Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 106. Bertemu Pasukan Musuh


__ADS_3

Akhirnya mereka memulai pembahasan tentang strategi untuk menghadapi pasukan dari kerajaan Lai.


Jenderal Fan Gui menjelaskan strategi yang akan mereka lakukan serta manuver-manuver yang akan di lakukan juga di saat dalam keadaan tertekan.


Setelah selesai membahas strategi yang akan mereka lakukan, akhirnya mereka membubarkan diri.


Sedangkan Ma Guang dan juga ke dua gadis yang bersamanya langsung menuju ke tempat dimana pasukan mereka berada.


Setelah tiba, akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju ke wilayah camp pasukan kerajaan Lai.


Namun pergerakan mereka memutar dan akan menyergap pasukan bantuan dari ibu kota kerajaan.


Hal itu hanya untuk memberikan kejutan kepada pasukan musuh dan untuk memancing mereka agar menuju ke tempat jebakan yang mereka sediakan.


Sebab Ma Guang sudah mendapatkan informasi dari prajurit yang di utusnya untuk menganalisa kondisi medan yang berada di wilayah yang akan menjadi medan pertempuran dan bisa menguntungkan bagi pasukan mereka yang berjumlah kecil.


Pasukan Ma Guang akan memanfaatkan kondisi alam yang ada. Di mulai dari rawa, hutan, gunung dan juga posisi yang akan di tempati oleh prajuritnya agar bisa lebih leluasa untuk bergerak dan menyerang pasukan lawan.


Sedangkan pasukan jenderal Fan Gui akan di bagi menjadi dua kelompok.


Kelompok pasukan yang sebagian akan di pimpin langsung oleh jenderal yang memimpin pasukan penjaga perbatasan untuk menyerang camp pasukan kerajaan Lai.


Sedangkan untuk sebagian pasukan akan menyambut kedatangan pasukan yang akan mengejar pasukan Ma Guang. Dan itu akan di pimpin langsung oleh jenderal Fan Gui.


Pasukan Ma Guang sudah berangkat terlebih dahulu agar mereka bisa menyerang pasukan bantuan dari kerajaan sebelum tiba di camp pasukan pertahanan perbatasan milik kerajaan Lai.


Pasukan Ma Guang berjalan ke sisi kiri sebelah utara dari camp pasukan penjaga perbatasan kerajaan Lai.


Hal itu di lakukan agar bisa melewati camp tersebut untuk memberikan serangan kejutan kepada pasukan kerajaan Lai yang akan menuju perbatasan.


Sedangkan puluhan pasukan Ma Guang sedang menyebar di sebelah kiri dan kanan rombongan pasukan Ma Guang agar bisa mengawasi serta mengantisipasi patroli pasukan kerajaan Lai.


Karena jika tidak melakukan hal itu, tentunya pergerakan dari pasukan Ma Guang akan bisa di ketahui oleh musuh.


Di sebelah kanan dan kiri dari rombongan pasukan Ma Guang masing - masing memiliki 50 orang prajurit terbaik dengan rentang jarak terjauh sekitar dua kilo meter.


Lima puluh orang tersebut saling memisahkan diri secara berpasang - pasangan. Dan jika salah satu dari mereka melihat prajurit dari kerajaan Lai, mereka akan memberitahukannya kepada yang lain jika jumlahnya banyak agar mereka bisa menghabisi mereka tanpa tersisa.


Bukan hanya itu saja tugas dari ke lima puluh prajurit yang berada di kiri dan kanan rombongan pasukan Ma Guang, tetapi tugas mereka juga mengawasi pergerakan pasukan musuh dan juga menguasai situasi alam yang akan mereka lewati. Jika menguntungkan, daerah itulah yang akan menjadi tempat pelarian untuk memancing pasukan musuh.


Baru satu jam melakukan perjalanan, prajurit yang di sebarkan tersebut sudah melihat pergerakan pasukan musuh yang sedang berpatroli.


Ada sekitar puluhan prajurit yang sedang menunggang kuda.


Ada satu pleton kavaleri pasukan musuh yang menuju ke arah rombongan pasukan Ma Guang dari sebelah kanan.


Dua orang prajurit yang memiliki posisi paling terluar langsung memberikan isyarat kepada prajurit lainnya agar mereka bersiap dengan kedatangan pasukan musuh tersebut.

__ADS_1


Kedua prajurit itu langsung melepaskan masing - masing satu anak panah mereka.


Dua orang prajurit musuh yang posisinya paling belakang langsung terjatuh dari kuda mereka masing - masing.


Teman - teman mereka yang berada di depan belum menyadari akan hal itu.


Jumlah pasukan tersebut adalah tiga puluh empat orang. Tiga orang sebagai komandan regu dan satu orang komandan pleton, sisanya adalah prajurit.


Dua orang yang baru saja terjatuh dari kuda mereka langsung di dekati oleh kedua prajurit yang memanah mereka.


