
Setelah mendapat persetujuan dari gurunya, Xia Jiao langsung menuju ke gedung misi untuk mengambil misi pertamanya.
" Murid memberi hormat kepada tetua misi." Ucap Xia Jiao memberi hormat kepada tetua gedung misi.
" Apakah kamu akan mengambil misi pertamamu?." Tanya tetua.
" Iya tetua!." Jawab Xia Jiao.
" Apakah kamu sudah mendapatkan ijin dari guruMu dan dari Matriak?." Tanya tetua itu lagi.
" Murid telah mendapatkan ijin dari guru, tetapi murid tidak memberitahukan kepada Matriak seperti yang di lakukan juga oleh murid - murid yang lain." Ucap gadis itu.
" Kalau begitu, kamu harus memibta ijin dari Matriak terlebih dahulu." Ucap tetua.
" Kenapa bisa seperti itu?." Tanya gadis itu.
" Itu karena kamu adalah aset yang berharga perguruan ini." Jawab tetua.
" Aset? Apakah diriKu ini terlihat seperti sebuah barang?." Tanya Xia Jiao.
" MaksudKu tidak seperti itu, tetapi maksudKu bahwa diriMu adalah murid paling jenius di sekte ini, jadi tidak bisa keluar dengan sembarangan." Jawab tetua lagi.
" Baiklah kalau begitu, aku akan memohon ijin kepada Matriak." Ucap Xia Jiao sambil berjalan menuju ke kediaman Matriak.
Setelah tiba di kediaman Matriak, Xia Jiao langsung menghadap ketua sekte tersebut.
" Murid memberi hormat kepada Matriak!." Ucap Xia Jiao.
" Ada hal apa yang membuat dirimu hingga datang ke kediamanKu ini?." Tanya Matriak.
" Murid baru saja dari gedung misi untuk mengambil misi pertama Ku, tetapi aku di arahkan kesini untuk menghadap Matriak dan memohon ijin kepada Matriak." Jawab gadis itu.
" Oh, jadi begitu! Apakah kamu sudah siap untuk menjalankan misi?." Tanya Matriak.
" Murid sudah siap Matriak." Jawab gadis itu.
Kalau begitu, saya mengijinkanMu untuk menjalankan misi dengan di dampingi oleh seorang tetua tingkat rendah." Ucap Matriak.
Mendengar hal itu, Xia Jiao langsung mengiyahkan apa yang Matriak katakan agar dirinya bisa keluar dan mencari Ma Guang.
Xia Jiao langsung pamit undur diri kepada Matriak.
Gadis itu pun langsung berjalan kembali ke gedung pengambilan misi.
Setelah tiba di gedung pengambilan misi, Xia Jiao langsung mengambil misi yang tempat untuk menyelesaikannya menuju ke arah kerajaan Qi agar lebih dekat untuk menuju ke sekte Bambu Kuning.
Setelah mendapatkannya, Xia Jiao langsung kembali ke kediaman Matriak untuk melaporkannya dan juga untuk bertemu dengan seorang tetua yang akan mendampinginya.
Setelah tiba di kediaman Matriak, Xia Jiao sudah di sambut oleh Matriak dan juga seorang tetua tingkat rendah.
" Murid menghadap." Ucap Xia Jiao sambil memberi hormat kepada kedua wanita di hadapannya.
__ADS_1
" Jiao'er! Ini adalah tetua Sim Lan, dia yang akan mendampingi diriMu saat melakukan misi." Ucap Matriak sambil menatap ke arah tetua tersebut.
Tetua Sim Lan adalah seorang wanita yang sudah berusia 30-an tahun, wanita itu adalah salah satu yang termasuk 10 terbaik di tengah murid seangkatannya.
" Kapan kalian akan berangkat untuk menjalankan misi?." Tanya Matriak.
" Jika tetua Sim Lan sudah siap, saat ini juga kita akan langsung berangkat." Jawab Xia Jiao.
" Saya sudah siap untuk berangkat." Ucap tetua Sim Lan.
" Baiklah, kalau begitu, kami mohon pamit undur diri dulu Matriak." Ucap Xia Jiao.
Tetua Sim Lan juga langsung mengiyahkan apa yang di ucapkan oleh gadis tersebut.
" tetua Sim Lan! Jaga Jiao'er baik - baik." Ucap Matriak.
" Baik Matriak, saya akan berusaha sebisa mungkin untuk menjaganya dengan." Ucap tetua tersebut sambil menangkupkan kedua tangannya.
" Jiao'er! Kamu juga harus selalu berhati - hati di dalam bertindak, serta jangan terlalu mudah untuk percayah terhadap siapa pun juga." Ucap Matriak.
" Baik Matriak, murid akan selalu mengingat semua pesan dari Matriak." Ucap Xia Jiao.
Setelah selesai Matriak memberikan pesan kepada kedua wanita tersebut, akhirnya kedua wanita itu pun beranjak dari tempat itu dan berjalan menuju ke pintu masuk untuk keluar dan meninggalkan sekte Bunga Persik.
Di suatu tempat.
Ma Guang sudah beberapa hari melakukan meditasi di suatu tempat yang berbentuk seperti gua yang tidak terlalu dalam namun dindingnya seperti terbuat dari kumpulan batu - batu yang tersusun rapi.
" Kalau kamu ingin menjadi kuat, kamu harus bergabung dengan diriKu, karena diriKulah yang membuat Mu menjadi kuat." Ucap iblis hati sambil tersenyum licik kepada Ma Guang.
" Hei! Kamu itu adalah diriKu, jadi jika tidak ada diri Ku, kamu juga tidak akan berbicara seperti ini denganKu, jadi jangan coba - coba untuk mengatur Ku." Jawab Ma Guang.
