
Setelah berjalan beberapa saat kemudian, kini Ma Guang telah sampai di depan penginapan yang di beritahukan oleh pria tua yang baru saja bertemu dengannya.
Di atas pintu masuk penginapan tersebut terpampang sebuah papan yang menuliskan nama dari penginapan tersebut.
Ma Guang langsung memasuki penginapan itu dan langsung di sambut oleh seorang pelayan.
"Selamat datang tuan di penginapan Beijixiong...apakah ada yang bisa saya bantu!?". Ucap Sang pelayan dengan ramah.
"Aku membutuhkan satu kamar yang mewah untuk lima hari kedepan dan aku juga ingin mengisi perutKu yang sudah keroncongan ini". Ucap Ma Guang.
"Oh, kalau begitu mari tuan saya antarkan". Ucap pelayan tersebut sambil mempersilahkan kepada Ma Guang untuk memasuki lantai dasar penginapan itu.
Pelayan itu pun langsung mengantarkan Ma Guang kesalah satu tempat yang sudah di sediakan meja dan kursi untuk di tempati oleh pemuda itu.
"Silahkan duduk tuan! Makanan apa yang ingin tuan pesan?".
Pelayan tersebut langsung mempersilahkan Ma Guang untuk duduk dan menanyakan pesanan yang ingin di pesan oleh pemuda itu.
"Aku ingin memesan makanan serta minuman terbaik di tempat ini". Jawab Ma Guang.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan segera mengurus semua pesanan tuan". Ucap pelayan yang langsung berjalan menuju ke tempat untuk memesan makanan.
Setelah itu, sang pelayan langsung berjalan menuju ke kasir untuk memberitahukan pesanan satu kamar mewah untuk Ma Guang.
Pelayan itu pun langsung kembali berjalan menuju ke tempat Ma Guang berada.
"Tuan! Ini jumlah keseluruhan pesanan yang akan di bayarkan". Ucap pelayan tersebut sambil menyerahkan catatan yang berisi item serta harga - harganya.
Melihat hal itu, Ma Guang langsung meraih beberapa koin emas di dalam kantongnya dan menyerahkan kepada pelayan tersebut.
"Maaf tuan! Koin emas yang tuan berikan ini terlalu banyak". Ucap pelayan itu sambil mengembalikan kelebihan koin emas tersebut.
"Kelebihannya untukMu saja! Aku hanya berharap pelayanan yang baik dari diriMu". Ujar Ma Guang sambil tangannya menolak pemberian dari pelayan tersebut.
"Terima kasih tuan....terima kasih... aku akan memberikan pelayanan terbaik untuk tuan". Ujar pelayan.
Di salah satu meja, terlihat seorang wanita muda bersama dua orang wanita dan juga beberapa pria sedang menatap kearah Ma Guang.
"Siapa pemuda itu? Dilihat dari cara berpakaiannya, sepertinya pemuda ini berasal dari wilayah kekaisaran Zhou". Gumam wanita tersebut.
"Apakah dia seorang pendekar yang hebat? Jika tidak, mana mungkin dirinya hanya sendiri bisa tiba di wilayah kekaisaran Qiang ini!?".
__ADS_1
Pikiran wanita itu di penuhi pertanyaan - pertanyaan terhadap pemuda yang di lihatnya.
Karena dirinya merasa penasaran dengan pemuda itu, wanita itu pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke tempat dimana Ma Guang berada.
Setelah sampai di tempat Ma Guang, wanita itu langsung menyapanya "Maaf tuan! Apakah aku boleh duduk disini untuk menemani tuan!?".
Ma Guang yang melihat seorang wanita cantik sedang berdiri di depan dan menyapanya langsung mengiyahkan dan mempersilahkan duduk wanita itu "Oh...iya! Silahkan duduk nona".
Wanita itu pun langsung duduk di salah satu kursi dan saling berhadapan dengan Ma Guang.
Setelah wanita itu duduk, dia langsung memperkenalkan diri kepada Ma Guang "Tuan! Perkenalkan, namaKu adalah Se Tsundue! Kalau boleh aku tahu, siapa nama tuan!?".
Mendengar perkataan wanita di depannya yang memberitahukan namanya, Ma Guang juga langsung memberitahukan juga namanya "nama saya adalah Ma Guang".
Setelah mendengar nama yang di sebutkan oleh Ma Guang, wanita di depannya langsung tersenyum manis menatap pemuda itu.
"Ada apa nona? Apakah ada yang aneh dengan namaKu itu!?". Tanya Ma Guang penasaran dengan mimik wajah wanita itu setelah mendengar dia menyebutkan namanya.
