Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 401. Menjemput Keluarga


__ADS_3

Saat Ma Guang kembali ke sekte Beruang Matahari, apa yang dia risaukan itu tidak terjadi di sekte tersebut.


Kedatangan Ma Guang bersama Seribu lebih pasukannya mengejutkan seluruh anggota sekte tersebut,.


Mereka tidak menyangka jika bisa melihat langsung ribuan makhluk mitos yang hanya menjadi dongeng para orang tua mereka saat mendalami ilmu bela diri.


“Apakah ini yang disebut Naga?.”


“Mengapa makhluk ini datang ke sekte kita? Apakah sekte kita telah menyinggung atau mengganggu mereka!?.”


“Bagaimana mungkin makhluk ini bisa sebanyak ini? Apakah sekte kita akan di serang oleh mereka!?.”


Kata – kata yang keluar dari dalam mulut setiap murid – murid sekte Beruang Matahari pada saat mereka melihat di atas udara sekte mereka kini ada seribu lebih pasukan Naga Api Surgawi.


Langit diatas sekte Beruang Matahari malam itu kini terlihat sangat terang oleh kobaran api yang menyala dari tubuh dua puluh delapan Kilin Api.


Hal itulah yang membuat seluruh penghuni sekte tersebut terbangun untuk melihat apa yang sedang terjadi dilangit sekte mereka.


Patriark Tien Chou dan juga para petinggi lainnya juga tidak kalah terkejutnya melihat fenomena tersebut.


Mereka juga dengan cepat keluar dari kediaman mereka masing – masing untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Setelah beberapa saat kemudian karena merasa situasi di sekte itu aman dan hal yang dirisaukan tidak terjadi, Ma Guang segera memerintahkan seluruh pasukannya untuk kembali kewujud manusia dan mendarat


disekte tersebut.


Patriark Tien Chou dan para petinggi sekte yang melihat bahwa itu adalah Ma Guang beserta pasukannya segera  bersujud untuk menyembahsang dewa yang baru saja tiba itu dengan mengucapkan “Hormat kepada dewa Ma


Guang!” tiga kali berturut – turut.


Ma Guang merasa canggung dengan situasi penyambutan tersebut, sebab apa yang di lakukan oleh Patriark dan juga para petinggi sekte itu membuat seluruh anggota sekte tersebut juga melakukan hal yang sama.


“Situasi ini akan membuat diriKu lebih tidak nyaman lagi jika lebih banyak orang yang melakukannya!.” Pikir Ma Guang.


“Semuanya silahkan berdiri!.” Perintah Ma Guang.


Semuanya pun melakukan apa yang diperintahkan oleh pria tersebut.


Kini Ma Guang segera disambut oleh patriark Tien Chou bersama para petinggi sekte untuk memasuki aula utama sekte.


Setelah sudah memasuki aula dan semuanya duduk, patriark Tien Chou pun mulai membuka suaranya untuk menanyakan kepada Ma Guang mengapa sudah kembali dan juga telah membawa pasukan yang lebih banyak lagi dari kedatangan sebelumnya.


Ma Guang pun mulai menjelaskan mengapa hal itu terjadi tentang kekhawatirannya terhadap pasukan Phoenix Api yang bisa menuangkan kekecewaannya kepada mereka karena sekte Beruang Matahari telah membantu Ma


Guang untuk memancing agar pasukan makhluk kuno segera datang dan menyerang kapal yang mereka sewa tersebut.


“Patriark Tien Chou! Untuk mengantisipasi hal tersebut, aku akan meninggalkan sebagian pasukan Naga untuk menjaga sekteMu ini! Agar supaya jika hal itu terjadi, sekteMu ini bisa di lindungi untuk sementara waktu


sebelum pasukan bantuan tiba di sini!.”

__ADS_1


“Terima kasih atas kebaikan dewa Ma! Jika sekte kami sudah berada dibawah perlindungan dewa Ma! Kami sudah tidak mengkhawatirkan lagi bahaya yang akan datang!.” Ujar Tien Chou sambil menangkupkan tangannya.


Ma Guang yang merasa tidak nyaman dengan panggilan tersebut segera meminta pendapat dari Long Wang tentang hal itu melalui kekuatan spiritualnya.


