Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 84. Pemusnahan Klan Jiulong


__ADS_3

"Apakah aku harus membunuh tuan muda licik ini? Sepertinya keberadaan kita sudah di nantikan di ibu kota kerajaan Yan." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


"Baiklah jika kalian tidak mau menerima kebaikanKu. Aku pamit undur diri dulu." Ucap Yun Yelu sambil berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamar yang telah di sewa olehnya.


"Ma Guang menjadi gelisah dengan situasi yang ada." Jika kita memasuki ibu kota kerajaan dan pemuda licik itu menggunakan pengaruh keluarganya dan juga pengaruh klan Jiulong. Kita pasti akan mendapatkan masalah yang serius." Gumam Ma Guang lagi.


"Pelayan! Dimana letak kamar mandi di penginapan ini?." Tanya Ma Guang.


"Itu tuan! Berjalan kekiri dan terus berjalan kebelakang, tuan pasti sudah akan melihatnya." Ucap pelayan.


Ma Guang langsung menajamkan persepsinya dan berjalan menuju tempat yang ditunjuk oleh sang pelayan.


Setelah merasa aman dan tidak ada yang mengikutinya, Ma Guang langsung melesat dengan cepat meninggalkan tempat itu. Ma Guang pergi menuju ke tempat komandan keamanan yang pernah mereka temui.


"Komandan! Apakah anda memiliki sedikit waktu untukKu!?." Tanya Ma Guang.


"Tuan muda! Apakah ada yang bisa saya bantu?." Tanya komandan.


"Komandan! Apakah ada tempat persembunyian yang bagus untuk kami berempat?." Tanya Ma Guang.


"Apa yang terjadi tuan muda?." Tanya komandan itu lagi.


"Belum ada yang terjadi, tetapi besok akan ada sesuatu yang besar akan terjadi, dan kami membutuhkan tempat untuk bersembunyi." Ucap Ma Guang.


"Ada tuan Muda! Aku memiliki suatu tempat rahasia dan itu bisa menampung kalian berempat." Ucap sang komandan.


Ma Guang menanyakan tempat untuk bertemu dengan sang komandan tanpa di ketahui oleh orang lain.


Sang komandan pun menjelaskan tempat tersebut yang Ma Guang maksudkan.


Tidak lama kemudian, Ma Guang langsung melesat untuk kembali ke penginapan.


Pemuda itu berjalan memasuki ruang lantai bawah penginapan, ke tempat semula.


"Dari mana saja diriMu?." Tanya Xia Jiao.


"Aku sedang mengatur strategi untuk kita bergerak besok." Jawab Ma Guang.


"Kamu istirahat saja!." Ucap Ma Guang kepada gadis itu.


Xia Jiao langsung menyandarkan kepalanya ke tubuh Ma Guang. Dan pemuda itu pun menyambutnya dengan lembut.


Setelah pagi menjelang, mereka berempat langsung mempersiapkan diri mereka untuk melanjutkan perjalanan mereka.


"Di saat sudah ada kamar yang kosong, kita akan menyewanya untuk hari ini sampai dengan besok hari. Dan kita akan bergerak sebentar malam." Ucap Ma Guang.


Mereka berempat melakukan sarapan dengan perlahan.


Akhirnya rombongan Yun Yelu pun meninggalkan penginapan tersebut.


Ma Guang langsung memanggil pelayan.

__ADS_1


"Ada apa tuan?." Tanya sang pelayan.


"Aku ingin menyewa dua buah kamar untuk hari ini dan juga sampai besok. Karena kami tidak bisa tertidur dengan nyenyak." Ucap Ma Guang.


Ma Guang langsung membayar uang sewa untuk dua kamar tersebut.


Akhirnya pelayan tersebut langsung membersihkan dua buah kamar untuk Ma Guang.


Ma Guang dan tiga orang lainnya langsung menuju ke kamar yang di sewa.


Ma Guang langsung mengatur strategi untuk melakukan penyerangan kepada klan Jiulong.


"Kita akan melakukan penyerangan saat malam tiba. Karena itu kita akan pergi secara diam - diam." Ucap Ma Guang.


"Lantas bagaimana cara kita untuk masuk melewati pintu gerbang ibu kota kerajaan?." Tanya Xia Jiao.


"Kita akan di bantu oleh komandan Liang Kun untuk memasuki ibu kota kerajaan." Ucap Ma Guang.


"Bagaimana caranya?." Tanya Yuan Jiali.


"Kita akan menyamar menjadi prajurit kerajaan. Karena itulah kita harus memasuki ibu kota kerajaan saat hari sudah gelap, agar mereka tidak akan mengenali wajah kita." Ucap Ma Guang.


Sedangkan komandan Liang Kun sudah memilih beberapa prajurit yang sangat setia padanya agar apa yang akan di lakukan oleh mereka tidak akan di ketahui oleh orang lain.


Sepuluh orang prajurit sudah di siapkan oleh Liang Kun dan empat orang lainnya telah di persiapkan untuk di gantikan oleh rombongan Ma Guang.


Saat malam telah tiba. Ma Guang dan ketiga orang lainnya melesat dari pohon satu ke pohon yang lain dengan kecepatan puncak mereka. Hal itu di lakukan mereka, karena rombongan Liang Kun sudah pergi terlebih dahulu menuju ke ibu kota kerajaan.