"Oh, tidak...tidak ada yang aneh dengan nama pendekar Ma! Hanya saja aku merasa senang dengan perkiraanKu bahwa pemuda yang aku lihat berasal dari wilayah kekaisaran Zhou, dan hal yang lebih membuatKu sangat senang, bahwa pemuda yang saat ini berada di depanKu adalah seorang pendekar yang sangat tersohor namanya serta sangat di takuti di wilayah kekaisaran itu".
Ma Guang langsung tersentak setelah mendengar pernyataan yang di sampaikan oleh wanita di depannya, namun keterkejutannya itu berhasil di sembunyikan olehnya.
"Apakah nona mengetahui banyak informasi tentang diriKu?". Tanya Ma Guang penasaran.
Saat mendengar apa yang di sampaikan oleh Se Tsundue, Ma Guang langsung terkesima dengan wanita di depannya itu.
Dirinya tidak menyangka jika ada seseorang yang berada di luar wilayah kekaisaran Zhou bisa mengetahui sebanyak itu informasi tentang dirinya.
"Mendengar apa yang nona Se Tsundue sampaikan, ternyata masih ada satu informasi besar yang belum nona ketahui". Ucap Ma Guang santai.
"Informasi apa itu yang belum aku ketahui?". Tanya Se Tsundue penasaran.
"Nona Se tunggu saja, tidak lama lagi berita besar akan menggemparkan wilayah kekaisaran ini". Ucap Ma Guang lagi.
Saat sedang berbincang - bincang, akhirnya pesanan Ma Guang pun telah di antarkan oleh pelayan.
"Mohon maaf karena sudah membuat tuan menunggu lama". Ucap pelayan.
"Ah, tidak apa - apa! Hal yang terpenting buatKu adalah cita rasa dari semua hidangan ini". Ucap Ma Guang.
"Terima kasih tuan atas pengertiannya! Silahkan di nikmati!". Ucap pelayan sambil menjauh dari meja itu dan terus mengawasi agar bisa selalu memberikan pelayanan yang baik bagi Ma Guang.
__ADS_1
"Nona Se Tsundue! Ayo makan bersama - sama denganKu". Ajak Ma Guang.
"Iya! Terima kasih". Ucap Se Tsundue menanggapi ajakan Ma Guang sambil mengambil sedikit makanan yang ada untuk menghormati Ma Guang.
Setelah selesai, para pelayan langsung membersihkan kembali meja yang di tempati oleh Ma Guang dan juga Se Tsundue.
Beberapa saat kemudian Se Tsundue langsung membuka kembali pembicaraan di antara mereka berdua.
"Pendekar Ma! Bagaimana kalau anda mengunjungi kediamanKu, agar lebih leluasa lagi untuk kita berdua berbicara". Ucap Se Tsundue penuh harap.
Mendengar undangan tersebut, Ma Guang langsung mengiyahkannya.
Sebelum mereka pergi dari penginapan itu, Ma Guang terlebih dahulu di antarkan oleh pelayan ke kamar yang telah di sewanya.
Setelah sudah mengetahui letak kamarnya, Ma Guang langsung pergi menemui Se Tsundue yang sedang menunggunya di lantai dasar penginapan itu untuk pergi bersama - sama ke kediaman wanita tersebut.
Setelah bertemu, mereka langsung berjalan menuju ke kediaman Se Tsundue.
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka tiba di depan pintu gerbangan sebuah bangunan yang terlihat megah.
"Apakah ini kediaman nona Se Tsundue?". Tanya Ma Guang.
"Iya! Ini adalah kediamanKu! Sebab ayahKu adalah penguasa kota Nyingchi ini". Ujar Se Tsundue jujur.
Pemuda itu langsung menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa dirinya sudah mengerti dengan identitas wanita di sampingnya itu.
"Kalau begitu, ayo kita masuk!". Ajak Se Tsundue.
Mereka pun langsung memasuki kediaman penguasa kota Nyingchi.
Se Tsundue langsung membawa Ma Guang ke ruang tamu istimewa keluarganya untuk melanjutkan perbincangan keduanya.
Saat mereka baru saja memasuki ruangan tersebut, seorang pria yang baru berusia sekitar 50-an tahun sedang duduk di ruangan tersebut.
Pria itu langsung menyambut kedatangan Se Tsundue dan juga Ma Guang.
"Due'er! Mari masuk! Ada hal yang ingin ayah bicarakan denganMu... siapa pemuda ini?".
Mendengar sambutan ayahnya tersebut, Se Tsundue langsung menjawabnya "Pemuda ini adalah pendekar Ma Guang dari kekaisaran Zhou!". Ucap Se Tsundue.
Mendengar apa yang baru saja di sampaikan oleh putrinya, pria tua itu langsung tersentak dan tidak bisa mengeluarkan sepata kata pun.
__ADS_1
~Bersambung~