“Raja Long! Bagaimana menurutMu tentang panggilan yang disematkan mereka kepadau ini? Sepertinya menurutKu ini terlalu berlebihan!.”


“Yang Mulia! MenurutKu itu tidak berlebihan! Sebab memang disaat manusia yang telah berkultivasi dan sudah menerobos untuk menjadi seorang dewa, setiap manusia yang mengetahui hal itu akan menyebut orang tersebut sebagai dewa! Dan hal itulah yang terjadi saat ini kepada Yang Mulia Raja!.”


Kata – kata yang keluar dari mulut Long Wang bukan meringankan rasa canggung didalam hati serta pikiran Ma Guang, melainkan menambah beban baginya.


Mengapa bisa begitu? Sebab Long Wang yang awalnya hanya memanggil Ma Guang dengan sebutan ‘Penguasa’ kini telah merubah panggilannya menjadi ‘Yang Mulia Raja’.


Ma Guang pun menanggapi perkataan sang Raja Naga Laut Timur itu dengan berkata kepadanya.


“Raja Long! Aku meminta pendapat dariMu agar bisa meringankan rasa canggung didalam hatiKu! Bukan tamba membuat diriKu makin bertambah canggung seperti ini!.”


Long Wang yang mendengarkan perkataan Ma Guang hanya tersenyum simpul menanggapinya.


Sedangkan Ma Guang sendiri yang melihat tingkah bawahannya tersebut hanya bisa mengerutu didalam hatinya.


“Sial! Naga tua ini juga terlihat sedang menertawakan situasi yang sedang aku alami saat ini!.” Pikir Ma Guang dengan memasang wajah yang masam kepada Long Wang.


Setelah selesai memberitahukan maksud kedatangannya, akhirnya Ma Guang menyempatkan dirinya untuk menemui ibunya dan juga adik perempuannya yang kini telah memiliki kultivasi sebagai seorang pendekar Agung diusia Lima Belas Tahun tersebut berkat teknik serta sumber daya yang telah Ma Guang berikan melalui patriark Tien Chou dan juga yang dia berikan kepada Hong Jiannan.


Ma Guang segera mengajak Hong Jiannan untuk menemaninya untuk pergi menemui ibu dan adiknya tersebut.


Saat Ma Guang tiba dikediaman Hong Mogui, dirinya langsung disambut oleh seorang wanita yang berusia Enam Puluh tahun lebih serta seorang gadis cantik yang adalah Hong Yilan.


Li Yan yang melihat kedatangan putranya tersebut merasa sangat bahagia karena bisa melihat lagi putranya itu.


Namun wanita itu tidak segera meluapkan rasa rindunya tersebut, karena dirinya merasa telah melakukan kesalahan yang besar terhadap Ma Guang.


Sedangkan Hong Yilan yang sangat mengagumi kakaknya itu lewat cerita – cerita yang dia dengar dari kakaknya Hong Jiannan, dengan cepat segera menghamburkan dirinya kepada Ma Guang.


“Guang gege!.” Teriak Hong Yilan sambil berlari memeluk Ma Guang.


Gadis itu tidak merasa canggung atau merasa malu terhadap sosok kakak seibunya tersebut.


Hal itu karena Hong Jiannan telah memberitahukan kepadanya bahwa Ma Guang adalah sosok yang sangat baik.


Apa lagi disaat mengetahui bahwa Ma Guang secara terang – terangan telah mengakui Hong Jiannan sebagai adiknya.


Hal itulah yang membuat Hong Yilan langsung menyambut Ma Guang dengan pelukannya.


Sedangkan Ma Guang sendiri yang menerima penyambutan dari adik gadisnya itu langsung merasa bingung harus berkata apa.


Kedua tangan yang awalnya masih terkembang karena merasacanggung dengan apa yang Hong Yilan lakukan, kini perlahan turun dan juga mengusap rambut adiknya itu.


Melihat sikap Ma Guang, Li Yan pun merasa sangat bahagia, sebab ketiga anaknya kini sudah bisa berdamai dengan situasi yang menjadi dinding pemisah diantara mereka.

