
Makhluk Azura itu kemudian pergi untuk memanggil rekan - rekannya yang lain.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi sosok makhluk yang telah memiliki kekuatan sebagai Dewa Bumi untuk bisa tiba di Benua Utara.
Sebab makhluk itu sudah bisa membuka portal ruang dan waktu.
Serta tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkan rekan - rekannya.
Hanya dalam waktu sehari saja, para pasukan Azura kini sudah berada di markas sekte Teratai Hitam.
Ketua Gu Rong telah menyiapkan tempat bagi 50 pasukan Azura tersebut untuk mereka tempati.
Setelah itu, sosok yang menjadi komandan pasukan Azura saat itu segera bertemu dengan Gu Rong dan membicarakan tentang rencana mereka kedepan.
Ternyata, sang pemimpin pasukan Azura mendukung rencana Gu Rong untuk mengumpulkan raja para siluman agar bisa membantu mereka juga untuk berperang di dunia atas.
Karena bangsa Azura berasal dari dunia atas, sehingga mereka bisa untuk pergi ke dunia atas melalui dunia manusia.
Namun bangsa Azura tidak bisa datang ke dunia manusia jika tidak di panggil sendiri oleh manusia.
Sehingga mereka membutuhkan bantuan manusia agar bisa datang ke dunia tengah tersebut.
Dan untuk melancarkan misi mereka agar bisa menyerang dunia atas, ribuan tahun yang lalu mereka juga telah bekerja sama dengan para siluman.
Oleh karena itu, pemimpin pasukan Azura sangat menyetujui rencana Gu Rong untuk mengumpulkan raja para siluman yang ada di dunia manusia.
Sebab mereka juga akan membawa para siluman yang saat ini sedang terkurung di dunia bawah bersama dengan bangsa Azura yang telah membuat kekacauan di dunia atas.
Hal itu agar kekuatan mereka bisa bertambah.
Tidak hanya itu saja, jika para pendekar dewa agung itu di berikan sumber daya oleh mereka, sudah bisa di pastikan bahwa mereka juga akan mendapatkan tambahan pasukan lagi.
Saat ini mereka tinggal menunggu ke datangan raja para siluman yang akan di bawah oleh Tan Lai.
Namun aktivitas di markas sekte Teratai Hitam saat itu ialah mereka mulai membuat kuil untuk menjadi tempat pemujaan di saat mereka mau melakukan upacara pemanggilan para pemimpin bangsa Azura beserta pasukannya dan juga para pemimpin bangsa siluman beserta pasukannya.
Dalam beberapa bulan kemudian, Tan Lai kini sudah kembali bersama 50 raja siluman yang berasal dari keempat benua yang berbeda.
Para raja siluman semuanya kini rata - rata telah hidup selama 10.000 tahun keatas, sehingga kekuatan serta kemampuan mereka sudah bisa di andalkan.
Karena pendirian kuil sudah selesai, sehingga mereka memerintahkan para siluman untuk menangkap 100 orang gadis yang masih perawan untuk di jadikan tumbal agar bisa mengaktivkan teknik terlarang untuk membuka pintu neraka atau pintu dunia bawah.
Hal itu tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk mengumpulkan seratus orang gadis yang masih perawan.
Setelah seratus gadis perawan sudah terkumpul, akhirnya mereka pun memulaikan upacara pemujaan di kuil yang telah mereka buat.
Posisi mereka semua kini sedang mengelilingi kuil itu.
Sedangkan terlihat seratus leluhur yang di tambah dengan Kha Gui dan Ming Duan kini juga sedang mengelilingi kuil sambil mempersiapkan sebilah pisau di tangan mereka masing - masing dan juga tubuh seorang gadis di depan mereka yang dibaringkan di atas altar pemujaan yang di bawahnya terlihat seperti pancuran yang menuju ke rune - rune yang terdapat di sisi kuil tersebut.
Setelah semuanya sudah siap, akhirnya mereka semua di berikan isyarat oleh Gu Rong agar supaya memulai acara pemujaan tersebut untuk mengaktifkan teknik terlarang yang mereka miliki.
__ADS_1
Masing - masing dari mereka segera melakukan tindakan seperti menyembelih hewan yang sudah tidak berdaya.
Namun yang berbeda adalah saat itu mereka melakukannya pada seratus gadis perawan.
Darah mulai mengucur deras dan mulai mengalir memenuhi rune - rune yang adalah sajak - sajak untuk bisa mengaktifkan teknik agar pintu neraka bisa terbuka.
Pemimpin pasukan Azura telah bersiap untuk menyambut kedatangan sang penguasa bangsa Azura yang tidak lama lagi akan datang ke dunia manusia.
Prosesi upacara pemujaan itu berjalan dengan sangat baik.
Setelah dari rune - rune itu telah memancarkan cahaya, 98 leluhur di tambah dengan Kha Gui dan juga Ming Duan segera melafalkan syair - syair agar bisa membuka pintu neraka.
Sedangkan raja para siluman di tambah puluhan pasukan bangsa Azura kini sedang berada di belakang seratus orang yang sedang melafalkan syair - syair tersebut.
Sebab untuk melakukan hal itu, mereka sangat membutuhkan tenaga ekstra agar supaya bisa mendapatkan keberhasilan yang sesuai dengan harapan mereka.
Nama Se Tianlan, Da Wangzi, Yin she, Zhi Wang pun selalu di sebut - sebut oleh seratus petinggi sekte Teratai Hitam di saat melafalkan syair tersebut.
Selama satu jam telah berlalu saat mereka memulai pemujaan itu.
