Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 115. Pertempuran (VIII)


__ADS_3

Ma Guang langsung menatap ke arah komandan You Tao yang kini sedang tergeletak di dekatnya.


"Tahan mereka semua, jika ada yang melawan, langsung di bunuh saja". Perintah Ma Guang kepada pasukan yang ada.


Beberapa prajurit yang memang adalah kaki tangan dari You Tao, langsung menyerang pasukan yang mengepung mereka untuk melarikan diri.


Namun karena jumlah pasukan yang mengepung mereka terlalu banyak, sehingga tidak memakan waktu yang lama untuk mengalahkan mereka.


Hanya tersisa sekitar tujuh puluh prajurit yang tetap berdiri di tempat mereka, hal itu di sebabkan karena mereka memang adalah prajurit bawahan You Tao, sehingga mereka akan selalu mengikuti komandan mereka itu.


Namun mereka sama sekali tidak mengetahui akan pengkhianatan yang di lakukan oleh You Tao dan juga para prajurit lainnya.


Sebab prajurit yang bekerja sama dengan You Tao, hanya ada lima orang sebagai rekan mereka, sedangkan sisanya tersebar di setiap kompi yang ada di pasukan jenderal Fan Gui mau pun pasukan Ma Guang.


Empat orang komandan pasukan Ma Guang langsung bergerak melesat ke arah You Tao untuk membunuhnya.


Ma Guang langsung mencegah keinginan keempat komandan tersebut.


"Jenderal Ma! Biarkan kami menghabisi pengkhianat ini". Ucap salah satu komandan pasukan Ma Guang.


"You Tao! Siapa anda sebenarnya?". Tanya Ma Guang.


You Tao tidak mau menjawab apa yang Ma Guang tanyakan.


"Baiklah! Jika kamu tidak ingin menjawabnya, aku akan mencari tahu sendiri hal itu". Ucap Ma Guang sambil menotok beberapa titik jalan darah You Tao agar pria itu tidak bisa bergerak.


Pemuda itu kemudian dengan tenang dan seperti menikmati mulai memukul jari tangan You Tao.


Setiap jari di pukul beberapa kali hingga hancur.


Teriakan pria itu terus menggema di tanah lapang yang di penuhi pasukan kerajaan Qi.


Saat jari kelima dari tangan kirinya sudah di hancurkan oleh Ma Guang, kini pemuda itu akan memulai dengan jari yang berada di tangan kanan You Tao.


Sebelum Ma Guang memukul salah satu jari tangan kanan milik You Tao, pria itu langsung bersuara dan menyerah untuk menjawab pertanyaan dari Ma Guang.


"Aku memang adalah seorang prajurit mata - mata yang di latih oleh kerajaan Lai dan di utus untuk masuk menjadi prajurit kerajaan Qi". Ucap You Tao.


"Ada berapa jumlah mata - mata yang menyusup ke pasukan kerajaan Qi?". Tanya Ma Guang.


"Aku belum tau pasti, tetapi semuanya berjumlah ribuan". Jawab You Tao.


Mendengar apa yang di sampaikan oleh You Tao, jenderal Fan Gui dan juga para komandan pasukan yang ada di tempat itu serta prajurit yang ada langsung tercengang.

__ADS_1


"Apa? Jumlah itu sangatlah banyak. Bagaimana bisa kita melakukan kesalahan yang besar seperti ini?". Gumam Fan Gui.


Setelah Ma Guang mendengar apa yang telah disampaikan oleh You Tao, pemuda itu langsung melenyapkan ilmu bela diri pria tersebut dan mengurungnya.


Sedangkan para prajurit yang tersisa kini tetap berdiri di tempat mereka.


"Kenapa kalian tidak melucuti senjata kalian?". Tanya Ma Guang.


"Kami prajurit kerajaan Qi selalu siap untuk bertempur demi tanah air kami!". Ucap serentak pasukan tersebut.


"Mengapa kalian tidak berusaha menyelamatkan diri kalian?". Tanya Ma Guang lagi.


"Karena kami adalah prajurit yang selalu setia kepada tanah air kami". Ucap mereka serentak.


"Terus, mengapa kalian tidak memilih untuk bergabung dengan pasukan jenderal Fan atau pun dengan pasukanKu?".


"Sebab kami sudah lama mengikuti komandan You Tao, sehingga kami akan memilih beliau". Ucap mereka lagi.


"Jadi, jika You Tao mengkhianati kerajaan Qi, apakah kalian akan mengikutinya juga?". Tanya Ma Guang lagi.


"Tidak! Kami akan terus berjuang demi kerajaan Qi!". Jawab mereka lagi.


"Jadi, mulai saat ini, kalian akan bergabung dengan pasukan siapa?". Tanya Ma Guang.


Ma Guang akhirnya membiarkan pasukan tersebut untuk kembali bergabung dengan pasukannya.


Pemuda itu lalu memeriksa tubuh prajurit yang terbunuh. Wajah Ma Guang langsung berubah setelah mendapatkan petunjuk yang sama di setiap tubuh prajurit yang terbunuh.


