Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 171. Pusaka Bumi


__ADS_3

Ma Guang secara spontan langsung menghidar dengan cepat saat tubuhnya di serang oleh seekor siluman ular yang baru berusia seratus tahun.


Saat Ma Guang bisa menghindari serangannya, siluman tersebut merasa terkejut.


"Rupanya aku terlalu meremehkanMu, ternyata kamu memiliki kemampuan yang hebat juga, tetapi sangat di sayangkan, hidupMu akan berakhir hari ini". Ucap siluman ular tersebut.


"Apakah aku tidak salah mendengarnya!? Seekor siluman yang baru berusia seratus tahun saja sudah bertingkah sombong seperti seekor siluman yang sudah berusia ribuan tahun dan sudah bisa berubah wujud sesuka hatinya untuk menyerangKu. Kamu terlalu naif jika berpikir seperti itu". Ucap Ma Guang.


Siluman ular tersebut langsung menyerang Ma Guang dengan kekuatan puncaknya.


Pohon - pohon besar di sekitarnya tumbang karena terkena serangan kibasan ekor siluman ular tersebut.


Serangan siluman ular itu sangat tidak berarti bagi Ma Guang.


Pemuda itu dengan sangat tenang menghindari setiap serangan kibasan ekor dan juga semburan racun sang siluman.


"Baiklah, sudah habis waktu aku untuk main - main denganMu, kini saatnya aku melenyapkanMu". Ujar Ma Guang sambil melesatkan pukulan Tinju Peremuk Tulang miliknya tepat di kepala sang siluman ular.


Siluman ular itu langsung terdiam dan sudah tidak bergerak lagi.


Melihat hal itu, Ma Guang langsung mengambil batu permata dan juga inti jiwa milik siluman tersebut.


Pemuda itu langsung meleburkan batu permata siluman itu dan di satukan dengan tombak miliknya.


Sedangkan inti jiwa dari siluman ular itu, Ma Guang memasukkannya ke tombak itu juga.


Kini senjata tombak miliknya sudah menjadi senjata pusaka bumi, dan untuk seorang pendekar suci yang tidak memiliki kemampuan khusus, tidak bisa untuk menggunakan tombak tersebut.


Kini tombak milik Ma Guang memiliki inti jiwa seekor siluman yang hanya bisa di kendalikan oleh dirinya sendiri.


Hal yang sangat menakutkan dari tombak tersebut adalah jika terkena serangannya akan membuat sang lawan langsung meregang nyawa, sebab setiap serangan tombak tersebut mengandung racun yang mematikan.


Sedangkan tubuh siluman tersebut langsung di ambil bagian tubuhnya yang bisa di gunakan.


Ma Guang pun langsung menghentikan perburuannya itu dan langsung segera kembali ke sekte Bambu Kuning sambil membawa jasad serigala emas dan juga siluman ular.


Dia langsung menuju ke kediaman Su Tian untuk membuat berbagai macam pil.


Mata Su Tian pun langsung terbelalak saat menatap apa yang Ma Guang bawah.


"Dimana kamu menemukan hewan buas serta siluman ini?". Tanya Su Tian.

__ADS_1


"Aku menemukan keduanya saat berburu di hutan yang berada di sebelah utara wilayah kekaisaran Zhou". Jawab Ma Guang.


Mendengar hal tersebut, Su Tian langsung tersentak kaget.


"Berarti kamu sudah bisa melayang di udara kalau begitu!?". Ujar Su Tian.


"Iya! Memang aku sudah bisa terbang, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju ke tempat tersebut". Ujar Ma Guang.


Ma Guang pun langsung menyuruh Su Tian untuk mengkonsumsi daging siluman tersebut serta akan membagikan daging serigala emas kepada para petinggi sekte.


Ma Guang pun langsung menguliti kulit serigala emas dan juga kulit siluman ular.


Ma Guang langsung membuat sebuah pil dari ramuan tanaman yang sudah berusia ratusan tahun dan juga batu permata milik serigala tersebut.


Pemuda itu mulai mengekstrak sari dari setiap tanaman obat untuk di leburkan bersama dengan permata serigala.


Setelah sari utama dari tanaman obat sudah di peras semuanya, Ma Guang pun langsung menaruhnya di tungku yang biasa di gunakan oleh Su Tian untuk membuat pil.


Perlahan - lahan energi api miliknya langsung di arahkan ke sari tanaman obat tersebut.


Saat sudah mendidih, Ma Guang terus meningkatkan energi api miliknya hingga cairan tersebut mulai berkurang sedikit demi sedikit karena kotoran yang terdapat di dalam cairan tersebut sedikit demi sedikit mulai terbakar.


Cairan dan juga batu permata itu di leburnya dan menjadi satu serta terus membakar apa yang tidak bisa di pakai.


Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang mulai memadatkan dengan perlahan - lahan sisa dari kedua campuran itu untuk menjadi sebuah pil.


Akhirnya wajah Ma Guang langsung berseri - seri karena pil yang di buatnya adalah pil yang berwarna emas.


Su Tian yang melihat hal itu langsung tercengang, sebab tidak ada seorang alkemis yang mampu membuat pil dengan kualitas tingkat tinggi dalam sekali buat saja menurut sejarah yang telah dia dengar.


"Guang'er! Kamu benar - benar sangat jenius sehingga langsung bisa membuat sebuah pil tingkat tinggi dalam sekali buat". Puji Su Tian.


"Guru terlalu melebih - lebihkan, aku merasa hal ini belum terlalu luar biasa bagiKu". Ujar Ma Guang karena merasa minder dengan pujian Su Tian.


"Bagaimana dengan kompetisinya? Apakah sangat menghibur?". Lanjut Ma Guang.


"Aku juga tidak menontonnya, sebab aku terus berada di ruang perawatan untuk para murid yang terluka". Jawab Su Tian.


"Oh, aku pikir guru sempat menonton setiap pertandingannya". Ujar Ma Guang.


"Tidak, hal itu karena para pesertanya sudah ada yang mencapai pendekar raja tingkat awal dan juga tingkat menengah, sehingga membuat peserta yang kalah mau pun peserta yang menang mengalami luka dalam dan luka luar yang serius". Su Tian menjelaskan.

__ADS_1


"Berarti kemampuan mereka sangat seimbang sehingga hal itu bisa terjadi". Ujar Ma Guang menanggapi perkataan Su Tian.


"Rupanya yang akan menjadi perwakilan dari sekte kita ini belum bisa untuk di prediksi dari sekarang, sebab persaingan mereka sangat ketat". Lanjut Ma Guang.


"Jika di pikir - pikir, persaingan para murid kali ini sangat menarik menurutKu walau pun hanya melihat dari hasil pertarungan yang ada". Ujar Su Tian.


Ma Guang hanya menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Su Tian sambil melihat serta merasakan aura yang keluar dari pil emas di tangannya.


Akhirnya Ma Guang memasukkan pil tersebut ke dalam botol obat yang tersedia.


Ma Guang langsung meminta Su Tian untuk mengeluarkan pedang milik gurunya itu dan memasukkan inti jiwa dari serigala emas.


Pedang milik Su Tian langsung bersinar terang dan bilah pedangnya langsung berubah menjadi berwarna emas.


Hal itu membuat pedang milik Su Tian langsung menjadi senjata pusaka bumi tingkat rendah.


Namun walau pun demikian, pedang miliknya itu tidak banyak untuk bisa di tandi oleh senjata dari para pendekar tingkat tinggi yang ada di wilayah kekaisaran itu.


Sebab kemungkinan hanya ada dua buah senjata pusaka bumi yang ada di wilayah kekaisaran Zhou menurut rumor yang beredar.


Tetapi hal itu belum bisa di pastikan, karena mereka belum pernah melihat seseorang menggunakannya.


Sejata pusaka bumi sendiri, jika di gunakan, daya hancurnya akan sangat berdampak besar bagi setiap lawan.


Su Tian yang dengan mata kepalanya sendiri melihat apa yang di lakukan oleh Ma Guang terhadap senjatanya langsung merasa sangat bahagia.


"Guang'er! Terima kasih karena kamu telah membuat pedang milikKu ini sehingga sudah menjadi pedang pusaka Bumi, ini adalah hadiah yang sangat sulit untuk guru dapatkan". Ucap Su Tian dengan hati yang sangat gembira.


"Guru! Jika aku bertemu dengan hewan spiritual, bukan hanya pusaka bumi yang akan aku buat, aku juga pasti akan bisa membuat senjata pusaka langit".


"Jadi hal ini belumlah seberapa di bandingkan kemampuanKu untuk bisa membuat yang lebih baik lagi". Ucap Ma Guang.


"Hah...apa benar kamu bisa juga untuk membuat pusaka langit?". Tanya Su Tian dengan penuh rasa penasaran.


"Iya guru! Segala hal itu aku miliki saat seekor naga itu telah masuk kedalam tubuhKu, semua hal itu langsung muncul dengan sendirinya di dalam pikiranKu". Jawab Ma Guang dengan santai.


"Tetapi mengapa kitab tersebut hanya di biarkan begitu saja di perpustakaan!?". Tanya Su Tian penasaran.


"Kemungkinan kitab itu tidak di ketahui oleh para murid - murid sekte Bambu Kuning sebelumnya, atau juga mereka tidak sempat untuk membukanya karena melihat sampul depannya yang sudah usang". Ujar Ma Guang.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2