Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 104. Informasi Dari Kerajaan Lai


__ADS_3

Di sebuah kediaman yang terletak tidak jauh dengan kediaman milik Ma Guang yang berada di sekte Bambu Kuning. Dua orang gadis sedang duduk dan berbincang - bincang.


"Nona Tjia! Sudah hampir empat tahun ini, tetapi pendekar Ma belum juga kembali ke sekte. Sebenarnya apa yang dia kerjakan saat ini, dan juga dirinya sedang berada dimana saat ini?." Ucap Zhou Lu Yun.


"Iya tuan putri! Aku juga belum mendengar kabar tentang pendekar Ma! Apakah kita langsung bertanya saja kepada patriak?." Ucap Tjia Annchi.


"Rasanya tidak etis untuk bertanya kepada patriak tentang hal itu. Apa lagi tidak ada hal yang sangat penting sehingga harus mempertanyakan keberadaan pendekar Ma." Ucap Zhou Lu Yun.


Nona Tjia sendiri saat ini sudah tidak lagi berpikir tentang Ma Guang. Hal yang menyebabkan sehingga seperti itu karena kini Tjia Annchi hubungannya sudah dekat dengan Duan Jun. Dan juga gadis itu telah berpikir bahwa ada beberapa gadis yang selalu ingin dekat dengan Ma Guang. Terlebih lagi putri Zhou Lu Yun selalu memikirkan pemuda itu.


Sedangkan Zhou Lu Yun sendiri. Gadis itu memang baru merasakan dekat dengan seorang laki - laki saat bersama dengan Ma Guang. Walau pun kedekatan mereka hanyalah pada saat perjalanan dari ibu kota kekaisaran untuk menuju ke sekte Bambu Kuning dan juga saat sedang di latih serta di berikan petunjuk oleh Ma Guang. Namun hal itu sudah bisa membuat gadis itu merasakan sosok Ma Guang sangat berarti bagi dirinya.


***


Di sebuah aula istana megah di ibu kota kerajaan Lai, yaitu kota Ni. Seorang pria dengan perawakan yang terlihat berwibawa sedang berdiskusi dengan para bawahannya.


Mereka saat ini sedang mendiskusikan tentang keberadaan seorang jenderal muda utusan dari ibu kota kerajaan Qi yang saat ini sudah berada di kota Pingdu.


"Apakah orang itu yang telah melakukan pembantaian klan Jiulong dan juga tiga keluarga bangsawan di kota Ji?." Tanya Gong Furou.


"Iya yang mulia! Dialah orang yang melakukan hal itu di kota Ji!." Ucap salah seorang bawahannya.


"Jika dia orangnya, berarti kita harus mempersiapkan strategi yang tepat untuk menghadapinya." Ucap Sang raja kerajaan Lai.


"Dan setiap orang yang masuk ke wilayah kerajaan kita harus di periksa dengan seksama, jika melihat ada orang - orang yang mencurigakan, kalian harus menahan mereka." Lanjutnya lagi.


"Baik yang mulia!." Ucap secara serentak bawahannya yang berada di dalam aula istana tersebut.


"Dan pertahanan serta keamanan di wilayah perbatasan mau pun di ibu kota kerajaan harus lebih di perketat. Kirim pasukan di perbatasan yang berbatasan dengan kota Pingdu untuk menambah kekuatan pasukan disana." Ucap sang raja.


Raja Gong Furou langsung menanggapi dengan serius informasi yang di terima dari mata - mata kerajaannya.


Sebab orang yang mereka laporkan adalah sosok yang akhir - akhir ini selalu mengguncangkan dunia persilatan dan juga setiap pemimpin kerajaan yang berada di wilayah kekaisaran Zhou.


Pertemuan itu sudah di bubarkan, para jenderal langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh raja Gong Furou untuk memperkuat pertahanan serta keamanan di wilayah kerajaan Lai.

__ADS_1


Ada sepuluh ribu pasukan langsung di siapkan malam itu juga, dan langsung bergerak untuk menuju ke wilayah yang berbatasan dengan kota Pingdu.


Dan juga masing - masing sepuluh ribu pasukan bergerak menuju ke kota Pingcheng dan kota Zhuangwu.


Sehingga ada tiga puluh ribu pasukan yang bergerak ke arah perbatasan untuk menambah kekuatan pasukan di perbatasan.


Sedangkan kekuatan pasukan yang berada di kota Pingdu saat ini hanya berjumlah sepuluh ribu orang dan di tambah dengan pasukan Ma Guang yang berjumlah lima ratus orang di luar para komandan yang ada.


Ma Guang kini memiliki kekuatan jiwa yang sangat kuat. Pemuda itu bisa melakukan perjalanan dengan jiwanya hingga berjarak ribuan kilo meter. Namun hal itu akan sangat menguras energinya walau pun hanya sekali melakukan hal itu.