Ma Guang kembali menemui You Tao dan juga memeriksa tubuh pria tersebut.


Dan benar saja, tanda yang ada di tubuh para prajurit yang terbunuh, sama dengan tanda yang di miliki oleh You Tao.


Ma Guang langsung kembali ke tempat semula dan langsung menyuruh semuanya untuk melepaskan baju zirah serta pakaian bagian atas yang mereka kenakan.


Akhirnya Ma Guang bisa menemukan semua prajurit mata - mata yang menyusup ke pasukannya dan juga pasukan Fan Gui.


Ada seratus lebih prajurit musuh yang menyusup di dalam pasukan mereka.


Semuanya langsung di tangkap dan di kurung oleh mereka.


Setelah seluruh pasukan mereka sudah di bersihkan dari pada para penyusup, Ma Guang pun langsung berpamitan dengan jenderal Fan Gui untuk melanjutkan kembali perjalanannya.


Ma Guang kini membawa seribu dua ratus lebih pasukannya.

__ADS_1


Kini mereka bergerak menuju ke arah selatan untuk menuju ke kota Zhuangwu dimana telah terjadi pertempuran di antara pasukan kerajaan Qi dan juga pasukan kerajaan Lai.


Pasukan Ma Guang seperti biasanya melakukan perjalanan dengan menunggang kuda, hal itu di lakukannya agar pasukannya bisa tiba tepat waktu di medan pertempuran.


Jarak yang akan mereka tempuh sejauh seratus lima puluh kilo meter.


Dan jika jalan yang akan mereka lalui bisa memacu kuda mereka lebih cepat lagi. Pasti mereka bisa tiba di tempat tujuan hanya dalam tiga jam saja.


Pasukan Ma Guang terus memacu kecepatan berlari kuda mereka, dan jika suara derap kaki kuda mereka terdengar oleh pasukan musuh, pasti akan menjatuhkan mental mereka.


Akhirnya pasukan Ma Guang bersama dengan panji - panjinya mulai terlihat memasuki pertempuran yang sedang berlangsung.


Ratusan panah langsung melesat ke arah tubuh pasukan musuh dan di ikuti dengan tumbangnya prajurit yang terkena serangan anak panah tersebut.


Melihat serangan pasukan Ma Guang yang terlihat bagaikan seekor singa yang menerkam setiap mangsa - mangsanya, membuat pemimpin pasukan musuh langsung berpikir untuk menarik kembali pasukan mereka.


"Mudur!". Teriak pemimpin pasukan musuh.


Pasukan kerajaan Qi langsung mengejar dan terus membantai setiap pasukan musuh yang mereka temui.


"Jangan mengejar mereka!". Teriak Ma Guang dan membuat pasukan dari kerajaan Qi langsung menghentikan pengejaran.


"Mengapa menghentikan pengejaran terhadap pasukan kerajaan Lai?". Tanya jenderal Meng Yin.


"Perkenalkan! Saya adalah Ma Guang! Maafkan atas kelancangan saya! Tetapi kita tidak mengetahui jika ada jebakan yang telah mereka persiapkan untuk menyambut kedatangan pasukan kita". Ucap Ma Guang sambil menangkupkan tangannya ke arah Meng Yin.


Mendengar Ma Guang memperkenalkan dirinya dan juga sekaligus meminta maaf kepadanya, jenderal Meng Yin langsung merasa terhormat karena bertemu dengan orang yang selalu menjadi buah bibir karena apa yang selalu di lakukannya.


"Maafkan aku jika kata - kataKu telah menyinggung jenderal Ma Guang!". Ucap Meng Yin sambil menangkupkan tangannya.


"Perkenalkan! NamaKu adalah Meng Yin!". Lanjut sang jenderal.


"Ah, jenderal Meng Yin jangan terlalu sungkan! Junior ini sudah mendengar tentang ke hebatan jenderal Meng Yin dalam setiap pertempuran, jadi sangat wajar jika mempertanyakan tentang yang telah junior lakukan". Ucap Ma Guang.


Akhirnya pasukan mereka kembali ke camp.


Ma Guang dan juga dua orang jenderal dan beberapa komandan mereka kini sedang berdiskusi di tenda utama yang di tempati oleh jenderal Meng Yin.


"Jenderal Meng! Jenderal Yang! Besok pagi aku bersama pasukanKu akan kembali melanjutkan perjalanan untuk berpatroli di wilayah perbatasan bagian barat dan juga bagian utara kerajaan Qi. Hal itu akan saya lakukan, karena kekalahan yang di alami oleh pasukan dari kerajaan Lai, pasti akan membuat raja Gong Furou untuk tidak lagi menyerang pasukan kita". Ucap Ma Guang.


"Apa yang jenderal Ma katakan ada benarnya juga, pasukan mereka kini telah mengalami tiga kekalahan besar, dan kesemuanya di lakukan oleh jenderal Ma". Ucap Meng Yin.


"Ah, jenderal Meng terlalu memujiKu, menurutKu ini semua berkat kegigihan serta keberanian para prajurit kerajaan Qi". Ucap Ma Guang merendah.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2