Kedua prajurit Ma Guang itu dengan cepat melesat dari atas pohon dan turun untuk mengamankan kedua tubuh prajurit lawan yang terkena panah tersebut.


Namun di tangan keduanya sudah siap dengan pedang mereka masing - masing untuk menghabisi keduanya jika masih dalam keadaan hidup.


Kedua prajurit Ma Guang langsung menyingkirkan tubuh prajurit musuh serta menghilangkan jejak di tempat mereka terjatuh.


Apa yang telah di lakukan oleh kedua prajurit Ma Guang tersebut, juga di lakukan oleh prajurit - prajurit yang lain.


Namun setelah sudah ada empat belas orang prajurit musuh yang terbunuh, barulah komandan pleton mereka menyadari bahwa pasukannya sudah berkurang.


Kini mereka tinggal tersisa 20 orang.


Sedangkan prajurit Ma Guang yang berada di dekat rombongan pasukan musuh yang berhenti, merasa bahwa trik tersebut sudah di ketahui.


Salah satu prajurit langsung memberi isyarat kepada teman - teman mereka yang berada di dekat lokasi tersebut dan juga langsung melesatkan anak panah kepada prajurit pasukan musuh.


Dua orang yang berada di sisi kanan dan kiri dari dua orang prajurit yang memberikan isyarat langsung mendekati tempat itu dan juga langsung melesatkan anak panah kearah prajurit musuh.


Delapan orang prajurit kini kembali lagi tumbang karena di terjang oleh anak panah.


Di sisi pasukan musuh kini tinggal tersisa dua belas orang dengan keadaan yang bingung karena belum menemukan posisi sang penyerang.


Mereka langsung membentuk formasi pertahanan untuk mengantisipasi serangan susulan.


Apa yang telah mereka pikirkan akhirnya datang juga.


Enam buah mata panah melesat kearah mereka.


Tring...tring...tring


Clep...clep...clep


Bruk...bruk...bruk


Tiga buah anak panah masih mampu di tepis, namun tiga buah lainnya masih menemui sasarannya.


Kini jumlah pasukan musuh tinggal sembilan orang.

__ADS_1


"Keparat! Jangan hanya bisa menyerang dengan sembunyi - sembunyi. Keluar jika merasa kesatria!." Ucap komandan pleton pasukan musuh.


Namun enam buah anak panah kembali meluncur menanggapi teriakan pria tersebut.


Kesemuanya masih bisa di tepis oleh mereka.


"Kurang ajar! Mereka benar - benar hanya bisa melakukan serangan dari jarak jauh." Gumam komandan pleton tersebut.


Kembali lagi enam buah anak panah melesat ke arah mereka.


Tetapi masih bisa juga di tepis oleh pasukan musuh.


Akhirnya keenam prajurit Ma Guang langsung melesat turun dari atas pohon yang menjadi tempat persembunyian mereka dengan pedang mereka masing - masing di tangan serta langsung menyerang ke sembilan pasukan musuh yang tersisa.


Kesembilan pasukan musuh yang tersisa langsung melesat dari atas kuda mereka untuk menyambut serangan dari prajurit Ma Guang.


"Akhirnya kalian keluar juga! Aku akan mengakhiri hidup kalian di tempat ini." Ucap komandan pleton sambil melesat menyambut serangan prajurit Ma Guang.


Pria itu merasa bersemangat karena melihat jumlah musuh yang lebih sedikit dari jumlah mereka.


Trang...trang...trang


Bunyi benturan pedang dengan tombak dari kedua bela pihak.


Seorang prajurit Ma Guang yang lebih kuat dari yang lain langsung menghadapi pemimpin pleton tersebut.


Trang...trang...trang


Bunyi benturan pedang dan tombak milik sang pemimpin.


Keahlian permainan tombak sang pemimpin sangat merepotkan lawannya.


Prajurit Ma Guang yang merasa kelabakan dengan permainan tombak sang pemimpin langsung menghindar dan meraih tombak milik prajurit lawan yang sudah tewas.


Akhirnya pertarungan mereka sudah seimbang.


Hal yang sama juga di alami oleh lima orang prajurit lainnya.


Karena sudah merasa tertekan dengan serangan musuh, akhirnya mereka juga meraih tombak milik lawan mereka yang sudah tewas.


Setelah pertarungan yang sama - sama menggunakan tombak, akhirnya bisa terlihat bahwa prajurit Ma Guang yang jumlahnya lebih sedikit dari jumlah musuh, kini mulai menguasai jalannya pertarungan.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya sang komandan pleton pun tertembus tombak prajurit Ma Guang dan langsung meregang nyawa.


Pertarungan pun kini sudah tidak seimbang lagi, hingga akhirnya pasukan musuh pun habis terbunuh.


Prajurit Ma Guang langsung membersihkan kekacauan tersebut agar tidak meninggalkan bekasnya.

__ADS_1


Setelah selesai, mereka kemudian kembali ke tempat mereka masing - masing.


~Bersambung~


__ADS_2