__ADS_1


Setelah beberapa saat saling berpelukan dengan Hong Yilan, akhirnya Ma Guang pun segera mendekati ibunya dan bersujud memberi hormat.


“Ibu! Maafkan aku yang tidak berbakti selama ini kepada ibu!.”


“Guang’er! Ibu juga mohon maaf kepadaMu karena telah melupakan diriMu! Ibu tidak menyangka jika diriMu masih bertahan hidup setelah kejadian tersebut! Itu karena……”


“ibu! Sudahlah semua itu telah terjadi! Apa lagi aku sudah melupakannya setelah kita bertemu waktu lalu! Oleh sebab itu saat ini aku datang kesini untuk mengajak ibu dan juga Hong Jiannan serta…….”


“Hong Yilan! Itulah namaKu! Tutur gadis yang adalah adik dari Ma Guang dengan nada suara ketusnya, sebab Ma Guang tidak bisa menyebut namanya karena tidak mengetahui.


“Iya! Serta Hong Yilan untuk pergi ke markas sekte Naga Surgawi agar aku bisa melindungi kalian disana!.” Tutur Ma Guang menjelaskan kepada ibunya.


“Guang’er! Biar saja kami tetap  tinggal disekte ini! Sebab mereka juga telah menganggap kami seperti keluarga mereka sendiri!.” Balas Li Yan kepada Ma Guang.


“Ibu! Hal ini tidak sesederhana yang ibu pikirkan! Sebab hubunganu dengan kalian kini sudah banyak yang mengetahuinya, sehingga hal itu akan membahayakan hidup kalian! Sebab para pasukan Phoenix Api pasti akan


melakukan segala cara untuk mengalahkan diriKu!.”


“Dan salah satu caranya adalah menangkap kalian untuk menjadi tawanan mereka agar aku bisa menyerahkan apa yang mereka inginkan!.”


“Karena itulah sehingga aku mengajak kalian untuk pergi ke sekte Naga Surgawi bersama denganKu agar aku bisa menjaga kalian!.”


Memang pengakuan Ma Guang tersebut sangat membahagiakan bagi mereka. Namun ada hal negative yang bisa mereka alami akibat dari pengakuan itu yang telah diketahui oleh sebagian besar anggota sekte Beruang


Matahari.


Mendengar penjelasan dari Ma Guang, Li Yan pun kembali berkata.


“Bagaimana dengan suamiKu!? Apakah dia akan ikut juga!?.” Tanya Li Yan kepada Ma Guang.


Sebelum Ma Guang menanggapi perkataan ibunya, sosok pria tua berambut merah langsung berkata.


“Biar kalian saja yang ikut bersama dewa Ma Guang! sedangkan aku akan tetap tinggal disekte ini untuk berjuang bersama dengan mereka jika ada ancaman yang datang!.” Ujar Hong Mogui.


“Tidak! Aku juga tidak akan pergi jika kamu tidak pergi!.” Tutur Li Yan dengan tegas.


“IstriKu! Dengan pengampunan yang diberikan oleh dewa Ma Guang, serta keselamatanMu dan juga kedua anak kita, itu sudah cukup membuat diriKu bahagia! Tidak ada lagi hal yang aku inginkan didunia ini selain kebahagiaan kalian!.” Tutur Hong Mogui.


“Baiklah! Jika itu sudah menjadi pilihanMu, aku juga tetap ingin tinggal bersama denganMu disini untuk menemaniMu dan menghabiskan masa – masa tua kita di sekte ini!.” Balas Li Yan menanggapi perkataan suaminya.


“Ibu! Jika itu bisa membahagiakan ibu, aku tidak bisa memaksaMu lagi! Akan tetapi aku sangat berharap mereka berdua bisa mengikutiKu untuk pergi kesekte Naga Surgawi!.” Tutur Ma Guang lagi.


“Jian’er! Lan’er! Kalian berdua ikutlah bersama kakak kalian untuk pergi bersamanya! Biarkan ayah bersama ibu kalian tetap tinggal disini!.” Perintah Hong Mogui kepada kedua anaknya.


Hong Jiannan dan Hong Yilan yang mendengar perkataan ayah mereka segera menatap kearah Li Yan.


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui perkataan suaminya tersebut.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2