" Ternyata bukan cuma karena diri Ku kamu menjadi lebih sombong, tetapi memang diri Mu memiliki kesombongan yang tinggi juga." Ucap iblis hati.
" Aku menjadi sombong seperti ini, itu karena aku tidak ingin untuk bergabung dengan diri Mu, apa lagi untuk tunduk kepadaMu, itu adalah suatu hal yang sangat tidak aku sukai." Balas Ma Guang.
" Kalau begitu, mari kita bertarung agar kita bisa mengetahui siapa yang terkuat di antara kita." Ajak iblis hati.
" Ha...ha...ha...ha...ha." Ma Guang tertawa mendengar apa yang di ucapkan oleh Iblis Hati.
" Hei, aku itu bisa mengalahkan Mu tanpa kita harus bertarung, karena diri Mu itu hanyalah suatu rasa sakit yang ada di dalam diri Ku. Dan rasa sakit itu sudah aku lupakan di dalam pikiran Ku. Kematian orang tua Ku sudah aku ikhlaskan karena setiap perjalanan hidup kita tentunya sudah punya takdir masing - masing." Ucap Ma Guang.
Setelah mengikhlaskan setiap rasa sakit yang selama ini di rasakan oleh Ma Guang, akhirnya Iblis Hati itu langsung menguap dan hilang di udara.
Boommm
Saat itu juga, bunyi ledakan keluar dari dalam tubuh pendekar muda itu.
Akhirnya dia bisa menerobos menjadi Pendekar Suci.
Di dalam kitab yang Ma Guang pelajari, telah memberikan petunjuk agar tidak perlu mengikuti setiap keinginan dari Iblis Hati.
__ADS_1
Dan apa pun yang muncul saat berhadapan dengan Iblis Hati tersebut, semuanya itu hanyalah ilusi yang memainkan setiap pikiran dari diri kita sendiri.
Di saat kita terpengaruh akan apa yang di tampilkannya itu, kekuatannya akan lebih meningkat, sehingga di saat kita akan bertarung dengan Iblis Hati tersebut, tentunya akan mengalami kekalahan, karena semakin kita marah, akan membuat semakin bertambah kekuatan Iblis Hati tersebut.
Dan Ma Guang yang sudah mengerti dan siap dengan hal itu, sehingga sangat mudah untuk mengalahkan Iblis Hati dengan tanpa ada pertarungan, karena dirinya sudah lebih dahulu mengikhlaskan semua rasa sakit yang pernah dirinya alami.
Setelah menerobos dan telah menjadi Pendekar Suci, Ma Guang langsung menyerap kembali sumber daya yang telah di siapkannya dan langsung bermeditasi untuk membentuk pondasinya.
Akhirnya 10 hari telah berlalu, Ma Guang pun sudah selesai dengan meditasinya.
Pendekar muda itu langsung bangkit dari tempat meditasinya dan langsung bergerak dan meninggalkan tempat itu.
Ma Guang melesat untuk mencari sungai yang dekat dengan tempat tersebut.
Setelah menemukannya, Ma Guang langsung membersihkan tubuhnya dan juga mengganti pakaiannya dengan sepasang pakaian yang telah dia siapkan.
Setelah selesai melakukan aktivitasnya itu, Ma Guang langsung melesat dan kembali ke kota Lu.
Setelah beberapa saat dirinya bergerak untuk menuju ke kota Lu, pendekar muda itu mendengar ada suatu pertarungan yang sedang terjadi.
" Ayo, tangkap keduanya untuk kita jadikan mainan kita sebentar malam." Ucap salah satu pria.
" Nona! Kalian menyerahlah, kami tidak akan menyakiti diri kalian, tetapi kami akan membuat kalian merasakan kenikmatan yang belum pernah kalian berdua rasakan." ucap salah satu dari mereka.
Di pihak yang lain, ada 14 orang pendekar, 2 di antaranya adalah pendekar raja, 2 orang pendekar ahli dan 10 orang pendekar tahap awal tingkat ke -5 sampai tingkat ke -9.
Sedangkan di pihak yang satunya lagi hanya dua orang pendekar wanita yang keduanya sudah berada di tahap pendekar raja tingkat rendah.
Ma Guang memperhatikan dari jarak jauh pertarungan dari kedua kubu tersebut.
Tetapi saat dirinya menajamkan tatapan matanya, Ma Guang dapat mengenal salah satu wanita yang sedang melakukan pertarungan.
" Hah... gadis itu adalah nona Xia." Gumam Ma Guang.
" Aku harus menolong mereka." Ucap pendekar muda itu.
Ma Guang langsung melesat dengan cepat ke arah tempat pertarungan mereka sambil di tangannya sudah ada senjata rahasia miliknya yang telah siap untuk di lepaskan.
Setelah jarak dengan mereka sudah cukup dekat, akhirnya Ma Guang melepaskan 4 buah senjata rahasia miliknya.
Tubuh ke empat pendekar pria tersebut langsung ambruk ke tanah dan langsung meregang nyawa saat senjata rahasia milik Ma Guang menembus dahi dan dada mereka.
Kedua kelompok yang bertarung tersebut langsung tersentak kaget dengan apa yang baru saja terjadi.
" Keparat! Siapa kamu yang berani mengganggu kesenangan kami!?." Ucap pemimpin kelompok tersebut.
Empat pendekar yang tewas tersebut adalah Dua orang yang sedang menyerang kedua wanita serta dua orang lagi yang berada di dekat dua orang yang menyerang.
Ma Guang berpikir bahwa salah satu yang terbunuh adalah pemimpin mereka, tetapi ternyata dia keliru.
~Bersambung~
__ADS_1