Kini bumi mulai bergetar hebat, dan hal itu bisa dirasakan oleh siapa pun yang tinggal sejauh ribuan kilo meter dari tempat itu.
Gunung - gunung berapi yang ada di jangkauan jarak tersebut segera menyemburkan magma dari perut gunung.
Terjadi bencana alam yang sangat dasyat di sebagian wilayah Benua Timur atas apa yang telah mereka lakukan itu.
Oleh sebab itu, harus ada seseorang di masing - masing belakang tubuh dari petinggi sekte Teratai Hitam yang saat itu sedang mengaktifkan teknik untuk membuka pintu neraka.
Sebab letak sekte Teratai Hitam di wilayah kekaisaran tersebut.
Satu persatu bangunan - bangunan rumah penduduk mulai runtuh.
Air sungai mulai meluap ke arah kiri dan kanan dimana sungai itu mengalir yang di sebabkan oleh air yang berada di danau.
Sehingga bencana yang terjadi di wilayah kekaisaran Jin adalah bencana gunung meletus dan juga bencana banjir.
Setelah gempa itu terjadi selama kurang lebih 10 menit, akhirnya situasi menjadi stabil lagi karena sudah tidak terjadi gempa.
Dan saat itu juga di kuil yang berada di sekte Teratai Hitam kini sudah hadir sosok makhluk yang memiliki tangan yang banyak di tubuhnya.
Di sebelah kanannya berdiri juga seekor Macan Kumbang yang di atasnya duduk sosok yang menggunakan sesuatu seperti mahkota.
Sedangkan di sebelah kirinya terlihat sosok yang terlihat seperti manusia namun kulitnya terlihat memiliki sisik seperti ular.
Sedangkan di sebelah kanan dari sosok yang menunggangi Macan Kumbang terlihat sosok berbadan besar dan tinggi serta memiliki tiga kepala dan juga memiliki enam tangan yang masing - masing sedang memegang arit.
Dan di belakang mereka terlihat ribuan pasukan dari bangsa Azura dan juga dari bangsa siluman.
Pasukan yang sangat menakutkan jika di ketahui oleh setiap sekte aliran putih yang berada di dunia manusia.
Setelah selesai memanggil para pemimpin bangsa Azura, Ketua Gu Rong segera menghentikan apa yang mereka lakukan.
__ADS_1
Sedangkan pemimpin pasukan Azura sebelumnya segera bersujud di hadapan sosok tinggi besar dan memiliki banyak tangan tersebut.
"Hamba memberi hormat kepada Penguasa!". Tutur pemimpin tersebut dan di ikuti juga oleh para bawahan, seluruh anggota sekte Teratai Hitam serta seluruh bangsa siluman yang hadir di tempat itu.
"Siapa mereka ini?". Tanya Se Tianlan.
"Penguasa! Mereka adalah para petinggi sekte yang telah membawa Penguasa sehingga bisa berada di dunia manusia ini". Jawab pemimpin pasukan Azura.
"Ha...ha...ha...ha...ha kalian semua telah bekerja dengan sangat baik, sehingga aku harus memberikan hadiah kepada kalian".
"Kalian semua harus memiliki kekuatan dewa sejati, agar kalian bisa untuk menguasai dunia ini serta bisa pergi ke dunia atas untuk menggulingkan kekuasaan Kaisar Langit".
"Ayo! Semuanya segera merapat kesini". Perintah Se Tianlan.
Gu Rong, Gu Lan, Tan Lai, Kha Gui, Ming Duan dan juga 95 leluhur lainnya segera berbaris di depan Se Tianlan.
Penguasa bangsa Azura itu segera memberikan sumber daya tingkat surgawi kepada mereka.
Sedangkan untuk Kha Gui dan juga Ming Duan, keduanya mendapatkan sumber daya tingkat dewa dan tingkat surgawi.
Sebab tingkat kultivasi keduanya masih berada di tingkat Pendekar Kaisar Dewa.
Setelah itu, tetua tingkat tinggi dan juga tetua tingkat rendah serta raja para siluman mendapatkan pembagian sumber daya juga.
Setelah selesai membagi - bagikan sumber daya, sang pemimpin pasukan Azura kemudian menyampaikan kepada Se Tianlan.
"Penguasa! Ada hal penting juga yang ingin hamba sampaikan".
"Apa itu? Cepat sampaikan!". Tutur Se Tianlan.
"Pemilik tubuh Dewa Naga Surgawi berada di wilayah Benua Utara".
"Dan sepertinya pemilik tubuh itu di lindungi oleh pasukan ras Naga Surgawi.
"Apa? Pasukan ras Naga Surgawi saat ini berada di dunia manusia?".
"Apakah hal itu telah kamu pastikan kebenarannya?". Tanya Se Tianlan.
"Iya Penguasa! Sebab di saat hamba ingin untuk menghancurkan formasi pelindung di dekat wilayah dimana energi pemilik tubuh Dewa Naga Surgawi itu berada, aku dapat merasakan aura ke hadiran ratusan pasukan ras Naga Surgawi di sisi yang lain".
"Ratusan!? Apakah masih ada pasukan mereka yang lain?".
"Jika jumlah mereka hanya seperti itu, kita tidak perlu merasa takut dengan mereka". Tutur Se Tianlan.
"Baik Penguasa!".
"Akan tetapi kalian harus ingat, harus selalu berhati - hati dalam bertindak". Lanjut Se Tianlan mengingatkan.
"Baik Penguasa!". Tutur mereka semua secara serentak.
~Bersambung~
__ADS_1