Memang kemampuan Ma Guang sangat menakutkan. Tetapi masih juga memiliki kelemahannya, yaitu tidak bisa bepergian jauh saat dirinya belum mengetahui posisi tempat yang akan di tujunya, sangat menguras energi dan juga harus ada yang menjaga raganya. Jika tidak, akan berakibat fatal jika ada orang yang menyerangnya. Serta tidak bisa membunuh lawannya.


Kemampuannya itu hanya bisa membuat lawannya menjadi seperti orang yang hidup tetapi seperti sudah mati.


Dengan kemampuan itu, jiwa Ma Guang bisa pergi ke sekte Bambu Kuning hanya dalam hitungan menit saja. Namun setelah melakukan hal itu, kekuatan jiwa Ma Guang akan menurun dan butuh waktu hingga seminggu untuk memperkuat kembali kekuatan jiwanya. Sehingga kemampuan itu harus di gunakan dengan sebaik - baiknya.


Sedangkan kekuatan jiwa dari Xia Jiao dan juga Yuan Jiali masih belum bisa melakukan apa yang bisa di lakukan oleh Ma Guang.


Pagi hari pun tiba, Ma Guang langsung menyiapkan diri untuk menuju ke aula utama istana penguasa kota Pingdu.


"Jenderal Ma! Silahkan duduk." Ucap Jin Xian.


Ma Guang langsung menyapa semua orang yang hadir seraya memberikan hormat kepada mereka semua dan langsung duduk di tempat yang sudah tersedia.


Akhirnya penguasa kota Pingdu Jin Xian memulai pembahasan mereka.


"Jenderal Ma! Mata - mata kami telah memberitahukan bahwa, sejumlah besar pasukan kerajaan Lai sedang bergerak menuju ke wilayah perbatasan."


"Kira - kira berapa jumlah pasukan mereka?". Tanya Ma Guang.


"Informasi yang kami peroleh, belum memastikan kira - kira berapa jumlah pasukan mereka, hal itu karena pasukan yang berada di kota Ni sedang mengawasi setiap pergerakan orang - orang yang mereka curigai. Dan hanya se ekor merpati pos yang bisa di kirimkan." Ucap Jin Xian.


"Kami juga sudah mengirimkan pesan kepada para pasukan yang sedang melakukan patroli di wilayah perbatasan." Lanjutnya lagi.


"Kira - kira berapa lama perjalanan mereka hingga tiba dan bergabung dengan pasukan mereka yang berada di wilayah perbatasan?". Tanya Ma Guang.

__ADS_1


"Waktu pasukan mereka akan tiba, itu tergantung dengan tujuan kemana pasukan mereka akan tiba. Jika menuju ke kota Pingcheng mereka akan membutuhkan waktu sekitar 5 hari. Sedangkan untuk menuju ke kota Zhuangwu, pasukan mereka akan memakan waktu selama 4 hari, sama seperti untuk menuju ke wilayah kota Ye."


Jin Xian menjelaskan kepada Ma Guang.


"Jadi seperti itu juga waktu yang kita butuhkan untuk menghadapi pasukan mereka." Ucap Ma Guang.


"Apakah informasi ini sudah di sampaikan juga kepada penguasa kota Zhuangwu?". Tanya Ma Guang.


"Kemungkinan mereka juga sudah mengetahui akan hal itu, karena mereka juga tentunya memiliki mata - mata juga di ibu kota kerajaan Lai." Ucap Jin Xian.


"Akan tetapi, akan lebih baik jika kita memberitahukan akan informasi ini dan juga pasukan kita yang akan bergerak ke arah selatan." Ucap Ma Guang.


Setelah mendengar apa yang Ma Guang sampaikan, Jin Xian langsung memerintahkan kepada seorang komandan untuk melakukannya.


Sebelum seorang komandan yang di perintahkan tersebut pergi, datang seorang prajurit masuk melaporkan bahwa ada informasi yang baru saja tiba dari kota Zhuangwu.


Jin Xian langsung memerintahkan untuk membacakan informasi apa yang baru saja mereka terima.


Prajurit pun langsung membacakan informasi tersebut.


Setelah mendengar informasi yang baru saja di bacakan oleh seorang prajurit. Jin Xian, Ma Guang dan juga semua yang hadir di dalam ruangan aula tersebut langsung menganggukan kepala mereka.


Kini mereka sudah mengetahui bahwa informasi yang mereka terima, sudah di terima juga oleh penguasa kota Zhuangwu.


Dan pasukan mereka sudah bersiap juga untuk menyambut kedatangan dari pasukan kerajaan Lai.


"Baiklah! Kalau begitu saat ini kita sudah mulai bisa untuk mempersiapkan juga pasukan yang kita miliki." Ucap Ma Guang.


"Iya! Kita harus segera menyiapkan pasukan kita juga". Ucap Jin Xian juga.


Akhirnya pertemuan itu pun selesai dan mereka semua kini berjalan untuk menuju ke tanah lapang tempat yang biasa seluruh pasukan di kumpulkan.


Xia Jiao, Yuan Jiali dan juga kelima komandan beserta prajurit yang menjadi bawahan Ma Guang langsung berkumpul di tempat tersebut.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2