"Komandan! Apakah sudah lama menunggu?." Tanya Ma Guang.


"Tidak tuan! Kami juga baru saja tiba di tempat ini." Ucap Liang Kun.


"Baiklah! Kalau begitu kita akan beristirahat sejenak, baru kita melanjutkan rencana yang telah kita bicarakan." Ucap Ma Guang.


Setelah beberapa saat, keempat prajurit sudah membuka baju zirah yang mereka gunakan untuk di gunakan oleh Ma Guang dan juga tiga orang lainnya.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka.


Saat tiba di pintu gerbang, mereka di sambut oleh prajurit yang menjaga pintu gerbang.


"Hormat kepada komandan Liang Kun! Silahkan melanjutkan perjalanannya." Ucap salah satu prajurit tersebut.


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan memasuki ibu kota kerajaan.


Seperti biasanya Liang Kun selalu melaporkan perkembangan keamanan di desa tempat pasukannya berjaga.


Setelah selesai melaporkan kepada salah satu jenderal yang bertanggung jawab untuk keamanan wilayah kerajaan Yan. Liang Kun langsung pamit undur diri untuk beristirahat.


Kelompok Ma Guang pun langsung bergerak sesuai dengan instruksi Su Tian. Karena walau pun sudah puluhan tahun dia meninggalkan kota Ji, namun pria paruh baya itu masih sangat mengenal situasi di kota Ji, karena perubahannya tidak terlalu mencolok.


Setelah tiba di sebuah kediaman yang megah, Ma Guang dan juga tiga orang lainnya langsung menajamkan persepsi mereka.

__ADS_1


Ma Guang langsung dapat mengetahui letak penjaga yang bersembunyi untuk menjaga keamanan kediaman tersebut.


Pendekar muda itu langsung bermeditasi dan memisahkan jiwa dari raganya.


Jiwa Ma Guang langsung menyerang jiwa para penjaga tersebut.


Tubuh sepuluh orang penjaga tersebut langsung tersungkur dan menjadi seperti orang yang hidup tetapi seperti orang yang sudah mati. Mereka masih bernapas namun sudah tergeletak dengan kulit yang pucat pasih.


Setelah melakukan hal tersebut, tenaga dalam dan kekuatan jiwa Ma Guang langsung terkuras.


Ma Guang langsung menelan kembali pil pemulih tenaga dalam dan juga kekuatan jiwanya.


Ma Guang pergi bersama Yuan Jiali, sedangkan Su Tian pergi bersama Xia Jiao.


Hanya dalam waktu yang kurang dari setengah jam, seluruh anggota keluarga klan Jiulong yang berada di kediaman mereka, sudah habis terbunuh.


Hal itu bisa terjadi karena di lakukan oleh empat orang pendekar suci. Sehingga tidak ada perlawanan yang berarti dari penjaga keamanan kediaman tersebut.


Semua pendekar bayaran yang di miliki oleh klan Jiulong hanyalah pendekar raja tingkat menengah kebawah. Sehingga saat mereka berempat sebagai pendekar suci melakukan penyerangan secara diam - diam. Tidak ada yang bisa untuk mencegahnya.


Di kediaman keluarga bangsawan Yun.


Yun Yelu dan juga Jun Zun sedang membicarakan strategi untuk menangkap Ma Guang dan juga Su Tian. Namun mereka tidak mengetahui jika di saat yang sama pula sedang terjadi pembantaian di kediaman klan Jiulong.


Ma Guang langsung bertanya kepada Su Tian dimana letak kediaman keluarga bangsawan Yun.


"Guang'er! Kita akan menambah masalah yang lebih besar jika membunuh tuan muda Yun." Ucap Su Tian.


"Guru! Hal itu tidak akan terjadi jika kita sudah keluar dari ibu kota kerajaan Yan ini." Ucap Ma Guang.


"Guang'er! Tetapi hal itu akan melibatkan kerajaan Yan dan kerajaan Qi sehingga berujung ke sekte Bambu Kuning." Ucap Su Tian.


"Mengapa bisa seperti itu?." Tanya Ma Guang.


"Guang'er! Apa yang kamu pikirkan dan yang kamu jalani selama ini, tidak sesederhana itu untuk menjalani kehidupan ini kedepan, jika diriMu salah melangkah, kamu akan memancing peperangan antara dua kerajaan, dan juga akan menyebabkan orang - orang yang kamu kasihi akan terbunuh juga." Ucap Su Tian.


"Guru! Hal yang telah kita lakukan juga saat ini pasti akan memicu peperangan di antara dua kerajaan." Ucap Ma Guang.


"Guang'er! Klan Jiulong bukanlah penduduk asli dari kerajaan Yan. Mereka berasal dari wilayah kerajaan Chu. Jadi hal itu tidak akan mungkin terjadi." Ucap Su Tian.


"Jadi bagaimana caranya aku membasmi orang licik seperti Yun Yelu itu?." Tanya Ma Guang.


"Untuk saat ini, karena kamu sudah berinteraksi dengannya. Kamu harus menunda terlebih dahulu keinginanMu itu dan mencari waktu yang tepat untuk melakukannya." Ucap Su Tian.


"Baik guru!."


Akhirnya mereka kembali ketempat komandan Liang Kun berada.


"Apakah pekerjaan kalian sudah berakhir?." Tanya Liang Kun.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2