung memegang tubuh pria tua itu dan menyuruhnya untuk bangkit berdiri.
"Senior! Aku sangat merasa tidak nyaman jika orang yang berusia sepertiMu ini bersujud di kakiKu!." Tutur Ma Guang sambil mengangkat tubuh pria tua itu dan mendudukannya di salah satu kursi yang ada.
Pria tua itu belum merasa nyawa cucunya itu sudah aman, sehingga dirinya kembali bermohon kepada Ma Guang.
"Pendekar Ma! Aku harus membayarnya dengan apa hingga bisa menebus kesalahan yang di lakukan oleh cucuKu ini!?." Ujar pria tua itu lagi yang ternyata adalah penguasa kota Rulong tersebut.
Ma Guang yang sudah bisa menebak siapa orang tua di depannya langsung berkata.
"Aku bisa memaafkan cucuMu saat ini! Tetapi ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepadaMu untuk di lakukan!." Ujar Ma Guang.
Wajah pria tua itu langsung berubah menjadi senang.
"Baiklah! Aku akan mendengarkannya serta akan melakukannya!." Tutur pria tua itu dengan penuh semangat dan hati yang sudah memiliki harapan.
"Senior! Jangan pernah untuk menyanggupi suatu hal yang belum kamu ketahui, sebab hal itu bisa menjatuhkanMu!." Tutur Ma Guang mengingatkan.
"Terima kasih pendekar Ma, karena sudah mengingatkan pria tua ini!." Tutur pria tua itu merendah.
~Bersambung~
__ADS_1